Archive for July, 2017

Sari Materi: “KEPEMIMPINAN NASIONAL & MASA DEPAN UMAT ISLAM”

A. LANDASAN PEMIKIRAN

Bahasan untuk judul di atas harus dimulai dg landasan berfikir lebih dahulu terkait makna Islam dlm kehidupan manusia. Ada 3 landasan yg hrs dipakai:

=La izzaa illa bil Islam, La Islama illa bis Syari’ah, La syari’ata illa bis Sulthon

(Tidak mungkin ada kejayaan tanpa Islam, Tidak ada kemaknaan Islam jika tdk dikaitkan Syariat, Tidak mungkin Syariat ditegakkan tanpa ada Kekuatan/Kekuasaan)

=Berislam hrs menyeluruh/ kaffah, yi menjalankan syariat terkait Pribadi/ Personal, Keluarga, Berbangsa-Bernegara. Kegagalan penerapan syariat terkait salah satunya akan memberi dampak buruk pd nasib umat Islam

=Misi Islam itu untuk menghadirkan Rahmat (Kesejahteraan) umat manusia & alam. Ingat status personal Nabi sangatlah

 baik (muda, sehat, keluarga bahagia, kaya, populer, bangsawan) tapi keunggulan2 personal itu justru dipakai untuk menyelamatkan/ memperbaiki   keadaan masyarakatnya yg rusak melalui penerapan syariat Islam secara utuh/kaffah

B. ALUR PEMIKIRAN

  1. Kepemimpinan Nasional itu terkait Tatanan Makro (Macro System) yg akan berpengaruh/ menentukan kondisi sub-system di dalamnya termasuk kondisi Umat Islam di negeri ini.
  2. Sunnatullah sosialnya: Kepempinan Nasional yg dipegang musuh Islam akan merusak agama Islam & Umat Islam.
  3. Komponen KN yg deterministik/menentukan nasib umat adalah: Executif (Presiden dg jajarannya)-Legisltif (DPR)-Yudikatif (MA dg jajarannya). Namun yg paling dominan pengaruhnya adalah Executif krn besar peluang untuk memainkan/ memanfaatkan diktum multitafsir dari UU & Putusan2  Hakim.
  4. Ukuran kemandirian dlm Islam itu jelas: jangan dikooptasi/didikte Kafirin, Munafiqin, Jahilin (lemah-bodoh tentang syariat Islam)
  5. Proses unt memperoleh KN ada 2: Konstitusional & Inkonstitusional. Proses secara Konstitusional juga memiliki  tantangan besar: Tekanan KN yg sedang berkuasa  via manipulasi2 kebijakan & pemanfaatan  aparat resmi negara yg dikuasainya.
  6. Persaingan dlm perebutan KN memerlukan Wadah yg relevan unt itu yakni Partai Politik, bukan Ormas/Yayasan/Paguyuban/LSM. Maka perlu dipunyai Parpol Formal yg memperjuangkan ideologi Islam (syariat Islam terkait kehidupan bernegara) sebagai manifestasi Hizbullah (Qs05:54) dg ciri operasional yg jelas dalam: Asas parpol, Pemilihan & kualitas  pimpinan parpol,  Kebijakan2 internal & external yg  exclusive Islam (memberi alternatif  berbeda thd  Partai Sekuler)
  7. Hizbullah bisa tdk tunggal, harus ada koalisi sesama parpol Islam.
  8. Ormas-LSM-Yayasan Islam hrs mendukung Hizbullah, haram jika bersikap netral, apalagi memihak Partai Sekuler
  9. Calon2 Presiden, Wk Presiden, Legislator, Kepala Daerah oleh Hizbullah hrs exclusive Islam, yakni: Aktifis Islam yg Mampu secara Intelektual-Finansial
  10. Kebijakan2 Publik yg diperjuangkan/ diusung Hizbullah: Kebijakan2 dlm Poleksosbudkumhankam sejalan syariat Allah spy terwujud NKRI yg Adil, Aman, Sejahtera, Maju, Bermoral, Bermartabat

+) Disampaikan dlm Forum Pusat Studi Kepemimpinan Indonesia (CSIL), Gedung Wanita Sejahtera, Jakarta, 5 Juli ’17

Advertisements

4 July 2017 at 21:06 Leave a comment


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 51 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

July 2017
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Stats

  • 95,722 hits

Feeds