MENCERMATI POLA DAKWAH ISLAM PASCA PILPRES, (Strategi Mendidik Umat Ke Depan)

10 July 2009 at 19:45 4 comments

Pasca hasil quick count Pilpres banyak sekali sms masuk ke saya dengan berbagai komentar. Di antara sms-sms tersebut yang rasanya perlu mendapat ulasan panjang adalah sms seorang teman yang berbunyi: “Umat mungkin tahu tentang SHOLAT yang benar menurut Islam. Tetapi tahukah umat tentang Sistem Pemerintahan dan Sistem Ekonomi yang benar menurut Islam?” Sms ini membuat saya berpikir, sebenarnya ke mana ARAH-SASARAN sms tersebut. Saya tahu bahwa pengirim sms tersebut  tidak sembarang, yakni salah seorang pimpinan ormas Islam yang mendukung Sistem Khilafah.

Alternatif yang sempat terfikir tentang arah yang dimaksud sms tadi adalah bahwa Dakwah Islam di Indonesia harusnya memFokus pada pemberian Materi tentang Sistem Pemerintahan dan Sistem Ekonomi Islam dalam proses pengelolaan negara. Walaupun demikian arah sasarannya masih saja menjadi tanda tanya bagi saya mengapa masalah itu dikaitkan dengan pemahaman umat mengenai permasalahan Cara Sholat yang benar. Terkesan bahwa umat harus dididik untuk memahami Sistem Pemerintahan dan Sistem Ekonomi Islam seperti/analog dengan memahami Cara Sholat yang benar, padahal keduanya kan mempunyai wilayah yang berbeda. Dengan kata lain, betulkah umat memang perlu didakwahi mengenai Sistem Pemerintahan Islam seperti halnya memberi bimbingan dalam Cara Sholat? Rasanya terlalu berlebihan jika ‘Umat pada Umumnya’ harus tahu cara memerintah sebuah negara dengan begitu detailnya sebagaimana halnya umat harus tahu bagaimana cara sholat yang benar. Bukankah akan menjadi beban yang amat berat dan bahkan hampir mustahil dicapai untuk membuat TIAP INDIVIDU umat Islam Indonesia memahami cara pengelolaan negara menurut tuntunan Allah SWT? Untuk masalah Sholat kasusnya jelas berbeda karena tiap individu umat Islam (dewasa) memang wajib menjalankan shalat sehingga harus tahu tentang cara sholat yang benar sampai detail. Sedangkan cara mengelola negara sesuai dengan tuntunan Islam (Sistem Pemerintahan Islam atau Sistem Khilafah) tidaklah otomatis menjadi kewajiban tiap individu muslim, namun hanya menjadi kewajiban Para Pejabat Negara yang muslim. Oleh sebab itu, haruslah dibedakan bentuk dakwah antara pengajaran Sholat bagi setiap insan muslim dengan pengajaran Sistem Pemerintahan dan Ekonomi Islam bagi umat Islam.

Pengajaran Islam untuk materi Sistem Pemerintahan Islam yang detail harus lebih selektif sasarannya, yakni perlu diberikan kepada Kader Partai dan Ormas Islam agar sewaktu menjadi pejabat negara mereka tahu apa yang harus mereka lakukan. Adapun untuk umat secara umum, bentuk materi dakwah terkait Sistem Pemerintahan Islam harusnya lebih berfokus pada peningkatan terus-menerus KESADARAN TAUHID, yakni ADA DAN MUTLAKNYA PENERAPAN SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM dalam kehidupan sosial-politik. Keyakinan akan Tauhid Sosial seperti itu untuk membuat  umat di dalam proses pemilu tidak bersikap GOLPUT dan menjadi mantap untuk memilih PARTAI ISLAM (partai yang berorientasi untuk menerapkan syariat Islam dalam pengelolaan negara apabila menang pemilu) dan memilih CAPRES Pro Syariat (yang mau/siap menerapkan syariat Islam bidang sosial kenegaraan bila terpilih).

Kasus yang terjadi di Indonesia sejauh ini memang amat memprihatinkan. Pada pemilu legislatif 09 April 2009 lalu Partai Islam kalah telak dari Partai Sekuler sedang dalam Pilpres 08 Juli 2009 Capres ‘santri’ yang ramai didukung oleh Ormas-ormas Islam diberitakan quick count juga rendah perolehan suaranya. Fenomena sosial-politik di atas menunjukkan bahwa DAKWAH ISLAM DI NEGERI INI keliru strategi dasarnya. Kekeliruannya terjadi oleh dua hal: 1). Para ulama-mubaligh di Indonesia umumnya mengajarkan Islam hanya sisi spiritual-ritualnya saja, lupa mengajarkan KETAQWAAN SOSIAL (meyakini dan menjalankan perintah Islam terkait masalah sosial-ekonomi-politik, termasuk memilih Partai Islam dan Capres pro-Syariat pada waktu pemilu); dan 2). Materi Dakwah sosial politik Islam yang diberikan tidak proporsional, berlebihan dan salah sasaran, yakni berharap setiap individu umat harus tahu detail sistem pemerintahan-ekonomi-politik Islam seperti halnya materi pengajaran cara sholat.

Fakta menunjukkan bahwa ulama-muballigh Islam di berbagai mimbar, seperti di Mesjid, Pengajian, TV, Radio dll, pada  umumnya membawakan materi dakwah hanya sekitar aspek spiritual dan ritual Islam saja, dan jarang sekali kalau tidak bisa dikatakan tidak pernah menyentuh materi  sosial-politik Islam. Pada sisi lain aktifis pendukung Sistem Khilafah atau Sistem Pemerintahan Islam begitu gencarnya berceramah tentang detail Teori Sistem Khilafah sehingga umat pada umumnya kehilangan makna operasional tentang sistem itu sendiri dan menjadi tidak mampu berperilaku nyata ke arah pemihakan kepada Partai Islam dan Capres pendukung syariat. Dalam beberapa kasus bahkan ada  pula upaya untuk membuat umat menjadi GOLPUT dalam pemilu dengan alasan pemilu bukanlah bagian dari Sistem Pemerintahan Islam. MaasyaaAllah (baca artikel sebelumnya dalam blog ini).

Demikianlah bahasan permasalahan umat Islam Indonesia terkait dengan dakwah Islam oleh para Ulama-aktifis Islam di negeri ini. Jelas sekali diperlukan perbaikan Strategi-Substansi-Fokus dalam berdakwah supaya Islam yang dipeluk oleh mayoritas penduduk di negeri ini bisa mendatangkan ‘rahmatan lil alamin’ karena negerinya dikelola sesuai tuntunan Allah SWT oleh Cerdik-Cendekia Muslim yang berhasil menjadi Pejabat Negara karena  mereka memperoleh dukungan sosial politik mencukupi dari umatnya yang telah tercerahkan oleh PROSES DAKWAH ISLAM YANG BENAR. Proses dakwah yang benar itulah yang menjadi tantangan dan akan membuat umat Islam pada umumnya lalu  memilih Partai Islam dan Capres Pro-Syariat dalam momen pemilihan umum.

Semoga Allah SWT menunjuki kita dakwah yang benar itu. Amien.

Surabaya, 10 Juli 2009

Entry filed under: Pemikiran, Politik, Syariat Islam. Tags: , , , , , , , , , , .

SUSAHKAH MENENTUKAN PILIHAN DALAM PILPRES TANGGAL 08 JULI NANTI? (Tidak GOLPUT, Lalu Bagaimana?) SUPAYA TIDAK KALAH DAN MENDERITA MAKA UMAT ISLAM WAJIB TAAT SYARIAT POLITIK (Mobilisasi Ulama-Ustadz untuk segera menanamkan Ketaqwaan Sosial, tidak hanya mengajar Spiritual-Ritual)

4 Comments Add your own

  • 1. mohammad siddik  |  10 July 2009 at 22:42

    Kang Fuad

    Tks atas tulisan ini yang menggugah kita semua untuk berfikir tentang hal2 yang strategik seperti ini. Saya yakin P’ Fuad mentargetkan pengiriman tulisan ini kepada ‘key persons’ dikalangan ummat ini dari berbagai lembaga seprti ddii, muhammadiyah, persis, dll. disamping individu muballighyang akeses pada internet / email. perlu kita bina networking melalui internet ini. saya rasa ini perlu disamping posting di blog nya pak Fuad, karena tidak semua orang buka blog, tetapi kemungkinnya dia akan membuka email yang diterimanya. sekian dengan salam dan doa semoga Allah terus menunjukkan kita kepada jalan yang diridhaiNYA mohammad siddik /dewan da’wah islamiyah indonesia, jakarta.

  • 2. Romeltea  |  18 July 2009 at 17:24

    Assalamu’alaikum pak… mohon izin translate artikel2nya ke dlm bahasa Sunda, untuk dimuat di Majalah BINA DA’WAH terbitan Dewan Da’wah Jawa Barat…. boleh pak ya… Jazakallah khairon

  • 3. fuadamsyari  |  19 July 2009 at 14:43

    silahkan, tapi juga sebutkan terjemahan dari artikel saya.

  • 4. Rasyid Emilly  |  24 July 2009 at 07:57

    Saya sangat setuju dan mendukung pendapat saudara kita yang menganjurkan untuk memperbaiki strategi dakwah, sasarannya terutama kepada setiap rumah tangga, lembaga2 pendidikan, Ormas dan Partai Politik. Betapa selama ini kita lalai dalam urusan dunia, dan juga bodoh dalam urusan beribadah. Dalam urusan beribadah kita rajin menyumbangkan do’a. padahal diri kita sendiri tidak bisa kita do’akan. dalam urusan dunia kita tertinggal dalam banyak hal, Banyak santri kita justru diajar sebagai pengemis sejak dini di Pesantren. Departemen Agama yang kita anggap akan melindungi dan mengayomi umat ternyata hanya sebagai alat kepentingan politik salah satu golongan. Keberadaannya justru membebani umat, terutama dalam semuaurusan yang dikelolanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 47 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Stats

  • 86,658 hits

Feeds


%d bloggers like this: