UMAT PERLU MELAWAN SERANGAN TERHADAP AJARAN ISLAM POLITIK

23 February 2013 at 20:18 Leave a comment

Pagi ini di Jawa Pos ada artikel berjudul “PROSPEK KUSUT ISLAM POLITIK”. Isinya bisa ditebak, ‘kesalah-fahaman’ tentang Islam Politik dan Partai Islam yang memberi efek dialektik menguntungkan ajaran sekuler dan  ‘Partai Sekuler’, pengusung Ideologi Non-Islam. Ideologi Islam berusaha dikerdilkan menjadi sekedar nilai umum yang abstrak seperti: sederhana (tawasuth), adil (i’tidal), keseimbangan (mizan). Luar biasa agresifnya upaya-upaya di negeri ini  untuk mengerdilkan makna Islam Politik dan mengecilkan tujuan mulia Partai Islam.

Karena tulisan-tulisan saya tentang Islam Politik dan Partai Islam sudah  sering saya sampaikan pada beberapa media nasional tapi tidak ada yang memuatnya (alasan prosedural atau politis/ideologis?) maka saya lalu banyak menulis sms pada teman-teman untuk mengingatkan adanya upaya pengerdilan seperti itu. Merespon artikel di Jawa Pos di atas saya lalu mengirim sms tentang makna Islam Politik dan pentingnya misi Partai Islam. Dari sms tersebut ada beberapa yang berkembang menjadi dialog menarik. Berikut ini dialog tersebut (untuk memahami lebih rinci silahkan membuka pula artikel-artikel  lain terkait Islam Politk dan Partai Islam di blog ini):

 

Sms saya:

     “METODA ISLAM (visi khas tentang kualifikasi Pimpinan Nasional, Ekonomi, Hukum, Pendidikan, Budaya, dll) akan membawa kejayaan bangsa. Metoda Islam itu tidak sekedar retorika nilai-nilai abstrak seperti ‘adil, egaliter, jujur’. Itulah ISLAM POLITIK, misi yang diemban Partai Islam. Berbeda jauh dengan misi Partai Sekuler (Partai Nasionalis??). Umat jangan disesatkan.”

Seorang teman yang Rektor Perguruan Tinggi Islam (UIN) mengirim sms:

       “Sangat setuju, hanya yang perlu dipikirkan adalah mencari orang yang mampu mengemban amanah untuk mengimplementasikan ajaran yang indah itu”

 

Saya jawab:

          “URUTAN KERJA/PROSESNYA ADALAH: 1. Umat harus tahu yang benar; 2. Menangkan Kelompok Politik pengemban amanah tersebut; 3. InsyaAllah nanti akan terpilih Pimpinan Bangsa yang akan melaksanakannya.

Ke tiganya perlu dikerjakan SIMULTAN, dengan bobot sesuai kapasitas masing-masing. Salam pada keluarga dan teman2”.

Ternyata teman tersebut  masih mengirim lagi sms berikut:

        “Agar masyarakat tahu terhadap yang benar, di negeri ini pendidikan berbasis agama perlu dikembangkan terus menerus, baik terkait format, keilmuan, kelembagaan,  dan daya dukung yang lain. Saya sedih banyak lembaga pendidikan tinggi Islam yang hanya mengkaji hal yang bersifat ritual, debat soal hisab dan rukyat, hingga menjadikan lupa bicara hal bersifat kehidupan yang luas seperti politik, ekonomi, dst”

(Tentu maksudnya konsep politik, ekonomi, dst yang diajarkan oleh Syariat Islam sesuai tuntunan Qur’an -Hadits)

Saya jawab ringkas:

         “Benar, perlu segera dikoreksi dari semua arah”

(Maksud saya, semoga difahami,  termasuk koreksi dari sisi Pemegang Kekuasaan Negara yang amat menentukan kebijakan nasional untuk mendukung konsep pendidikan seperti itu)

Nampaknya teman itu sudah setuju karena tidak lagi memberikan respon. Selanjutnya kemudian masuk pula sms dari teman lain yang bernuansa pesimis dan frustasi melihat kondisi bangsa yang begitu memprihatinkan. Dia meminta jangan hanya berwacana dan menanyakan mana contoh tindakan kongkrit dari tokoh Islam dan Partai Islam.

Terhadap sms ini saya jawab singkat:

        “Mulailah dengan Wacana (apa yang benar dan salah), lalu susullah dengan Aktifitas-aktifitas yang relevan dengan itu, insyaAllah tidak akan menjadi pesimis dan frustasi dalam menghadapi kondisi negeri”

 

Umat Islam, khususnya para tokoh Islam seharusnya cepat mengoreksi ‘kesalah-fahaman’/ ‘disalah-fahaminya’ (yang dibuat secara sengaja atau tidak)  makna Islam, Islam Politik, Partai Islam, Partai Nasionalis, Partai Sekuler, demi kejayaan bangsa-negara.

Indonesia, penghujung Februari 2013

Entry filed under: Pemikiran, Politik. Tags: , , , , , , , , , .

MANUSIA SUKSES vs MANUSIA BAIK Paradigma Salah yang Merusak Peradaban: “AGAMA ITU RANAH PRIBADI/RITUAL, NEGARA/PEMERINTAH ITU RANAH PUBLIK”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 47 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

February 2013
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Stats

  • 86,658 hits

Feeds


%d bloggers like this: