Sains dalam Pandangan Islam

Advertisements

20 October 2017 at 17:44 Leave a comment

SARI KHOTBAH IED ADHA 1438 H di Masjid al Ikhlas, Jl. Mayjen SUNGKONO SBY

DR. Fuad Amsyari

  1. Pesan Iedul Adha itu pada hakekatnya adalah perlunya berkorban Harta & Jiwa (sesuai dg kemauan & tantangan yg dihadapi) dlm upaya MENGATASI PENGHINAAN & PERMUSUHAN KAFIRIN. Itulah asbabun nuzul turunnya Qs al Kautsar.
  2. Pada Ayat yg pertama, Allah mengingatkan umat Islam bhw mrk SDH MEMPEROLEH KARUNIA YG BESAR DARI ALLAH SWT, berupa Iman yg benar, yi dpt mengidentifikasi & mau meyakini TUHAN scr benar (Allah SWT) berikut Tuntunan hidup yg benar, tinggal unt menerapkannya dm kehidupan spy sukses & selamat Dunia-Akherat.
  3. Dalam Ayat ke 2 Allah SWT MEMERNTAHKAN UMAT UNT MENGERJAKAN SHALAT HANYA KRN ALLAH (tdk pamer atau motif lain) dan BERKORBAN. Berkorban di sini jangan dientengkan hanya berarti memotong ternak kambing/sapi/unta saja krn Qs al Kautsar itu turun saat di Mekah ssdh peristiwa isra’-mi’raj (sekitar th ke 11 dari turunnya wahyu pertama), sewaktu umat Islam (bukan personal) benar2 sdh amat diremehkan-dileceh-dicemooh kafirin. Jelas di waktu turun surat al Kautsar itu BELUM TURUN PERINTAH HAJI-UMRAH, tapi sdh turun perintah shalat.
  4. Yg dimaksud BERKORBAN dlm ayat yg ke 2 dari al Kautsar ini lbh terkait dg perlunya pengorbanan umat unt mendakwahkan Tauhid, mengajak berakhlaq mulia, mengajak shalat. Kondisi umat saat ayat turun memang amatlah berat, diintimidasi-diteror termsk pd ulamanya, tokohnya, bahkan pd Nabi sekalipun. Saat itu Rasulullah juga sdh ditinggal wafat Siti Khodijah & Abu Tholib yg selama hidup beliau itu setia mendampingi perjuangan Rasulullah. Maka begitulah hakekat sebenarnya makna BERKORBAN dlm surat al Kautsar.
  5. Di dalam Ayat ke 3 Allah menegaskan bhw musuh umat yg selalu menghasut- menghina-mengganggu umat pd akhirnya akan kalah, menyerah, tdk lagi mampu meleceh-memandang remeh Islam & umat. Pesan ini sekaligus menyuruh umat agar MEMAHAMI SUNNATULLAH Perubahan kondisi sosial umat itu. Bagaimana caranya spy kafiriin tdk lagi menghina-meleceh umat. Makna ABTAR di ayat ini secara lughowiyah bahasa Arab adalah binatang yg ekornya putus shg tdk bernilai lagi.
  6. Kini mari dicermati BGMN NABI MENGUBAH STATUS DARI UMAT YG LEMAH-DIHINA-DICEMOOH MENJADI UMAT YG TERBAIK-TERHORMAT sesuai dg pernyataan Allah dalam ayat terakhir surat al Kautsar. Ternyata proses yg dilakukan Nabi adalah HIJRAH KE MADINAH, lalu KONSOLIDASI UMAT MENJADI “HIZBULLAH” (PARTAI POLITIK ISLAM), ujungnya secara politik berhasil MEMENANGKAN PERJUANGAN POLITIK SEHINGGA iSLAM MENJADI PEMIMPIN FORMAL DI MADINAH YG PENDUDUKNYA PLURAL.
  7. Sejak Islam memegang kepemimpinan formal ngr Madinah maka agama Islam dihormati & umat Islam termuliakan menjadi Khoira Ummat. “ISLAM POLITIK” yg Memenangkan persaingan politik di masy plural ADALAH JAWABAN THD PROSES PELECEHAN-PENGHINAAN PD ISLAM & UMAT. Itulah hakekat Pesan Iedul Adha.

Surabaya, 10 Dzulhijjah 1438 H

1 September 2017 at 22:14 Leave a comment

Sari Materi: “KEPEMIMPINAN NASIONAL & MASA DEPAN UMAT ISLAM”

A. LANDASAN PEMIKIRAN

Bahasan untuk judul di atas harus dimulai dg landasan berfikir lebih dahulu terkait makna Islam dlm kehidupan manusia. Ada 3 landasan yg hrs dipakai:

=La izzaa illa bil Islam, La Islama illa bis Syari’ah, La syari’ata illa bis Sulthon

(Tidak mungkin ada kejayaan tanpa Islam, Tidak ada kemaknaan Islam jika tdk dikaitkan Syariat, Tidak mungkin Syariat ditegakkan tanpa ada Kekuatan/Kekuasaan)

=Berislam hrs menyeluruh/ kaffah, yi menjalankan syariat terkait Pribadi/ Personal, Keluarga, Berbangsa-Bernegara. Kegagalan penerapan syariat terkait salah satunya akan memberi dampak buruk pd nasib umat Islam

=Misi Islam itu untuk menghadirkan Rahmat (Kesejahteraan) umat manusia & alam. Ingat status personal Nabi sangatlah

 baik (muda, sehat, keluarga bahagia, kaya, populer, bangsawan) tapi keunggulan2 personal itu justru dipakai untuk menyelamatkan/ memperbaiki   keadaan masyarakatnya yg rusak melalui penerapan syariat Islam secara utuh/kaffah

B. ALUR PEMIKIRAN

  1. Kepemimpinan Nasional itu terkait Tatanan Makro (Macro System) yg akan berpengaruh/ menentukan kondisi sub-system di dalamnya termasuk kondisi Umat Islam di negeri ini.
  2. Sunnatullah sosialnya: Kepempinan Nasional yg dipegang musuh Islam akan merusak agama Islam & Umat Islam.
  3. Komponen KN yg deterministik/menentukan nasib umat adalah: Executif (Presiden dg jajarannya)-Legisltif (DPR)-Yudikatif (MA dg jajarannya). Namun yg paling dominan pengaruhnya adalah Executif krn besar peluang untuk memainkan/ memanfaatkan diktum multitafsir dari UU & Putusan2  Hakim.
  4. Ukuran kemandirian dlm Islam itu jelas: jangan dikooptasi/didikte Kafirin, Munafiqin, Jahilin (lemah-bodoh tentang syariat Islam)
  5. Proses unt memperoleh KN ada 2: Konstitusional & Inkonstitusional. Proses secara Konstitusional juga memiliki  tantangan besar: Tekanan KN yg sedang berkuasa  via manipulasi2 kebijakan & pemanfaatan  aparat resmi negara yg dikuasainya.
  6. Persaingan dlm perebutan KN memerlukan Wadah yg relevan unt itu yakni Partai Politik, bukan Ormas/Yayasan/Paguyuban/LSM. Maka perlu dipunyai Parpol Formal yg memperjuangkan ideologi Islam (syariat Islam terkait kehidupan bernegara) sebagai manifestasi Hizbullah (Qs05:54) dg ciri operasional yg jelas dalam: Asas parpol, Pemilihan & kualitas  pimpinan parpol,  Kebijakan2 internal & external yg  exclusive Islam (memberi alternatif  berbeda thd  Partai Sekuler)
  7. Hizbullah bisa tdk tunggal, harus ada koalisi sesama parpol Islam.
  8. Ormas-LSM-Yayasan Islam hrs mendukung Hizbullah, haram jika bersikap netral, apalagi memihak Partai Sekuler
  9. Calon2 Presiden, Wk Presiden, Legislator, Kepala Daerah oleh Hizbullah hrs exclusive Islam, yakni: Aktifis Islam yg Mampu secara Intelektual-Finansial
  10. Kebijakan2 Publik yg diperjuangkan/ diusung Hizbullah: Kebijakan2 dlm Poleksosbudkumhankam sejalan syariat Allah spy terwujud NKRI yg Adil, Aman, Sejahtera, Maju, Bermoral, Bermartabat

+) Disampaikan dlm Forum Pusat Studi Kepemimpinan Indonesia (CSIL), Gedung Wanita Sejahtera, Jakarta, 5 Juli ’17

4 July 2017 at 21:06 Leave a comment

“SEHARIAN ISLAM”, SARI KHOTBAH IED SAYA DI LAPANGAN BRONDONG LAMONGAN. (Dengan sekitar 15 ribu jamaah)

  1. Pesan utama dlm memaknai Iedul Fithrie adalah unt MEMPERBAIKI-MENYEMPURNAKAN KEISLAMAN UMAT. Kembali ke Fithrah berarti kembali ke Islam yg benar.
  2. Bgmn Allah SWT secara bertahap mengajar manusia unt menjadi muslim dg benar dpt diketahui dari Proses Urutan isi Wahyu yg diturunkan  berturut2 via Rasulullah sbb:
  3. Berislam itu hrs mulai dg KEIMANAN pd Allah SWT yg khas sifat2Nya (ingat bhw Wahyu pertama yg  turun itu  mengenalkn identitas tuhan yg hrs diimani manusia. Pd saat wahyu pertama turun tsb masy Mekah SDH PUNYA BANYAK BERMACAM2 TUHAN). Maka berislam yg benar HRS DIMULAI DG KEIMANAN YG BENAR, yi HANYA KEPADA ALLAH SWT.
  4. Wahyu2 berikutnya yg turun pd Nabi secara berturut2 selama 10th berisi 1). Ciri2 bgmn keimanan pd Allah SWt secara utuh & kokoh   (TDK DIBENARKAN  TERPENGARUH PLURALISME, HANYA BERPURA PURA BERIMAN / MUNAFIK, HANYA PERCAYA ADA TUHAN TAPI MENOLAK TUNTUNANNYA SPT IBLIS):  dan 2). Tuntunan berakhlaq yg mulia. Maka kewajiban utama umt Islam sesudh beriman dg benar HRS BERPERILAKU YG BAIK. ORANG ISLAM WAJIB BERAKHLAQ MULIA.
  5. Sesudah 10 tahun dpt wahyu ttg keimanan & akhlaq mulia barulah turun perintah untuk menjalankan Shalat (dlm peristiwa Isra’ Mi’raj). Artinya kewajiban berislam setelah BERIMAN YG BENAR, BERAKHLAQ MULIA (a.l jujur, amanah, menyebarkn Islam dg santun, tdk khianat, tdk  korupsi, tdk jahat dll), maka umat Islam hrs melakukan RITUAL ISLAM YG BENAR (menyembah tuhan tdk dg cara  mengira2 sendiri tapi hrs sesuai yg diajarkan Nabi berdasar Hadits shohih, tdk terjebak hadits2  palsu shg cara  beritualnya aneh2,  berlebihan).
  6. Tahun berikutnya sesudah itu lalu turun wahyu memerintahkan Nabi berhijrah ke Madinah, menggalang kekuatan politik Islam sampai MEMENANGKAN ISLAM DLM KEPEMIMPINAN DI MASY PLURAL/BHINEKA. NABI menjadi Kepala Negara sampai sktr 10tahun. Hal ini jelas menunjukkan bhw berislam yg benar itu mengandung kewajiban BERIMAN DG KOKOH HANYA PD ALLAH SWT, BERAKHLAQ BAIK, MELAKUKAN RITUAL/IBADAH MAHDHAH, UJUNGNYA  UMAT ISLAM WAJIB BERPOLITIK UNT MENJADI PEMIMPIN DLM MASY MAJEMUK (tdk pasif membiarkan masy majemuknya dipimpin secara formal oleh orang lain. Disinilah hakekat makna  turunnya ayat2 politilk dlm al Qur’an, termasuk surat al Maidah 51)
  7. Islam itu mengajak pd kebenaran, kebaikan, keadilan, kedamaian dlm membangun masy plural. Islam tdk boleh membiarkan kedholiman, kecurangan, eksploitasi dlm masy majemuknya yg bisa saja dilakukan oleh orang Islam sendiri (muslim munafik, muslim tdk taat syariat), maupun Non-Muslim/ Kafirin. Islam mengajarkan untuk mengatasi musuh2 Islam setara cara2 yg dilakukn oleh musuh Islam thd umat Islam (Qs02:194)
  8. KH MA’RUF AMIN, Ketua MUI, meminta umat Islam mewapadai kelompok RADIKAL SEKULER yg melakukan aksi2/ tindakan2 anarkhis/permusuhan pd Umat dan Ulama Islam. Kelompok Radikal Sekuler itulah yg sesungguhnya mengancam kedamaian &  keutuhan NKRI
  9. Umat Islam tdk boleh berislam terjebak pd aktifitas Ritual berlebihan,  apalagi yg tdk dituntun oleh Hadits shohih. Hidup didunia ini hrs dijalani secara proporsional, yg menuntut umat Islam untuk menguatkan diri selain memahami Wahyu (al Qur’an & Hadits Shohh) juga hrs meningkatkan  kemampuan dlm Sain,Teknologi, dan menejemen untuk menghadapi tantangan2 di era modern dan terbuka saat ini. Umat Islam tdk boleh  bersikap jumud/stagnan,  terjebak pd penguatan  perilaku2 ritual yg egoistik berharap sorga  namun ringkih  imannya, rusak akhlaqnya,  lemah pemahaman sunnatullah dunianya  (lemah kemampuan Sains teknologinya), rendah kemampuan menejemennya,  sehingga menjadi lemah daya saingnya  dlm pertarungan  politik di masyarakat  pluralnya
  10. Mari SEHARIAN ISLAM, apapun yg kita kerjakan dlm seharian dari detik ke detik, sedang di rumah, di kantor, di pasar, di perusahaan, di rumah sakit, sedang bisnis, mengajar-belajar, rapat, membuat undang2-peraturan, mengetok palu menetapkan vonis, mengobati-berobat, dll kita hrs selalu melakukannya sesuai tuntunan Allah SWT, sesuai tuntunan Islam. Mari berislam tdk hanya saat shalat fardhu, tahajud, umrah-haji, hanya sewaktu di mesjid/mushalla.

Semoga kita selalu dlm ridho Allah SWT.

 Ws Fuad Amsyari

 

26 June 2017 at 10:19 Leave a comment

Hizbullah, Partai Islam, Instrumen Nabi Untuk Menjadikan Islam Memimpin Negara

 Fuad Amsyari Ph.D

Dewan Kehormatan ICMI Pusat

 

I.   SYARIAT ADALAH KEWAJIBAN UNTUK DILAKSAKAN UMAT ISLAM

Keimanan dalam Islam tidak hanya sekedar meyakini keberadaan Sang Maha Pencipta alam semesta, yakni Allah SWT, yang Esa, tempat semua makhluk bergantung, tidak beranak dan diperanakkan, dan tiada ada yang menyamai kekuasaanNya (Qs al Ikhlas), tapi juga mewajibkan umat untuk mentaati tuntunan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Salah besar jika hanya mengakui eksistensi tuhan secara benar, Allah SWT,  tapi lalu mengabaikan perintahNya, karena perilaku seperti itu meniru perilaku iblis yang dilaknat Allah (Qs02:34). (more…)

22 May 2017 at 14:36 Leave a comment

Islamic Medicine (Ilmu Kedokteran Islam)

11 April 2017 at 10:00 Leave a comment

DDII Itu Gerakan Dakwah?

DDII ITU GERAKAN DAKWAH?

(Menyambut 50th Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia)

 

Fuad Amsyari 

Dewan Kehormatan ICMI Pusat

 

Suatu waktu saya diundang berbicara dalam Forum Pelatihan Mubaligh di Mesjid al Hilal Surabaya yang diselenggarakan DDII Jawa Timur. Pesertanya sekitar 100 orang da’i dari berbagai kalangan. Ceramahnya saya beri judul “GERAKAN DAKWAH ITU BAIK TAPI TIDAK CUKUP UNTUK MEMBAWA KE KEJAYAAN ISLAM DAN KEMULIAAN KAUM MUSLIMIN DI INDONESIA”.

 

Dalam diskusi  ada peserta yang mengungkapkan pendapat bahwa jawaban satu2nya untuk membawa kejayaan Islam dan umat di negeri ini adalah gerakan dakwah. Saya katakan itu keliru besar karena dua alasan syar’i, yakni:

      1). Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam sehingga berhasil membawa kejayaan Islam dan kemuliaan umatnya TIDAK HANYA DENGAN DAKWAH SAJA; dan

     2). Bahkan dalam skala  individualpun dakwah bisa terhalang oleh hati manusia yang sudah tertutup rapat yang tidak akan bisa menjadi sadar oleh nasehat  apapun (al Qur’an surat al Baqarah ayat 6 yang maknanya bahwa orang kafir itu akan tetap saja kafir walau diingatkan bagaimanapun).

Ke dua fakta di atas sering dilupakan umat Islam dalam upayanya menyebarkan kebenaran yang diajarkan Allah SWT, apalagi jika sedang berada dalam tekanan berat lawan Islam di skala makronya (pemerintahan yang tidak Islami). Memang banyak kalangan Islam yang menganggap  hanya dengan gerakan dakwah  akan tercapailah cita-cita izzul Islam wal Muslimin, lalu mengabaikan/meninggalkan cara-cara lain yang dicontohkan Nabi, sehingga umatnya  menjadi terperangkap  pola pikir keislaman yang salah dan  hidupnyapun terperosok dalam keterpurukan.

(more…)

1 April 2017 at 21:34 Leave a comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 50 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

October 2017
M T W T F S S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Stats

  • 94,402 hits

Feeds