BAGAIMANA ISLAM BISA MENGATASI KAPITALISME YG JAHAT TAPI CERDIK

(Oleh Fuad Amsyari PhD)

Seorang teman yg guru besar FK Unair mengirim artikel ke saya berjudul “Hebat dan Jahatnya Kapitalisme oleh Para Kapitalis”, disertai pertanyaan kepada saya bagaimana Islam bisa mengatasinya. Tulisan ini adalah jawaban saya akan pertanyaan tsb. Di akhir tulisan juga saya lampirkan artikel yg dikirimkan oleh teman saya tadi spy pembaca bisa memahami inti masalahnya.  (more…)

Advertisements

14 February 2018 at 18:56 Leave a comment

SUNNATULLAH CARA HIDUP MUSLIM DALAM DUNIA PLURAL

(Oleh Fuad Amsyari)

Terkait kiriman posting dari teman tentang telah diselenggarakannya suatu perhelatan besar dan tentunya juga berbeaya besar pula di Indonesia, yi “MUBES PEMUKA AGAMA UNTUK KERUKUNAN BANGSA” ,  saya  menjadi kian prihatin jangan2 banyak tokoh muslim yg kiranya belum faham bgmn harusnya hidup bersama orang lain pada  kehidupan masy plural/majemuk/bhineka. Saya lalu pertanyakan apa pula itu?

(more…)

12 February 2018 at 21:43 Leave a comment

OBYEKTIFIKASI DALAM BERISLAM

(Oleh: Fuad Amsyari)

Melihat praktek berislam kebanyakan umat akhir2 ini, termasuk intelektualnya, membuat saya teringat istilah yg pernah dipakai oleh almarhum sahabat saya DR. Kuntowijoyo dari UGM Jogja. Dikatakannya bhw umat ini berislamnya hrs diukur lebih obyektif supaya tidak terjebak pada subyektifitas yg melahirkan berbagai kesia-siaan maupun pertikaian. Bukankah hal tersebut sering terjadi juga sampai sekarang? (more…)

2 February 2018 at 12:02 Leave a comment

SUNNATULAH PEMENANGAN ISLAM POLITIK UNTUK KEJAYAAN BANGSA

(oleh: Fuad Amsyari PhD)

Mengapa umat Islam terpuruk di mana2? Krn TIDAK MEMIMPIN DUNIA PLURALNYA. Keterpurukan umat Islam berarti keterpurukan bangsa karena yg terpuruk itu MAYORITAS PENDUDUK NGRI. Ingat adagium politik: “Jika mayoritas penduduk suatu ngri itu sejahtera maka minoritasnya akan ikut terangkat, tidak berlaku untuk kondisi yg sebaliknya” (more…)

15 January 2018 at 10:04 1 comment

Sains dalam Pandangan Islam

20 October 2017 at 17:44 Leave a comment

SARI KHOTBAH IED ADHA 1438 H di Masjid al Ikhlas, Jl. Mayjen SUNGKONO SBY

DR. Fuad Amsyari

  1. Pesan Iedul Adha itu pada hakekatnya adalah perlunya berkorban Harta & Jiwa (sesuai dg kemauan & tantangan yg dihadapi) dlm upaya MENGATASI PENGHINAAN & PERMUSUHAN KAFIRIN. Itulah asbabun nuzul turunnya Qs al Kautsar.
  2. Pada Ayat yg pertama, Allah mengingatkan umat Islam bhw mrk SDH MEMPEROLEH KARUNIA YG BESAR DARI ALLAH SWT, berupa Iman yg benar, yi dpt mengidentifikasi & mau meyakini TUHAN scr benar (Allah SWT) berikut Tuntunan hidup yg benar, tinggal unt menerapkannya dm kehidupan spy sukses & selamat Dunia-Akherat.
  3. Dalam Ayat ke 2 Allah SWT MEMERNTAHKAN UMAT UNT MENGERJAKAN SHALAT HANYA KRN ALLAH (tdk pamer atau motif lain) dan BERKORBAN. Berkorban di sini jangan dientengkan hanya berarti memotong ternak kambing/sapi/unta saja krn Qs al Kautsar itu turun saat di Mekah ssdh peristiwa isra’-mi’raj (sekitar th ke 11 dari turunnya wahyu pertama), sewaktu umat Islam (bukan personal) benar2 sdh amat diremehkan-dileceh-dicemooh kafirin. Jelas di waktu turun surat al Kautsar itu BELUM TURUN PERINTAH HAJI-UMRAH, tapi sdh turun perintah shalat.
  4. Yg dimaksud BERKORBAN dlm ayat yg ke 2 dari al Kautsar ini lbh terkait dg perlunya pengorbanan umat unt mendakwahkan Tauhid, mengajak berakhlaq mulia, mengajak shalat. Kondisi umat saat ayat turun memang amatlah berat, diintimidasi-diteror termsk pd ulamanya, tokohnya, bahkan pd Nabi sekalipun. Saat itu Rasulullah juga sdh ditinggal wafat Siti Khodijah & Abu Tholib yg selama hidup beliau itu setia mendampingi perjuangan Rasulullah. Maka begitulah hakekat sebenarnya makna BERKORBAN dlm surat al Kautsar.
  5. Di dalam Ayat ke 3 Allah menegaskan bhw musuh umat yg selalu menghasut- menghina-mengganggu umat pd akhirnya akan kalah, menyerah, tdk lagi mampu meleceh-memandang remeh Islam & umat. Pesan ini sekaligus menyuruh umat agar MEMAHAMI SUNNATULLAH Perubahan kondisi sosial umat itu. Bagaimana caranya spy kafiriin tdk lagi menghina-meleceh umat. Makna ABTAR di ayat ini secara lughowiyah bahasa Arab adalah binatang yg ekornya putus shg tdk bernilai lagi.
  6. Kini mari dicermati BGMN NABI MENGUBAH STATUS DARI UMAT YG LEMAH-DIHINA-DICEMOOH MENJADI UMAT YG TERBAIK-TERHORMAT sesuai dg pernyataan Allah dalam ayat terakhir surat al Kautsar. Ternyata proses yg dilakukan Nabi adalah HIJRAH KE MADINAH, lalu KONSOLIDASI UMAT MENJADI “HIZBULLAH” (PARTAI POLITIK ISLAM), ujungnya secara politik berhasil MEMENANGKAN PERJUANGAN POLITIK SEHINGGA iSLAM MENJADI PEMIMPIN FORMAL DI MADINAH YG PENDUDUKNYA PLURAL.
  7. Sejak Islam memegang kepemimpinan formal ngr Madinah maka agama Islam dihormati & umat Islam termuliakan menjadi Khoira Ummat. “ISLAM POLITIK” yg Memenangkan persaingan politik di masy plural ADALAH JAWABAN THD PROSES PELECEHAN-PENGHINAAN PD ISLAM & UMAT. Itulah hakekat Pesan Iedul Adha.

Surabaya, 10 Dzulhijjah 1438 H

1 September 2017 at 22:14 Leave a comment

Sari Materi: “KEPEMIMPINAN NASIONAL & MASA DEPAN UMAT ISLAM”

A. LANDASAN PEMIKIRAN

Bahasan untuk judul di atas harus dimulai dg landasan berfikir lebih dahulu terkait makna Islam dlm kehidupan manusia. Ada 3 landasan yg hrs dipakai:

=La izzaa illa bil Islam, La Islama illa bis Syari’ah, La syari’ata illa bis Sulthon

(Tidak mungkin ada kejayaan tanpa Islam, Tidak ada kemaknaan Islam jika tdk dikaitkan Syariat, Tidak mungkin Syariat ditegakkan tanpa ada Kekuatan/Kekuasaan)

=Berislam hrs menyeluruh/ kaffah, yi menjalankan syariat terkait Pribadi/ Personal, Keluarga, Berbangsa-Bernegara. Kegagalan penerapan syariat terkait salah satunya akan memberi dampak buruk pd nasib umat Islam

=Misi Islam itu untuk menghadirkan Rahmat (Kesejahteraan) umat manusia & alam. Ingat status personal Nabi sangatlah

 baik (muda, sehat, keluarga bahagia, kaya, populer, bangsawan) tapi keunggulan2 personal itu justru dipakai untuk menyelamatkan/ memperbaiki   keadaan masyarakatnya yg rusak melalui penerapan syariat Islam secara utuh/kaffah

B. ALUR PEMIKIRAN

  1. Kepemimpinan Nasional itu terkait Tatanan Makro (Macro System) yg akan berpengaruh/ menentukan kondisi sub-system di dalamnya termasuk kondisi Umat Islam di negeri ini.
  2. Sunnatullah sosialnya: Kepempinan Nasional yg dipegang musuh Islam akan merusak agama Islam & Umat Islam.
  3. Komponen KN yg deterministik/menentukan nasib umat adalah: Executif (Presiden dg jajarannya)-Legisltif (DPR)-Yudikatif (MA dg jajarannya). Namun yg paling dominan pengaruhnya adalah Executif krn besar peluang untuk memainkan/ memanfaatkan diktum multitafsir dari UU & Putusan2  Hakim.
  4. Ukuran kemandirian dlm Islam itu jelas: jangan dikooptasi/didikte Kafirin, Munafiqin, Jahilin (lemah-bodoh tentang syariat Islam)
  5. Proses unt memperoleh KN ada 2: Konstitusional & Inkonstitusional. Proses secara Konstitusional juga memiliki  tantangan besar: Tekanan KN yg sedang berkuasa  via manipulasi2 kebijakan & pemanfaatan  aparat resmi negara yg dikuasainya.
  6. Persaingan dlm perebutan KN memerlukan Wadah yg relevan unt itu yakni Partai Politik, bukan Ormas/Yayasan/Paguyuban/LSM. Maka perlu dipunyai Parpol Formal yg memperjuangkan ideologi Islam (syariat Islam terkait kehidupan bernegara) sebagai manifestasi Hizbullah (Qs05:54) dg ciri operasional yg jelas dalam: Asas parpol, Pemilihan & kualitas  pimpinan parpol,  Kebijakan2 internal & external yg  exclusive Islam (memberi alternatif  berbeda thd  Partai Sekuler)
  7. Hizbullah bisa tdk tunggal, harus ada koalisi sesama parpol Islam.
  8. Ormas-LSM-Yayasan Islam hrs mendukung Hizbullah, haram jika bersikap netral, apalagi memihak Partai Sekuler
  9. Calon2 Presiden, Wk Presiden, Legislator, Kepala Daerah oleh Hizbullah hrs exclusive Islam, yakni: Aktifis Islam yg Mampu secara Intelektual-Finansial
  10. Kebijakan2 Publik yg diperjuangkan/ diusung Hizbullah: Kebijakan2 dlm Poleksosbudkumhankam sejalan syariat Allah spy terwujud NKRI yg Adil, Aman, Sejahtera, Maju, Bermoral, Bermartabat

+) Disampaikan dlm Forum Pusat Studi Kepemimpinan Indonesia (CSIL), Gedung Wanita Sejahtera, Jakarta, 5 Juli ’17

4 July 2017 at 21:06 Leave a comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 51 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

February 2018
M T W T F S S
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Stats

  • 97,236 hits

Feeds