KORUPSI DI INDONESIA, PENYEBAB (Causal Factor) Rusaknya Negeri atau AKIBAT (Impact/Implication) dari suatu Ideologi Politik?

31 May 2011 at 20:01 1 comment

Korupsi makin marak saja, terkait berbagai lapisan, termasuk Partai Politik. Kalau sebelumnya melanda tokoh PDIP, PPP, Golkar, kini menimpa Partai Demokrat. Banyak tokoh dan media sepertinya lalu histeria untuk memberantas korupsi seolah-olah korupsi itu sebagai penyebab rusaknya negeri ini, dan jika korupsi  berhasil dibabat maka negeripun seakan terjamin menjadi Negara yang adil-makmur-maju-jaya. Saya mengingatkan bahwa Korupsi bukan sebagai ‘Causal Factor’ segala kemelut yang terjadi di negeri ini.  Korupsi malah hanya sebagai dampak dari pengelolaan negeri yang salah. Kekeliruan pengelolaan negeri adalah akibat dari aplikasi suatu ideologi politik dan itulah sesungguhnya faktor penyebab berbagai kemelut yg terjadi di Indonesia, di mana salah satunya adalah korupsi. Kalau penyebab ini tidak dikoreksi jangan mimpi bisa memberantas korupsi di negeri ini, karena fenomena itu berkait kelindang dengan berbagai komponen lain dari sistem sosial politik yang sedang dilaksanakan. Saya mengirim sms ke teman2 untuk mendudukkan permasalahan korupsi itu.

Saya:

Korupsi jadi PENYEBAB rusaknya NKRI? Coba cek sejarah: KORUPSI mulai berkembang di Orde Baru. Reformasi yg maunya memberantas KKN ternyata korupsinya malah marak ke pelosok2 negeri. Apa denominatornya? Negara dikelola secara SEKULER oleh Partai Sekuler . Dampak negatif lainnya juga tampak: Sumber Daya Alam (SDA) terkuras dieksploitasi asing, Akhlak bangsa rusak, AIDS menyebar, Kedaulatan melemah. Sebab kausalnya tentu masalah Ideologi Politik yang sedang dijalankan itu. Solusi mendasarnya menjadi jelas: ‘Partai dengan ideologi Non-Sekuler  (partai berAsas Islam) yang harus ganti memimpin Negara’. Mari dukung mereka di Pemilu.

Banyak respon yang mendukung. Selain itu saya juga mendapat respon yang agak berbeda dari seorang tokoh yang bukan dari Partai berAsas Islam dan lalu berujung dengan sebuah dialog sms yang menarik berikut ini.

Teman:

Lebih baik partai yang komitmen pada tegaknya hukum dan keadilan, bukan soal Islam dan tidak Islam. Nyatanya berdasar pemeringkatan internasional yang korupsinya bersih itu justru yang tidak Islam, sebaliknya di negara2 Islam banyak koruptornya. Pandangan Bang Fuad bagus tapi tidak realistik.

Saya:

Peringkat tersebut belum bisa jadi patokan karena tidak jelas kriterianya Penguasa Negara yang bersangkutan, dari Partai Islam atau Partai Sekuler, seperti misalnya kasus Indonesia  dengan peringkat korupsi yang tinggi itu. ‘Tidak Realistik’ mungkin dari pandangan sisi pesimisme bahwa Partai Islam bisa menang dari Partai Sekuler dalam pemilu di negara yang puluhan tahun dikuasai Partai Sekuler. Mari beranjak dari sisi keimanan dan ideologi, insyaAllah tesis yang realistik akan  mampu mengatasi krisis di NKRI adalah ‘NEW BLOOD & NEW IDEOLOGY’. KORUPSI BUKAN CAUSAL FACTOR YG HARUS DIATASI TAPI EFFECT YANG HARUS DIKOREKSI PENYEBAB KEHADIRANNYA.

Teman:

Justru karena keimananlah saya tidak setuju Partai Islam dijadikan satu2nya pintu yng dianggap benar bagi umat Islam. Saya setuju ada Partai Islam sebagai salah satu alternatif saja, sesuai dg HAM dan demokrasi. Maka kaum muslimin boleh memilih Partai Islam  dan boleh memilih Partai inklusif berketuhanan (istilah yang baru masuk ke saya, tampaknya teman ini tidak suka menyebut peristilahan partai sekuler). Faktanya di dalam partai inklusif banyak orang2nya yg bersih  dan di dalam partai Islam banyak juga koruptornya. Kalau wajah politik Islam dikaitkan dengan Partai Islam maka Islam yang besar menjadi terlihat kecil. Nilai2 kebaikan yg diperjuangkan oleh Partai Islam ternyata juga diperjuangkan oleh Partai inklusif berketuhanan.

Saya:

Tidak apa belum satu pandangan, mari saling mengingatkan. Alternatif mana yang efektif bisa memperbaiki umat dan bangsa, nanti sejarah juga yang akan membukanya. Sekali lagi, di era reformasi di mana secara legal bisa berdiri Partai berAsas Islam yang mengusung ideologi ‘Islam Politik’ abang fikir secara syar’i  mestinya para tokoh Islam berada dalam wadah itu, ramai2 memperbaiki, membesarkan, dan memenangkannya.

Demikianlah berakhir dialog dengan teman tersebut. Silahkan pula membaca artikel sebelumnya yang juga berisi dialog di blog ini.

Selanjutnya masuk pula sms yang sedikit berbeda nuansanya tapi masih berupa respon terhadap sms saya tentang korupsi itu

Teman:

Terhadap desakan Amnesty Internasional (AI) agar hukuman cambuk di Aceh dihapuskan, sebagaimana dilansir berbagai surat kabar (senin, 25 Mei)  maka Dewan Dakwah Aceh (via PERS RELEASE) & Kabid Dewan Dakwah (via Opini) telah membantah & menanggapi pernyataan intervensi pihak luar tsb. Mari bersama kita bela syariat Islam di Aceh.

Saya:

Benar, selain doa dan langkah2 temporer, kita juga harus memenangkan Partai berAsas Islam dalam Pemilu 2014 nanti sebagai jawaban tuntas. Ulama, kyai, dai, guru-ustad agama perlu dimobilisir untuk itu.

Teman:

Kita harus merapatkan barisan dan meningkatkan kerjasama  antar lembaga2, ormas2, dan tokoh2 Islam, khususnya di bidang dakwah dalam menghadapi berbagai ujian/desain yg sedang dan akan terus dihadapkan kepada umat. Sayangnya sebagian Pemimpin Partai Islam tidak mencerminkan akhlak Islam, banyak umat yg kecewa. Tidak bisa dengan memobilisasi saja, tapi juga harus dengan teladan, ibda’ bi nafsik.

Saya:

Saya sadar banyak pengurus Partai Islam perilakunya tidak ideal. Sebabnya variatif, terutama minimnya kader umat yang baik MAU masuk Partai Islam, dengan alasan macam2, al. Tidak ada waktu, tidak tertarik politik, takut karirnya terhambat (mungkin ‘bos’nya dari partai sekuler), tidak prospektif bisa menang pemilu, dll. Saya terus cari solusi, antara lain: ’Mengingatkan bahwa Nabi (Muhammad saw) jelas berpolitik membawa ideologi Islam. Mendukung Partai berAsas Islam itu wajib syar’i  bagi umat Islam’. Mari bersama benahi & besarkan  Partai berAsas Islam.

Masih saja ada teman-teman yang mengirim sms menyampaikan kekecewaannya terhadap perilaku fungsionaris Partai Islam yang tidak menggambarkan akhlak Islam sehingga umat menganggap sama saja antara Partai Islam dengan Partai Sekuler. Maka saya berikan jawaban sebagai berikut:

Muslim SHALAT (syar’i) ada yang jadi penjahat tapi persentasi penjahat dari kelompok itu jauh lebih rendah dibanding dengan persentase penjahat dari kelompok muslim yang TIDAK SHALAT.  Apa lalu menyamakan saja yang shalat dengan yang tidak? Partai berAsas Islam (syar’i) ada yang korup dan amoral tapi proporsinya jauh lebih rendah dibanding Partai Sekuler. Apa lalu disamakan saja, bahkan tetap berkutat di Partai Sekuler? Apa umat dibiarkan saja memilih Partai Sekuler? Kapan jeranya? Mari berfikir rasional untuk kejayaan Umat dan Bangsa.

Indonesia, akhir Mei 2009

Entry filed under: ekonomi, Pemikiran, Politik, Syariat Islam. Tags: .

AIDS Menyebar dan Naik Eksponensial, Mengancam Ketahanan fisik Bangsa. Pemicunya: KONDOMISASI, SEX BEBAS, HOMOSEKSUAL, dan NARKOBA. Bisakah Pemerintah Mengatasi? ‘ELITE UMAT’ MENIKMATI HIDUP NYAMAN DALAM SISTEM SEKULER, TOKOH ISLAM LAIN DIBUAT SIBUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP KARENA TERMISKINKAN. Maka ‘Islam Politik’ pun Terbengkelai, berakibat Umat dan Bangsa Kian Terpuruk

1 Comment Add your own

  • 1. habbats  |  1 February 2012 at 18:01

    Seandainya Allah ingin menjadikan semua mahkluknya taat pada aturan tiada satupun yg bisa menghalangi. Hikmahnya apa buat kita dengan masih adanya perilaku menyimpang dari oknum-2 itu pak. Matur nuwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 35 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

May 2011
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Stats

  • 64,084 hits

Feeds


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 35 other followers

%d bloggers like this: