SUSAHKAH MENENTUKAN PILIHAN DALAM PILPRES TANGGAL 08 JULI NANTI? (Tidak GOLPUT, Lalu Bagaimana?)

2 July 2009 at 23:10 5 comments

PENTINGNYA MEMILIH PRESIDEN-WAKIL PRESIDEN

Memilih Presiden-Wakil Presiden  adalah hal penting dalam agama Islam karena akan menentukan nasib umat dan nasib orang senegara walau berbeda agamanya. Al Qur’an memberi tuntunan rinci tentang cara memilih Pemimpin, bahkan lebih rinci dari perintah shalat. Tuntunan tentang itu menjadi semakin rinci lagi jika mengkaji pula hadits Nabi Muhammad SAW.

Memilih pasangan Presiden-Wakil Presiden tidaklah sama seperti memilih calon anggauta DPR karena tidak akan dikaitkan dengan pilihan terhadap partai politik tertentu walau pencalonannya capres-cawapres dilakukan oleh partai politik. Begitu sudah masuk secara formal sebagai capres-cawapres (oleh KPU) maka rakyat harus melihatnya sebagai pasangan yang mandiri,  dinilai sebagai pribadi orangnya, bukan partai pengusungnya.

Kekuasaan yang dipegang Presiden-Wakil Presiden juga jauh lebih besar dan operasional dibanding para legislator (anggauta DPR-DPD) karena langsung masuk ke wilayah eksekutif. Menilai kualitas figur Calon Wakil Presidenpun (pasangan dari Calon Presiden) juga amat penting dalam memilih pasangan capres-cawapres dalam Pilpres  karena umur manusia tidak ada yang tahu, di mana apabila terjadi kematian atau halangan tetap lain pada Presiden maka Wakil Presiden akan otomatis menggantikannya menjadi Presiden dengan segala kewenangannya.

MENGAPA GOLPUT TIDAK BERMANFAAT, BAHKAN MERUGIKAN PERJUANGAN UMAT.

Setelah ada berbagai protes terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu Legislatif April lalu maka insyaAllah pada Pilpres Juli nanti semua warga-negara Indonesia di dalam dan luar negeri sudah memiliki kesempatan memilih Capres-Cawapres yang dikehendakinya karena mereka insyaAllah sudah masuk dalam DPT baru. Masalah yang kemudian timbul, khususnya bagi para pemilih muslim yang jumlahnya sekitar 90% dari semua pemilih, adalah pasangan mana yang akan dipilih ataukah akan Golput saja.

Kelompok masyarakat yang akan golput dalam pilpres nanti pada umumnya beralasan karena tidak ada pasangan calon yang cocok di hati. Pada pemilih muslim ada juga yang akan golput dengan alasan lain, yakni misalnya karena menganggap Pemilu itu adalah bagian dari Sistim Demokrasi yang tidak cocok dengan syariat Islam atau semua calon yang ada berkualitas ‘sekuler’ walau mereka muslim. Semua alasan tentang golput memang bisa diperdebatkan panjang lebar, namun tentu kita tetap harus mengambil putusan akan golput atau tidak. (Baca: Dialog saya dengan mereka yang menolak demokrasi dan mendukung Khilafah dalam artikel lain di blog ini).

Bagi non-muslim saya tidak bisa memberikan komentar apapun jika mereka menjadi golput karena hal itu memang menyangkut hak masing-masing sebagai individu warga-negara, namun kepada pemilih muslim saya berpendapat jelas keliru bila menjadi Golput dalam Pilpres nanti. Umat Islam seharusnya berpanduan pada Fatwa MUI terkait Pemilu. Kita sebagai muslim mestinya taat kepada Fatwa Ulamanya. Sebagai sebuah wadah nasional ulama mestinya fatwa MUI diperlakukan sebagai keputusan ‘Jumhur Ulama’ yang menjadi rujukan langkah-langkah yang harus diambil oleh umat Islam Indonesia. Jangan kiranya setelah ada fatwa MUI yang berskala nasional tadi lalu muncul lagi fatwa ‘beberapa’ ulama di negeri ini yang lalu menyebut diri sebagai ‘pendapat jumhur ulama’  dan isinya bertentangan dengan fatwa MUI tersebut. Apalagi jika hanya satu atau dua  ‘tokoh’ Islam yang tiba-tiba dengan gagah berani berpendapat beda, memposisikan diri seolah lebih hebat dari MUI, dan menganjurkan umat menentang Fatwa MUI tersebut. Cara berfikir dan perilaku ‘ulama atau pemikir Islam’ seperti itu tentu akan membuat umat Islam Indonesia tidak bisa bersatu sehingga menjadi mudah dikalahkan oleh musuh-musuh Islam dalam persaingan sosial-politik. Secara tidak disadari ‘ulama atau tokoh Islam’ yang berperilaku seperti di atas menjadi kepanjangan tangan musuh Islam yang tidak senang jika umat Islam berhasil dalam perjuangan sosial-politiknya di Indonesia.

MUI DAN TUNTUNAN ISLAM DALAM MEMILIH PRESIDEN

Secara ringkas dinyatakan oleh fatwa MUI dalam hal pemilu di Indonesia bahwa hukumnya adalah wajib memilih calon yang sesuai dengan kriteria Islam, dan haram hukumnya jika ikut memilih tapi memilih calon yang tidak sesuai kriteria Islam atau menjadi Golput padahal ada calon yang sesuai dengan kriteria Islam. Apakah dalam pilpres nanti calon-calonnnya tidak sesuai dengan kriteria Islam? Apa MUI harus memberi Fatwa begitu terinci atau vulgar menentukan nama pasangan tertentu yang harus dipilih umat? Di negeri ini kapasitas MUI memang tidak memiliki kewenangan atau tidak mempunyai kewajiban formal menentukan mana pasangan Capres-Cawapres yang harus dipilih oleh umat Islam. Tentu banyak umat yang mengharapkan ketegasan MUI dalam masalah ini tapi rasanya harapan semacam itu belum dapat dipenuhi oleh MUI yang status sosial-politiknya dalam negeri ini bukan sebagai lembaga struktural kenegaraan maupun lembaga politik. Di negara lain bisa saja peran ulamanya lebih ‘decisive’ (menentukan), seperti misalnya Iran. Dalam sistem ketata-negaraan Indonesia posisi ulama Islam tidaklah begitu besar walau mayoritas penduduk Indonesia itu muslim (sekitar 90%) dengan jumlah sekitar 200 juta orang. Memang peran ulama Islam Indonesia harus diperjuangkan agar jauh lebih memadai dari yang sekarang ada, namun tentu bukan lingkup bahasan di artikel ini.

Jika menengok kembali bagaimana proses perumusan fatwa MUI tentang Pemilu di Padang Panjang lalu jelas di sana tampak adanya kemudahan dalam mencapai kesepakatan tentang apa kriteria Islam tentang pemimpin, yakni: beriman, bertaqwa, jujur, amanah, tabligh, dan fathonah, serta membela kepentingan umat Islam. Ada hal lain dalam perumusan yang tidak tersuratkan yakni bahwa jika  tidak ada satupun dari calon yang memiliki kriteria besar itu (secara sempurna), apakah harus golput atau tetap memilih? Dalam forum itu lalu dirujuklah pendapat Ibnu Thaimiyah bahwa rakyat tetap harus  memilih di antara calon-calon muslim yang ada, yang paling kuat kualitas keislamannya dan jelas-tegas pemihakannya terhadap kepentingan umat Islam.

Dari sisi lain juga harus difahami bagaimana substansi al Qur’an tentang ktiteria pemimpin ini. Jelas tercantum dalam al Qur’an larangan umat memilih pemimpin yang kriterianya: nasrani, yahudi, dan orang-orang yang mempermainkan dan meremehkan agama Islam (lihat surat al Maidah ayat 51 dan 57). Oleh sebab itu dengan melihat sisi larangan al Qur’an dan pendapat ulama salafus shaleh Ibnu Thaimiyah yang semuanya sudah tercakup dalam pertimbangan Fatwa MUI tentang Pemilu maka menjadi mudah bagi umat Islam Indonesia bagaimana mengambil kesimpulan siapa di antara ketiga pasangan capres-cawapres di pilpres 2009 nanti yang sesuai dengan kriteria Islam untuk dipilih dan tidaklah akan menjadi golput. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam langkah-langkah Islami kita nanti.

KESIMPULAN

Sebagai muslim tidaklah sulit untuk memilih seorang Calon Presiden karena tuntunan Islam tentang itu amat jelas. Dalam al Qur’an ditegaskan tidak boleh memilih Yahudi, Nasrani, dan Orang yang memandang rendah atau mempermainkan agama Islam. Dalam hadits dirinci lagi, termasuk aspek genderpun diuraikan.

Jika ada lebih dari satu calon muslim maka pilihlah yang lebih baik kualitas Islamnya dan lebih besar komitmennya terhadap umat dan agama Islam, dan jangan menjadi Golput.

Umat Islam tidak boleh terpikat pada slogan-slogan yang dibuat,  hasil survey, penampilan fisik, atau takut dicap primordial karena menggunakan pertimbangan ajaran agama Islam dalam menentukan pilihannya.

Selamat memilih pasangan Capres-Cawapres pada Pilpres nanti.

Indonesia, menjelang pilpres.

Entry filed under: Pemilu 2009. Tags: , , , , , , , , , , .

DEBAT CAWAPRES MEMANAS TATKALA TERKAIT ISU AGAMA (Adakah hubungan Agama dengan Politik?) MENCERMATI POLA DAKWAH ISLAM PASCA PILPRES, (Strategi Mendidik Umat Ke Depan)

5 Comments Add your own

  • 1. hairul Wz  |  3 July 2009 at 11:03

    mantab saya tidak golput dan insya Allah tetap pada putusan pertama pilih JK-Wiranto

  • 2. awambingung  |  3 July 2009 at 17:12

    yah, meskipun demikian, tetap saja membingungkan, karena tidak ada yang sesuai dengan kriteria… kalau toh menentukan yang paling sedikit madhorotnya, yang mana pula? toh semua menunjukkan pemolesan image. jadi pada mendadak islami… apa mungkin karena tujuannya pemerolehan suara dari mayoritas umat islam indonesia? mudah2an itu memang dalam masa perbaikan diri amin.. >>

  • 3. mohammad siddik  |  3 July 2009 at 23:53

    Tks, pak Fuad atas kiriman tulisan ini, sangat penting sebagai panduan agar mmat kita jangan ada yang masa boboh, alia sgolput.

    wslm

  • 4. Stop Dreaming  |  5 July 2009 at 16:39

    mari sukseskan pilpres

  • 5. abdillah w  |  5 November 2012 at 13:44

    jika anda seorang profesor, ulama, dosen atau org yg berpendidikan tinggi, apakah anda mau suara anda disamakan dengan suara orang2 b0doh, orang bambung, dan orang yg mau jual suaranya 20rb untk makan? artinya suara anda sama 1 : 1 dg mereka. tentunya tdk mau kan?… harusnya tokoh masyarakat, ulama dan orang2 yg paham tentang kebutuhan negara ini yg memilih pemimpin, bkn org bodoh yg tdk tau apa2 yg untuk makan bsok sja mereka tidak tau dpt dari mana? selamanya anda tdk akan pernah memenagkan partai islam krn org bodoh lebih banyak daripada anda/kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 47 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Stats

  • 86,658 hits

Feeds


%d bloggers like this: