SHARIAH LAW, HUMAN RIGHTS, AND PANCASILA
This morning, November 2nd 2009, to my surprise I got a call from Kuala Lumpur. She asked me whether I am Fuad Amsyari from ‘FA-Center for Moslem Society Empowerment’. When I confirmed, she introduced herself from Al Jazeera and liked to discuss about Islam and shariah law with me. She said that it will be just a kind of ‘chatting’ by phone. I agreed and made an appointment sometime at the afternoon.
She called back and then we started the ‘chatting’. As I have to respond her correctly during the discussion, at first I clarified whether she is a Moslem, she said no. (more…)
2 comments 2 November 2009
KEPEMIMPINAN NASIONAL DI ERA REFORMASI, Tinjauan bagi Negeri Muslim Indonesia
INDONESIA DI ERA REFORMASI
Era Reformasi harus dibaca beda dengan era Orde Baru agar sikap dan perilaku kita lebih efektif dan efisien, khususnya dalam upaya Pembangunan Bangsa. Pada masa awal Orde Baru kekuasaan politik cenderung represif pada Islam karena dianggap menjadi salah-satu potensi ancaman pada rezim yang sedang berkuasa. Upaya sistematis dilakukan kekuasaan formal untuk menekan gerak sosial-politik umat Islam termasuk pemberian cap ‘ekstrim kanan, subversi, ekstrimis, DI-TII, dsb.’ yang ujung-ujungnya menekan aktifis Islam untuk tidak bisa bergerak maju dalam bidang sosial-politik. Bahkan partai politik yang berasas Islampun secara sistematis dibawa ke arah meninggalkan asas Islamnya, demikian pula dengan ormas Islam sekalipun yang akhirnya merubah asas Islam menjadi asas lain. Apakah dengan cara begitu Negeri Muslim ini lalu menjadi negara maju dan jaya? Ironisnya umat Islam Indonesia tidak berkutik menghadapi tekanan seperti itu dan ikut saja arus gerak politiking yang direkayasa oleh orang lain. Kita perlu introspeksi mampukah kiranya umat Islam Indonesia masih bisa bertahan bila terjadi lagi upaya depolitisasi Islam seperti itu? Dalam sejarah Orde Baru itulah proporsi umat Islam Indonesia terus merosot dari lebih 95% menjadi turun tinggal 86% saja. Sekali lagi justru pada status seperti itu ironisnya banyak tokoh Islam masih berani menepuk dada bahwa mereka berhasil membuat Islam jaya di negerinya.
3 comments 18 October 2009
‘KONFERENSI NASIONAL LINTAS AGAMA’ DI INDONESIA LANTANG MENOLAK PERDA SYARIAH Apa Mau Mereka, Mengelola Negeri ini dengan Mengabaikan Cara yang Diajarkan Tuhan?
Harian Surya Rabo, 7 Oktober halaman 10 memberitakan adanya sebuah forum yang menyebut dirinya “Konferensi Nasional Lintas Agama” atau Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) yang dihadiri oleh 80 peserta ‘tokoh agama dan kepercayaan’ dari berbagai daerah dan menolak Perda di daerah-daerah yang bernuansa Syariat Islam. Mereka akan mendesak Pemerintah untuk mencabutnya. “Kami akan sampaikan kepada presiden dan wapres yang baru terpilih agar perda-perda dievaluasi dan bisa masuk ke MK (Mahkamah Konstitusi) atau Mahkamah Agung (MA) untuk dilakukan judicial review”, ujar ketuanya. Luar biasa. Yang lebih mengejutkan adalah Ketua Forum itu ternyata seorang Doktor Agama Islam dan bekerja di Departemen Agama RI. Bagimana ini teman-teman dari jajaran Institusi Pendidikan Islam di Indonesia? (more…)
4 comments 8 October 2009
BISAKAH MENCARI REMAH EKONOMI DI G20, ATAU MALAH KEHILANGAN?
Banyak orang Indonesia yang berbangga hati menjadi anggauta G20 dan ramai membahas sukses ‘peran Indonesia’ di forum itu. Rakyatpun lalu mengelu-elukan termasuk rakyat yang hidupnya masih di bawah garis kemiskinan karena ramainya berita oleh media bahwa ‘konsep Indonesia’ diterima dan banyak pula dipuji berhasil mengatasi kemiskinan dengan program BLTnya (walau berita lain sebelumnya menyatakan BLT akan dihapus tahun depan). Begitulah umumnya memang gemuruh dunia sosial-politik, media masa sebagai corong berita (siapa), dan nasib rakyat miskin yang belum juga habis harapannya. Bagaimana hakekat dan rasional ekonomi dunia dan ekonomi Indonesia dikaitkan dengan G20 tadi? (more…)
6 comments 29 September 2009
PERLUKAH HARI RAYA ISLAM ITU SERAGAM HARINYA?
Tahun ini Iedul Fithrie di Indonesia ‘umumnya’ dirayakan Ahad, 20 September 2009. NU dan Muhammadiyah sepakat dan melakukan shalat Ied pada hari yang sama. Suasana menjadi semarak dan nampak rukun-akrab penuh ukhuwah antara sesama muslim. Suasana itu jelas berbeda pada Iedul Fithrie tahun lalu yang tidak sama harinya antara warga NU dan Muhammadiyah. Namun memang benarkah semua umat Islam Indonesia merayakan Iedul Fithrie tahun ini pada hari Ahad 20 Serpetember itu? Tidak juga!! Sebagian (‘walau sedikit’) umat Islam ada yang merayakan hari raya itu Saptu 19 September, juga ada yang Senin 21 September, dan bahkan ada yang Rabo 22 September. Lho kok bisa? (more…)
4 comments 26 September 2009
ASSALAAMU’ALAIKUM WR WB
Saya sekeluarga menyampaikan:
SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITHRIE
1 SYAWAL1430H,
Minal ‘Aidin wal Faizin,
MOHON MAAF LAHIR BATHIN.
Wassalaamu’alaikum Wr Wb,
Fuad Amsyari
Add comment 17 September 2009
AL QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP KAUM MUSLIMIN: (Khotbah Iedul Fithrie 1430H/2009M)
Bismillahirrohmaanirrohiim,
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.,
(Iftitah)
Allaahu Akbar (takbir 3x)
Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia,
Pertama sekali marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang terlimpah tiada putus-putusnya kepada kita, termasuk limpahan rahmat pada pagi hari ini, hari yang cerah, sejuk, segar, penuh ceria. Pagi ini kita bersyukur bisa bersama-sama melakukan sholat Ied menyambut hari raya Islam di tahun 1430 H, setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang baru saja kita lalui. Dari semua ni’mat karunia yang diberikan oleh Allah swt pada kita rasanya tidak ada yang lebih tinggi dari ni’mat dalam bentuk iman yang membukakan hati ini menjadi hati yang bersih, hati yang fithrie, meyakini bahwa Allah swt satu-satunya tuhan yang harus disembah dan harus dipatuhi tuntunanNya. Alhamdulillah. (more…)
2 comments 14 September 2009
NASIB MINORITAS MUSLIM DI NEGARA ASING
Republika 14 September hlm 9 memberitakan bagaimana muslim minoritas di Inggris menghadapi provokasi kelompok anti Islam. Mereka melakukan penyerangan ke mesjid2. Pemerintah Inggris mengakui adanya kelompok anti-Islam yang menimbulkan masalah sosial. Mereka dikatakan berasal dari kelompok ekstrem kanan (tanpa menyebut agamanya), antara lain ‘English Defense League’ yang kerap menggunakan taktik provokasi dan berharap munculnya reaksi umat Islam sehingga terjadi kekerasan. Sebaliknya kelompok itu malah menyatakan bahwa kekerasan mereka diprovokasi oleh kelompok Islam dan mereka hanyalah menentang kelompok Islam militan. Sementara itu umat Islam di Inggris mengatakan bahwa kelompok tersebut hakekatnya anti Islam, dan hanyalah alasan saja mereka menentang Islam militan, hanya sebagai kamuflase. Mereka bukanlah orang yang mendukung ‘Pembauran Komunitas’. Bahkan pada Jumat 11 September lalu bersamaan dengan peringatan peristiwa 11 September 2001 mereka membuat demo menentang Islam dengan slogan ‘Stop Islamification of Europe’ yang hampir menimbulkan bentrokan dengan umat Islam. Mereka masih berjanji akan melakukan aksi unjuk rasa lagi. Nah, bagaimana pendapat anda? (more…)
2 comments 14 September 2009
ORANG ALIM MASUK NERAKA, PELACUR MASUK SURGA? Astaghfirullah, Apa Pesan Dibaliknya?
