Archive for July, 2010

DISIPLIN, PRINSIP ISLAM YANG SERING DIABAIKAN UMAT, Satu Determinan Kekalahan Umat dalam Persaingan di Dunia Plural

  1. Dunia Islam sering mengeluh bahwa umat Islam terus mengalami kekalahan dengan fihak luar dalam berbagai bidang kehidupan nyata, seperti ekonomi, teknologi, sosial-budaya, politik, militer, dan lainnya. Penyebab kekalahan besar tersebut jelas banyak unsurnya, dan sering ulama maupun tokoh Islam menimpakannya pada faktor besar yakni kurangnya keimanan-ketaqwaan umat. Memang benar keimanan-ketaqwaan menjadi sumber utama kekalahan umat, namun jika dirinci lebih mendalam umat banyak menjadi keliru dalam menentukan aspek mana dari keimanan-ketaqwaan itu yang merupakan penentu (determinan) kekalahan umat dalam urusan keduniaan ini (ekonomi-sosial-politik-militer-sain-teknologi). Apakah ritualnya (jangan lupa orang kafir malah bisa lebih parah lagi dalam hal ketaatan menjalankan ritual agama mereka), atau akhlaknya (orang kafir juga nampak tidak lebih unggul kualitas akhlak mereka)?  Mari disimak sikap hidup manusia yang lebih spesifik dan amat strategis dalam menentukan keberhasilan hidup: DISIPLIN.
  2. Read more >>>

21 July 2010 at 19:28 1 comment

BAGAIMANA BENTUK ’TAJDID’ MUHAMMADIYAH DI ERA 2010, SE-ABAD SETELAH BERDIRINYA?

Selayaknya semua kaum muslimin Indonesia, terlepas aliran dan tingkat kedalaman  Islamnya, ikut memberi  Selamat atas berlangsungnya MUKTAMAR MUHAMMADIYAH di Jogjakarta, 3-8 Juli 2010. Muktamar ini sering disebut istimewa karena terkait usia Muhammadiyah yang mencapai 100 tahun atau satu abad. Banyak hal telah dialami oleh Muhammadiyah dalam kegiatannya sejak berdiri sampai sekarang ini, sehingga juga tidak mengherankan terdapat banyak komentar orang tentang Muhammadiyah, khususnya menjelang Muktamar istimewa tersebut. Di antara berbagai komentar itu tampak ada 2 hal yang menonjol, yakni analisis: 1). Muhammadiayh sebagai gerakan TAJDID (pembaharuan pemikiran Islam); dan 2). Muhammadiyah sebagai organisasi yang MANDIRI. Saya mengutamakan membahas yang pertama karena relatif kurang disentuh makna operasionalnya, di samping aspek kemandirian juga akan tergantung dengan pilihan bentuk tajdidnya. Jika tajdidnya tidak tepat  maka Muhammadiyah jelas tidak akan mudah bisa mandiri, akan selalu bergantung. Bergantung pada apa-siapa? Bisa saja bergantung pada ’uluran tangan’ Pemerintah, bergantung pada kemauan Negara Adidaya, bergantung pada arahan orang lain. Bagaimana mungkin ’tajdid’ bisa  begitu pentingnya?

Read more >>>

2 July 2010 at 17:58 2 comments


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

July 2010
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Stats

  • 132,558 hits

Feeds