RUU ‘KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER’? Apa Relevansinya dengan Solusi Keterpurukan Bangsa? Waspadai Infiltrasi Ideologi Liberalisme-Sekularisme!

20 April 2012 at 19:25 3 comments

Setelah disibukkan dan heboh membahas masalah kenaikan BBM, kini DPRRI mulai membahas Rancangan Undang-Undang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUUKKG). Tepatkah pembahasan RUU macam itu di tengah berbagai problema berat bangsa yang menumpuk dan berkepanjangan?

Coba diperhatikan permasalahan besar bangsa yang bertubi-tubi datang, sambung menyambung, berkait-kelindan, tidak kunjung selesai. Kasus bank Century belum juga beres walau sudah dilakukan interpelasi, masalah suap saat pemilihan Wagub BI  Miranda Gultom, Nazarudin dengan pembangunan Wisma Atlet Seagames, pengesahan oleh DPR terhadap RUU mengenai APBN yang berkaitan kebijakan kenaikan harga BBM dan UU Pemilu yang baru diketok namun sudah terancam di uji materikan, ketidak layakan keberadaan SBI yang dipertentangkan dengan UU Pendidikan, harga pembelian pesawat tempur Sukhoi yang selangit, dll, dll. Benarkah bahwa berbagai masalah berat bangsa yang menumpuk itu bertumpu pada adanya ketidak setaraan gender? Bukankah kerusakan bangsa ini lebih diakibatkan oleh kualitas akhlak bangsa yang rusak, termasuk kualitas banyak anggauta legislatif, eksekutif, dan yudikatifnya yang berujung pada tindak korupsi dan kecurangan berlarut-larut menghabiskan kekayaan negara dan memelaratkan rakyat? Bukankah kemelut bangsa ini lebih disebabkan karena produk undang-undang yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam Indonesia dalam berbagai bidang pembanguan yang banyak dikritik tidak memihak kepentingan rakyat, sehingga dengan mudahnya dieksploitasi asing melalui bantuan tangan-tangan kotor agen mereka di dalam negeri?  Mana itu kerusakan bangsa yang signifikan yang terkait dengan masalah kesetaraan dan keadilan gender, permasalahan pemenuhan keseimbangan hak perempuan dan hak laki-laki dalam pembangunan bangsa?

Penyusunan RUU dan pembahasannya perlu ada keterkaitan langsung dengan problema serius yang sedang dihadapi bangsa, dan harus disusun dengan alur pikir yang sehat rasional. Jangan sampai dalam upaya pembangunan bangsa sampai mengorbankan kepentingan rakyat hanya karena motif mempertahankan ideologi politik, apalagi jika ideologi itu bertentangan dengan tuntunan Allah SWT. Mari diwaspadai adakah dalam penyusunan dan pembahasan RUUKKG ini  tersembunyi skenario untuk mendiskreditkan ideologi Islam dan substansi syariat sosial agama Islam?

Coba dicermati mana masalah besar bangsa yang terkait dengan ‘ketimpangan’ gender itu? Apa masalah perempuan yang dicederai laki-laki dalam rumah tangga? Bukankah sudah ada aturannya terkait Kekerasan Rumah Tangga (jangan lupa ada juga  laki-laki yang dicederai isterinya). Apa tentang perempuan tidak mendapat pekerjaan? Bukankah sudah banyak perempuan keluar rumah meninggalkan anak-anaknya diurus orang lain hanya memburu gaji recehan dengan resiko dipermalukan dan dieksploitasi majikannya? Mana itu perlindungan memadai untuk TKW dan para pekerja perempuan di industri-industri raksasa nasional, baik dari sisi besarnya penggajian dan pelecehan kehormatannya? Bukankah masalah itu cukup diatasi dengan perbaikan undang-undang tentang ketenaga-kerjaan termasuk perlunya sanksi berat pada pengeloa tenaga kerja yang melanggar ketentuan dan hukuman menjerakan pada Pimpinan Perusahaan yang menyeleweng? Apa tentang jumlah perempuan  yang tidak banyak menduduki posisi di lembaga politik dan pemerintahan? Bukankah malah sudah ada ketentuan undang-undang bahwa 30% caleg dan pengurus Partai Politik harus dipegang perempuan? Aturan itu juga harus direvisi atau dikaji ulang oleh DPR dan Pemerintah karena ketentuan tersebut terasa ‘merugikan’ perempuan, layaknya kuota perlu lebih proporsional, di atas 50% (ingat jumlah perempuan di negeri ini lebih banyak dari laki-laki). Apakah dikira dengan 30% perempuan menjadi caleg dan ujungnya terpilih menjadi anggauta DPR/DPRD; dan 30% menjadi pengurus Partai Politik membuat bangsa mampu mengatasi kerusakannya? Pemikiran seperti itu sungguh tidak rasional, tidak masuk akal sehat. Kemelut bangsa hanya bisa diatasi oleh Pemimpin yang cerdas, berkomitmen tinggi pada kepentingan rakyat, memiliki ketaatan beragama yang kuat sehingga dia takut pada hukuman Allah SWT setelah matinya nanti, terlepas apakah dia perempuan atau laki-laki!

Mari direnung lebih jauh, untuk apalagi DPR menyibukkan diri sehingga memakan waktu, tenaga, dan menghabiskan uang negara untuk membahas UU Kesetaraan dan Keadilan Gender? Apa ada pesanan asing di dalamnya? Apa ada muatan ideologis tertentu untuk menafikan prinsip ketentuan syariat agama Islam? Jika memang ada itu maka RUU itu tidak layak dibahas.

Apakah masih dirasa ada yang kurang benar dalam pengelolaan bangsa-negara ini? Maka selesaikan saja sesuai dengan pembidangan pembangunan, tidak perlu membuat masalah baru dengan mengkaitkannya pada masalah gender. Ingat bahwa laki-laki memang berbeda dengan perempuan dari sisi harkat biologis dan sosialnya, yang justru dengan perbedaan itu akan terjadi saling mengisi, keterikatan, dan interaksi harmonis alamiah saling mendukung dan bekerjasama antara laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan keluarga, masyarakat, dan bangsa-negara yang berdampak terwujudnya kesejahteraan dalam keseluruhan lingkup kehidupan manusia. Allah SWT, Pencipta laki-laki dan perempuan, pasti lebih tahu dari manusia itu sendiri apa seharusnya peran/posisi  laik-laki dan perempauan yag benar dalam kehidupan di dunia fana ini. Jika manusia memaksakan diri (dengan berbagai kepentingannya) melawan ketentuan Allah SWT itu maka pasti akan berakibat rusaknya masyarakat dan bangsa-negara bersangkutan. Dari sisi agama Islam ketidak taatan atau penyangkalan akan adanya ketetapan Allah SWT terkait harkat laki-laki dan perempuan dalam masyarakat dengan pengaturan interaksi antar ke duanya dariNya berarti yang bersangkutan terkena kriteria kafir atau sekuler dengan segala akibatnya dunia-akherat. 

Terkait dengan aktifitas DPR yang diberitakan sedang membahas RUU  Kesetaraan dan Keadilan Gender ini saya banyak mendapat sms, antara lain sebagai berikut:

 “Sekarang sedang dibahas RUU Gender, perempuan disamakan dengan laki-laki. Bagaimana pandangan almukarrom tentang hal ini?”

Jawaban saya:

 “Jika DPR setuju maka jelas salah, menentang tuntunan Allah SWT. Pasti berdampak bangsa rusak. Siapa yang MENGAJUKAN RUU tersebut? Jika Pemerintah maka dia bertanggung jawab. Jika usulan DPR di acc Pemerintah maka keduanya bertanggung jawab. Di sinilah PERLUNYA DPR & PEMERINTAH YANG ISLAMI, SUPAYA TERHINDAR DARI KERJA-KERJA YANG TIDAK PERLU. Umat harus diarahkan supaya MEMILIH Pemimpin berorientasi Syariat dalam Pemilu.”

Ada seorang gurubesar yang kirim respon bahwa maksud kesetaraan itu tentu tidak  dalam arti menyamakan perempuan dengan laki-laki seperti ikut adu tinju, narik becak, supir truk, dan semacamnya, namun bagaimana perempuan bisa berprofesi menjadi dokter, politisi, dll. Terhadap sms itu saya menjelaskan padanya sebagai berikut:

 “Jika urusan posisi politik maka perempuan sudah diatur oleh UU Politik, bahkan terasa mengenaskan karena hanya 30% kuotanya padahal jumlah perempuan lebih besar dari jumlah laki-laki. Tentang pengembangan profesi sudah diatur oleh UU Ketenaga-kerjaan, Pendidikan dll. Problema utama bangsa ini seperti Korupsi, SDA yang dikuras asing, akhlak rusak dst apa urusannya dengan persamaan gender? Cari kerjaan saja, kecuali ada agenda tersembunyi .”

Indonesia 19 April 2012

About these ads

Entry filed under: DPR RI, Pemikiran, Politik. Tags: , , , , , , , , , , , .

KASUS BBM MENUNJUKKAN RINGKIHNYA KEBERSAMAAN ANTAR PARTAI ISLAM. Kurang teguh Berideologi / Kurang Bersilaturahmi / Sedang Terperangkap? Modeling Dalam Pendalaman Al-Qur’an dan Sains

3 Comments Add your own

  • 1. Jalal  |  25 April 2012 at 16:53

    Betul lah…. anggota DRP kita tuh ndak punya pengetahuan Ilmu Agama, padahal mayoritas ber agama Islam.

    Rakyat suruh belajar-belajar-belajar, tapi mereka ndak mau belajar agama dengan baik……. ngomongngngngng melulu…..

    Gender dah ditetapkan oleh ALLAH, baik hak dan kewajibannya, koq malah mau diatur lagi….. cam mana nih pak DPR???

    Sono ke Ulama’ sono belajar lagi ilmu agama dengan dalam-dalam…. biar ndak keblinger tuh bahas RUUnya…. ya…..

  • 2. Tropical Decor  |  16 May 2012 at 21:15

    visit…

    [...]while the sites we link to below are completely unrelated to ours, we think they are worth a read, so have a look[...]…

  • 3. Muhsin MK  |  2 July 2012 at 07:40

    Bismillah. Kesetraan gender itu kata kata kosong yang tak bermakna. Filosofi keseteraan gender karena selama ini wanita dipandang sebagai manusia kelas dua dari laki-laki. Itu sebetulnya hanya pandangan sebagian kecil aktifis wanita yang perlu dicek betul amalan beragamanya dan perilaku hidupnya sehari hari. Mereka sebenarnya telah mempertentangkan harmonisasi kaum laki laki dan perempuan yang selama ini telah berjalan baik dalam masyarakat yang benar benar memegang teguh agamanya. Mereka ini layak disebut sebagai teroris intelektual yang ingin merusak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah baik menjadi buruk.Kita berharap ikhtiar licik mereka untuk memporak porandakan norma norma yang sudah berlaku dalam masayarakat kita ini tidak berhasil. Kira para intelektual muslim, seperti mas fuad perlu melakukan penolakan terhadap RUU Kesetaraan Gender yang lebih besar mudaratnya dari pada manfaatnya. Wassalam Muhsin MK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 43 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

April 2012
M T W T F S S
« Mar   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Stats

  • 70,109 hits

Feeds


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 43 other followers

%d bloggers like this: