ISLAM ADALAH PENYELAMAT UMAT MANUSIA, Sebagai Pribadi Maupun Tatanan Sosial yg Plural

Oleh: Fuad Amsyari.

 

Islam diturunkan oleh Sang Maha Pencipta Alam semesta, Allah SWT, untuk KESELAMATAN & KEBAIKAN UMAT MANUSIA, apakah  sebagai Pribadi maupun sebagai Tatanan Sosial berbentuk  Masyarakat/ Bangsa.

Mekanisme yg diberikan oleh Sang Maha Pencipta unt penyelamatan umat manusia  itu berupa 3 bentuk, yg hrs dilaksanakan keseluruhannya, bertahap.

Ketiga MEKANISME tsb adalah:

  1. MEKANISME berupa BERIMAN kepada ALLAH SWT:

Secara personal manusia hrs memiliki Keimanan hati yg benar, yi  kepada Allah SWT.  Keimanan itu harus disertai  KETAATAN secara penuh/utuh pd SEMUA   TUNTUNAN Nya, tanpa pilih2, bukan spt misalnya hanya taat pd tuntunan Ritualnya saja tapi menolak unt taat pd tuntunan berakhlaq,  dan tuntunan Allah yg lain.

Keimanan hrs mendasar ke lubuk hati, ke hati nurani, tdk di bibir saja. Keimanan tsb   bisa dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya oleh 2 kegiatan: 1).   TABLIGH-DAKWAH-JIHAD ISLAM, dan 2). RITUAL ISLAM / IBADAH MAHDHAH yg benar, TDK BOLEH TERPEROSOK PD BID’AH DHALALAH (berritual tanpa acuan yg menjamin bhw bentuk ritual  itu benar2 diajarkan/ dicontohkan Nabi).

  1. MEKANISME dlm bentuk AKHLAQUL KARIMAH. Berperilaku sehari2 hrs sesuai tuntunan Allah SWT, yg sering disebut sbg ber AKHLAQ MULIA. Perilaku ini  terkait 2 dimensi, yi; 1). Sikap Personal ttg diri sendiri,  spt hidup sederhana, menjaga kebersihan, tidak melakukan kesia2an, menjaga kehormatan, menahan nafsu angkara, dll; dan 2).  Perilaku kpd Orang lain spt: sikap Jujur, Amanah, Dermawan, Ajakan unt  kebaikan2, tdk mengganggu orang, tdk berbuat jahat, dll.
  2. MEKANISME berbentuk PENATAAN TATANAN SOSIAL: Menata SISTEM SOSIAL SESUAI TUNTUNAN ALLAH SWT adalah mekanisme bgmn ajaran Islam akan membawa kebaikan/kesejahteraan pd MASYARAKAT MANUSIA YG PLURAL. Ada 2 tatanan sosial yg hrs diperhatikan:
  3. Penataan Tatanan Sosial skala kecil (KELUARGA), yi bhw keluarga manusia harus dibangun, dipimpin, dan  dikelola sesuai ajaran Allah SWT terkait masalah kekeluargaan. Misalnya siapa yg hrs menjadi kepala klg, menjaga hubungan suami-istri,  pengaturan harta milik  antara suami dan istri, pendidikan anak, pembagian harta waris, memperlakukan tetangga, dll. Semua itu ada  tuntunan Islamnya dan dicontohkan prakteknya oleh Nabi Muhammad SAW.
  4. Penataan Tatanan Sosial berskala besar (MASYARAKAT-BANGSA-NEGARA). Terhadap Penataan Tatanan sosial ini  diberikan oleh Allah SWT cara pengaturannya. Pengelolaan syar’i itulah yg akan menghasilkan dunia plural manusia  menjadi tatanan yg adil-makmur-sejahtera merata, membawa kedamaian & keharmonisan umat manusia yg plural. Pengelolaan Bangsa-Ngr secara syar’i yg diajarkan Allah SWT meliputi seluruh dimensi kehidupan berbangsa-berngr (bidang POLEKSOSBUDKUMLINGHANKAM). Pengaturan yg syar’i (yg dituntun Wahyu) itu jelas berbeda dg model pengaturan yg direka2 manusia belaka spt pandangan  penganut ideologi SEKULARISME, KAPITALISME, KOMUNISME dan sebangsanya.

MEKANISME PENYELAMATAN UMAT MANUSIA  bentuk  KETIGA ini biasa  disebut sebagai ‘ISLAM POLITIK’, yg memiliki 2 misi, yi:

  1. Upaya2 agar sebuah masy/ngri yg plural penduduknya bisa DIPIMPIN FIGUR MUKMIN, bukan Kafiriin, Munafiqiin, Dholimiin, Jahilin (kriteria yg diwahyukan Allah SWT) ; dan
  2. Masy/Ngri yg berpenduduk PLURAL itu diperintahkan oleh Wahyu unt  dikelola sesuai Tuntunan Allah SWT ttg pengelolaan bangsa-ngr (Qs05:49-50).

APA UMAT MANUSIA MAU DISELAMATKAN oleh ISLAM? Itu keputusan yg hrs diambil oleh  umat  manusia itu sendiri. Itu juga menjadi  tantangan bagi umat Islam yg sadar akan makna keislamannya.

Semoga Allah SWT  memudahkan perjuangan mulia para aktifis Islam dlm upaya  penyelamatan umat manusia. Amien.

 

Ws Fuad Amsyari.

Advertisements

13 June 2018 at 14:06 Leave a comment

ANTARA MENGHAFAL & MEMAHAMI AL QUR’AN, Pilihan atau Tahapan

Oleh Fuad Amsyari

 

Rasanya semua orang sepakat bhw menghafal al Qur’an itu sebuah tugas berat tapi mulia. Menghafalkan al Qur’an tdk sekedar untuk  suatu saat sudah hafal, lalu bisa  menjawab pertanyaan bunyi suatu ayat jika disebutkan nama surat & ayat yg ke berapa. Atau jika dibacakan suatu ayat sebelumnya maka ajat berikut bisa disampaikan dg benar. Cara kedua itu sering digunakan dlm lomba hafalan al Qur’an di TV dg pemberian hadiah bagi pemenangnya. Lomba itu umumnya bagi anak2 dg jumlah peserta cukup banyak. Hanya saja sebagai pemirsa akan terasa ikut sedih jika ada peserta yg menangis saat disisihkan pd babak2 penyisihan pdhal mrk relatif sdh banyak hafal  ayat & surat di dlm al Qur’an. (more…)

31 May 2018 at 04:14 Leave a comment

MEMILIH PEMIMPIN NKRI

Oleh Fuad Amsyari.

Merespon teman aktifis Islam yg memposting Polling Capres di internet unt dipilih ‘SESUAI HATI NURANI’  krn konstelasi politik berubah cepat, maka saya uraikan  ilustrasi bgmn idealnya  pandangan ttg KEPEMIMPINAN NGRI  menuju  kejayaan NKRI di masa depan. Ada 4 aspek yg perlu dicermati sbb: (more…)

23 May 2018 at 11:35 Leave a comment

MARI MEMPERLAKUKAN AL QUR’AN DENGAN BENAR

Oleh Fuad Amsyari

Seorang teman mengirimi saya video “The Qur’an: A Very Serious Book for Those Who Have Knowledge” dg diberi kata  pengantar olehnya:  ‘Menarik mendengar presenter BBC ini bercerita ttg Qur’an’ .

Saya buka Youtubenya dan dengarkan omongan si presenter yg ternyata intinya kekaguman ttg isi al Qur’an dlm  menyiratkan fenomena antariksa yg  dibenarkan teori relativitas Einstain di abad 20 pdhal al Qur’an ditulis di abad ke 7.

Teman saya yg kirim video  ini banyak dikenal publik Indonesia sbg tokoh sekuler & pluralisme di kalangan umat Islam. Saya agak heran krn  merasa  mendadak saja dpt kiriman sebuah  posting video  darinya, pdhal  sepertinya tdk pernah atau sangat2 jarang saya mendpt posting dari dia sebelumnya,  apalagi bentuk  video.

Berikut ini  respon saya pada teman itu:

“Pendpt presenter tsb relatif sdh sering dikemukakan orang.

Masalah utama yg sedang  dihadapi umat Islam Indonesia masa kini pd hakekatnya adalah sbb:

Mengapa umat Islam TDK MEMBACA AL QUR’AN UNT DIFAHAMI PESAN DI DALAMNYA, LALU DITERAPKAN SBG PETUNJUK TEHNIS DLM MEMBUAT KEPUTUSAN2 & MENJALANI HIDUP INI.

Bayangkan al  Qur’an umumnya  HANYA DIBUNYIKAN/DISUARAKAN dg harapan sdh dpt ‘pahala’ yg abstrak tdk verifikatif itu tanpa disadari adanya ‘dosa’ yg juga abstrak  akan ditimbunnya karena ketidak taatan pd ajaran al Qur’an yg tidak difahami maknanya.

Jangankan unt memahami  ayat2 yg BLM TERNALARKAN PIKIRAN KRN TEMUAN  SAINS BLM SAMPAI KE SANA (misalnya  Teori relatifitas Umum & Khusus Einstein blm terkuak sebelum abad 20 unt mengerti area  kosmologi).

Bahkan bayangkan unt hal2 nyata saja, di depan mata, yg sdh jelas  diketahui maknanya  tanpa teori rumit apapun, kebanyakan  UMAT ISLAM, termasuk tokohnya  TDK PULA MAU MENGERJAKAN PERINTAH AL QUR’AN.  Contoh: Kewajiban agar Mengusung & Memilih-Mendukung  Pemimpin di dunia plural yg  hrs orang  berkualitas MUKMIN,  jangan Kafirin atau Muslim Penuh Dosa atau Bodoh dlm berIslamnya.

Mana orang Islam bisa sukses hidupnya di dunia fana (antum sering ungkap kesengsaraan-keterpurukan  orang Islam di dunia & di Indonesia  di tengah kemegahan keglamoran orang kafir) jika umat Islam   mengabaikan Ajaran hidup yg BENAR dari Tuhan yg BENAR?”

Saya msh menunggu respon teman yg secara personal relatif akrab & sama2 sdh ‘sepuh’nya. Dptkah anda memetik  manfaat dr komunikasi dua teman  sepuh ini?

Semoga Allah SWT membuka hati umat Islam terkait al Qur’an,  utamanya yg sdh ditokohkan & menjabat posisi struktural  formal di tengah umat. Amien.

Jangan lupa makna IQRA’  kpd orang Arab adalah perintah untuk  MEMBACA DG MENGERTI ARTINYA, analog dg kasus perintah BACALAH  kepada orang Indonesia yg berbahasa Indonesia  bukan?

Mari berusaha secara istiqomah unt  kian mengerti  isi tuntunan Allah SWT dalam al Qur’an terkait cara hidup di dunia fana ini.  Memilih Pemimpin berkualitas MUKMIN dlm dunia plural dan MENDALAMI SAIN-TEKNOLOGI unt mencari  Sunnatullah setelah beriman dg benar,  jelas merupakan perintah al Qur’an unt dilaksanakan umat Islam supaya sukses hidupnya .

 

Ws Fuad Amsyari

10 May 2018 at 23:58 Leave a comment

MENJANGKAU CITA-CITA BESAR ISLAM UNTUK MEMBAWA KEMULIAAN & KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PLURAL

Tulisan saya di bawah ini diinspirasi oleh HARAPAN bahwa TOKOH UMAT / AKTIFIS DAKWAH berkenan MENJADI LOKOMOTIF PENGGERAK ISLAM POLITIK, MENINGGALKAN POLITIK SEKULER dan/atau PERILAKU APOLITIK.

Bismillahirrohmaanirrakhiim,

MENJANGKAU CITA-CITA BESAR ISLAM UNTUK MEMBAWA KEMULIAAN & KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PLURAL

Oleh Fuad Amsyari.

Jika Islam dilaksanakan dg benar, yaitu bertuhankan Allah SWT  disertai ketaatan menjalankan tuntunanNya secara utuh yg diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW maka RAHMAT Allah akan turun bagi Umat Manusia & ‘Alam semesta. Islam menyelamatkan dunia dari KAPITALISME BARAT & TIMUR YANG MENGHISAP SUMBER DAYA ALAM & MEMELARATKAN UMAT MANUSIA PADA UMUMNYA.

Sayangnya di masa kini umat Islam BELUM MAMPU membawa Islam ke arah itu, menghadirkan kemuliaan-kesejahteraan bagi Masyarakat Plural / Bangsa.

Mengapa?

(more…)

17 April 2018 at 22:30 Leave a comment

PAHALA, ITUKAH YANG DICARI DALAM BERISLAM?

Oleh: Fuad Amsyari

Ada teman yg senangnya posting tentang pahala & pahala. Mengerjakan shalat sunnah ini dpt pahala, puasa sunnah itu mendpt pahala, minum tangan kanan dpt pahala, tdk meniup walau minumannya panas dpt lagi pahala, baca basmalah sebelum meneguk mendulang pahala, tdk agresif minumnya menerima lagi pahala, pahala, dst dst.

Saya lalu sering berfikir ttg PAHALA2 & DOSA2 YG DITIMBUN UMAT INI.

Betapa sulitnya mengukur jumlah pahala yg sdh dikumpulkan, kadang merasa sdh punya bergudang ternyata hanya selumbung doang, yg sgr lenyap dimakan dosa krn mengerjakan ritual yg tdk diperintah Nabi alias berbid’ah dhalalah.

Sebaiknya hidup ini tdk berorientasi ngumpulin/mengejar2 pahala yg tdk bisa diverifikasi kuantitas & kualitasnya. Kita serahkan saja besarnya pahala yg sdh didapat itu ke Allah SWT, sedangkan keseharian hidup ini hrsnya lebih berorientasi TERUS BERGERAK MELAKUKAN KEBAIKAN2 YG NYATA & PROPORSIONAL. Apa itu? Jelas harus mengerjakan RITUAL, a.l shalat, namun yg sewajarnya saja, SESUAI SYARIAT, tdk berlebihan sehingga menjadi bid’ah karena tidak diperintahkan Nabi.  Selain beritual yg tdk memakan waktu berkepanjangan itu umat hrs terus memperbaiki AKHLAQnya, kapanpun-dimanapun-sedang mengerjakan apapun. Juga tidak boleh lupa unt BANYAK2 MENOLONG ORANG dlm berbagai hal, walau hanya sesuatu yg sederhana. Di luar itu semua TIAP MUSLIM sekali-kali tidak boleh lupa untuk melakukan perbuatan yg bernilai sangat2 tinggi di sisi Allah, yg bisa membuat kita disebut sbg ORANG BERIMAN, BUKAN SEKEDAR BERISLAM, membuat diri ini berpeluang mendpt SURGA. Aktifitas apa itu? Aktifitas mengerjakan JIHAD FIE SABILILILLAH, menyebarkan-membela Islam melalui aktifitas DAKWAH & SIYASAH/ISLAM POLITIK.  Dengan DAKWAH/BERNASEHAT   bisa diajak orang per orang ke jalan yg benar & semakin benar dlm berIslam. Dg SIYASAH/ISLAM POLITIK, /(menjadikan Islam  memimpin dunia plural/majemuk) maka masy sebagai satu satuan sosial  bisa diajak secara  berbondong2  kepada hidup yg benar, yaitu jalan Islam.

Begitulah seharusnya hidup seorang muslim, rasional-obyektif-efisien-efektif, tidak berkhayal, penuh mimpi atau sebaliknya hanya mengejar ngejar harta & kemegahan-kenyamanan duniawi belaka. Semoga Allah SWT merahmati. Amien.

Wassalam

Fuad Amsyari

22 March 2018 at 17:59 Leave a comment

BATAS HUBUNGAN AGAMA DAN POLITIK, Melerai Polemik ISLAM POLITIK, POLITIK ISLAM, POLITISASI ISLAM, MENUJU KESEPAKATAN MAKNA POLITISASI AGAMA

Fuad Amsyari PhD

Dewan Kehormatan ICMI Pusat

Cara hidup manusia itu bisa bermacam-macam. Secara umum dapat dibagi tiga alternatif:

  1. Hidup mengalir begitu saja sesuai dengan kebutuhan dan kenyataan yang dihadapi. Karena perlu makan maka mencari pekerjaan, apa saja asal mendapat hasil, diusahakan hasil yang didapat sebanyak-banyaknya dengan usaha sesedikit mungkin, cepat kaya kalau bisa sudah kaya raya sedini mungkin dengan cara apapun. Karena perlu kebutuhan seksual maka dicarilah pemenuhan seksualnya, cari pelampiasan nafsu seks yang disukainya, sesama jenis atau dengan lawan jenis, yang penting hasrat tersalurkan, tidak harus cantik asal menyenangkan, tidak harus repot melalui proses nikah/kawin. Karena mau  teman untuk diajak ngobrol, bersosial, maka cari siapa saja yang cocok bisa diajak membuang waktu luangnya, bisa bergembira-ria bersama.  Karena mau punya pengaruh, syukur jika dapat menjadi pemimpin maka dicarilah partai politik, mana saja asal bisa membuat dia mudah menduduki jabatan dan mendapat simpati orang,  lalu berhasil menjadi penguasa di wilayah, dipuji, ditakuti, dan ditaati perintahnya. Maka hiduplah dia di dunianya, bisa berhasil sesuai harapan, bisa juga gagal, dan ujungnya mati yang berarti selesailah segalanya.Namun kadang mendengar info bahwa sesudah mati nanti akan hidup kembali, maka lalu berkhayal bisa hidup nyaman pula di dunia lain itu, yang sering disebut sebagai surga melalui usaha seadanya, seperti memeluk suatu keyakinan dan berdoa. Apakah gerangan nama cara hidup yang seperti ini? Silahkan diberi nama apa saja, bisa pragmatisme, materialisme, humanisme, dll. Banyakkah manusia yang cara hidupnya seperti ini? Rasanya banyak, bahkan bisa jadi semakin banyak saja.

(more…)

3 March 2018 at 09:06 Leave a comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 53 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

June 2018
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Stats

  • 105,177 hits

Feeds