Archive for September, 2010

BUDAYA LUHUR vs BUDAYA RUSAK, Mana yang Berkembang di Indonesia?

PENGANTAR

Sebuah negara akan runtuh jika akhlak penduduknya rendah. Sebuah bangsa akan hancur jika budayanya rusak. Sebaliknya suatu bangsa-negara akan jaya berkesinambungan jika akhlak penduduknya mulia dan luhur budaya bangsanya. Keunggulam ekonomi tidak akan menghantar kejayaan bangsa berskala panjang, karena kekayaan ekonomi akan cepat habis jika bangsa itu rusak budayanya. Tatanan politik yang canggihpun tidak menolong karena tetap akan ambruk oleh ulah manusianya yang rusak. Membangun bangsa dengan mengutamakan aspek ekonomi dan menelantarkan akhlak mulia dan budaya luhur bangsa akan meruntuhkan bangsa-negara itu sendiri.

Read more >>>

18 September 2010 at 08:52 1 comment

DIALOG SOLUSI MENJAWAB TANTANGAN PADA ISLAM DAN UMAT ISLAM

Menjelang Iedul Fithrie 1431H atau 2010M, seorang teman yang ulama terkenal Jakarta, pemangku pondok pesantren besar, serta anggauta MUI Pusat mengirim sms membahas bagaimana bisa seorang pentolan Islam Liberal yang tulisan-tulisannya menuduh al Qur’an banyak kesalahannya ternyata akan menjadi Imam Shalat Ied di Masjid Agung suatu Propinsi di Jawa.  Dia mengeluh apa di Propinsi itu sudah tidak ada lagi Ulama? Beliau juga menyampaikan betapa umat Islam di AS amat tertekan, termasuk di sana ada kelompok Kristen yang akan membakar al Qur’an di tanggal 11 September lusa (hari peringatan tragedi WTC). Bagaimana AS sebagai negara yang katanya menjunjung tinggi HAM dan Demokrasi membiarkan di negerinya ada kelompok seperti itu?

Nah, begitulah tantangan yang dihadapi Islam dan umat Islam secara nasional maupun internasional. Belum lagi banyak kasus sebelumnya yang amat vulgar dan provokatif, seperti Salman Rusdi dengan Ayat-Ayat Setan, Wilder yang legislator Belanda mencerca al Qur’an, Kartun yang melecehkan Nabi Muhammad saw, dan bahkan sempat ada pernyataan Paus sendiri yang bertendensi menghina Islam. Terhadap provokasi-provokasi seperti itu banyak tokoh Islam Indonesia lalu menanggapi dengan membuat pernyataan “umat jangan terpancing oleh provokasi seperti itu lalu melakukan tindakan anarkis”. Begitulah umumnya jawaban klasik tokoh Islam Indonesia yang lalu diblow-up besar-besar oleh media masa. Benarkah respon sekualitas itu terhadap penghujatan Islam nasional-internasional yang begitu serius? Apakah respon seperti itu menunjukkan sikap ‘arif-bijaksana’ si tokoh atau merefleksikan kondisi loyo karena sudah bertentangan dengan ayat al Qur’an surat al Baqarah ayat 194. Logiskah pernyataan sedangkal itu dalam mereaksi  hujatan terhadap agama yang dipeluknya, Kitab Suci agamanya, dan Nabi yang diakuinya sebagai maksum. Bukankah pernyataan tersebut malah  bernuansa menuduh umat Islam itu cenderung anarkis? Astaghfirullah!

Terhadap sms beliau itu saya menjawab langsung ke pokok solusi  strategis sebagai berikut: (more…)

9 September 2010 at 18:34 2 comments

EVALUASI HASIL PUASA DEMI KESUKSESAN MASA DEPAN (Khotbah Iedul Fithrie 1431H/2010M) Disampaikan oleh: DR. FUAD AMSYARI

Bismillahirrohmaanirrohiim,

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.,

(Iftitah)

Allaahu Akbar (takbir 3x)

Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia,

Marilah kita memulai khotbah ini dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang terlimpah tiada putus-putusnya kepada kita, termasuk limpahan rahmat pada pagi hari ini, di mana kita bisa menunaikan shalat Iedul Fithrie bersama-sama dalam suasana penuh rasa syukur ke hadirat Allah swt. Dalam hidup ini banyak sekali kebaikan-keberuntungan yang sudah kita peroleh dan tidak layak jika kita mengingkari bahwa itu datangnya dari Allah swt. Di sepanjang proses hidup manusia akan selalu ada ruang di mana manusia itu harusnya bersyukur jika memang mereka itu benar-benar beriman.

Allah berfirman dalam al Qur’an surat Ibrahim ayat 7:

“Apabila kalian bersyukur maka Allah akan menambah kenikmatan yang kalian terima, dan apabila kalian mengingkari kebaikan yang kalian peroleh itu (bahwa itu karunia Allah) maka ingat adhab Allah itu maha pedih”.

Benarkah kita sudah banyak bersyukur? Apakah kita tidak menjadi sombong atau takabur dengan menyatakan bahwa semua keberhasilan yang kita raih  itu adalah karena prestasi sendiri, karena cemerlangnya pemikiran kita, karena usaha keras kita, karena kecerdikan kita? Jika begitu cara kita berfikir maka itulah yang disebut sebagai manusia yang tidak bersyukur dan diancam terkena adzab Allah itu sungguh pedih, menyakitkan. Manusia sombong yang tidak bersyukur hatinya gelisah, tidak pernah puas, tidak bisa tenang, melihat yang diperoleh tetangga jauh lebih hebat, perasaannya selalu bergolak, dan itu adalah salah satu bentuk adzab yang menyakitkan. Na’uudzubillahi min dhalik. Umat Islam dalam proses hidupnya harus  selalu berfikir cerdas-kreatif, bergerak dinamis, serta bekerja keras, dan kemudian hasil semua usahanya itu sepenuhnya diserahkan pada ketentuan Allah swt sebagai bentuk tawakkal, lalu disyukurinya sebagai karunia Allah swt. Pola pikir seperti itulah yang akan menjamin ketenteram hati (more…)

4 September 2010 at 06:52 Leave a comment


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

September 2010
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Stats

  • 132,558 hits

Feeds