MERESPON SIKAP GOLPUT & ANTI DEMOKRASI

10 June 2012 at 08:06 1 comment

Agak lama saya tidak mendapat sms tentang demokrasi dan golput terkait Islam Politik. Akhirnya datang pula ‘komentar’ tentang itu melalui sms sebagai berikut:

SMS MASUK: “Penolakan Raperda Syariat di Tasik oleh Mendagri menunjukkan kebohongan demokrasi yang katanya ‘suara rakyat adalah suara tuhan’. Jika aspirasinya untuk menegakkan hukum tuhan pasti ditolak, tapi jika aspirasinya untuk menegakkan hawa nafsu pasti dibela, maka yang benar (adalah) demokrasi telah menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan Pusat atas Daerah walau itu menjadi aspirasi daerah. Maka demokrasi hanya bebas untuk selain hukum Islam (surat Yusuf ayat 40), sehingga penganut demokrasi akan tersesat (surat al An’am ayat 116), dan azabpun akan segera datang (al A’raf ayat 96).”

SAYA JAWAB: “Yang salah itu figurnya, bukan demokrasinya. Coba jika umat memilih PI (Partai berAsas Islam) sehingga menang pemilu, dan Capres PI juga menang, maka Mendagri tentu orang  pro syariat dan Perda Syariat tidak terhalang. Jadi dukung-menangkan PI, mumpung PI belum dibredel  (seperti era orde baru)”.

SMS MASUK: “Maaf sejauh pengamatan saya PI yang ada sekarang hanya namanya saja. Perilakunya sama dengan Partai Sekuler. Bahkan ketika bicara tentang Lady Gaga sekalipun mereka bungkam”.

SAYA JAWAB: “Islam di masa Nabi berwajah UTUH: sebagai Aqidah, Akhlak, dan Partai Politik (HIZB). PI saat itu menjadi semakin besar dan kuat karena umat teguh bersamanya, bahkan sampai berhasil memimpin negara Madinah yang lalu dikelola Nabi sesuai syariat kenegaraan yang diajarkan Allah SWT. Pemilu masa kini berperan memberi bukti OBYEKTIF bahwa PI kuat dan layak karena didukung rakyat banyak untuk memimpin negeri (analog awal Nabi di Madinah). Apabila tidak puas dengan Partai berAsas Islam di Indonesia sekarang ini maka seharusnya aktifis Islam berupaya MEMPERBAIKI PI YANG ADA atau MEMBUAT PI BARU SESUAI STANDARNYA. Mendidik atau Dakwah Islam hanya akan bermakna besar jika ada materi Islam Politiknya (mewajibkan umat pilih PI  ‘HIZB ISLAM’ bukan Partai Sekuler). Cara tersebut amat rasional, nyata”.

SMS MASUK: “(Dimulai dengan menyebut nama seorang Cagub DKI) …. dalam acara uji kompetensi DKI-1 di Metro TV dia menyamakan fundamentalisme dengan premanisme, hunian kumuh,  banjir. Tentu yang dia maksud fundamentalisme adalah gerakan Islam. Semoga umat Islam memahami persepsi Cagub ini terhadap Islam dan umat Islam yang dia anggap sebagai masalah seperti premanisme, padahal  Islam adalah SOLUSI  bukan PROBLEM  seperti premanisme, kumuh/banjir”.

JAWAB SAYA: “Mengritik Cagub DKI yang menyamakan fundamentalisme dengan premanisme, banjir, dll? Coba dicermati Partai mana pengusunganya dan Tokoh Nasional mana yang vokal mendukung dia. Bukankah umat akhirnya berhadapan dengan kenyataan MEMILIH di PEMILU? Apa bersikap GOLPUT membuat dia tersisih? Bayangkan jika dia menang”.

SMS MASUK: “(Dimulai dengan menyebut satu nama Partai berAsas Islam), …. partai yang katanya Islam terus melorot pamornya  di masyarakat, ga ada satupun tokohnya yang menjadi panutan umat…….??

JAWAB SAYA: “Partai berAsas Islam kalah dalam pemilu karena umat Islam lebih memilih Partai Sekuler yang TIDAK BERMISI MENERAPKAN SYARIAT DALAM BERNEGARA. Anda tahu mengapa? Faktor utamanya: Ulama dan muballigh Islam umumnya tidak mengajari umat untuk berISLAM POLITIK. Begitu kekuasaan dipegang figur sekuler, agama Islam diabaikan Aqidah-Syariatnya, musuh Islam merajalela dengan isu2 agresifnya, baru ‘tokoh Islam’ memberi tanggapan ‘ilmiah’. Apa efektif merubah keadaan? “

Demikian beberapa dialog per sms dengan teman-teman yang saya tahu mereka adalah aktifis Islam, bahkan ada yang berkategori ulama.

Semoga bermanfaat dalam upaya membawa bangsa-negara yang mayoritas penduduknya muslim ini segera menjadi bangsa-negara yang maju dan sejahtera, penuh rahmat dan ampunan Allah SWT.

Indonesia medio Juni 2012

Entry filed under: Pemikiran, Politik. Tags: , , , , , , .

PEMBANGUNAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN AGAMA EFEKTIF MENGATASI KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN MORAL BANGSA ENVIRONMENT AND HEALTH NEEDS ASSESSMENT IN POST DISASTER SITUATION (Principles for Reconstruction)

1 Comment Add your own

  • 1. Muhsin MK  |  2 July 2012 at 07:26

    Assalamu’alaikum. Mas Fuad, memang ummat, termasuk sebagian ulama kita di Indonesia perlu pencerahan dalam masalah politik Islam, khususnya partai yang berasas Islam (PAI). Mereka hanya berfikir, berkata dan praduga saja terhadap PAI tanpa ikut terlibat, atau sekurang kurangnya mendukung agar PAI yang menang. Itu memang penyakit sebagian ulama dan ummat ini yang perlu disembuhkan oleh dokter, yang juga doktor politik seperti mas Fuad. Selama berjuang, semoga Partai Bulan Bintang (PBB) kembali berjaya dalam Pemilu 2014. Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 47 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

June 2012
M T W T F S S
« Apr   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Stats

  • 86,658 hits

Feeds


%d bloggers like this: