Tatkala Sentimen Anti Imigran Muslim Merebak di Barat, MUSLIM INDONESIA PENDUKUNG MULTIKULTURALISME-PLURALISME MESTINYA KEMBALI KE SYARIAT KENEGARAAN AGAMANYA

16 October 2010 at 21:35 3 comments

Headline Republika 12 Oktober 2010 benar-benar menjadi pukulan telak bagi penganut faham multikulturalisme di Indonesia. Dalam era reformasi Pendukung faham ini sepertinya lagi naik daun oleh promosi sepertinya ada kecintaan tidak terbatas pada sesama, kesamaan hak setiap warga-negara, kebebasan mengekspresikan  keinginannya yang dijamin negara,  dan tidak terbelenggu oleh ‘adanya’ kekangan ajaran agama dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Agama tidak lagi diperlukan dalam membimbing manusia terkait urusan berkomunikasi antar sesamanya, dan harus diganti oleh faham kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berperilaku dalam lindungan negara. Mereka berkiblat pada masyarakat Eropah dan Amerika Serikat. Benarkah itu yang terjadi di negara Barat sana??

Kini terbukalah apa yang tersembunyi di dalam sistem mereka? Benarkah faham multikultiralisme di Barat itu bisa direalisir atau hanya utopia saja? Bukankah faham itu lalu seperti nasib Faham Komunisme yang mengajarkan adanya bentuk final kehidupan sosial-kemasyarakatan KOMUNIS tanpa aturan negara yang  digagas Karl Marx?

Diberitakan dengan tulisan tebal di harian itu (dalam kurung komentar singkat penulis):

  1. London, Inggris 5 Maret 2010: “Islam tidak cocok dengan gaya hidup Eropa. Islam adalah ancaman bagi nilai-nilai kehidupan kita. Islam dengan kebebasan, dengan demokrasi tidak akan sejalan” (MANA TEORI TOLERASI MEREKA?)
  2. New York, AS, 9 September 2010: “Umat Islam tidak pernah mendukung toleransi antar umat beragama. Di Makkah tidak boleh ada gereja atau sinagog. Sebab itu kita harus menentang dibangunnya masjid di lokasi WTC” (APAKAH KOTA NEW YORK SEBAGAI KOTA SUCI AGAMA MEREKA? MANA DALIL YANG MENUNJUK BEGITU DI DALAM KITAB SUCI MEREKA?)
  3. Berlin, Jerman, 3 Oktober 2010: “Indentitas nasional Jerman kini terancam. Demokrasi Jerman, kemakmuran ekonomi Jerman, kini terancam oleh ideologi politik Islam. Islam adalah komunisme masa kini”. (POLITIK ISLAM MEMANG KONSEP YANG BERBEDA DENGAN POLITIK SEKULER, MENGAPA TIDAK SIAP BERSAING SECARA DEMOKRATIS?)

Politik ‘Anti Imigran Muslim’ terus mendapat angin di Eropa dan Amerika Serikat. Begitu awal beritanya. Disebutlah nama-nama seperti Geert Wilders dari Belanda, Kristina Schroeder dan Horst Seehofer di Jerman, Jimmy Akeson di Swedia, Heinz Christian Strache di Austria, Sharron Angle di AS. Luar biasa. Jelas sekali kini TERBUKA SECARA VULGAR adanya sentimen anti Agama Islam dan Orang Islam di wilayah tersebut yang sebelumnya dicitrakan oleh MEDIA secara luas sebagai negara yang demokratis, pembela HAM, menerima dengan besar hati pemeluk agama dan kultur apapun dalam negaranya. Nyata terbukti bahwa sesungguhnya mereka TIDAK SEPERTI YANG DIBERITAKAN. Mereka meneriakkan anti Agama Islam dan Orang Islam untuk masuk dan menjadi bagian integral dari negeri itu dengan berbagai dalih dan alasan. Inilah sesungguhnya indikasi datangnya ajal dari faham Multikulturalisme, faham Pluralisme, dan faham Sekuler lainnya. Masihkah masuk akal jika ada orang Islam Indonesia yang mau berfaham sekonyol itu, membuang prinsip agama Islam dalam kehidupan berbangsa-bernegara yang begitu logis, tertib, adil, dan berbudaya. Kapan mereka terbuka akal fikirannya? Sungguh memprihatinkan jika masih ada muslim Indonesia yang berfaham sesat seperti itu di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Esoknya seorang teman dari sebuah Ormas Islam kirim sms berikut:

“Sinode Vatikan dalam Konferensi Pemimpin Kristen (11Okt 2010):  ‘Politik Islam Ancaman Bagi Semua’ (republika.co.id 13/10). Ta’liq: (1) Maha Benar Allah yang berfirman tentang mereka: ‘…mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan dalam hati mereka adalah lebih besar lagi…’(surat Ali Imron 118). (2) Islam berbeda dengan agama yang lain. Islam tidak mengenal Islam Politik, Islam Moral, Islam Moderat, dan Islam Radikal. Islam adalah Dien, dan khilafah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Islam. Upaya memisahkan politik dari Islam sama dengan menghancurkan Islam”.

Saya berikan jawaban sms sebagai berikut:

“Dalam kehidupan itu ada berbagai segmen. Agama Islam memberi tuntunan cara hidup dalam semua segmen kehidupan tersebut, sehingga ada Ritual Islam, Moral Islam, Politik Islam dsb. Heboh yang sedang terjadi di Eropah dan Amerika Serikat sekarang memang terkait dengan Politik Islam karena konsep Islam tentang segmen kehidupan politik tersebut yang menjadi LAWAN IDEOLOGI SEKULER Barat. Jika Politik Islam bisa direalisir dalam kehidupan maka mereka akan kehilangan DOMINASI dalam MENGUASAI DUNIA. Politik Islam itu sering disebut juga sebagai Islam Politik. Khilafah adalah bagian dari Politik Islam tersebut.”

Bagaimana Islam mengatur adanya multi-kultur dalam masyarakat? Jelas sekali Islam tidak melarang orang beragama lain menjadi imigran maupun warga-negara. Pada zaman Rasulullahpun di Madinah sendiri banyak penduduk yang beragama Yahudi dan Nasrani. Kultur orang di Madinah juga bermacam-macam, baik dalam cara makan, minum, dan berpakaian. Bahkan cara beribadah ritualpun bermacam-macam sesuai ajaran agama masing-masing. Yang harus menjadi perhatian adalah bahwa peribadatan ritual dengan cara di luar tuntunan agama dilarang, yang juga berlaku bagi orang Islam.  Kultur yang berkembang juga harus dipandu oleh tuntunan agama masing-masing.

Kultur yang BERAKAR PADA TUNTUNAN AGAMA tidaklah dilarang. Jika tidak ada dasar landasan agamanya maka kultur yang dipakai harus sesuai perundang-undangan negara yang mengacu ajaran Islam tentang kultur manusia. Pergaulan antar pemeluk agama yang berbeda juga diberi kebebasan luas. Boleh berdagang, berbisnis, dan berkomunikasi lainnya namun tentu ada batas-batas rambu yang tidak boleh dilanggar. Penyebaran agama ke pemeluk agama lain tegas dilarangPerkawinan antar agama harus memenuhi prinsip ajaran agama yang dipeluk oleh masing-masing calon. Bagi agama Islam para muslimah tegas dilarang kawin dengan lelaki yang non-muslim. Jika agama lain memiliki larangan yang ada akar ajaran agamanya maka juga harus diikuti, yang semua itu dipandu dan dikoordinasi oleh negara. Berpakaian macam apapun selama sesuai dengan ajaran agamanya juga tidak dilarang kecuali ke tempat publik harus menunjukkan tata berpakaian yang sopan menutup aurat. Berkerudung seperti para agamawan perempuan Kristen juga tidak dilarang, tetapi buka dada dan paha yang berlawanan dengan kesopanan agama tidak dibolehkan di tempat umum.

Dalam interaksi sosial, ajaran Islam membedakan adanya tiga bentuk rana kehidupan, yakni pribadi, kelompok seagama, dan ruang publik yang plural. Pada rana pribadi, sendirian seperti di dalam kamar atau di belantara hutan, tentu negara tidak akan ikut campur. Begitu juga di kelompok sesama agama, negara tidak akan melakukan intervensi apapun selama yang dilakukan memang sesuai dengan ajaran agama bersangkutan. Negara akan melibatkan diri melakukan penertiban jika kelompok yang seagama itu melakukan kegiatan yang berlawanan dengan ajaran agama tersebut. Dalam rana seagama ini orang Islam justru dilarang ikut serta dalam aktifitas kelompok agama lain baik terkait ibadah ritual maupun aktifitas kultural agama itu. Larangan tersebut berlaku apapun jabatan kenegaraan yang diemban si muslim, Presiden yang muslimpun tidak dibolehkan menghadiri acara seremoni ritual-kultural khas agama di luar agamanya. Dalam ranah publik maka jelas negara akan mengatur secara proaktif kehidupan bersama yang bersifat plural sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku, termasuk kebijakan yang diambil penguasa.

Dari contoh-contoh tersebut kini bisa difahami betapa jelas beda antara  pengelolaan Negara (yang masyarakatnya selalu) multikultur antara ajaran sekuler yang bersumber dari reka-rekaan manusia tanpa bimbingan Tuhan dengan ajaran Islam yang bersumber dari al Qur’an dan Sunnah Nabi. Manusia tinggal memilih mau yang Islam atau yang sekuler itu. Bagi muslim ada kaidah yang tegas yakni jika tidak ikut ajaran sosial-kenegaraan Islam pasti akan berakibat buruk pada diri dan masyarakat di mana dia berada, di samping di akherat akan memperoleh adzab Allah SWT (lihat artikel-artikel lain di blog ini).

Begitulah cara hidup berbangsa-bernegara menurut ajaran Islam terkait adanya multi-kultur dan multi-agama dalam sebuah negara. Islam sudah menyiapkan konsep tersebut karena sunnatullah sosial manusia memang akan plural jika berada dalam wilayah sebuah Negara. Tidak ada sentimen anti agama dan anti kultur di dalam ajaran kenegaraan Islam. Bukankah hal itu berbeda diametrikal dengan faham Multikulturalisme dan Pluralisme yang ujungnya ternyata bernuansa anti agama dan kultur tertentu seperti yang kini sedang marak di Barat? Mengapa orang Islam Indonesia tidak kembali ke ajaran agamanya dalam hal berbangsa-bernegara, bukannya malah mengadop faham orang lain yang ternyata merusak dan  membingungkan?

Surabaya, medio Oktober 2010.

Entry filed under: Pemikiran. Tags: , , , , , .

DAKWAH DI INDONESIA, Ulama-Ustad Merajut di ‘Siang Hari’ tapi Diurai Orang di ‘Malam Hari’? ILMU SOSIAL ISLAM vs ILMU SOSIAL ALA BARAT, Manakah yang Menyelamatkan Umat Manusia? JANGAN SALAH PILIH!

3 Comments Add your own

  • 1. Abdul Karim  |  19 October 2010 at 10:18

    Kalau barat takut dngan Islam adalah wajar. Mereka tahu akan kedodoran bila berhadapan dengan Islam di negerinya. Perkembangan Islam yang luar biasa di Barat dan terus akan berkembang bila tidak dihentikan dengan cara apapun. Dan yang paling ditakuti mereka adalah , sekali kalimat tauhid berkumandang di bumi barat, akan terjadi perubahan yang radikal, perubahan paradigma dalam semua aspek kehiduan. Ketakutan mereka persis sama dngan ketakutan para tokoh Quraish yang musyrikin. Dan terbukti, begitu Islam berterima, hampir seluruh jazirah Arab menjadi Islam, maka hilanglah dominasi kelompok tertentu atas kelompok yang lain. Dan ini yang paling ditakuti kelompok sekuler. Yang penting sekarang barangkali kita selamatkan dulu lingkungan/ negara kita. Untuk saudara-saudara kita yang di barat, kita bantu dengan do’a. Wallahu ‘alam

  • 2. Bambang Poernomo  |  24 October 2010 at 11:07

    Bukankah sudah dikatakan bahwa umat Islam, meskipun banyak, namun bagai buih yang terhanyut di lautan. Adalah tugas kita untuk membuat Islam agar mengakar di dalam masyarakat banyak. Di Indonesia maupun di negara Barat. Caranya dengan mengimplementasikan Islam secara kafah. Bukan sekedar menjalankan syariat dan hakekat. Mengamalkan ajaran Islam dalam kultur kehidupan sehari-hari, dalam diri sendiri, dalam keluarga, dalam kelompok kecil, akhirnya akan menyebar juga dalam kelompok yang lebih besar. Bahkan ke seluruh dunia. Wallahu’alam

  • 3. Muhsin MK  |  27 October 2010 at 11:41

    Bismillah. Terus kemukakan fakta fah mas fuad bahwa pemulung pemikiran multikuralisme, plurarisme dan liberalisme itu untuk cari makan. Kalau memperjuangkan syariah kan mereka pikir ga ada duitnya, miskin terus. Tapi kalo bikin proposal untuk menyebarkan faham sepilis itu ada dolar and, studi ke negeri donor gratis. Pemikirannya sendiri membingungkan kita karena yang disampaikan cuma iklan. Nah kalo iklankan ya cuma yang bagus bagusnya saja. Padahal seperti iklan rokok, yang bahayanya tidak dibesarkan. Itulah faham sepilis. Bongkar terus faham yang merusak islam ini mas. Agar rakyat tidak tertipu. Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 47 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Stats

  • 86,658 hits

Feeds


%d bloggers like this: