JANGAN CEROBOH TERHADAP COVID19 DAN TETAP FOKUS BERDAKWAH ISLAM POLITIK

Oleh Fuad Amsyari

Assalaamu’alaikum Wr Wb.

Saat ini kian ramai saja  polemik terkait masalah umat Islam, seperti Mesjid ditutup, Haji 2020 batal, RUU HIP,  Perppu 01/2020, New Normal unt Covid19, dll.  Sayangnya banyak polemik yg  tidak menyentuh/masuk ke inti/SUMBER  permasalahan umat sehingga selain membuat umat jadi tambah bingung juga terlupa untuk membuat langkah kunci/BENAR  dalam berislam & berdakwah. (more…)

10 June 2020 at 09:32 Leave a comment

CATATAN EPIDEMIOLOGIS TERKAIT “NEW NORMAL” PADA PANDEMI COVID19.

Oleh Fuad Amsyari dr, MPH, PhD.

I. HERD IMMUNITY ITU PENDEKATAN PREVENTIF

  1. Herd Immunity adalah pendekatan preventif, awalnya agar sekelompok ternak dlm suatu wilayah peternakan tertutup bisa terlindungi dari serangan epidemi penyakit infeksi yg datang dari luar wilayah peternakan/ranch. Caranya klasik, ternak divaksinasi dg target cukup 80%  (tdk perlu 100%nya) karena yg 20%  tdk divaksinasi nantinya akan ikut terlindungi tetap sehat oleh  ternak sekelilingnya yg sdh kebal krn vaksinasi. Itulah gambaran yg mudah dicerna bagaimana mekanisme kerja Herd Immunity, kasus perlindungan  sekelompok ternak di suatu peternakan / ranch yg ‘tertutup’ dari luar. Kini masalahnya adalah jika  ternak bisa dikendalikan mobilitasnya agar tidak mudah keluar-masuk area, maka tentu berbeda dengan mobilitas manusia, apalagi di era saintek sekarang. Ternak di contoh itu dikebalkan dg vaksinasi, tdk oleh proses terInfeksi alami yg bisa membuat ternak sakit & mati sehingga si peternak rugi besar. Bgmn untuk manusia, yg  tentu saja kesakitan &  kematian manusia karena terinfeksi alami suatu penyakit jauh harus lebih dijaga/dihargai dibanding kasus ternak. Dari penjelasan2 di atas tampak jelas bhw Herd Immunity sulit dijadikan basis mengatasi wabah covid19 tatkala belum ditemukan vaksin.

(more…)

7 June 2020 at 19:28 Leave a comment

TETAP PRODUKTIF DALAM BERISLAM YG BENAR & KAFAH DI TENGAH GEJOLAK COVID19

Oleh Fuad Amsyari PhD

Dlm kondisi apapun kita hrs tetap hidup produktif  ditinjau dari ukuran agama Islam supaya sukses & selamat dunia-akherat.

Di saat kita dlm kondisi  pembatasan sosial / social distancing dll krn pandemi covid19   hendaknya masing2 kita tetap bisa produktif dlm berislam, termasuk dlm beIslam Siyasi/Politik, mengikuti percontohan Nabi dlm berislam. Bgmn bentuk operasionalnya  tentu amatlah variatif sesuai kondisi diri & lingkungan masing2.

Mengapa kita hrs tetap produktif dlm berislam walau di tengah pandemi covid19 yg dinilai amat mengerikan? Jawaban dari tinjauan  aqidah Islam amatlah jelas  yakni jika umat terus & bahkan tambah produktif dlm berislamnya tentu akan kian dekat dg Allah SWT shg semakin besar pula berkah yg kita terima dlm berbagai bentuk yg tdk bisa dikirakan. Berkah itu bisa  berupa misalnya  ketenteraman hati, rizki yg lancar, kehormatan sosial, bahkan dapat  berupa perlindungan dari infeksi covid19. Bukankah hal2 spt itu  menjadi harapan setiap muslim di dunia saat ini,  di samping nanti di akherat masuk surga? (more…)

2 June 2020 at 11:55 Leave a comment

MEMBEDAKAN INFEKSI VIRUS DENGAN BAKTERI, Memperkaya Wawasan Kedokteran di Tengah Pandemi Covid19

Oleh Fuad Amsyari, dr, MPH, PhD

1. Bakteri itu mahluk hidup lembut atau micro-organisme yg bisa berbiak sendiri menjadi berjuta, bermilyar dalam waktu relatif pendek di tempat yg cocok (bisa di dalam organ tertentu tubuh manusia) sesuai karakter bakterinya. Masa atau periode waktu mulai masuknya bakteri ke tubuh lalu berbiak cepat sampai ke sejumlah besar tertentu dan merusak banyak sel2 sehingga organ terluka dan orangnya jatuh sakit disebut masa inkubasi. Awal masuknya bakteri ke tubuh manusia tidak hrs dlm jumlah banyak dan tidak juga harus berkali2 masuk (pemaparan ulang) untuk membuat orang jatuh sakit. Proses seperti itu disebut sbg DOSE INDEPENDENT. (more…)

2 June 2020 at 10:49 Leave a comment

HIZBULLAH ADALAH KUNCI KEMENANGAN ISLAM DI DUNIA PLURAL

Al Qur’an surat al Ma’idah (05) ayat 55 & 56 adalah Wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW saat di Madinah, yg artinya:

“Sesungguhnya Pemimpin kalian itu hanyalah Allah, RasulNya, dan Orang yg berkategori Mukmin, yakni orang yg menegakkan shalat, membayar zakat, dan mereka yg tunduk (pd tuntunan Allah)”

“Dan barang-siapa yg mengambil sebagai Pemimpinnya itu Allah, RasulNya, dan Orang yg  berkategori mukmin maka sungguh Hizbullah,  mereks itulah yg berhasil (menang dalam perebutan kepemimpinan di dunia pluralnya)”

Dalam suatu posting ada seorang ustad yg memaknai Hizbullah itu  hanya sebagai ‘golongan Allah” secara umum, atau malah disebut sebagai ‘pasukan perang Allah’. Padahal ayat ttg Hizbullah dalam al Qur’an itu terkait dg persaingan kepemimpinan orang Islam dg orang kafir (Qs05:51-57).

Hizb itu jelas mengacu pada kelompok bermisi memimpin suatu tatanan masyarakat plural, bukan asal kelompok/golongan secara umum, juga bukan pasukan perang. Wahyu ttg hizbullah itu turun di fase  Madinah, yg sudah menyangkut masalah sosial-politik/ syariat syiyasiyah,  tdk di fase Mekah di mana isi wahyu di fase Mekah terkait tentang syariat syahshiyah/personal.

Dalam sejarah di dunia Islam yang panjang banyak orang lalu mengubah/ mengaburkan makna Hizb sebagai kekuatan politik karena mereka sedang di bawah sistem kesultanan/kerajaan krn dlm sistem tersebut  masalah kepemimpinan di dunia plural sdh dianggap selesai. Raja/Sultan dengan keturunannya itulah  Pemimpin tatanan sosial plural, tdk diperlukan adanya kekuatan politik yg berkaitan dg pemilihan Pemimpin Formal di sana.

Seperti yg sudah banyak  diketahui bahwa Wahyu Allah SWT yg disampaikan kepada RasulNya itu sesudah turun akan berlaku pd era kapanpun dan di manapun terkait makna misi keIslamannya. Dalam Era demokrasi di mana umat Islam hrs bersaing dlm masalah kepemimpinan di dunia plural maka Hizb hrs dikembalikan ke makna yg benar, yakni kelompok politik Islam untuk  memenangkan Kepemimpinan oleh Islam dlm tatanan sosial plural, seperti era Nabi beserta para sahabat di fase Madinah.

Umat Islam harus mewaspadai adanya upaya pembodohan oleh orang lain (lawan/musuh  Islam)  dg memaknai salah terhadap istilah2 di dalam ayat2 al Qur’an. Sebagai  contoh yg kini juga sedang marak dipopulerkan adalah misalnya istilah JIHAD dimaknai  ‘bersungguh-sungguh’ belaka. Juga istilah ‘Rahmatan lil ‘alamin’  dimaknai asal berbuat baik pd seseorang, atau bahkan sikap ‘diam’ saja saat Islam dihina orang.

Dari isi ayat al Qur’an dan sejarah Perjuangan Nabi dg para sahabat beliau makna HIZBULLAH adalah KEKUATAN POLITIK UMAT ISLAM, bukan asal golongan/kelompok umat Islam.

Kewajiban umat Islam di era modern sekarang ini harusnya memerinci ciri Hizbullah sehingga bernilai operasional bisa jadi panduan untuk  dikerjakan umat Islam dlm kehidupan nyata. Di jaman demokrasi di mana manusia lalu membuat kelompok2 politik beraneka ragam maka Hizbullah perlu memiliki ciri spesifik yg membedakannya dg kelompok politik yg memperjuangkan agenda yg berbeda dg umat Islam. Berikut ini minimal   karakter Hizbullah yg akan dikenali oleh umat Islam dg mudah. Partai Islam, bila sudah ada,  diharapkan menyesuaikannya.

Ciri2 operasional HIZBULLAH, kekuatan politik Islam yg kini dikenal sebagai Partai Politik Islam,  adalah:

  1. Asas Partai harus Islam
  2. Kekuasaan tertinggi Partai adalah Majelis Syuro, yg terdiri dari sejumlah ‘Ulama” dalam artian Mukmin pejuang Islam berkemampuan memahami sumber acuan Wahyu & Sains terkait seluk beluk kepemimpinan dalam masyarakat plural.
  3. Majelis Syura dipilih

dlm suatu forum musyawarah berupa   ‘Muktamar Ulama Partai Islam’ representasi ulama dalam lingkup  Nasional.

  1. Kepemimpinan Exekutif Inti Partai di semua tingkatan (seperti Ketua umum & Sekjen di tingkat Nasional) harus berkategori Mukmin aktifis Islam, yang  diangkat-diberhentikn oleh Majelis Syuro
  2. Semua Calon Pejabat Publik (Exekutif, Legislatif, Yudikatif) yg diusung Partai unt semua tingkatan hrs berkategori Mukmin aktifis Islam & ditetapkan MjSy
  3. Jika diperlukan ada Aliansi dg Partai lain maka akan dilakukan hanya JIKA untuk mengusung Calon dari Partai Islam. Partai lain yg akan dipilih untuk aliansi itu ditetapkan oleh MjSy.
  4. Pejabat Publik Formal dari Partai Islam harus mengikuti arahan kebijakan2 yg disiapkan oleh MjSy. Pejabat publik tsb hanya dpt diganti/diberhentikn oleh MjSy
  5. Hizbullah/Partai Islam harus bersikap OPOSISI tatkala kekuasaan Exekutif (Nasional & Daerah) bukan oleh Kader Partai Islam
  6. Program2 Partai Islam hrs menyentuh kebutuhan rakyat, namun berorientasi Solusi Syar’i berbasis Qur’an-Hadis shohih-Sains valid unt mengatasi masalah2 Bangsa-Negara
  7. Aktifitas2 Partai Islam hrs bersifat proaktif & vokal untuk memuliakan Islam dan membela-membantu umat Islam di dalam & luar negeri
  8. Manajemen harta-benda Partai hrs Syar’i, dengan prinsip dasar sbb:
  9. Pemisahan tegas milik Individu Pengurus vs milik Partai (harta Partai bukan milik Pengurus, dan sebaliknya)
  10. Kebijakan umum terkait Pemasukan & Pengeluaran harta partai oleh MjSy. Exekutif berperan  melaksanakan sesuai dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Partai (APBP).  Tdk perlu ada organ lain terkait  pengendalian aset, spt dibuatnya yayasan dll
  11. Pendapatan Fungsionaris partai yg menjadi Pejabst Formal Negara masuk ke kas partai. Pejabat ybs digaji oleh partai sesuai kebijakan APBP
  12. APBP ditetapkan MjSy, diketahui oleh Exekutif Partai (Ketua-Sekr) sampai di tingkat Kabupaten/Kota
  13. Program Strategis Hizbullah adalah:

GERAKAN PENYADARAN UMAT bhw  MENDUKUNG PARTAI SEKULER ITU HARAM, MELANGGAR AL QUR’AN, akan berdampak KERUSAKAN UMAT &  ISLAM, DOSANYA TERAMAT BESAR, BISA  MELAMPAUI PAHALA YG DIDAPAT dari IBADAH MAHDHOH sehingga terancam Neraka

 

Surabaya, 23 Ramadhan 1441 H

17 May 2020 at 11:20 Leave a comment

ISLAM PERLU MENJADI PENGENDALI TATANAN SOSIAL PLURAL UNTUK MENGHADIRKAN RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM.

Oleh Fuad Amsyari

 

Saya menulis artikel ini karena tersentak membaca posting seorang Ustad senior di media sosial berikut ini :

“Umat ini harus di tarbiyah (dididik) untuk menjadi mujahid (pejuang) bukan jadi “penguasa”.

Kekuasaan itu adalah buah.  Allah telah berjanji kepada orang-orang yg beriman dan beramal sholeh akan memberikan “kekuasaan” di muka bumi.

Jikalau yg berkuasa itu aktifis ormas,  mahasiswa,  partai islam, tapi jika spiritnya bukan iman,  maka kekuasaan itu tidak memberikan manfaat kepada islam dan umat islam.  Sebagaimana yg kita saksikan di negeri ini…”

Jelas pandangan di atas  tdk berdasar fakta di Indonesia saat ini. Kurang banyak apa jumlah PEJUANG ISLAM  DI NGRI INI. Apa ada yg menafikan bhw ustad2, mubaligh2 di pelosok2 ngri itu bukan Pejuang Islam? Astaghfirullah.

Untuk bisa berkuasa memimpin tatanan sosial plural itu PERLU PROSES POLITIK SESUAI SUNNATULLAH SOSIAL-POLITIK, tidak otomatis tiba2 menjadi pemimpin. (more…)

14 May 2020 at 14:56 Leave a comment

SUMBANGAN PEMIKIRAN BAGI PEMBUAT KEBIJAKAN TERKAIT MASALAH TEORI HERD IMMUNITY

Banyak negara yg menyebutkan teori Herd Immunity dikaitkan dh upaya mengatasi pandemi Covid19. Jangan hendaknya ada salah persepsi tentang aplikasi  teori Herd Immunity  dimana suatu penularan bisa terhenti jika 80% populasi sdh memiliki kekebalan spesifik.

Konsep Herd immunity itu terkait Target  Jangkauan unt  Program Vaksinasi, bukan pembiaran penularan penyakit infeksi sampai terhenti sendirinya secara alamiah karena sdh menginfeksi 80% penduduk pd suatu captive area. Bukan begitu, tapi HARUS ADA UPAYA sangat serius menghentikan proses penularan yg terjadi jika suatu penyakit infeksi yg ganas/berbahaya belum ada vaksinnya. Upaya2 itu antara lain: segera dicari Obatnya, Isolasi, Social distancing, Penguatan sistem imun non-spesifik, Pengamalan Ibadah secara serius-khusus, dll. PENULARAN PENYAKIT INFEKSI YG GANAS HRS SEGERA DIHENTIKAN.

 

Semoga wabah covid19 sgr teratasi di negri ini. Aamiin.

 

Ws Fuad Amsyari

29 March 2020 at 18:14 Leave a comment

SUMBANGAN PEMIKIRAN MENGHADAPI PENYEBARAN COVID19 YANG GANAS & AMAT SULIT TERBENDUNG

(Setelah menimbang aspek Pandemi, Teori Social Distancing, Herd Immunity, Politik Pencitraan skala Global, Perkembangan Vaksin & Penanganan Medis)

SILAHKAN DIUSAHAKAN- DIKERJAKAN TERUS MENERUS SAMPAI MASALAH COVID19 TERATASI.

I. PENDEKATAN PRIBADI

A. Perkuat Daya Tahan Tubuh mssing2 INDIVIDU semaximal mungkin dengan:

1) tenangkan hati dg meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan tawakal pd Allah SWT. Ketenangan hati  meningkatkan imunitas tubuh.

2) asupan gisi sehat secara cukup, tdk kurang/berlebihan

3) tidur cukup, 6-7jam sehari semalam

4) olah raga ringan tapi rutin 30-60 menit setiap hari, 5-7hari/minggu, di ruang terbuka

5) jaga kebersihan badan, mandi 1-3x/hari bersabun, pakaian yg dipakai bersih selalu, tdk harus baru

6) jaga kebersihan kamar  tidur, cukup ventilasinya agar aliran udara segar keluar-masuk kamar, udara kamar tidak pengap karena udaranya terperangkap/tertutup, tidak penuh barang2 tertumpuk di dalamnya, minimalkan jumlah barang seperlunya unt kebutuhan tidur saja.

7) jaga kebersihan ruang dalam rumah, kamar mandi, halamannya

B. Minimalkan kontak dg publik:

1). Utamakan/batasi  hanya untuk aktifitas memenuhi kebutuhan vital seperti:

  1. kerja cari nafkah,
  2. sekolah cari ilmu,
  3. belanja untuk keperluan hidup sehari-hari,
  4. ibadah wajib sesuai tuntunan al Qur’an & Hadits Shohih

2). Menahan diri untuk yg  tidak vital seperti kringinan:

– berlibur,

– rekreasi,

– pesta,

– santai-hura2 bersama

– kumpul unt ibadah kategori bukan wajib apalagi yg tidak  dicontohkan Nabi

II. PENDEKATAN SOSIAL

Ikuti kebijakan Pemerintah Pusat & Daerah

Ws Fuad Amsyari

29 March 2020 at 18:14 Leave a comment

BAGAIMANA PENDEKATAN NON-EMPIRIS MENGATASI COVID19?

Pendekatan Empiris atau Syahadah untuk mengatasi covid19 sdh dikembangkan oleh seluruh dunia karena covid19 menjadi pandemi. WHO sbg badan kesehatan PBB langsung ambil peran pengarahan & koordinasi. Maka berkembanglah kiat2 seperti social distancing, lock-down, pencarian obat modern- tradisional, menemukan vaksinnya,  peningkatan imunitas non-spesifik, personal hygiene, dll. Upaya2 seperti itu tentu akan terus diproses, namun bgmn upaya2 yang bernilai Non-Empiris yg didalam agama Islam disebut sebagai pendekatan Ghoib atau Mahdhah? (more…)

26 March 2020 at 21:20 Leave a comment

Aktualisasi Pendidikan Leadership

22 February 2020 at 20:12 Leave a comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 62 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

July 2020
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Stats

  • 132,987 hits

Feeds