HAM TANPA PANDUAN SYARIAT ISLAM AKAN MERUSAK TATANAN SOSIAL UMAT MANUSIA

19 December 2010 at 21:40 1 comment

Sabtu, 18 Desember 2010 kemarin saya diundang sebagai pembicara dalam forum Talkshow “HAM: Pembebasan atau Penjajahan” oleh Moslem Students Association of Economic and Business Faculty (MoSAIC)  Universitas Airlangga. Pada saya diminta membahas judul ‘HAM: Bukan dari Islam’ dengan kisi-kisi pembahasan terdiri tiga materi: 1). ISLAM: Sistem aturan kehidupan yang sempurna; 2). HAM: Menjadikan nafsu sebagai Tuhan; dan 3). Islam tidak mengakui HAM dalam makna tidak ada kebebasan yang tanpa batas, Syariat Islam adalah Pembatas yang jelas atas semua aktifitas seorang muslim.

Saya hadir dengan menyiapkan materi (bentuk power-point) yang sebagiannya saya ambil dari penyajian saya dalam Seminar Internasional Ekonomi dan Hukum Islam di IAIN Jambi bulan sebelumnya untuk menerangkan: Apa itu Islam, Ukuran Kualitas Orang Islam, dan Masalah Umat Islam di Indonesia. Kemudian saya lanjutkan dengan materi: HAM dalam pandangan Islam, HAM di UUD ’45, dan terakhir tentang HAM yang berkembang tanpa panduan Syariat dan berakibat merusak tatanan sosial di manapun manusia itu hidup, termasuk di Indonesia.

Pada ujung pembahasan saya meminta umat Islam Indonesia waspada bahwa salah satu Strategi besar musuh Islam untuk menghancurkan umat adalah pemanfaatan isu HAM, bukan propaganda melakukan Pemilu yang demokratis karena ternyata banyak negeri muslim dengan sistem Pemilu justru membuat Ideologi Islam memenangkan pemilu sehingga musuh Islam menjadi kelabakan.

Peserta diskusi umumnya dosen dan mahasiswa yang cukup kritis.  Di antara mereka ada yang menanyakan mengapa justru banyak orang Islam di Indonesia sendiri yang ikut berusaha merusak prinsip Islam, termasuk menggunakan isu HAM secara salah sehingga membuat sebagian umat jadi tersesat memilih cara hidup di luar Syariat dalam perilaku sosialnya. Saya menyatakan bahwa hal itu mudah difahami karena Kualitas Keislaman banyak umat Islam Indonesia, khususnya tentang masalah sosial politik, amat lemah karena Dakwah Islam oleh para Ulama dan Muballigh jarang, kalau tidak dikatakan, nihil dalam memberikan materi sosial-politik. Di samping itu bisa saja orang Islam yang agresif menjadi corong HAM ala Non-Islam itu memang sudah menjadi bagian propaganda musuh Islam, disadari (karena dibayar) atau tidak disadari (karena lengahnya dia dalam memandang mana cara hidup yang benar).

Penanya lain menyimpulkan bahwa masalah HAM memang sudah masuk ranah sosial-politik, bukan ranah pribadi sehingga untuk mengatasi isu  tentang HAM yang salah tidak bisa dilakukan oleh individu per individu tapi harus oleh muslim yang sadar sebagai Kekuatan Kelompok. Saya menjawab bahwa pendapat itu benar karena substansi nilai non-Islam yang dimuat dalam HAM sudah dipropagandakan dengan gencar disertai Dana besar tidak hanya berskala nasional Indonesia namun sudah skala dunia, di mana PBB sebagai lembaga internasional sudah menjadi sasaran dalam jaringan mereka. Umat Islam hanya akan bisa mengatasinya secara efektif jika BERSATU, baik skala nasional dalam negeri maupun internasional sesama negara muslim untuk mengoreksi substansi HAM yang merugikan umat manusia. Silahkan melihat artikel sebelumnya di blog ini tentang makna HIJRAH.

Semoga Allah SWT membuka hati umat Islam terutama TOKOH Islam yang di Ormas-LSM Islam dan Parpol Islam untuk sadar dan teguh membentengi umatnya dengan mendakwakan Islam tidak hanya aspek Ritual-Akhlak Islam belaka tapi juga POLITIK ISLAM agar bisa  memenangkan pertarungan politik dalam skala nasional dan internasional sehingga bisa menangkal nilai yang merusak kehidupan umat manusia.

Power Point penyajian saya bisa dilihat dalam lanjutan pengantar ini.

:: CLICK TO DOWNLOAD ::

Indonesia, masih terkait Tahun Baru 1432H

Entry filed under: Agenda, Sosial Budaya. Tags: , , , , , , .

HIJRAH MENJELASKAN BAGAIMANA ISLAM BISA MEMBAWA DUNIA PENUH RAHMAT DAN KEDAMAIAN Pengantar Narasi Presentasi dalam Seminar Internasional tentang Hukum dan Ekonomi Syariah di IAIN JAMBI

1 Comment Add your own

  • 1. M Zainuddin Qodir  |  20 December 2010 at 12:53

    Ada Hak Asasi Manusia (HAM)
    Ada Tanggungjawab Asasi Manusia (TAM)
    Ada Kewajiban Asasi Manusia (KAM)
    Tidak adil dan tidak bisa dikabulkan kalau hanya menuntutHAM, tanpa memperhatikan KAM, dan TAM. Malah yang akan terjadi adalah pelanggaran HAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 47 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

December 2010
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Stats

  • 86,658 hits

Feeds


%d bloggers like this: