<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fuad Amsyari Center</title>
	<atom:link href="http://fuadamsyari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fuadamsyari.wordpress.com</link>
	<description>syariat islam, politik, dan pemberdayaan masyrakat muslim untuk kejayaan bangsa Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 02:22:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fuadamsyari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/cd76239ce21598f57e03c2fe5c6ce0bc?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Fuad Amsyari Center</title>
		<link>http://fuadamsyari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fuadamsyari.wordpress.com/osd.xml" title="Fuad Amsyari Center" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fuadamsyari.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HEBOH MIRAS DI INDONESIA, Antara Rekayasa, Kepekaaan Politik, dan Kualitas BerIslam</title>
		<link>http://fuadamsyari.wordpress.com/2012/01/21/heboh-miras-di-indonesia-antara-rekayasa-kepekaaan-politik-dan-kualitas-berislam/</link>
		<comments>http://fuadamsyari.wordpress.com/2012/01/21/heboh-miras-di-indonesia-antara-rekayasa-kepekaaan-politik-dan-kualitas-berislam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 01:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadamsyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[bir]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khamr]]></category>
		<category><![CDATA[miras]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[ormas]]></category>
		<category><![CDATA[partai]]></category>
		<category><![CDATA[partai islam]]></category>
		<category><![CDATA[sekularisme]]></category>
		<category><![CDATA[sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>
		<category><![CDATA[umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadamsyari.wordpress.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Mendadak terjadi heboh masalah miras. Setelah saya cermati ternyata banyak keganjilan yang memprihatinkan dalam masyarakat, tokoh, dan pejabat muslim di negeri ini. Secara ringkas kronologinya bisa disarikan sebagai berikut: Di ujung Orde Baru (entah oleh rekayasa apa dan siapa) muncul Keppres no 3 tahun 1997 yang isinya antara lain minuman beralkohol 1-5% (disebut golongan A) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadamsyari.wordpress.com&amp;blog=6270637&amp;post=696&amp;subd=fuadamsyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendadak terjadi heboh masalah miras. Setelah saya cermati ternyata banyak keganjilan yang memprihatinkan dalam masyarakat, tokoh, dan pejabat muslim di negeri ini. Secara ringkas kronologinya bisa disarikan sebagai berikut:<span id="more-696"></span></p>
<ol>
<li><strong><em></em></strong><strong>Di ujung Orde Baru (entah oleh rekayasa apa dan siapa) muncul Keppres no 3 tahun 1997</strong> yang isinya antara lain minuman beralkohol 1-5% (disebut golongan A) bebas beredar, sedang di atas 5% barulah dilakukan pengaturan dan pengawasan oleh fihak Pemerintah Pusat dan Daerah. Keppres itupun lalu berjalan lancar, TIDAK ADA HEBOH (artinya: umat Islam dlm panduan/bimbingan tokoh2nya termasuk yang di MUI, Ormas, LSM Islam, relatif tenang2 saja. Masa itu PARTAI BERASAS ISLAM BELUM ADA). Maka miraspun lalu marak meraja lela di Indonesia. Korban2 berjatuhan, remaja2 sekolah dan siswa2 Pondok Pesantren dll banyak yang lalu menenggak miras, mabuk, berkelahi, dan bahkan ada yang mati. <strong><em>Ingat minuman berkandungan alkohol 1-5% itu termasuk BIR dengan segala mereknya yang jelas2 membuat mabuk sehingga berkategori ‘khamr’ yang diharamkan dalam tuntunan Islam. Minuman yang berkategori ‘khamr’ jelas-jelas diharamkan Allah swt untuk diminum, baik dalam dalam jumlah banyak maupun sedikit. Maka masyarakat Indonesia yang mayoritasnya muslim itu pelan-pelan tapi pasti bergerak ke arah maksiat karena pemerintahannya membiarkan khamr beredar bebas. Baik muslim maupun non-muslim yang menjadi rakyat Indonesia juga  terkena dampak kerusakan akibat beredarnya khamr goloingan A secara bebas tersebut. </em></strong></li>
<li>Setelah runtuhnya Orde Baru, dan masuk ke era reformasi,  barulah ada <strong>Partai Politik berAsas Islam</strong> yang menyuarakan pentingnya <strong><em>Syariat Islam untuk diterapkan dalam pengelolaan negara demi kemajuan dan kemuliaan bangsa</em></strong> yang mayoritasnya muslim ini. Kesadaran untuk kembali berislam secara utuh (kaffah), termasuk Islam Politik yang bertujuan menegakkan syariat terkait kehidupan berbangsa-bernegara untuk kebaikan umat dan bangsa pelan-pelan meningkat. Makna ISLAM ITU RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN (Islam membawa rahmat bagi alam) mulai disosialisasikan secara benar, yakni: JIKA SYARIAT SOSIAL-KENEGARAAN YANG DITUNTUNKAN ALLAH SWT ITU DITERAPKAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA-BERNEGARA MAKA BANGSA-NEGARA ITU AKAN MENJADI TERMULIAKAN DAN TERSEJAHTERAKAN, SERTA NEGARA AKAN MENGINDUKSI KEBAJIKAN-KEADILAN-KEDAMAIAN DUNIA.</li>
<li><strong><em>Karena secara nasional Partai Islam belum berhasil memenangkan pemilu, belum mendapat dukungan rakyat yang umumnya sudah tersekularisassikan di era Orde Baru yang berlangsung 32 tahun itu, maka secara nasional pengelolaan negara masih belum banyak berubah, sekuler-kapitalistik</em></strong>. Namun oleh adanya otonomisasi daerah Kabupaten-Kota ternyata banyak daerah otonom sudah berhasil memiliki DPRD dan BUPATI-WALIKOTA yang memahami pentingnya syariat Islam untuk menyelamatkan rakyat setempat. Untuk tujuan itu mereka lalu membuat Peraturan Daerah (Perda) yang bernuansa pengetrapan syariat, antara lain MELARANG PEREDARAN MIRAS BERAPAPUN KADAR ALKAHOLNYA.<strong><em></em></strong></li>
<li><strong><em></em></strong>Keluarnya Perda-Perda Syariat ternyata membuat resah sebagaian (kecil?) orang yang BERIDEOLOGI SEKULER. Tokoh-tokohnya  yang vokal, dibantu media masa yang mereka kendalikan,  menyuarakan antipati pada Perda yang bernuansa Syariat. <strong><em>Republika 18 Januari lalu memberitakan bagaimana seorang Komisioner HAM (agamanya tidak disebutkan) malah berani mengirim surat ke Kementerian Dalam Negeri bahwa Perda Syariat memicu KONFLIK SOSIAL.</em></strong></li>
<li>Ironisnya, Kementerian Dalam Negeri yang menterinya seorang muslim lalu merespon dengan mengeluarkan perintah KLARIFIKASI (istilah untuk evaluasi)  terhadap Perda-Perda Anti Miras, <strong><em>yang memiliki makna operasional bahwa SEMENTARA DALAM PROSES EVALUASI MAKA PERDA-PERDA ITU TIDAK BOLEH DIBERLAKUKAN. Astaghfirullah.</em></strong></li>
<li>Maka hebohlah negeri terkait miras</li>
</ol>
<p><strong>Dari kasus ini mari direnung aspek2 penting dalam kehidupan umat Islam dan tokoh2nya di negeri ini</strong>. <em><span style="text-decoration:underline;">Bagaimana KEPPRES no. 3/1997 bisa keluar padahal Presidennya seorang muslim, bagaimana respon Ormas-LSM Islam terhadap keluar dan dijalakannya Keppres tersebut padahal Pimpinan Ormas-LSM Islam itu umumnya hebat2, bagaimana pengaruh keberadaan Partai Islam dan dukungan umat terhadap Partai Islam itu secara nasional, bagaimana kemenangan Partai Islam di daerah-daerah otonomi ternyata bisa membawa perubahan kebijakan yang bermakna besar bagi keselamatan masyarakat secara umum, bagaimana keberanian pendukung IdeologiSsekuler dalam mengahdapi Ideologi Islam, bagaimana seorang menteri yang muslim merespon protes, bagaimana seorang Presiden yang muslim tidak mencabut Keppres yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang dipeluknya.</span></em></p>
<p>Semoga Allah SWT menolong umat IslamIndonesiauntuk secepatnya membawa bangsa-negerinya menjadi ‘baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghofur’, termuliakan dan tersejahterakan, serta membawa kebaikan, keadilan, dan kedamaian dunia.</p>
<p>Indonesia, medio Januari, 2012</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p>  Normal<br />
  0</p>
<p>  false<br />
  false<br />
  false</p>
<p>  MicrosoftInternetExplorer4</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p>st1\:*{behavior:url(#ieooui) }</p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--></p>
<p> /* Style Definitions */<br />
 table.MsoNormalTable<br />
	{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
	mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
	mso-tstyle-colband-size:0;<br />
	mso-style-noshow:yes;<br />
	mso-style-parent:&#8221;";<br />
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
	mso-para-margin:0cm;<br />
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
	mso-pagination:widow-orphan;<br />
	font-size:10.0pt;<br />
	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;<br />
	mso-ansi-language:#0400;<br />
	mso-fareast-language:#0400;<br />
	mso-bidi-language:#0400;}</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;">Mendadak terjadi heboh masalah miras. Setelah saya cermati ternyata banyak keganjilan yang memprihatinkan dalam masyarakat, tokoh, dan pejabat muslim di negeri ini. Secara ringkas kronologinya bisa disarikan sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:14pt;">1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-size:14pt;">Di ujung Orde Baru (entah oleh rekayasa apa dan siapa) muncul Keppres no 3 tahun 1997</span></strong><span style="font-size:14pt;"> yang isinya antara lain minuman beralkohol 1-5% (disebut golongan A) bebas beredar, sedang di atas 5% barulah dilakukan pengaturan dan pengawasan oleh fihak Pemerintah Pusat dan Daerah. Keppres itupun lalu berjalan lancar, TIDAK ADA HEBOH (artinya: umat Islam dlm panduan/bimbingan tokoh2nya termasuk yang di MUI, Ormas, LSM Islam, relatif tenang2 saja. Masa itu PARTAI BERASAS ISLAM BELUM ADA). Maka miraspun lalu marak meraja lela di Indonesia. Korban2 berjatuhan, remaja2 sekolah dan siswa2 Pondok Pesantren dll banyak yang lalu menenggak miras, mabuk, berkelahi, dan bahkan ada yang mati. <strong><em>Ingat minuman berkandungan alkohol 1-5% itu termasuk BIR dengan segala mereknya yang jelas2 membuat mabuk sehingga berkategori ‘khamr’ yang diharamkan dalam tuntunan Islam. Minuman yang berkategori ‘khamr’ jelas-jelas diharamkan Allah swt untuk diminum, baik dalam dalam jumlah banyak maupun sedikit. Maka masyarakat Indonesia yang mayoritasnya muslim itu pelan-pelan tapi pasti bergerak ke arah maksiat karena pemerintahannya membiarkan khamr beredar bebas. Baik muslim maupun non-muslim yang menjadi rakyat Indonesia juga  terkena dampak kerusakan akibat beredarnya khamr goloingan A secara bebas tersebut. </em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;">2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;">Setelah runtuhnya Orde Baru, dan masuk ke era reformasi,  barulah ada <strong>Partai Politik berAsas Islam</strong> yang menyuarakan pentingnya <strong><em>Syariat Islam untuk diterapkan dalam pengelolaan negara demi kemajuan dan kemuliaan bangsa</em></strong> yang mayoritasnya muslim ini. Kesadaran untuk kembali berislam secara utuh (kaffah), termasuk Islam Politik yang bertujuan menegakkan syariat terkait kehidupan berbangsa-bernegara untuk kebaikan umat dan bangsa pelan-pelan meningkat. Makna ISLAM ITU RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN (Islam membawa rahmat bagi alam) mulai disosialisasikan secara benar, yakni: JIKA SYARIAT SOSIAL-KENEGARAAN YANG DITUNTUNKAN ALLAH SWT ITU DITERAPKAN DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA-BERNEGARA MAKA BANGSA-NEGARA ITU AKAN MENJADI TERMULIAKAN DAN TERSEJAHTERAKAN, SERTA NEGARA AKAN MENGINDUKSI KEBAJIKAN-KEADILAN-KEDAMAIAN DUNIA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;">3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span><!--[endif]--><strong><em><span style="font-size:14pt;">Karena secara nasional Partai Islam belum berhasil memenangkan pemilu, belum mendapat dukungan rakyat yang umumnya sudah tersekularisassikan di era Orde Baru yang berlangsung 32 tahun itu, maka secara nasional pengelolaan negara masih belum banyak berubah, sekuler-kapitalistik</span></em></strong><span style="font-size:14pt;">. Namun oleh adanya otonomisasi daerah Kabupaten-Kota ternyata banyak daerah otonom sudah berhasil memiliki DPRD dan BUPATI-WALIKOTA yang memahami pentingnya syariat Islam untuk menyelamatkan rakyat setempat. Untuk tujuan itu mereka lalu membuat Peraturan Daerah (Perda) yang bernuansa pengetrapan syariat, antara lain MELARANG PEREDARAN MIRAS BERAPAPUN KADAR ALKAHOLNYA.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:14pt;">4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></em></strong><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;">Keluarnya Perda-Perda Syariat ternyata membuat resah sebagaian (kecil?) orang yang BERIDEOLOGI SEKULER. Tokoh-tokohnya  yang vokal, dibantu media masa yang mereka kendalikan,  menyuarakan antipati pada Perda yang bernuansa Syariat. <strong><em>Republika 18 Januari lalu memberitakan bagaimana seorang Komisioner HAM (agamanya tidak disebutkan) malah berani mengirim surat ke Kementerian Dalam Negeri bahwa Perda Syariat memicu KONFLIK SOSIAL.</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-size:14pt;">5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></em></strong><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;">Ironisnya, Kementerian Dalam Negeri yang menterinya seorang muslim lalu merespon dengan mengeluarkan perintah KLARIFIKASI (istilah untuk evaluasi)  terhadap Perda-Perda Anti Miras, <strong><em>yang memiliki makna operasional bahwa SEMENTARA DALAM PROSES EVALUASI MAKA PERDA-PERDA ITU TIDAK BOLEH DIBERLAKUKAN. Astaghfirullah.</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:14pt;">6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span><!--[endif]--><span style="font-size:14pt;">Maka hebohlah negeri terkait miras  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:14pt;">Dari kasus ini mari direnung aspek2 penting dalam kehidupan umat Islam dan tokoh2nya di negeri ini</span></strong><span style="font-size:14pt;">. <em><span style="text-decoration:underline;">Bagaimana KEPPRES no. 3/1997 bisa keluar padahal Presidennya seorang muslim, bagaimana respon Ormas-LSM Islam terhadap keluar dan dijalakannya Keppres tersebut padahal Pimpinan Ormas-LSM Islam itu umumnya hebat2, bagaimana pengaruh keberadaan Partai Islam dan dukungan umat terhadap Partai Islam itu secara nasional, bagaimana kemenangan Partai Islam di daerah-daerah otonomi ternyata bisa membawa perubahan kebijakan yang bermakna besar bagi keselamatan masyarakat secara umum, bagaimana keberanian pendukung IdeologiSsekuler dalam mengahdapi Ideologi Islam, bagaimana seorang menteri yang muslim merespon protes, bagaimana seorang Presiden yang muslim tidak mencabut Keppres yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang dipeluknya.</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;">Semoga Allah SWT menolong umat Islam Indonesia untuk secepatnya membawa bangsa-negerinya menjadi ‘baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghofur’, termuliakan dan tersejahterakan, serta membawa kebaikan, keadilan, dan kedamaian dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;">Indonesia</span><span style="font-size:14pt;">, medio Januari, 2012 </span></p>
<br /> Tagged: <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/bangsa/'>bangsa</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/bir/'>bir</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/khamr/'>khamr</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/miras/'>miras</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/mui/'>MUI</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/muslim/'>muslim</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/negara/'>negara</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/ormas/'>ormas</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/partai/'>partai</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/partai-islam/'>partai islam</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/sekularisme/'>sekularisme</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/sekuler/'>sekuler</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/syariat/'>syariat</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/umat/'>umat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadamsyari.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadamsyari.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadamsyari.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadamsyari.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadamsyari.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadamsyari.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadamsyari.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadamsyari.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadamsyari.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadamsyari.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadamsyari.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadamsyari.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadamsyari.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadamsyari.wordpress.com/696/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadamsyari.wordpress.com&amp;blog=6270637&amp;post=696&amp;subd=fuadamsyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadamsyari.wordpress.com/2012/01/21/heboh-miras-di-indonesia-antara-rekayasa-kepekaaan-politik-dan-kualitas-berislam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5455abc04766a5b21ee0980bec2853c9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fuadamsyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DINAMIKA NEGARA (MEMBAIK / MEMBURUK) DITENTUKAN POLITIK, DIPLOMASI &amp;/ PERANG. Suara Individu Muslim dalam Pemilu Amatlah Berarti</title>
		<link>http://fuadamsyari.wordpress.com/2012/01/06/dinamika-negara-membaik-memburuk-ditentukan-politik-diplomasi-perang-suara-individu-muslim-dalam-pemilu-amatlah-berarti/</link>
		<comments>http://fuadamsyari.wordpress.com/2012/01/06/dinamika-negara-membaik-memburuk-ditentukan-politik-diplomasi-perang-suara-individu-muslim-dalam-pemilu-amatlah-berarti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 08:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadamsyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[diplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kaffah]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[partai]]></category>
		<category><![CDATA[partai islam]]></category>
		<category><![CDATA[pemeritahan]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sekularisme]]></category>
		<category><![CDATA[sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>
		<category><![CDATA[umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadamsyari.wordpress.com/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Ketua PP Muhammadiyah ’forward’ ke saya sms seorang Ketua DDII yang berbunyi sebagai berikut: “Wahai Muslimin, Ketahuilah, Partai Politik Islam itu adalah aset kita ummat Islam dalam memperjuangkan Islam di Indonesia ini. Jangan tinggalkan aset kita itu, apalagi membencinya. Kemenangan mereka di forum politik adalah kemenangan kita dalam memperjuangkan Islam. Memang, kita belum melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadamsyari.wordpress.com&amp;blog=6270637&amp;post=690&amp;subd=fuadamsyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seorang Ketua PP Muhammadiyah ’forward’ ke saya sms seorang Ketua DDII yang berbunyi sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">“Wahai Muslimin, Ketahuilah, Partai Politik Islam itu adalah aset kita ummat Islam dalam memperjuangkan Islam di Indonesia ini. Jangan tinggalkan aset kita itu, apalagi membencinya. Kemenangan mereka di forum politik adalah kemenangan kita dalam memperjuangkan Islam. Memang, kita belum melihat hasil perjuangan mereka karena suara mereka di DPR belum dominan. Kemenangan mereka amat bergantung kepada pemberian suara kita kepada mereka dalam Pemilu. Memberikan suara kepada Partai Islam berarti kita ikut bersama-sama berjihad fie sabilillah, karena satu tusukan dalam Pemilu menentukan masa depan Islam di negeri ini. Wahai saudaraku seiman, camkanlah ini. Wass…”.<span id="more-690"></span></p>
<p style="text-align:justify;">SMS di atas adalah sms POLITIK. Saya sependapat dengan pengirimnya maka saya teruskan sms tersebut ke teman-teman sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">“Seorang Ketua PP Muhammadiyah memforward ke saya sms di bawah ini.  Mari kita sebar-luaskan demi kemuliaan umat dan bangsa. (saya sambung dengan sms di atas)”.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Banyak diantara kita mungkin tidak sadar bahwa nasibnya, di dunia maupun di akherat, amat ditentukan oleh kondisi negeri di mana tinggal</span></strong>. Jika negeri itu rusak maka nasibnyapun terancam rusak. Pengertian rusak secara individual di sini jangan dipersempit dengan masalah besarnya penghasilan atau kekayaan ekonomi-materi saja, namun juga ukuran hati seperti  ketenteraman, rasa aman (‘secure’), kemandirian, kehormatan, dan keakraban sosial, serta akibat atau nasib di akherat nanti. Suatu negeri muslim (mayoritas penduduknya muslim) walau diberitakan bahwa ekonomi makronya menguat, katakan pertumbuhan  tinggi dan pendapatan per kapita besar harus waspada. Pertumbuhan ekonomi tinggi (apalagi jika dari hasil eksplorasi-menjual kekayaan tanah air), dan pendapatan per kapita besar yang dihitung dari angka rata-rata (statistik mean, bukan median atau mode) ternyata bias oleh data outliar yang extrem karena penghasilan beberapa warga yang maha kaya-raya, amatlah menyesatkan. Kehebatan/keberhasilan ekonomi makro itu ternyata dinikmati kelompok kecil elit saja yang hidup nyaman bermegah berfoya di tengah kemiskinan yang masif. Negeri itu jelas bukan negeri yang maju dan mulia, apalagi jika akhlak bangsanya hancur,  kejahatan merajalela, keyakinan-ketaatan beragama tergerus, sumber daya akamnya terkuras, dan kedaulatan negara melemah, didekte  asing. Negeri muslim seperti itu jauh dari kategori kemuliaan suatu bangsa yang tentu membuat penduduk umumnya menderita. Individu warga negara yang mayoritasnya muslim akan susah hidupnya, jauh dari kecukupan dan kemajuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari dicermati nasib banyak negeri muslim di dunia. Sepertinya secara makro mereka dianggap berhasil karena pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapitanya naik pesat. Namun coba dilihat sumber daya alamnya, khususnya minyak dan gas bumi, kian habis, padahal rakyat pada umumnya masih miskin, bodoh, dan sakit. Rakyat yang umumnya muslim tetap saja lemah dalam berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, ilmu-terknologi,  kesehatan, rasa persaudaraan, dan kualititas aqidahnyapun merosot. Apakah negeri semacam itu berprospek di masa depan? Apakah negeri seperti itu bisa disebut negeri hebat walau disanabermunculan  pencakar langit tertinggi se dunia padahal bukan buatan bangsa  sendiri, atau dikatakan kemampuan militernya canggih padahal karena membeli dari negeri lain dan selalu bergantung pada pemasok suku cadangnya yang setiap saat akan diblokir jika tidak mengikuti kehendak negeri penjualnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Pada umumnya individu, keluarga, dan komunitas muslim di banyak negeri muslim kondisinya menyedihkan karena  negerinya bukan negeri yang baik, bukan ‘baldatun thoyibatun wa robbun ghafur’, karena tidak dikelola sesuai syariat kenegaraan yang diajarkan oleh Islam. Selintas negeri itu bagus dari luar namun sesungguhnya tidak ada apa-apanya, hanya sebagai ‘satelit’ ideologi non-Islam, belas kasih kekuatan asing, bahkan menjadi sapi perah bagi kebutuhan sumber daya alam bangsa lain. Astaghfirullah. Bagaimana Indonesia, sebuah negeri muslim terbesar di dunia?</p>
<p style="text-align:justify;">Perubahan sebuah negeri muslim dari baik ke buruk atau sebaliknya pada dasarnya ditentukan oleh Pemimpin negara tersebut, apakah kebijakan nasionalnya berpayung pada ideologi yang baik (Islam) atau ideologi buruk (sekuler, non-Islam). Jika berpayung pada ideologi sekuler maka  negeri bisa mudah terdisintegrasi atau maksimal bisa berkualitas ‘subsistence’ oleh belas kasih negeri sekuler  yang sudah mapan, sedang jika berpayung pada ideologi Islam maka akan memperoleh kekuatan dari Allah SWT, mandiri, adil-sejahtera, termuliakan.,dan berperan sebagai mercusuar kebaikan-kebenaran ke dunia internasional (lihat rasionalnya di artikel2 lain di blog ini). Bagaimana umat bisa memiliki Pemimpin Negeri yang mau berpayung pada ideologi Islam? Itu masalah POLITIK, yang perlu diupayakan oleh proses politik. <strong><em>Dakwah Islamiyah, Pendidikan Islam, dan aktifitas sosial-kemasyarakatan Islam lain di negeri muslim harusnya digerakkan untuk memiliki Pemimpin Negeri yang benar-benar berkualitas Taat Syariat secara utuh, bukan hanya dalam aspek indentitas diri dan  ritualnya saja</em></strong>. Pemimpin Negeri muslim itu itu harusnya berkeyakinan bahwa syariat Islam terkait pengelolaan bangsa-negara (Poleksosbudhankam) diterapkan secara nyata kalau ingin terrealisir kejayaan dan kemulian bangsa. <strong><em>Ormas, Lsm, Sekolah, Pondok Pesantren, Paguyuban Islam dan semacamnya harus diajak agar berfihak pada Partai Politik ynag berorientasi mengetrapkan Ideologi Islam, bukan ideologi Sekuler.</em></strong> Hanya melalui proses Politik maka negeri muslim akan terselamatkan. Partai Politik yang bervisi-bermisi penegakan ideologi Islam hanyalah Partai Politik Islam, bukan partai Non-Islam. Partaim Islam itulah yang harusnya dipilih umat, demikian esensi dari sms yang saya terima.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan pemahaman seperti diuraikan di atas maka semua Aktifis Islam seharusnya segera mendukung Partai Politik Islam, apakah secara langsung yakni masuk menjadi fungsionaris di dalamnya guna memperbaiki dan  memperkuatnya atau secara tidak langsung yakni dari jalur tidak formal  (karena halangan undang-undang misalnya) namun menguatkan Partai Islam dalam bentuk memberi arahan pada jamaahnya, temannya, keluarganya, dan siapa saja supaya mendukung dan memilih Partai Islam. Jangan kiranya hanya pasif, berpuas diri dalam kegiatan sosial dan ‘tidak peduli’ pada permasalahan politik. Hanya sebagai pengamat, tidak berfihak, sepertinya semua partai politik sama saja, sama baiknya atau sama brengseknya. Apalagi jika malah merusak kekuatan partai Islam dengan mencari-cari kelemahan beberapa tokoh Partai Islam dan mengkritik secara vulgar terbuka kok  masih tidak profesional, tidak berakhlak baik, masih korup, masih.. masih… berbagai kekurangan lain, yang bernuansa menjelekkan Partai Islam dan secara tidak langsung memuji Partai Sekuler. Sebagai umat Islam apalagi menjadi orang yang berpengaruh di lingkungannya jangan bersikap begitu. Terjunlah untuk memperbaiki Partai Islam jika masih dianggap lemah, berilah masukan konsep jika ada program Partai Islam yang belum efekltif, sumbanglah  dengan dana jika sedang kaya, promosikanlah jika memiliki kemampuan berkomunikasi dengan umat. Dengan sikap berfihak Islam seperti itu insyaAllahIndonesiaakan segera berubah menjadi negeri muslim yang adil-sejahtera, mandiri, penuh kemualiaan, dan menjadi mercusar kebaikan bagi kehidpan internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah negeri muslim juga bisa rusak atau membaik oleh aktiifitas DIPLOMASI. Namun diplomasi jangan dipakai untuk penghambaan pada kekuatan asing. Diplomasi harus bersandar pada kesetaraan antar dua negeri, yang bersikap saling menghormati dan saling memberi-menerima secara adil tanpa pendiktean atau perilaku ketidak adilan atau kecurangan. Untuk bisa tegak sama tinggi dan duduk sama rendah dengan negeri lain maka negeri muslim memang harus memiliki kekokohan nasional, kemampuan kenegaraan yang hebat, termasuk ketahanan militer yang canggih agar tidak mudah setuju saja oleh ancam-ancaman dikucilkan, diembargo,  dan diperangi. Negeri muslim harus memiliki posisi tawar yang hebat karena kekayaan alamnya, sistemnya yang solid, dan militernya yang canggih oleh kemampuan keilmuan-tekbnologi dari bangsa sendiri. Kasus Uni Sovyet memberi contoh bagaimana sebuah negeri besar ternyata bisa hancur oleh kekuatan diplomasi. Melemahnya kekuatan kekhalifahan Ali bin Abu Thalib juga terjadi oleh jalur diplomasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Akrirnya perlu disadari juga bahwa sebuah negeri muslim bisa saja hancur berantakan, mundur bertahun-tahun kondisi sosial-ekonominya ke belakang karena kalah perang dengan lawan ideologinya. Bagaimana Sultan Agung kalah perang dengan Penjajah Belanda saat mau mengambil alih benteng Kompeni di Batavia yang akhirnya membuatIndonesiajatuh ke kekuasaan kolonial dan menjadi negeri terjajah beratus tahun.Bagaimana Afganistan,Iraq, danLibya  hancur  berantakan oleh serangan militer negeri lain. PERANG jelas bisa merubah nasib suatu negeri muslim.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Alhamdulillah agama Islam memiliki panduan atau tuntunan dari kitab sucinya al Qur’an dan percontohan Rasulullah Muhammad SAW mengenai ke tiga aspek itu: Politik, Diplomasi, dan Perang</span></strong>. Di masa Rasul, dengan tuntunan utuh seperti itu, maka sebuah noktah tidak berarti di Timur Tengah berubah menjadi mercu suar peradaban umat manusia di dunia. <strong><em>Mengapa umat Islam masa kini tidak kembali ke ajaran Islam secara utuh seperti diuraikan di atas? Mengapa umat Islam, termasuk elitnya, hanya bermain di tataran instrumen sebuah ideologi politik? Heboh dan menghabiskan waktunya hanya untuk urusan tidak mendasar seperti berapa naiknya pertumbuhan ekonomi, jumlah kelompok menengah, pendapatan per-kapita, kurs dollar, subsidi untuk orang miskin, pergerakan harga saham, dan ‘tetek bengek’ instrumen ideologi sekuler tersebut?</em></strong> <strong>Jawabnya hanya satu</strong>: <em><span style="text-decoration:underline;">keimanan dan keislamannya perlu segera ditingkatlan agar mencapai kulminasi siap berjuang menegakkan ideologi Islam, Islam Politik, tidak  fobi dan tabu POLITIK, tidak lemah dalam DIPLOMASI, dan tidak takut jika harus PERANG supaya memperoleh kejayaan-kemuliaan dunia-akherat dari Allah SWT</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia, awal Januari 2012</p>
<br /> Tagged: <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/bangsa/'>bangsa</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/dakwah/'>dakwah</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/diplomasi/'>diplomasi</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/ekonomi/'>ekonomi</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/ideologi/'>ideologi</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/kaffah/'>kaffah</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/muslim/'>muslim</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/negara/'>negara</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/partai/'>partai</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/partai-islam/'>partai islam</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/pemeritahan/'>pemeritahan</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/perang/'>perang</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/politik/'>Politik</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/sekularisme/'>sekularisme</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/sekuler/'>sekuler</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/syariat/'>syariat</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/umat/'>umat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadamsyari.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadamsyari.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadamsyari.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadamsyari.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadamsyari.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadamsyari.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadamsyari.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadamsyari.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadamsyari.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadamsyari.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadamsyari.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadamsyari.wordpress.com/690/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadamsyari.wordpress.com/690/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadamsyari.wordpress.com/690/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadamsyari.wordpress.com&amp;blog=6270637&amp;post=690&amp;subd=fuadamsyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadamsyari.wordpress.com/2012/01/06/dinamika-negara-membaik-memburuk-ditentukan-politik-diplomasi-perang-suara-individu-muslim-dalam-pemilu-amatlah-berarti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5455abc04766a5b21ee0980bec2853c9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fuadamsyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>‘SPRING’, ‘FALL’, ATAU ‘DARKNESS’, Komparasi Huruhara yang terjadi  Arab dan Indonesia</title>
		<link>http://fuadamsyari.wordpress.com/2011/12/14/spring-fall-atau-darkness-komparasi-huruhara-yang-terjadi-arab-dan-indonesia/</link>
		<comments>http://fuadamsyari.wordpress.com/2011/12/14/spring-fall-atau-darkness-komparasi-huruhara-yang-terjadi-arab-dan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 06:38:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadamsyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[arab spring]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadamsyari.wordpress.com/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[‘Spring’ adalah musim semi, musim setelah masa-masa dingin membeku di daerah sub-tropis. Musim semi memberi nuansa periode waktu yang indah, penuh harapan menuju puncak kondisi cuaca yang bagus untuk berlibur dan bergembira.di musim panas. ‘Fall’ sebaliknya adalah musim gugur, musim bersiap-siap menghadapi suasana berat di musim dingin, bersalju, sesudah masa berjaya berlalu di periode ‘summer’. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadamsyari.wordpress.com&amp;blog=6270637&amp;post=685&amp;subd=fuadamsyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center"><strong>‘Spring’</strong> adalah musim semi, musim setelah masa-masa dingin membeku di daerah sub-tropis. Musim semi memberi nuansa periode waktu yang indah, penuh harapan menuju puncak kondisi cuaca yang bagus untuk berlibur dan bergembira.di musim panas. <strong>‘Fall’</strong> sebaliknya adalah musim gugur, musim bersiap-siap menghadapi suasana berat di musim dingin, bersalju, sesudah masa berjaya berlalu di periode ‘summer’.</p>
<p><strong>‘Darkness’</strong> adalah kondisi  gelap atau kegelapan. Saya ingat ada jargon ‘darkness’ yang dipakai untuk mengungkap terjadinya pencemaran udara hebat dikota besar Eropa Timur era Uni Sovyet, dan diberi judul ‘Darkness at Noon’. Jadi darkness dalam konteks sosial-politik adalah malapetaka yang akan menghancurkan suatu komunitas.</p>
<p>Maka apa makna <strong>Arab Spring</strong> saat beberapa negeri Arab di Afrika Utara dan Timur Tengah dilanda huru-hara sosial yang berujung jatuhnya rezim yang sedang berkuasa? <span id="more-685"></span>Tentu bagi si pemberi predikat Arab Spring bermaksud  bahwa huru-hara  itu merupakan suasana semi yang akan membawa mereka merengkuh keceriaan setelah fase kebekuan bersalju. Seandainya diberi predikat <strong>Arab Fall</strong> bukan hanya bermakna sedang meluncur menuju kebekuan sosial namun juga bisa diartikan kejatuhan martabat ras Arab Sebaliknya jika huruhara sosial tersebut disebut <strong>Arab Darkness </strong>berarti terjadi kegelapan di komunitas Arab yang  merupakan malapetaka sosial yang perlu diwaspadai dan harus segera dikoreksi demi keselamatan dan kejayaan mereka di masa depan. <strong><em><span style="text-decoration:underline;">Ingat datangnya agama Islam di Arab jelas membawa suasana spring di sana, yang menghasilkan bunga dan buah kejayaan, kemuliaan, dan kehormatan bagi mereka.</span></em></strong> Benarkah yang sekarang terjadi adalah suatu spring, bukan fall, atau malah darkness?</p>
<p>Bagi sebagian orang, khususnya komunitas Barat, si pemberi istilah Arab Spring itu, melihat gejolak sosial hebat yang terjadi di dunia muslim tersebut menunjukkan harapan besar bahwa negeri-negeri Arab di atas akan segera berada dalam pangkuan ideologi mereka, ideologi sekuler-kapitalistik. Spring, musim semi bagi penyemaian ideologi sekuler-kapitalis. Memang banyak negeri muslim yang masih dalam ambang kemelut ideologi antara memilih Politik Islam atau Politik Sekuler. Sebagian negeri muslim juga dalam keraguan, mau memilih yang mana, setengahhaitisedang dalam era transisi. Pergolakan sosial yang terjadi di Tunisia lalu diikuti Mesir, kemudian Libya, dan kini sedang berlanjut di daratan Timur Tengah, yakni Yaman, Yordania, dan Syria sepertinya menjadi harapan besar akan runtuhnya penguasa yang tidak sepenuhnya memihak Barat, pioner-pemilik ideologi sekuler-kapitalistik.</p>
<p>Tentu tidak semua orang sama pendapatnya, bahkan ada yang berbeda diametrikal, yakni sepertinya pergolakan di dunia Arab itu menunjukkan bahwa perjuangan Islam Politik  yang sukses, meruntuhkan rezim sekuler-kapitalis yang tiranis, pengikut thohut (meminjam istilah beberapa teman yang kontak via sms). Jatuhnya rezim yang sedang berkuasa di negeri muslim disambut gembira dan antusisasme sebagai era baru berkembangnya negeri yang akan menuju sepenuhnya dalam rengkuhan Islam Politik, melepaskan diri dari pelukan politik sekuler-kapitalis yang pro Barat.</p>
<p>Mana kiranya yang benar? Harapan siapa yang sesungguhnya akan terpenuhi?</p>
<p>Seorang tokoh Ormas Islam yang dikenal tegas pemihakannya pada perjuangan Islam Politik mengirim sms yang isinya sebagai berikut:</p>
<p><strong><em>“Mengapa gerakan Islam di dunia Arab dan Afrika bisa menyapu bersih para tiran/thoghut. Di Indonesia……..(saya buat titik2 karena kalimatnya terasa ‘tajam’ bernuansa kegagalan perjuangan Islam Politik di sini)”  </em></strong></p>
<p>Nada  sms ini sepertinya memihak faham ke dua, yakni bahwa huru-hara di negara Arab Afrika Utara dan Timur Tengah itu terjadi oleh penganut ideologi Islam Politik, bukan penganut Politik Sekuler-Kapitalis. Begitukah? SMS tersebut saya  jawab sebagai berikut:</p>
<p><strong><em>“Masih harus dicermati, tidak boleh gegabah menyimpulkan siapa dalang sesungguhnya huru-hara di dunia Arab Timur Tengah-Afrika. Yang jelas negeri muslim Tunisia, Mesir, Libya, dan kasus lama Afganistan-Iraq, sampai kini berantakan, set back kondisi sosialnya puluhan/ratusan tahun ke belakang. Kecuali Afganistan dan Iraq yang hancur karena diinvasi secara brutal melalui serangan militer vulgar dan langsung, tiga negeri lainnya (di samping Syria dan Yaman yang lagi bergolak) juga sudah rusak karena dilanda perang saudara berkelanjutan oleh proses adu-domba. Negeri2 muslim yang sekuleristik (Indonesia juga termasuk di dalamnya) jelas rawan untuk diadu-domba, jadi harus waspada</em></strong>”.</p>
<p><strong>Saya khawatir banyak tokoh Islam yang terlalu terburu memberi konklusi  dari suatu proses sosial-politik</strong>, apalagi bila terjadi di luar negeri dan dikait-kaitkan dengan semangat  perjuangan Islam di dalam negeri. ‘Pejuang Islam’ diIndonesia sering melihat bahwa di dunia luarsana itu perjuangan Islamnya hebat dan sukses sedang di rumah sendiri perjuangan Islam itu berantakan, padahal yang bersangkutan berada di dalam negerinya.</p>
<p>Saya teringat <strong>kasus jatuhnya rezim Orba</strong> yang dipimpin Pak Harto melalui huru-hara sosial pula. Siapa dalangnya? Apa pejuang Politik Islam? Apa bukan malah pejuang Politik Sekuler? <strong><em>Terjadinya huru-hara tahun 1998 lalu yang sampai menjatuhkan rezim Suharto justru terjadi di saat rezim itu mulai berfihak pada Islam Politik, seperti ditandai lahirnya ICMI, MPR hijau royo2, dan semacamnya.</em></strong> Apakah pejuang Islam Politik di Indonesia berani menepuk dada dan berteriak berhasil sukses perjuangannya menjatuhkan rezim Orba? Mari dicermati apa yang terjadi pasca jatuhnya Orba. Setelah berjalan lebih dari 10 tahun bagaimana kenyataan Indonesia  sekarang, malah dikeluhkan karena jauh dari  cita-cita Islami Politik seperti yang tersirat dari SMS teman aktifis tadi.. Dengan kata lain bahwa kondisi pasca huru-hara 1998 itu Politik Sekuler-Kapitalis kian jaya saja. Di mana salahnya?</p>
<p>Dari berbagai kasus yang diungkap di atas nampaknya memang akan susah jika negeri muslim tidak tegas memihak ideologi Islam Politik, bersikap  lebih memihak politik sekuler atau ambigu, tidak jelas pemihakannya. <strong><em>Negeri muslim yang tidak tegas memihak Islam Politik akan mudah diporak porandakan oleh kekuatan asing pendukung ideologi sekuler-kapitalis yang sudah mapan, kokoh ekonomi dan militernya</em></strong>. Jika negeri muslim tidak mendukung Islam Politik maka akan membuat penduduknya lemah iman sehingga mudah di adu domba. Itulah yang terjadi di Tunisia, Mesir, dan Libya, suatu negeri muslim yang setengah hati dalam berfihak pada Islam Politik. <strong>Afganistan era Taliban</strong> yang relatif tegas dalam Islam Politik dan <strong>Iraq</strong><strong> yang juga teguh</strong> menolak mengikut Barat hanya bisa dijatuhkan melalui invasi militer, bukan huru-hara sosial. <strong>Kasus Iran menarik untuk dicermati</strong>. Karena jelas sebagai Republik Islam yang tidak mau berada di bawah kendali Barat, pendukung Politik Sekuler-Kapitalis,  mereka tidak berhasil diadu domba (ingat sempat ada upaya ke arah itu oleh  pendukung Islam Sekuler di Iran pasca pemilu Presiden Iran tahun lalu). Begitu pula Arab Saudi danPakistan yang tegas memihak Islam Politik  juga relatif  stabil, tidak mempan adu-domba.</p>
<p><strong><em>Maka kini pilihan bagi negeri muslim, termasuk Indonesia, nampaknya tidak banyak</em></strong>, yakni 1). <strong>mendukung ideologi Sekuler-Kapitalistik yang membuatnya akan rawan diadu-domba jika tidak sepenuhnya taat (ada gejala membangkang) pada perintah negara ‘Patroon’ (lalu mudah dieksploitir kekayaan tanah airnya, diencerkan aqidahnya, dan dirusak akhlaknya)</strong> atau 2). <strong><em><span style="text-decoration:underline;">teguh berpegang pada Islam Politik sehingga tidak mudah diadu-domba yang membuat terjadinya perang saudara dan memporak-porandakan negeri karena keimanan rakyatnya berkualitas baik.</span></em></strong></p>
<p>Dari sisi Islam Politik, negeri-negeri muslim Afrika Utara dan Timur Tengah tersebut kini bukan berada dalam Arab Spring, namun terjebak ke dalam ‘Secularisme Spring’. Mereka masuk ke dalam era Arab Fall, menuju Arab Darkness karena meninggalkan agama Islam, khususnya dimensi Islam Politiknya.  Semoga menjadi pelajaran bagi umat Islam.</p>
<p>Indonesia medio Desember 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<br /> Tagged: <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/arab-spring/'>arab spring</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/politik/'>Politik</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/revolusi/'>revolusi</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/timur-tengah/'>Timur Tengah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadamsyari.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadamsyari.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadamsyari.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadamsyari.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadamsyari.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadamsyari.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadamsyari.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadamsyari.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadamsyari.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadamsyari.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadamsyari.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadamsyari.wordpress.com/685/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadamsyari.wordpress.com/685/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadamsyari.wordpress.com/685/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadamsyari.wordpress.com&amp;blog=6270637&amp;post=685&amp;subd=fuadamsyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadamsyari.wordpress.com/2011/12/14/spring-fall-atau-darkness-komparasi-huruhara-yang-terjadi-arab-dan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5455abc04766a5b21ee0980bec2853c9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fuadamsyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MELALUI HIJRAH  NABI MENGAJARI UMAT UNTUK HIDUP DALAM NAUNGAN NEGARA YANG ISLAMI (Mewaspadai Strategi Penguasa Sekuler agar Umat tidak Berpolitik dan hanya berOrmas-LSM belaka)</title>
		<link>http://fuadamsyari.wordpress.com/2011/11/26/melalui-hijrah-nabi-mengajari-umat-untuk-hidup-dalam-naungan-negara-yang-islami-mewaspadai-strategi-penguasa-sekuler-agar-umat-tidak-berpolitik-dan-hanya-berormas-lsm-belaka/</link>
		<comments>http://fuadamsyari.wordpress.com/2011/11/26/melalui-hijrah-nabi-mengajari-umat-untuk-hidup-dalam-naungan-negara-yang-islami-mewaspadai-strategi-penguasa-sekuler-agar-umat-tidak-berpolitik-dan-hanya-berormas-lsm-belaka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 00:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadamsyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[kaffah]]></category>
		<category><![CDATA[ormas]]></category>
		<category><![CDATA[sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[negara islami]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[lsm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadamsyari.wordpress.com/?p=682</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mengenalkan Islam melalui pendekatan orang per orang, dari rumah ke rumah, mengenai prinsip keimanan untuk hanya bertuhankan Allah SWT dan melakukan perbaikan akhlak pribadi, Rasulullah lalu melangkah mengajarkan dimensi Islam yang luas, yakni bagaimana umat harus bersikap terhadap sistem kenegaraan, cara mengelola bangsa-negara secara Islami. Itulah hakekat pesan utama hijrah. Dalam kenyataan hidup di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadamsyari.wordpress.com&amp;blog=6270637&amp;post=682&amp;subd=fuadamsyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><em>Setelah mengenalkan Islam melalui pendekatan orang per orang, dari rumah ke rumah, mengenai prinsip keimanan untuk hanya bertuhankan Allah SWT dan melakukan perbaikan akhlak pribadi, </em></strong>Rasulullah lalu melangkah mengajarkan dimensi Islam yang luas, yakni bagaimana umat harus <strong><em>bersikap terhadap sistem kenegaraan, cara mengelola bangsa-negara secara Islami.</em></strong> Itulah hakekat pesan utama hijrah.<span id="more-682"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kenyataan hidup di dunia fana memang sejarah menunjukkan umat Islam akan selalu mendapat tekanan berat dari para <strong>Penguasa Sekuler</strong>, penguasa yang menganggap mengelola bangsa-negara HARUS TERLEPAS DARI TUNTUNAN ALLAH SWT. Agama hanya urusan individu dan akherat, sekedar ritual dan ajaran akhlak pribadi. Negara atau Pemerintah tidak perlu membina keimanan penduduknya secara benar, membiarkan keyakinan yang salah berkembang biak di masyarakat manusia, dikemas atas nama HAM. <strong><em>Perlu diketahui bahwa justru keyakinan yang salah tentang makna hidup, khususnya pedoman yang harus diikuti dalam mengurus kehidupan sosial-kenegaraan itulah yang akan membuat rusaknya peradaban manusia</em></strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Peristiwa Hijrah menunjukkan bahwa Nabi dalam mengajarkan agama Islam <strong>melangkah cepat</strong> yakni setelah umat manusia (SEBAGIAN KECIL SAJA) sudah memiliki keimanan pada Allah SWT, bukan tuhan latta-uzza, maka Nabi lalu mengajarkan bagaimana seharusnya umat Islam mengurus negara. Wahyu al Qur’an justru amat banyak turun di masa Madinah itu dan umumnya mengenai masalah bagaimana manusia mengelola bangsa, seperti bagaimana membuat kebijakan politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, pertahanan-keamanan<strong><em>. Lihatlah isi al Qur’an, bukankah semua masalah poleksosbudhankam itu ada tuntunanNya?</em></strong> Justru ajaran ritual dalam al Qur’an amatlah sedikit petunjuk tehnisnya. Apakah isi al Qur’an seperti itu  layak diabaikan umat, apalagi oleh ulama/tokoh Islam?</p>
<p style="text-align:justify;">Umat Islam yang hidup di bawah kekuasaan sekuler jelas amat menderita, bukan hanya sering diintimidasi karena dinilai merupakan ancaman hegemoni kekuasaan mereka, juga terus berupaya dikerdilkan aqidahnya, yakni makna agama terus dipaksakan hanya sekedar ketuhanan secara umum dan ritual-akhlak pribadi belaka. Di samping itu umat juga dilemahkan kemampuan fisik-materielnya seperti ekonomi, budaya, dan peran politiknya. Di era Mekah zaman nabi sekalipun jelas sekali betapa umat Islam diremehkan, dihina, dicemooh, ditindas, bahkan disiksa-disakiti majikan musyrik saat kekuasaan sedang dipegang penguasa musyrik.</p>
<p style="text-align:justify;">Hijrah Rasulullah ke Madinah menandai perubahan besar nasib umat Islam dari umat yang terpuruk dan terintimidasi menjadi umat yang mulia dan sejahtera, menebar peradaban tinggi manusia. Kekuasaan Romawi dan Persiayang arogan, penebar paganisme dan hedonisme, akhirnya tersadarkan kekeliruannya, berubah  menjadi negeri yang tahu diri tidak semena-mena pada umat manusia. <strong><em>Itulah Islam yang benar, tidak hanya mengajarkan ketuhanan yang umum dan ritual-akhlak pribadi, tapi mengajarkan bagaimana seharusnya sebuah tatanan bangsa-negara dikelola dengan tuntunan Allah SWT  sehingga menjadi bangsa-negara yang mulia, damai, sejahtera, mercusuar kebaikan dan kebenaran hidup untuk masyarakat luas di  negeri negeri lain.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika umat Islam hanya berkutat pada masalah keimanan yang sempit, mengutamakan dimensi individu, terutama ritualnya, membiarkan negerinya dikuasai dan dikelola orang yang tidak mengerti keberadaan tuntunan sosial-kenegaraan yang diajarkan al Qur’an maka hidup umat secara umum akan menderita, dicurigai, dituduh berbuat onar, berusaha makar, teroris, dll. Di dalam  negeri yang dikuasai Figur Sekuler keberadaan umat Islam masih mungkin, beberapa malah bisa memperoleh posisi sosial lumayan, bahkan ada yang berhasil tersejahterakan ekonominya, tapi perhatikan secara keseluruhan, tentu umumnya umat relatif amat tidak berdaya, masih lemah secara sosial-politik, miskin, sakit, tertinggal pendidikannya, serta sering terintimidasi baik skala kelompok maupun skala nasional. Pada lingkup dunia, kekayaan tanah air negeri muslim akan tergerus semakin habis untuk kepentingan asing yang dibantu penguasa sekuler setempat yang haus akan sumber daya alam demi kenyamanan fisk duniawi yang tiada batas kepuasannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam proses pelemahan global seperti itu banyak ulama dan tokoh umat justru terperosok dalam rekayasa Penguasa Sekuler melalui pemberian kelonggaran untuk boleh aktif bergerak dalam masyarakat namun hanya sekedar mengerjakan kegiatan sosial dan ritual, seperti boleh aktif mendirikan rumah ibadah dan kegiatan sosial umum seperti pendidikan-kesehatan-panti asuhan dan semacamnya. Sering ulama dan tokoh Islam sudah merasa berbangga hati dengan beraktifitas sosial tersebut sepertinya dengan begitu dia sudah punya andil besar menyejahterakan umat dan bangsanya padahal Penguasa Sekuler negeri muslim tersebut dengan diam-diam serba rahasia terus mengeruk kekayaan alam tanah air untuk kepentingan pribadi-kroninya bekerja sama dengan kekuasaan sekuler asing. Selanjutnya Penguasa Sekuler itu juga mengumpulkan kekuatan fisk-materiel, dibantu kekuatan sekuler asing, untuk terus bisa berkuasa di negeri tersebut. Ulama dan Tokoh Islam akan datang silih berganti namun tetap saja sekedar menjadi tokoh sosial dengan umatnya yang terus terpinggirkan dalam kehidupan nyata.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan begitu contoh Nabi. Beliau setelah berhasil menyadarkan manusia akan keimanan dan ketaqwaan yang benar, <strong><span style="text-decoration:underline;">tidak menunggu semua muslim menjadi mukmin yang sempurna,</span></strong>  Rasulullah segera melakukan lompatan perjuangan Islam dengan mengambil alih secara politik pengelolaan negeri sebagai Kepala Negara Madinah demi menyelamatkan umat manusia yang selama itu terpuruk dan tereksploitir oleh Penguasa Sekuler. Bisakah ulama dan tokoh Islam negeri ini, <strong>tanpa menunggu semua umat Islam Indonesia menjadi sempurna keimanan-keislamananya</strong>, lalu mengajak umat untuk terjun ke dunia politik supaya negerinya segera dikelola secara Islami sesuai tuntunan Allah SWT agar bangsa-negaranya segera terlepas dari hegemoni kekuasaan sekuler asing yang arogan dan tamak akan kekayaan alam tanah-airnya?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Kegiatan yang hanya bersifat sosial-kemasyarakakat umum apakah namanya Ormas atau LSM atau apapun istilahnya tidak akan mampu membuat prestasi besar, malah bisa masuk perangkap orang lain di mana kekuasaan dalam kehidupan berbangsa-bernegara tetap berada di tangan Figur Sekuler, dalam pengaruh Kekuasaan Sekuler asing</em></strong>. Sudah saatnya umat Islam Indonesia keluar dari perangkap APOLITIK orang lain karena Rasulullah mengajarkan bahwa berIslam itu harus secara utuh/penuh, ya lingkup pribadi, berkeluarga, dan mengelola bangsa-negaranya secara Islami. Umat Islam Indonesia tidak boleh hanya sekedar berislam secara ritual- akhlak pribadi saja. <strong><em>Ulama-tokoh Islam Indonesia sudah waktunya memobilisasi umat untuk terjun ke kancah politik nasional agar bisa menjadi penguasa negeri yang lalu mengelolanya dengan syariat kenegaraan demi menyelamatkan aqidah umat, melindungi kekayaan tanah-air dari jarahan asing, menyejahterakan bangsa, dan menjadi motor terbentuknya peradaban mulia  manusia di dunia.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia, Tahun Baru Islam 1433H.</p>
<br /> Tagged: <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/hidup/'>hidup</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/hijrah/'>hijrah</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/islami/'>islami</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/kaffah/'>kaffah</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/lsm/'>lsm</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/nabi/'>nabi</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/negara/'>negara</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/negara-islami/'>negara islami</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/ormas/'>ormas</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/politik/'>Politik</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/sekuler/'>sekuler</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadamsyari.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadamsyari.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadamsyari.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadamsyari.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadamsyari.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadamsyari.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadamsyari.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadamsyari.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadamsyari.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadamsyari.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadamsyari.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadamsyari.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadamsyari.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadamsyari.wordpress.com/682/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadamsyari.wordpress.com&amp;blog=6270637&amp;post=682&amp;subd=fuadamsyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadamsyari.wordpress.com/2011/11/26/melalui-hijrah-nabi-mengajari-umat-untuk-hidup-dalam-naungan-negara-yang-islami-mewaspadai-strategi-penguasa-sekuler-agar-umat-tidak-berpolitik-dan-hanya-berormas-lsm-belaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5455abc04766a5b21ee0980bec2853c9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fuadamsyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NEGARA PALING ISLAMI?  INDONESIA atau SELANDIA BARU atau LUXEMBURG?</title>
		<link>http://fuadamsyari.wordpress.com/2011/11/10/negara-paling-islami-indonesia-atau-selandia-baru-atau-luxemburg/</link>
		<comments>http://fuadamsyari.wordpress.com/2011/11/10/negara-paling-islami-indonesia-atau-selandia-baru-atau-luxemburg/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 05:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fuadamsyari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[negara islami]]></category>
		<category><![CDATA[sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadamsyari.wordpress.com/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[Kalau orang Islam di dunia, yang awam sekalipun, ditanya negeri mana yang paling Islami rasanya akan menjawab Arab Saudi atau Kuwait atau Mesir atau Indonesia atau Pakistan atau negeri yang mayoritas penduduknya muslim seperti itu. Mereka tentu akan bilang ‘lucu, aneh bin ajaib’ atau bisa juga bilang ‘bodoh’ jika disebut Selandia Baru atau Luxemburg sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadamsyari.wordpress.com&amp;blog=6270637&amp;post=678&amp;subd=fuadamsyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau orang Islam di dunia, yang awam sekalipun, ditanya negeri mana yang paling Islami rasanya akan menjawab Arab Saudi atau Kuwait atau Mesir atau Indonesia atau Pakistan atau negeri yang mayoritas penduduknya muslim seperti itu. Mereka tentu akan bilang ‘lucu, aneh bin ajaib’ atau bisa juga bilang ‘bodoh’ jika disebut Selandia Baru atau Luxemburg sebagai negeri paling Islami di dunia. Tetapi bisa saja ada orang dengan enaknya bilang negeri paling Islami di dunia adalah Selandia Baru, Luxemburg,  negeri sekuler, negeri ‘kafir’ mana saja karena ada agenda tertentu, dengan dicarikan alasan-alasannya. Di Kompas baru-baru ini ada artikel terkait itu yang membawakan dan membahas hasil penelitian sosial yang dilakukan peneliti dari perguruan tinggi di Amerika Serikat. Alih-alih mengkritik nilai ilmiah penelitian tersebut malah sepertinya si penulis terjebak masuk ke dalam alur pikiran si peneliti.<span id="more-678"></span></p>
<p>Sebelum mengulas lebih lanjut, mari direnungkan dengan jernih dan ilmiah (tidak subyektif dan beragenda lain) beberapa istilah baku, yakni definisi operasional ISLAM, KAFIR, SYARIAT, dan NEGERI ISLAMI agar jelas duduk perkaranya. ISLAM dalam kontek agama adalah ajaran yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW dengan dua acuan pokok al Qur’an dan Hadits tentang masalah kehidupan manusia yang meliputi konsep tentang alam semesta, cara beribadah, berperilaku, berkeluarga, bernegara, dll. ORANG ISLAM (disebut juga MUSLIM)) adalah pemeluk agama Islam. KAFIR adalah orang yang menolak ajaran Islam, memeluk agama atau kepercayaan lain. Islam mengajarkan tentang cara hidup yang benar (disebut SYARIAT) yang harus dilaksanakan manusia agar selamat dunia akherat. Dalam kehidupan berbangsa-bernegara, sebuah negeri yang melaksanakan syariat kenegaraan yang diajarkan Islam dalam proses pengelolaannya disebut sebagai NEGERI ISLAM (I). Dalam percontohan Nabi dijelaskan bahwa Madinah itu baru menjadi NEGERI ISLAMI karena KEPALA NEGARAnya adalah TOKOH ISLAM (Nabi Muhammad sendiri), HUKUM yang diberlakukan sesuai ajaran Islam (Hudud, Qisas, Ta’zir), kebijakan EKONOMI yang dilakukan juga sesuai tuntunan Allah SWT seperti anti Riba dan peredaran komoditas maksiat, kebijakan BUDAYA yang dikembangkan adalah budaya sesuai ajaran Islam yakni sopan, menutup aurat, menolak pornografi, free sex, kebrutalan, dan kekejaman. Bagaimana bisa disebut sebagai Negeri Islam (i) jika ketentuan2 seperti di atas diabaikan, diambil seenaknya saja beberapa aspek sosial Islam lalu dijadikan kriteria menilai kualitas Islaminya sebuah Negeri? Mana ada ketentuan ilmiah seperti itu, asal saja memberi label tanpa acuan baku? Konyol dan naif bukan? Bukankah juga bodoh jika ada orang yang hanya karena berkerudung  tertutup auratnya lalu disebut muslimah padahal dia tidak bersahadat apalagi menjalankan rukun Islam lainnya? Tidak begitulah cara memberi kriteria dalam sebuah kajian ilmiah.</p>
<p>Dalam penelitian tersebut yang dijadikan variabel hanya beberapa ajaran Islam terkait masalah kenegaraan secara umum seperti prinsip keadilan, hubungan internasional dan masyarakat non-muslim, perilaku ekonomi non-spesifik, HAM, tidak mengacu variabel syariat kenegaraan yang khas sesuai al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Maka hasil penelitianyapun jelas salah konklusi dan tampak lucu. Dikatakan bahwa negeri paling Islami adalah Selandia Baru sebagai urutan pertama, disusul Luxemburg yang kedua, Kanada urutan ke 7, Inggris ke 8, Australia ke 9, Amerika Sekat ke 25, sedang untuk 56 negara anggauta OKI malah menempati di bawah urutan 130 antara lain Arab Saudi urutan ke 131 dan Indonesia di urutan ke 140. Sungguh penelitian yang bias ditinjau dari kacamata ilmiah dan bagi saya tidak layak dipublikasi serta disebar-luaskan karena menyesatkan. Bagaimana sebuah negeri yang dipimpin oleh Non-Muslim, dengan Hukumnya tidak sesuai al Qur’an dan Sunnah, kebijakan Ekonominya menerapkan riba dan peredaran komoditas maksiat, budayanya vulgar serba permisif sarat pronografi disebut negeri yang Islami? Apalagi penduduknya yang muslim juga minim. Astaghfirullah. Hendaknya intelektuil muslim selektif dalam membaca jurnal internasional, memantapkan pola-pikir ilmiah Islamnya agar tidak mudah disesatkan oleh ‘penelitian’ tidak ilmiah dan tidak Islami seperti itu.</p>
<p>KESALEHAN SOSIAL yang juga banyak dikritisi harusnya dikaitkan dengan pengelolaan negara secara Islami, tidak hanya sekedar akhlak individual yang ‘bagus’ seperti mau antre, suka menolong, jujur, hidup bersih, dan semacamnya. <strong><em>Perlu difahami bahwa Islam tidak hanya mengajar ketaatan pada perilaku sosial berdimensi individu tapi juga perlu taat pada ajaran sosial-politik terkait ranah publik, termasuk cara mengelola bangsa-negara</em></strong>. Orang miskin karena dieksploitasi penjajah atau penguasa dholim (atau apapun julukan indah yang diberikan) akan cenderung tidak bisa hidup bersih dan banyak menolong karena untuk hidup sehari-hari saja kurang. <strong><em>Mengatasi eksploitasi oleh penjajah atau penguasa-pengusaha tamak hanya bisa dilakukan melalui kebijakan negara yang sesuai tuntunan Allah SWT</em></strong>. <em><span style="text-decoration:underline;">Apa dikiranya ideologi sekuler-kapitalistik bisa membawa kesejahteraan yang adil untuk seluruh penduduk? Lihat saja sekarang baru terbuka  betapa penduduk Amerika sendiri memprotes dominasi para orang kaya yang didukung pemerintah di negerinya</span></em>. Bisa saja protes itu diredam dengan cara halus atau kasar namun pasti akan kembali muncul protes karena adanya ketidakadilan yang semakin merusak dan menyesakkan. Dari sisi axioma Islam hal itu pasti akan terjadi karena berani meninggalkan tuntunan Allah SWT dalam membuat kebijakan hukum, ekonomi, budaya. Kebijakan dalam kehidupan berbangsa-bernegara yang tidak sesuai tuntunanNya, kebijakan SEKULARISTIK,  akan membuat  masyarakat banyak menderita dan itu pasti bukan bentuk dari negeri Islami. <strong><em>Oleh sebab itu perlu difahamkan bahwa mengajar Islam tidak cukup tentang ibadah mahdhah dan perilaku individu yang baik, tapi menata kehidupan berbangsa-bernegara juga harus sesuai ajaran Islam.</em></strong> Jepang yang dulu dipuji setinggi langitpun kini hilang dari acuan negeri sukses. Mari waspada, <strong>begitu banyak negeri kaum muslimin yang tidak dikelola secara Islami sehingga kemudian rusak tereksploitir kekayaan alam dan termiskinkan penduduknya tetapi lalu dengan entengnya divonis karena mereka tidak melakukan ‘kesalehan sosial yang dimensi pribadi’, hanya mengutamakan ritual.</strong> Pernyataan seperti itu akan menjadi bumerang, membuat umat lalu menganggap ritual tidak penting lagi dan kesalehan sosiallah yang utama, padahal mereka mengartikan kesalehan sosial sekedar mau antre, hidup bersih, suka menolong, dan akhlak pribadi lainnya, tidak terkait pada keharusan pengelolaan bangsa-negara sesuai tuntunan kenegaraan Islam. Kesalehan sosial berdimensi pribadi seperti itu bagi umat yang lemah pasti sulit melakukannya karena termiskinkan, sehingga ujungnya <strong><em>semakin  habislah praktek keislaman umat, ritual jadi makin ditinggalkan, akhlak pribadi tidak kunjung baik, negarapun tetap diurus tidak sesuai ajaran Islam, kekuasaan dipegang figur dan partai non-Islam, dan masyarakat muslimpun akan semakin terpuruk</em></strong>.</p>
<p><strong><em>Perlu ditekankan di sini bahwa rusaknya masyarakat muslim di negeri muslim karena berislamnya hanya berdimensi individual seperti ritual dan akhlak pribadi, sedang negerinya dibiarkan dikelola tidak sesuai tuntunan Islam terkait kenegaraan sehingga negeri jadi rusak dan dirusak orang.</em></strong> Oleh sebab itu obat yang harus diberikan adalah menyadarkan umat, selain harus terus tekun beribadah ritual dan berakhlak pribadi yang baik, juga <strong><em>wajib  mendukung Partai yang bermisi mengetrapkan syariat Islam dalam berbangsa-bernegara agar partai itu bisa menang Pemilu dan bangsa-negarapun lalu dikelola sesuai tuntunan Allah SWT.</em></strong> Kalau di negerinya ada partai Islam yang belum Islami karena ulah beberapa orang tokohnya (AD/ART sudah sesuai syariat)  maka umat hendaknya memperbaiki partai Islam itu secepatnya, atau membuat Partai berAsas Islam baru yang lebih baik, <strong><span style="text-decoration:underline;">bukan malah lari ke Partai Sekuler (non-Islam) atau menjadi apatis netral/golput.</span></strong></p>
<p>Semoga bisa mencerahkan.</p>
<p>Indonesia, di hari pahlawan 2011</p>
<br /> Tagged: <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/negara-islami/'>negara islami</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/sekuler/'>sekuler</a>, <a href='http://fuadamsyari.wordpress.com/tag/syariat/'>syariat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadamsyari.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadamsyari.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadamsyari.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadamsyari.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fuadamsyari.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fuadamsyari.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fuadamsyari.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fuadamsyari.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadamsyari.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadamsyari.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadamsyari.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadamsyari.wordpress.com/678/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadamsyari.wordpress.com/678/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadamsyari.wordpress.com/678/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadamsyari.wordpress.com&amp;blog=6270637&amp;post=678&amp;subd=fuadamsyari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadamsyari.wordpress.com/2011/11/10/negara-paling-islami-indonesia-atau-selandia-baru-atau-luxemburg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5455abc04766a5b21ee0980bec2853c9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fuadamsyari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