Ada pembelajaran tentang Islam yang ‘menyesatkan’ di Jawa Pos 24/8/09 pada RUBRIK ‘Spirit Ramadhan’.. Tulisan itu awalnya mensitir adanya ‘kebrutalan’ masa bersama MUI terhadap kompleks pelacuran.di Riau yang ditayangkan sebuah stasiun TV. Si penulis mencela mengapa melakukan tindak kekerasan pada sesama manusia di bulan suci Ramadhan terkait pelacuran itu. Lalu dilanjutkan oleh penulis uraian panjang lebar disertai untaian kata menarik sebuah ‘cerita sufi’ yang lalu diberi fokus heading tebal dan besar oleh Jawa Pos “Orang Alim Masuk Neraka, Pelacur Masuk Surga”. Astaghfirullah. Terasa sekali nuansa pelecehan terhadap ulama dan penghormatan pada pelacur, di bulan suci Ramadhan ini. Ringkas ceritanya, alkisah ada seorang alim bertetangga dengan seorang pelacur. Saban hari si orang alim membayangkan kerusakan akhlak si pelacur karena perzinaan yang dilakukannya. Sebaliknya si pelacur saban hari selalu berfikir positif pada si orang alim dan berbangga punya tetangga yang keulamaannya begitu baik, bahkan dia berkhayal kapan bisa meniru perilaku si ulama. Ujung dongengnya, kedua orang itu mati dan diproses di akherat. Si Ulama ternyata di masukkan neraka karena selalu berfikiran buruk terhadap perilaku pelacur, sebaliknya si pelacur dimasukkan surga karena selalu berfikiran mulia terhadap tetangganya yang alim itu. Apa yang salah dengan artikel tersebut?? Berikut ini respon saya atas tulisan yang ditulis seorang staf Departemen Agama RI itu.
3 comments 8 September 2009
PRESIDEN SBY TENTANG “ISLAM ITU RAHMATAN LIL ALAMIN” Bagaimana Kesempatan dia untuk Merealisasikannya?
Banyak orang Islam, apalagi ulama dan muballigh, yang sering mensitir bahwa Islam itu Rahmatan lil Alamin, namun bagaimana logikanya tidak banyak dibahas. Mirip dengan slogan cita-cita menjadikan bangsa-negara sebagai ‘Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur’, namun metoda menuju ke sana tidak diterapkan. Akhir-akhir ini malah konsep ‘Islam Rahmatan lil Alamin’ sepertinya dimanfaatkan untuk ‘melawan’ Teroris. Sesederhana itukah makna Islam Rahmatan lil Alamin? Jelas tidak. Seandainya semua teroris yang beragama Islam di dunia ini sudah dipunahkan, apakah dunia lalu menjadi penuh Rahmat oleh Islam? Kalau hanya sekedar menghapuskan teroris tentu dunia belum aman-sejahtera karena di dunia akan masih banyak pencuri, perampok, pemerkosa, koruptor, pezina, pemabuk, pencemar lingkungan, dan perbuatan-perbuatan jahat lain yang merusak harkat manusia dan alam. Kalau dunia saja belum bisa penuh rahmat apalagi untuk alam keseluruhannya. Jadi bagaimana rasionalnya bahwa ‘Islam itu membawa Rahmat bagi Alam’? (more…)
5 comments 30 August 2009