HIJRAH MENJELASKAN BAGAIMANA ISLAM BISA MEMBAWA DUNIA PENUH RAHMAT DAN KEDAMAIAN

5 December 2010 at 11:35 1 comment

Pemaknaan tentang Islam itu ”Rahmatan lil ’Alamin” sering keliru atau sengaja dikelirukan  demi alasan kepentingan materi atau politik. Bagaimana Islam bisa menjadi Rahmat bagi ’Alam jika dimensinya hanya individual, seperti: individu muslim itu tidak boleh berbuat jahat pada tetangganya, atau individu muslim harus mau memberi sedekah pada orang miskin. Bukankah banyak individu Non-Muslim melakukan perbuatan yang sama? Lalu apa bedanya Islam dan Non-Islam?

Apa memang itu sasarannya, menyamakan Islam dan Non-Islam, sama baiknya, sama utuhnya, sama masuk surganya, sama manfaatnya bagi perbaikan dunia dan alam-semesta? Kalau ya maka mengapa kita harus menjadi muslim? Begitulah propaganda ISLAM LIBERAL DAN ISLAM PLURALISME , dan bagi pemeluknya saya menanyakan apakah mereka berani menyatakan berganti-ganti agama di depan umum untuk menunjukkan benarnya keyakinan mereka?

Islam itu mampu membawa Rahmat bagi ‘Alam Semesta karena dalam ajaran Islam dikandung KONSEP BAGAIMANA HARUSNYA MENGELOLA BANGSA-NEGARA yang akan membawa bangsa-negara itu menjadi Pembawa Kesejahteraan bagi umat manusia dan ‘alam seluruhnya. Seandainya dunia ini berada dalam SATU PENGELOLAAN, katakanlah Bangsa-Negara Dunia, maka pengelolaannyapun harus sesuai dengan ajaran  Islam, baik dalam aspek Politik, Ekonomi, Budaya, Sosial, Hukum, Pendidikan, Pertahanan-Ketertiban, Lingkungan Hidup, dan dimensi sosial-politik lainnya. Ajaran agama Islam memang mengandung aspek itu. Barulah dengan demikian Islam akan mampu membawa Rahmat bagi ‘alam semesta. Sebaliknya, yakni jika suatu bangsa-negara tidak dikelola sesuai konsep sosial-kenegaraan yang diajarkan  Islam maka bangsa-negara itu akan menjadi PERUSAK ‘ALAM SEMESTA, memangsa habis-habisan kekayaan alam di dunia, mengeskploitasi penduduk, mendatangkan penderitaan rakyat bertubi-tubi, mengeruk harta yang dimiliki Negara lain, sedang kondisi di dalam negerinya akan mengalami kesenjangan sosial-ekonomi luar biasa dengan kerusakan akhlak atau dekadensi moral luar biasa, yang juga disebarkan  dengan paksa ke mana-mana. Potensi terjadinya kehancuran dunia seperti itulah yang membuat seorang Muslim apalagi Tokoh Islam kian termotivasi untuk TIDAK AKAN MENINGGALKAN AGAMANYA. Kalau seorang muslim itu hanya melihat agama yang dipeluknya sekedar mengajar dia untuk bisa menyembah tuhan (ritual) atau untuk berbuat yang baik pada tetangganya maka imannya sungguh amat RAPUH dan akan gampang dia MENJUAL dan bahkan berganti agama. Dia akan berfikir: “Kan sama-sama menyembah tuhan, sama-sama berbuat baik, apa halangannya untuk pindah agama?” Kalau hanya sebatas itu makna Islam yang difahami lalu apa motif dia untuk berdakwah agama Islam? Jangan sampai mendakwakan Islam hanya untuk mencari materi dan popularitas sosial (apalagi jika negerinya kebetulan berpenduduk mayoritas muslim).

Umat Islam harusnya menjadi muslim yang kokoh dan memegang teguh agama Islamnya karena mereka yakin bahwa HANYA agama Islam yang dipeluknya itulah yang MAMPU MENYELAMATKAN DIRINYA, KELUARGANYA, MASYARAKAT-BANGSA-NEGARANYA dari keterpurukan di dunia dan di akherat. Untuk keselamatan yang UTUH seperti itulah lalu dia (muslim) atau mereka (kaum muslimin) lalu hidup sesuai ajaran Islam dalam semua bidang kehidupan dan gigih memperjuangkan tegaknya ajaran Islam kesekitarnya. Bukankah itu yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw?

Kalau kemampuan seorang muslim memang masih ‘pas-pasan’, maka dia memang sudah boleh dinilai memadai jika hanya menjalankan misi individual-keluarga Islam saja, seperti beribadah ritual Islam dengan tertib, berbuat baik pada sekitar, membentuk keluarga sakinah melalui pelaksanaan syariat Islam terkait dengan  pengelolaan keluarga. Namun pantaskah itu jika  individu muslim tersebut sudah memiliki kemampuan lebih? Jelas NAIF atau KONYOL jika dia hanya sekedar melakukan hal-hal sebatas itu dalam berislam. Dia harus berusaha menyelamatkan dunia manusia yang lebih luas, tidak sekedar diri, keluarga, dan tetangga-temannya saja. Dia harus bergerak maju menyelamatkan masyarakat-bangsa-negara-dunianya dari keterpurukan karena dikelola tidak dengan cara yang diajarkan oleh Islam di bidang sosial-kenegaraan. Maka seorang muslim yang benar dan sudah tercukupi kebutuhan vital hidupnya, apalagi jika sudah menjadi tokoh umat, tentu akan berjuang keras mengetrapkan Islam dalam lingkup bangsa-negara karena Islam dalam wilayah itulah (ISLAM POLITIK) yang akan mampu memberi manfaat bagi banyak orang. Bayangkan jika konsep Islam dalam masalah sosial-kenegaraan bisa diterapkan di Indonesia maka tentu akan bisa  membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia yang plural dan berjumlah  230 juta itu, terbebas dari eksploitasi bangsa-negara lain, terselamatkan kekayaan alamnya dari jarahan orang lain, dan tercegah rakyatnya dari budaya asing yang membawa dekadensi moral. Betapa besar berkah Allah swt yang akan diterima oleh Pejuang Islam seperti itu. Allahu Akbar. Maka seharusnya semua Ulama, Kyai, Pengurus Ormas-LSM Islam, dan aktifis Islam lainnya bergerak ke arah itu, tidak sekedar mengajak umat Islam Indonesia hanya untuk melakukan ibadah mahdhah atau berakhlak mulia, tapi juga mengajak umatnya memilih SYARIAT ISLAM DALAM MENGURUS NEGERI INI. Secara operasional ajakan tersebut berarti penyadaran agar umat Islam MEMILIH PARTAI DAN FIGUR YANG MAU MENGETERAPKAN SYARIAT SOSIAL-KENEGARAAN ISLAM DALAM  PEMILU. Pilihan pada yang selain itu, seperti memilih Partai dan Figur Sekuler, jelas sekali haramnya.

Hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah adalah peristiwa yang menandai  perubahan Strategi Dakwah-Praktek Islam, yakni dari dakwah-praktek  Islam skala individu dan keluarga KE skala Pengelolaan Bangsa-Negara secara Islami. Mari umat diajak memahami makna hijrah Nabi tersebut dengan utuh, jangan diselewengkan dengan memaknainya amat sempit yakni hjrah dari aktiftas yang buruk ke aktifitas yang baik. Tanpa hijrahpun Nabi sudah mengajak manusia meninggalkan perbuatan buruk dan banyak berbuat baik. Nabi hijrah untuk membentuk TATANAN NEGERI YANG ISLAMI, MENGERTRAPKAN SYARIAT SOSIAL-KENEGARAAN ISLAMI DALAM PENGURUSAN BANGSA-NEGARA. Dengan pendekatan baru itulah maka Islam di masa Nabi menyebar ke segala penjuru dan membawa rahmat bagi banyak manusia dan alam sekitar, diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin sehingga mendatangkan berkah semakin luas lagi, membawa peradaban baru dunia yang luar biasa indahnya. Silahkan diakses artikel lain diblog ini terkait rincian konsep operasionalnya.

Selamat Memasuki Tahun Baru Hijrah 1432H dengan Semangat baru dalam berislam untuk kesejahteraan dunia dan ‘alam semesta. Jelas dalam ajaran Islam amatlah terlarang untuk merayakan tahun baru dengan berhura-hura menghamburkan harta, bermegah-ria padahal di tetangga dan belahan wilayah dunia lain banyak manusia yang sengsara-menderita.

Indonesia, menjelang 1 Muharam 1432H

Entry filed under: Pemikiran. Tags: , , , , .

PERBANKAN NASIONAL DALAM EKONOMI SYARIAH, Solusi Indonesia untuk Mengatasi Krisis Ekonomi Global HAM TANPA PANDUAN SYARIAT ISLAM AKAN MERUSAK TATANAN SOSIAL UMAT MANUSIA

1 Comment Add your own

  • 1. moh.ali aziz  |  14 December 2010 at 23:00

    This is the first time I comment your brilliant thought, just becasue of poor skill on IT. Jazakallah wa baroka fi umrika wajihadik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 47 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

December 2010
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Stats

  • 86,713 hits

Feeds


%d bloggers like this: