SUNNATULLAH CARA HIDUP MUSLIM DALAM DUNIA PLURAL

12 February 2018 at 21:43 Leave a comment

(Oleh Fuad Amsyari)

Terkait kiriman posting dari teman tentang telah diselenggarakannya suatu perhelatan besar dan tentunya juga berbeaya besar pula di Indonesia, yi “MUBES PEMUKA AGAMA UNTUK KERUKUNAN BANGSA” ,  saya  menjadi kian prihatin jangan2 banyak tokoh muslim yg kiranya belum faham bgmn harusnya hidup bersama orang lain pada  kehidupan masy plural/majemuk/bhineka. Saya lalu pertanyakan apa pula itu?

Bbrp tahun sebelumnya saya banyak mengkritisi kemanfaatan forum2 dialog antar agama yg sering  diselenggarakan di berbagai  negara yg dihadiri tokoh muslim Indonesia yg umumnya itu2 juga. Silahkan dibuka blog saya ‘fuadamsyari.wordpress.com’. Di blog itu sdh saya upload beberapa artikel.

Kini mari dicermati Tuntunan/ Syariat Islam yg telah diajarkan kpd kaum muslimin unt bekal kehidupan di dunia fananya yg plural, kapanpun & di manapun.

  1. Terkait identitas Pencipta ‘alam semesta yg wajib ditaati TuntunanNya sudah ditegaskan oleh Allah SWT dalam al Qur’an surat al Ikhlas. Khas & Jelas bukan?
  2. Acuan dasar dan utama cara hidup umat Islam adalah al Qur’an yg wajib difahami artinya selain bisa membunyikan maupun menghafalnya. Pendalaman isi al Qur’an yg belum diwahyukan secara rinci-operasiona hrs dicari dari sumber Hadits Shohih serta produk kajian Sain-Teknologi yg akurat. Misalnya ttg cara shalat bisa dilihat haditsnya, ttg isi langit bisa dari cosmologi, ttg pertumbuhan janin dari embryologi dll.
  3. Terkait bgmn cara beritual dan beribadah lainnya maka syariat Islam menegaskan dlm al Qur’an surat al Kafirun.
  4. Dalam kehidupan sehari hari saat berhubungan dg orang lain di masy majemuk maka syariat Islam menegaskan batasannya dlm al Qur’an surat al Mumtahanah ayat 8-9. Terkait ini perlu diperhatikan 2 hal, yi:
    1. Orang Islam dilarang menghinakan/menjelekkan tuhan orang lain.
    2. Dalam hal cara hidup personal spt cara sembahyang mrk, makan-minum mrk, bahkan dlm cara mrk mengurus keluarga mrk maka unt hal2 tsb umat Islam tidak boleh campur tangan. Begitu pula sebaliknya terkait cara hidup orang Islam maka mrk juga tdk boleh campur tangan. Namun ada area yg orang Islam dan orang lain terpaksa HARUS MENENTUKAN CARA HIDUP MANA YG AKAN DIPAKAI OLEH KEDUA BELAH FIHAK BERSAMA2. Nah disitulah akan terjadi PERSAINGAN, BISA TERBUKA & BISA TERSELUBUNG. Orang Islam hrs berjuang memenangkan prinsip yg diajarkan Allah SWT. Contoh: jika diadakan perhelatan bersama apakah dipakai makanan halal/haram. Contoh lain jika akan dibuat peraturan unt semua orang apakah boleh dilegalkan lokalisasi pelacuran atau tidak. Dalam kasus2 spt itu umat Islam tdk boleh lengah lalu oke2 saja dg dalih TOLERANSI.
  5. Dalam bersikap & bertindak terkait kepemimpinan di masy plural/majemuk/bhineka maka perintah syariat Islam juga jelas tertera dlm Qs03:28 & Qs05:51-57, tdk bisa ditawar lagi dg alasan apapun.
  6. Dalam urusan membuat Kebijakan Publik terkait pengelolaan bangsa yg majemuk dan akan mengikat SEMUA WARGA maka syariat Islam mengajarkan perintah tegas yg tercantum dlm Qs05:48-49-50
  7. Saat umat Islam menghadapi persaingan memperebutkan berbagai kebutuhan dalam kehidupannya dlm masy majemuk maka syariat Islam mengajarkan prinsip yg tertera dlm Qs02:147-148 & 177. Terkait ini ada 2 hal yg perlu diperhatikan:
    1. Yg disebut BAIK dlm ajaran Islam bisa saja berbeda dg orang lain.
    2. Yg disebut BENAR adalah yg datangnya dari Allah SWT, TANPA DITAWAR TAWAR yg unt mengerjakannya orang Islam HARUS SIAP & BERANI BERSAING dg orang lain yg umumnya juga SERIUS UNTUK MENGGAPAI TUJUAN2 MEREKA.
  8. Saat umat Islam dlm berusaha memenuhi berbagai kebutuhan hidup di dunia plural lalu ternyata dimusuhi & diperangi secara fisik oleh orang lain maka syariat Islam mengajarkan seperti yg tercantum dlm Qs02:190-195

Lalu APA YG MSH BELUM DIAJARKAN ALLAH SWT DLM KEHIIDUPAN KAUM MUSLIMIN DI DUNIA PLURAL/ MAJEMUK /BHINEKA YG MEMANG SUDAH MERUPAKAN SUNNATULLAH? Jangan panik bung dlm menghadapi kenyataan hidup bhw bangsa Indonesia ini plural karena dari sono nya memang plural (Qs49:13). Kata kuncinya adalah: BGMN BANGSA YG PASTI PLURAL INI DIKELOLA DG BENAR SEHINGGA MENJADI BANGSA YG BERMARTABAT, MULIA, BERKEADILAN- DAMAI- SEJAHTERA.  Tahu cara mencapai itu? Kelolalah bangsa tsb SESUAI PETUNJUK PENCIPTANYA yi ALLAH SWT. Bagaimana ide itu bisa terealisir? Upayakan dengan sungguh2 & siap berkorban harta-jiwa agar Figur Mukmin Pejuang syariat yg berkualitas tinggi dalam sain-teknologi yg menjadi PEMIMPIN NGRI INI.

Mari fokus ke sana. Islam sudah memberi petunjuk jelas bgmn harusnya hidup bersama orang lain dlm masy plural, termasuk cara berhubungan & menghadapi orang yg berbeda keyakinan/agama, tinggal dilaksanakan

Ws Fuad Amsyari

Advertisements

Entry filed under: Pemikiran, Syariat Islam. Tags: , , , .

OBYEKTIFIKASI DALAM BERISLAM BAGAIMANA ISLAM BISA MENGATASI KAPITALISME YG JAHAT TAPI CERDIK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 54 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

February 2018
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  

Stats

  • 112,174 hits

Feeds


%d bloggers like this: