DEBAT CAWAPRES MEMANAS TATKALA TERKAIT ISU AGAMA (Adakah hubungan Agama dengan Politik?)

24 June 2009 at 19:12 1 comment

Debat Cawapres sempat panas ketika membahas isu hubungan agama dan negara, begitu Republika 24 Juni 2009. Berikut ini beberapa cuplikan berita harian tersebut:

…..Menurut Boediono, agama harus diletakkan di tempat mulia. Tidak menjadi elemen politik praktis. Peran negara bertanggung jawab pada kebebasan beragama, hanya saja tidak boleh merugikan kelompok lain. “Begitu sakralnya hubungan antara kita dan Tuhan, oleh  sebab itu agama harus di atas politik.” (baca ‘Jilbab dan Pilpres’ di blog ini)

Wiranto menilai ada yang kurang tajam. “Yang disampaikan Pak Boediono normatif tetapi praktisnya membingungkan,” lanjutnya “Saya sependapat ada kaitan agama (dan) politik, tapi substansial. Nilai akhlak moral agama ditarik ke etika politik, sehingga ada politik santun, harmonis, tidak menyerang, karena politik tujuannya kesejahteraan”. Diteruskan “Jangan politik menghalalkan semua cara, sehingga kita bisa berpolitik dengan moral.”

Boediono membalas, “Saya kira tidak ada yang tidak setuju. Hanya masalahnya, di dunia nyata, ada beda antara kata dan perbuatan. Ini kuncinya. Saya kira kalau kita sama-sama satu kata satu perbuatan, jujur pada diri sendiri, kita aman damai sejahtera.”

Prabowo berpendapat, “Agama memang harus di atas ranah politik praktis. Agama adalah hal sakral, negara menjamin kebebasan beragama, negara fasilitator, pelindung masyarakat. Agama harus lepas dari politik praktis.”………

Begitulah pendapat tiga cawapres yang diberitakan Republika. Kata dalam kurung tambahan saya untuk kejelasan, begitu pula tulisan tebal dan miring untuk memberi fokus bahasan. Apa yang saya fahami tentang agama dan politik ternyata masih belum terwakili oleh pernyataan-pernyataan di atas. Agama bagi saya merupakan cara hidup di dunia fana dalam semua hal, termasuk makan-minum, pergaulan laki-perempuan, menyembah Tuhan, bekerja-berprofesi-berbisnis, dan BERPOLITIK. Semuanya saja harus sesuai dengan tuntunan agama yang terkait dengan permasalahan masing-masing. Contoh: makan-minum tidak boleh barang yang dilarang agama,  seperti babi dan minuman keras. Bekerja-berprofesi-berbisnis juga harus tidak melanggar tuntunan agama seperti: menjadi ‘pencuri’ (termasuk kaki tangan mafia), korupsi, menjual diri (melacur),  memproduksi-memperdagangkan barang haram. Menyembah Tuhan sudah tentu sesuai tuntunan agama (UNTUK YANG INI TIDAK USAH DIRINCI KARENA UMUMNYA MAKNA BERAGAMA DIANGGAP HANYA MASALAH YANG INI SAJA). Bergaul dengan lawan jenis juga harus sesuai ajaran agama yakni misalnya harus menikah jika ingin bergaul ‘intim’, mengikuti aturan muhrim. BER ‘POLITIK’ PUN harus sesuai ajaran agama. Bagaimana itu? Mari direnung apa dulu  yang dimaksud dengan politik itu.

Setiap manusia seharusnya memiliki pandangan tentang bagaimana tatanan suatu bangsa-negara yang baik. Visi itu lalu diperjuangkan dalam kegiatan yang disebut POLITIK, yakni upaya untuk menjadi penguasa (pengendali bangsa-negara) agar bangsa-negara ditata SESUAI dengan visi nya. Dalam politik ada dua bentuk aktifitas, yakni: 1). upaya-upaya untuk menjadi ‘ penguasa’ (umumnya melalui partai politik);  dan 2). upaya-upaya yang dilakukan setelah menjadi ‘penguasa’ (menyusun rencana kebijakan dan mengetrapkan kebijakan dalam menata bangsa-negara yang dikelolanya). Pada KEDUA BENTUK UPAYA itu harus juga sesuai dengan tuntunan agama. Contoh: 1). Sewaktu sedang berupaya menjadi penguasa (sering disebut berpolitik praktis, termasuk saat beraktifitas di partai politik untuk berebut memiliki  kekuasaan) maka semua kegiatan yang dilakukan juga  harus sesuai ajaran agama seperti: memilih partai politik yang memperjuangkan misi agama yang dipeluknya,  tidak melakukan praktek yang dilarang agama dalam berkegiatan sosial-politik seperti menyuap, menindas, mengancam, mengintimidasi, mencoleng, merusak hak orang lain, dan semacamnya. ( Apa ini yang sering disebut sebagai etika politik yang harus dipatuhi?). Saya justru ingin menekankan bahwa prinsip berpolitik seperti di atas itu adalah berpolitik sesuai ajaran agama. 2). Nah yang lebih menentukan lagi dalam hubungan politik dengan agama adalah jika seseorang atau sekelompok orang (katakanlah fungsionalris partai politik tertentu) sudah menjadi penguasa, seperti Presiden, Wapres, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, DPR, DPD dan jabatan publik lainnya.  Bukankah dia-mereka juga harus beraktifitas? Aktifitas-aktifitas mereka disaat menjabat itupun HARUS SESUAI PULA DENGAN AJARAN AGAMA. Kebijakan yang disusun harus sejalan dengan  ajaran agama di bidang yang bersangkutan, apakah ekonomi, hukum, budaya, hankam, dll. Jadi pada dimensi ini ajaran agama tidak bisa lagi  hanya dikategorikan sebagai etika yang abstrak dan tidak ada penilaian obyektifnya, namun sudah harus masuk pada sesuatu yang kongkrit, apakah kebijakan itu benar atau salah, sesuai dengan tuntunan praktis-detail  agama atau tidak. Berikut ini contoh bagaimana seorang Presiden seharusnya berpolitik sewaktu dia sudah menjabat dan sedang membuat kebijakan nasional agar  berpolitiknya SESUAI DENGAN TUNTUNAN AGAMA (Islam):

  1. Bidang Ekonomi: melarang riba pada lembaga keuangan negara, melarang bisnis maksiyat dan komoditas haram, memakai nilai tukar dengan emas atau setara pada perdagangan internasionalnya, memberi perlindungan dan subsidi mencukupi untuk mengangkat rakyatnya yang miskin agar cepat berdaya, memberi fasilitas dan gaji ‘kecil’ saja pada semua pejabat negara.
  2. Bidang Politik: memilih staf pemerintahan yang beriman, bertaqwa, jujur, amanah, fathonah, dan tabligh, sesuai dengan bidang keahliannya. Menata manajemen pemerintahan yang efisien-efektif dalam mensejahterakan rakyat.
  3. Bidang Budaya: kebijakan nasional yang diarahkan dengan tegas agar bangsa memiliki budaya yang luhur-beradab, yakni melarang permisiveness (budaya ‘serba-boleh’ sehingga bangsa menjadi liar dan tidak beradab), menutup aurat, mengikuti prinsip muhrim dalam pergaulan laki-perempuan, melarang perzinahan, ‘merawat’ kaum lesbian-homo.
  4. Bidang  Hukum: menindak tegas kejahatan, bentuk hukuman sesuai ajaran agama, keadilan ditegakkan dengan tidak pandang bulu
  5. Bidang Hankam: polisi-militer harus memiliki kemampuan profesional yang ditunjang peralatan canggih selain mereka memenuhi persyaratan keagamaan, mempersiapkan ‘rakyat untuk bela negara’ dengan kebijakan ‘wajib militer’ bagi pemuda Indonesia.

Makna hubungan ‘Agama dan Politik’ yang saya uraikan tersebut tentunya bisa digunakan pula sebagai bahan perbandingan dengan pendapat para Cawapres (‘sebatas yang sempat mereka sampaikan  dalam debat cawapres’) yang tertuang dalam pemberitaan Republika di atas. Juga silahkan dibaca buku saya “Islam Kaffah” dan :Mengelola Indonesia dengan Syariat”.

Indonesia, 24 Juni 2009

Entry filed under: Pemilu 2009, Politik. Tags: , , , , , , .

ADAKAH YANG DISEBUT SEBAGAI: ISLAM DALAM BINGKAI “KEINDONESIAAN DAN KEMANUSIAAN?” SUSAHKAH MENENTUKAN PILIHAN DALAM PILPRES TANGGAL 08 JULI NANTI? (Tidak GOLPUT, Lalu Bagaimana?)

1 Comment Add your own

  • 1. Aly Akbar  |  28 June 2009 at 16:58

    AsslmnAlaikumWrWb.

    Saya sangat setuju sekali dengan pandangan bapak. Tapi kita juga akhirnya harus memberikan pengarahan kepada yang lebih mendekati tidak boleh jadi golput kan pak ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 47 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Stats

  • 86,658 hits

Feeds


%d bloggers like this: