MENGAPA HARUS MENGELOLA INDONESIA DENGAN METODE SYARIAT, Rasional dan Implikasi Kebijakan Nasional yang Diterapkan

28 March 2009 at 05:47 2 comments

*) Disampaikan dalam Musyawarah Umat Islam, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta 28 Maret 2009, terkait Pemaparan Visi-Misi Calon Presiden RI Pro Syariat.

RASIONAL MENGAPA MENGELOLA NEGERI MUSLIM INDONESIA DENGAN SYARIAT ISLAM

1.     Islam itu agama sempurna, memberi tuntunan semua kebutuhan dasar manusia. Ada tiga bentuk sistem kehidupan manusia yang tidak bisa diingkari, yakni kehidupan pribadi, kehidupan berkeluarga, dan kehidupan bermasyarakat-berbangsa-bernegara. Islam memberi tuntunan dari Allah swt bagaimana cara mengelola ke tiga bentuk kehidupan tersebut agar manusia berhasil dalam semua demensi kehidupannya.

2.     Ajaran Islam mewajibkan pemeluknya untuk berislam secara utuh atau kaaffah, yang artinya memilki dua misi aktifitas dasar, yakni:

  1. Hidup harus selalu sesuai dengan tuntunan syariat, apakah dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat-berbangsa-bernegara
  2. Menyebarkan agama Islam sebagai bagian dari keyakinan keagamaan atau keimanannya, apapun posisi yang sedang dimilikinya, bisa dalam banyak macam kegiatan, termasuk aktifitas dakwah, politik, maupun pemerintahan

3.     Dalam berislam tentu akan banyak ditemukan tantangan, namun tantangan itu umumnya menjadi besar dan berat jika sudah menyangkut aktifitas menegakkan syariat Islam dalam masalah sosial-kenegaraan. Hal itu bisa difahami karena umat Islam lalu berhadapan dengan kelompok lain (dalam dan luar negeri) yang ingin mengetrapkan  ideologi non-Islam (SEKULER) dalam mengelola negara yang sama.

4. Perintah Islam untuk melakukan ‘UKHUWAH ISLAMIYAH’
pada hakekatnya terkait dengan aktifitas dimensi itu, yakni perlu dibina ‘Kebersamaan Umat dalam menegakkan Syariat Sosial-Kenegaraan Islam’ agar mampu memenangkan persaingan dengan kelompok sosial yg berniat lain. INILAH HAKEKAT MISI POLITIK ISLAM.

5.     Misi politik Islam itu jelas, yakni “Mengelola Negeri dengan Metoda Syariat” demi memperoleh ridho Allah SWT dan untuk mencapai kejayaan bangsa-negara. Misi itu secara operasional berarti:

a.      Kerja keras untuk Mengetrapkan  Syariat Sosial-Kenegaraan Islam dlm mengelola bangsa-negara

b.     Kesiapan untuk Bersaing dengan kelompok lain yang ingin mengelola negeri dengan Cara SEKULER/ Non-Syariat (bisa berbagai macam bentuknya, seperti Kapitalisme, Komunisme, Sosialisme)

6.     Begitulah makna operasional dari BERPOLITIK DI DALAM MASYARAKAT PLURAL, yang bagi kasus Indonesia tampaknya masih menjadi tantangan besar bagi umat.

7.     Pada kasus INDONESIA yang terkait dengan proses
Pengelolaan Bangsa-Negara bisa disimpulkan bahwa secara faktual negeri ini s
ejak merdeka sampai sekarang belum pernah dikelola dengan menggunakan SYARIAT ISLAM. Negeri ini masih dikelola dengan metoda SEKULER ala negara Barat yg diinspirasi oleh pola pikir non-muslim.

8.     Apakah DAMPAK TERHADAP UMAT DAN BANGSA  INDONESIA setelah negeri ini dikelola secara SEKULER sekian lama, bukan  dikelola sesuai syariat?

9.     Indonesia telah menerima berbagai musibah:

a. Krisis Multidimensi (dekadensi moral, kemiskinan, kriminalitas, kekayaan negara terkuras, hutang menumpuk, didikte asing, dll) yang sampai saat ini masih terus melanda.

b. Bencana Alam datang silih berganti seperti tsunami, gempa, banjir, lumpur Lapindo, tanah longsor.

10.  Ada dua pertanyaan yang sering diajukan orang terkait dengan pola pembangunan Indonesia dan syariat Islam. Pertanyaan pertama:  “MENGAPA PERLU MENGELOLA INDONESIA YANG sudah disepakati BERDASAR PANCASILA ITU DENGAN  SYARIAT?”

11.  Jawaban atas pertanyaan ini tidak sulit jika orang mau berfikir rasional. Berikut ini rasionalnya:

a.                      Sila Pertama Pancasila itu tegas memberi arahan PERLUNYA BANGSA INI untuk TAAT PADA AGAMA.

b.                     Mayoritas bangsa ini  memeluk Agama Islam, bahkan Indonesia menjadi Negara Muslim Terbesar di dunia dengan penduduk muslim lebih dari 200 juta orang.

c.                      Agama Islam itu memiliki cara mengelola bangsa-negara.

12. Dengan rasional seperti itu bisa difahami bahwa:

a. BAGI  SETIAP MUSLIM DI INDONESIA HUKUMNYA MENJADI ‘WAJIB’  MENDUKUNG AGAR  PENGELOLAAN  NEGERI INI DILAKUKAN DENGAN  CARA SYARIAT.

b. BAGI  MUSLIM YANG MEMILIKI JABATAN KENEGARAAN  HUKUMNYA  ‘WAJIB’  MENGELOLA NEGERI INI DENGAN CARA SYARIAT, TENTUNYA TERKAIT DENGAN KEWENANGAN DALAM JABATAN YANG DIEMBANNYA  ITU.

c. BANGSA INI SECARA KESELURUHAN HARUSNYA SUDAH MENGELOLA NEGERI DENGAN  CARA SYARIAT, TIDAK DENGAN CARA SEKULER,.AGAR BANGSA-NEGARA MENJADI MAJU DAN JAYA (lihat artikel saya berjudul:”Mengapa Mengelola Negeri Muslim dengan Cara Sekuler, Waspadai Skenario Internasional untuk Melemahkan Indonesia” di blog ‘fuad amsyari.wordpress.com’)

13. Pertanyaan kedua yang sering muncul adalah “BAGAIMANA PROSESNYA AGAR SYARIAT SOSIAL-KENEGARAAN ISLAM BISA DIJADIKAN CARA MENGELOLA INDONESIA”?

14.  JAWABAN rasional terhadap pertanyaan ini juga mudah: PRESIDEN INDONESIA SEBAGAI KEPALA NEGARA DAN PEMERINTAHAN YANG MEMILIKI KEWENANGAN YANG AMAT BESAR ITU  HARUS FIGUR YANG TAAT SYARIAT SECARA KAAFFAH
(tidak cukup  jika  Figur yg hanya taat ibadah mahdhah dan berakhlak baik). Juga lihat buku saya berjudul: “Mengelola Indonesia dengan Syariat, Cara efektif mencapai Indonesia yang Maju dan Aman-Sejahtera, Bab 2”.

15.  BAGAIMANA MEMILIKI PRESIDEN INDONESIA YANG TAAT SYARIAT? Jawabannya amat jelas, bahwa Seluruh Umat dan Orpol-Ormas-LSM Islam amatlah bertanggung jawab. Sedang Non-Muslim seharusnya mendukung rasional ini.

16.  Presiden Pendukung Syariat yang terpilih harus memiliki komitmen tegas: “Siap mengelola Indonesia sesuai dengan syariat sosial-kenegaraan yang diajarkan oleh Allah swt, yang diproses sejak dari awal pemerintahannya”.

IMPLIKASI KEBIJAKAN NASIONAL TERKAIT PENGELOLAAN BANGSA-NEGARA DENGAN METODA SYARIAT

1. Rakyat diarahkan dan diatur agar menjadi taat beribadah sehingga memiliki ketahanan internal untuk berkarakter kuat, kokoh, berakhlak mulia, dan tidak berbuat jahat-asosial.

2. Pejabat Tinggi Negara dan Eksekutif BUMN harus hidup sederhana,  dengan  gaji dan fasilitas ‘kecil’ sesuai dengan kondisi perekonomian rakyat negeri pada umumnya, (maximum 40 x UMR).

3. Prioritas Pembangunan ditujukan untuk  Pemberdayaan  Rakyat Lemah melalui pendidikan/pelatihan untuk memiliki ketrampilan-keahlian kerja, pengadaan lapangan kerja, pemberian modal usaha, layanan kesehatan yang memadai bagi yang sakit, agar mereka cepat menjadi mandiri dan berkemampuan.

4. Lembaga keuangan yang ada, apakah pemerintah maupun swasta, harus berorientasi bebas riba.

5. Komoditas ekonomi dan kegiatan yang bersifat maksiat-merusak dilarang beredar dan diperjual-belikan di masyarakat.

6. Suap dan pungutan liar diberantas dan pelayanan publik pada masyarakat harus baik mutunya.

7. Pajak, zakat, infaq ditarik secara terintegrasi dan besarnya disesuaikan pendapatan-kekayaan. Warga negara kaya diwajibkan menunjang kehidupan rakyat miskin di lingkungan dekatnya, terutama di  keluarga besarnya agar mereka cepat mandiri (prinsip ekonomi waris).

8. Substansi Hukum disesuaikan dengan  prinsip yang diajarkan syariat dan diberlakukan secara adil untuk mencegah menyebarnya kejahatan dan  praktek ketidak-adilan. Pejabat yang berlaku kriminal perlu dihukum lebih berat.

9. Penunjukan Pejabat yang akan menduduki jabatan strategis dalam sistem birokrasi dilakukan sesuai asas sumber daya manusia berkualitas seutuhnya, yakni: beriman, bertaqwa, jujur, amanah, fathonah, dan tabligh.

10. Menjadikan lingkungan hidup, fisik, biologis, dan sosial, memberi / mendukung suasana sehat-harmonis, jauh dari pengaruh yang merusak kesehatan dan  peradaban bangsa yang luhur. Media masa dan pengembangan seni budaya harus mengikuti prinsip ini.

11. Meningkatkan  ketahanan nasional melalui profesionalisme militer dan meningkatkan kemampuan warga-negara dalam bela negara dengan wajib militer bagi warga-negara.

12. Kedaulatan negara dijaga ketat agar tidak dintervensi untuk kepentingan asing dan merusak bangsa. Seluruh bentuk kerjasama bilateral dan multi-lateral harus jelas untuk kepentingan nasional.

BUKANKAH KEBIJAKAN NASIONAL TERSEBUT DI ATAS BERBEDA SECARA DIAMETRIKAL DENGAN CARA SEKULER DALAM MENGELOLA BANGSA-NEGARA?

Indonesia, 28 Maret 2009

Entry filed under: Agenda, Pemikiran, Politik, Syariat Islam. Tags: , , , , , , .

BENARKAH TIPIS BEDA ANTARA PARTAI ISLAM DAN PARTAI NASIONALIS, Adakah keterkaitan dengan Fatwa MUI tentang Sekularisme? PARTAI ISLAM KALAH, SIAPA SUSAH?

2 Comments Add your own

  • 1. Burhan  |  29 March 2009 at 23:03

    Ass.
    Saya denger kabar,katanya..Prabowo di undang dalam acara tsb?Apakah hadir??
    Apa prabowo pro syariat?

    Forum “Musyawarah Umat Islam menghadapi Pemilu 2009” adalah forum yang diselenggarakan oleh FUI. Ada dua kelompok capres yang diundang oleh panitya, yakni ‘capres’ dan ‘capres pro syariah’. Saya tidak melihat Prabowo hadir dalam forum tersebut.

  • 2. Abu Waznah  |  14 April 2009 at 17:18

    Assalamu Alaikum Ust. ijin mengkopy artikelnya…
    tapi ana juga mau nanya Ust. dalam upaya penerapan Syari’at ormas, parpol Islam juga tidak satu suara, misal soal Piagam jakarta dan piagam Madinah? mungkin ada kajian tentang itu Ust. yang mana paling pas dalam konteks keindonesiaan? mohon pandangannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 47 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Stats

  • 86,713 hits

Feeds


%d bloggers like this: