Hizbullah, Partai Islam, Instrumen Nabi Untuk Menjadikan Islam Memimpin Negara

22 May 2017 at 14:36 Leave a comment

 Fuad Amsyari Ph.D

Dewan Kehormatan ICMI Pusat

 

I.   SYARIAT ADALAH KEWAJIBAN UNTUK DILAKSAKAN UMAT ISLAM

Keimanan dalam Islam tidak hanya sekedar meyakini keberadaan Sang Maha Pencipta alam semesta, yakni Allah SWT, yang Esa, tempat semua makhluk bergantung, tidak beranak dan diperanakkan, dan tiada ada yang menyamai kekuasaanNya (Qs al Ikhlas), tapi juga mewajibkan umat untuk mentaati tuntunan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Salah besar jika hanya mengakui eksistensi tuhan secara benar, Allah SWT,  tapi lalu mengabaikan perintahNya, karena perilaku seperti itu meniru perilaku iblis yang dilaknat Allah (Qs02:34).

Tuntunan Allah SWT yang tercantum dalam al Qur’an dan sunnah Nabi tidaklah hanya  sekedar berupa ibadah ritual (mahdhah) seperti shalat, puasa, haji, atau amal sosial seperti bersedekah, mendirikan rumah yatim, membuat rumah sakit, sekolah atau pondok, namun juga ada tuntunan bagaimana harusnya mengelola bangsa dan negara yang penduduknya plural, dalam masalah politik, ekonomi, hukum, sosial-budaya, ketertiban, dan keamanan (Qs05:49). Penerapan syariat kenegaraan Islam itu hanya bisa terselenggara  jika kepemimpinan masyarakat plural tersebut juga sesuai dengan syariat yang diajarkan Allah yakni Aktifis Islam yang berkualitas (Qs05:51-55).

Umat Islam wajib melaksanakan keseluruhan syariat Islam, berislam secara utuh atau kaffah (Qs02:208), tidak pilih2 hanya taat tuntunan yang disukainya saja. Berislam secara tidak utuh dalam kehidupan sosial diancam akan terhinakan kehidupan umat tersebut sebagai suatu kelompok sosial di dunia, sedang di akheratnya pada individu yang bersangkutan akan mendapat siksa yang pedih. (Qs02:85).  Jadi umat Islam wajib berjuang untuk tegaknya syariat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang penduduknya plural di manapun mereka berada, apalagi di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Suatu kenaifan dalam berfikir jika ada anggauta umat Islam yang mengusung, mendukung, dan memilih orang lain menjadi pemimpin dirinya, keluargamya, temannya,  dan negerinya, di mana pemimpin tersebut tentu akan membuat kebijakan nasional tidak sesuai dengan syariat Islam bidang kenegaraan.

II.   SYARIAT KENEGARAAN ADALAH HADIAH UMAT ISLAM UNTUK NKRI SUPAYA MENJADI BANGSA YANG MAJU, BERAKHLAQ MULIA,  SEJAHTERA, BERKEADILAN.

 Islam itu adalah agama yang membawa rahmat. Artinya jika syariat Islam itu diterapkan dalam kehidupan nyata maka masyarakat seplural apapun akan memperoleh kemuliaan sebagai bangsa karena akan berakhlaq mulia, sejahtera, dan berkeadilan. Itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah, bagaimana mengubah masyrakat plural di Mekah yang rusak secara sosial, berubah menjadi masyarakat yang beriman dengan benar, berbudi luhur, sejahtera, dan mercusuar dunia. Mari dicermati kasus apa yang kurang dari Muhammad bin Abdullah sebagai individu sebelum turunnya Islam. Beliau kaya, gagah-sehat-kuat, keluarganya kokoh, anak banyak, bangsawan lagi, namun bagaimana perilaku beliau dengan semua kehebatan individualnya tersebut? Bukannya berhura-hura, menikmati kekayaaan dan keperkasaan personalnya, namun justru berkontemplasi merenung ke gua Hira’, prihatin melihat masyarakatnya yang rusak, lalu berfikir keras bagaimana  memperoleh solusi bagi masyarakatnya yang rusak itu. Di sanalah lalu turun Islam untuk mengatasi ‘society’ yang berantakan menjadi ‘society’ yang  sejahtera penuh kemuliaan. Itulah hakekat misi Islam, berislam untuk kesejahteraan masyarakat, berislam untuk menghadir rakmat pada sekitar,  Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin. Agama Islam baru bisa mewujudkan rahmat pada kemanusiaan dan alam jika tuntunan Allah SWT diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Tuntunan Allah SWT yang mana yang mampu mengubah suatu society? Apa tuntunan ritual, tuntunan amal sosial? Bukan. Rasulullah baru bisa membawa kemuliaan dan kesejahteraaan bagi society nya yang plural setelah beliau menerapkan tuntunan  Islam bidang kenegaraan, tatkala sudah menjadi Pemimpin Formal Madinah yang plural penduduknya. Hanya tuntunan Syariat Kenegaraan yang bisa mengubah kondisi bangsa-negara. Itu adalah sunnatullah. Jangan berfikir bisa mengubah kondisi bangsa dengan hanya beritual (sendiri maupun beramai bersama-sama) atau beramal sosial saja karena amat tidak rasional,  bertentangan dengan sunnatullah. Beritual dan beramal sosial itu ranah individu yang hanya berperan sebagai target antara untuk menerapkan syariat kenegaraan yang mampu mengubah masyarakat menjadi baldatun thoyyibah. Perubahan sosial itu perlu proses dan proses sosial itulah yang harusnya diikuti oleh umat Islam jika memang bermaksud membawa kemuliaan bagi negerinya, tidak sekedar berislam secara  egoistik, ingin hidup di dunia kaya, terhormat, tenar, berkuasa, dan matinya masuk sorga. Itu misi egoistik dalam berislam, bukan mencontoh Nabi yang berjuang sepanjang hayatnya untuk menyelamatkan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat, umat manusia.

 Bagaimana proses untuk bisa mencapai tujuan mulia, berislam untuk kemajuan society, bukan berilam yang egoistik, untuk kepentingan pribadi semata? Menjadikan Islam itu rahmat bagi kemanusiaan dan alam semesta?

III.   HIZBULLAH, PARTAI ISLAM, ADALAH INSTRUMEN UNTUK MENGGAPAI KEMULIAAN & KESEJAHTERAAN UMAT DAN BANGSA

Dalam al Qur’an ditegaskan peran Hizbullah terkait proses pemenangan umat Islam untuk bisa memimpin negara yang plural penduduknya lalu bisa menerapkan kebijakan nasional yang sesuai syariat sehingga membawa kemuliaaan  dan kesejahetraan bangsa (Qs05:56). Masalahnya adalah bagaimana bentuk operasional  Hizbullah tersebut supaya sejalan sunnatullah,  mampu mencapai tujuan yang dicitakan, membuat Islam memimpin negeri dan menerapkan syariat kenegaraan dalam kebijakan yang dikembangkannya.

Mari dicermati berbagai ayat al Qur’an dan sunnah Nabi untuk menyusun ciri operasional Hizbullah, Partai Islam. Hizbullah  itulah yang secara langsung terkait dengan persaingan perebutan kepemimpinan formal di masyarakat plural, bukan kelompok ritual ataupun ormas-lsm Islam. Kepemimpinan dalam masyarakat plural  itu adalah ranah politik bukan medannya kelompok ritual atau kelompok amal sosial. Perjuangan kepemimpinan di dunia plural ini disebut sebagai perjuangan dalam Islam Politik, bukan dakwah ritual atau amal sosial. Prinsip perjuangan di ranah Islam politik ini juga dicontohkan Nabi sesudah hijrah ke Madinah. Ada beberapa langkah besar yang harus dilaksanakan umat untuk tujuan ini:

  1. Dalam masyarakat plural itu sendiri harus ada atau dibuat atau diadakan Hizbullah atau Partai Islam. Bagaimana bisa membesarkan dan memenangkannya jika keberadaannya sendiri tidak ada.
  2. Para aktifis Islam (ulama, ustad, guru ngaji, cendekiawan muslim, dll) harus mendakwahkan agama Islam tidak hanya ajaran ritual, akhlaq, dan amal sosial, namun juga harus menuntun umat akan keberadaan dan prinsip2 dalam tuntunan Islam Politik, mulai dengan yang mudah seperti ayat2 al Qur’an tentang kepemimpinan Islam di dunia plural (a.l. Qs03:28, Qs05:51, dan sirah Nabi sebagai Kepala Negara Madinah)
  3. Penerapan prinsip ajaran Islam terkait ciri operasional Hizbullah, Partai Islam, yang harus dibentuk-dikembangkan, yakni:
  4. Dipimpin oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yakni Tim Ulama (Aktifis Islam yang memahami tuntunan Islam bersumber Wahyu dan Sains), yang dipilih oleh umat/ anggauta Partai secara langsung atau melalui perwakilan.
  5. Managemen Hizbullah akan dijalankan oleh Pimpinan Partai yang dipilih dan diganti oleh AHWA sesuai ketentuan
  6. Pimpinan Partai bekerja di bawah pengawasan terus menerus oleh AHWA agar kebijakannya tidak menyimpang dari syariat Islam terkait berpartai politik
  7. Pimpinan Partai di semua tingkatan harus dipegang oleh aktifis Islam yang berkualitas, bukan kafirin dan munafiqin
  8. Tidak mencalonkan dan mengusung kafirin sebagai pejabat publik di semua tingkatan
  9. Berkoalisi dengan Partai Sekular hanya jika untuk mengusung dan mendukung calon dari Partai Islam, bukan calon partai lain atau calon non partai untuk menjaga loyalitas dan menghindari pengkhianatan dalam berpolitik Islam
  10. Jika figur Partai Islam berhasil menjadi Pimpinan Nasional dan atau Daerah maka yang bersangkutan wajib menerapkan kebijakan yang sejalan dengan syariat kenegaraan Islam dalam bimbingan AHWA.
  11. Partai Islam tegas memperjuangkan Pemilu yang jujur dan adil, bebas dari kecurangan apapun, termasuk money politic, manipulasi daftar pemilih, kecurangan dalam perhitungan suara, penipuan dalam pemberitaan media masa, tekanan kekuasaan, dll kecurangan pemilu.

IV.   HIZBULLAH, PARTAI ISLAM, ADALAH INSTRUMEN UNTUK MENGGAPAI KEMULIAAN & KESEJAHTERAAN UMAT DAN BANGSA

 Pengembangan, penguatan, dukungan terhadap partai Islam, di samping perbaikan  terus menerus perilaku Partai Islam itu sendiri ke arah perilaku syar’i amatlah diperlukan untuk memperoleh kemenangan dalam persaingan dengan Partai Non-Islam (Partai Sekuler) di Indonesia. Semua upaya tersebut  tentu dengan  memperhatikan ketentuan formal yang ada di negeri ini. Upaya untuk membuat perubahan  tentu disesuaikan dengan kondisi yang ada tanpa menyalahi atau melanggar ketentuan syariat tentang kehidupan berbangsa-bernegara.

Pada saat ini telah berdiri 5 Partai Berasas Islam di Indonesia yang sudah memiliki legalitas sebagai partai politik, yakni: PPP, PKS, PBB, Partai Islam, dan Partai Idaman. Parpol berasas Islam yang sudah punya anggauta legislatif adalah PPP, PKS, dan PBB. Jika ditinjau dari ciri ideal sebagai Hizbullah tentu masing2 partai Islam sebaiknya melakukan introspeksi.

Untuk bisa mengikuti pemilu 2019 yad maka semua parpol harus lolos verifikasi KPU. Jika 5 parpol berasas Islam tersebut bisa lolos maka ke limanya bisa bersama mengikuti pemilu untuk berkompetisi dengan partai berasas non-Islam.Berapa yang bisa lolos dari kelima parpol Islam tersebut dalam verifikasi tentu sulit untuk bisa dipastikan sekarang.

Umat Islam dalam berperilaku politik harusnya mendukung, membesarkan, dan memilih partai Islam yang berciri Hizbullah. Kasus 411 dan 212 jelas menunjukkan betapa umat Islam Indonesia masih peduli terhadap ajaran agamanya dan kesucian al Qur’an. Mereka juga insyaAllah akan peduli untuk membesarkan dan memilih Partai berasas Islam yang bercirikan Hizbullah. Diperlukan mobilisasi Ulama & Ustad untuk memotivasi umat agar mendukung dan membesarkan Partai berasas Islam. Pada sisi lain Partai Islam di negeri ini juga harus memperbaiki diri sehingga benar2 bercirikan Hizbullah. Ormas-Lsm Islam tidak layak lagi bersikap netral dalam berpolitik demi keselamatan umat dan bangsa Indonesia.Mereka harusnya memberi arahan tegas agar anggautanya berislam politik dengan benar (mendukung Partai Islam) setelah beritual dan beramal sosial Islam.

Bagaimana perkembangan ke 5 parpol Islam di atas dalam menghadapi verifikasi KPU bulan Oktober nanti? Itulah tantangan besar. Bagaimana pula Parpol Islam tersebut mampu berperilaku syar’i dalam menentukan  Caleg dan Capres-Cawapres juga merupakan tantangan besar dalam beragama bagi Pengurus Parpol Islam tersebut. Jika semua Parpol berasas Islam kembali kepada ciri Hizbullah maka  ridho Allah SWTakan terlimpah, dan umat akan berbondong2 mendukung mereka dalam proses merebut kepemimpinan di lembaga negara, apakah eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

 

Surabaya 22 Mei 2017

Advertisements

Entry filed under: Pemikiran. Tags: , , , , , .

Islamic Medicine (Ilmu Kedokteran Islam) “SEHARIAN ISLAM”, SARI KHOTBAH IED SAYA DI LAPANGAN BRONDONG LAMONGAN. (Dengan sekitar 15 ribu jamaah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 50 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

May 2017
M T W T F S S
« Apr   Jun »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Stats

  • 94,402 hits

Feeds


%d bloggers like this: