MENJANGKAU CITA-CITA BESAR ISLAM UNTUK MEMBAWA KEMULIAAN & KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PLURAL

17 April 2018 at 22:30 Leave a comment

Tulisan saya di bawah ini diinspirasi oleh HARAPAN bahwa TOKOH UMAT / AKTIFIS DAKWAH berkenan MENJADI LOKOMOTIF PENGGERAK ISLAM POLITIK, MENINGGALKAN POLITIK SEKULER dan/atau PERILAKU APOLITIK.

Bismillahirrohmaanirrakhiim,

MENJANGKAU CITA-CITA BESAR ISLAM UNTUK MEMBAWA KEMULIAAN & KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PLURAL

Oleh Fuad Amsyari.

Jika Islam dilaksanakan dg benar, yaitu bertuhankan Allah SWT  disertai ketaatan menjalankan tuntunanNya secara utuh yg diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW maka RAHMAT Allah akan turun bagi Umat Manusia & ‘Alam semesta. Islam menyelamatkan dunia dari KAPITALISME BARAT & TIMUR YANG MENGHISAP SUMBER DAYA ALAM & MEMELARATKAN UMAT MANUSIA PADA UMUMNYA.

Sayangnya di masa kini umat Islam BELUM MAMPU membawa Islam ke arah itu, menghadirkan kemuliaan-kesejahteraan bagi Masyarakat Plural / Bangsa.

Mengapa?

Dari tinjauan klasifikasi Tuntunan Islam yg diajarkan al Qur’an & Hadis shohih, ajaran Islam yg umumnya diabaikan umat adalah memenuhi Perintah Allah SWT untuk MEMILIH PEMIMPIN yang BENAR di dunia Pluralnya, yaitu  Figur MUKMIN  Pejuang Islam,   berilmu luas dalam Naqliah & Aqliyah. Nabi sudah jelas mencontohkan betapa hebat dampak jika Negara dipimpin Figur yg kriterianya sesuai syariat Islam. Kasus Negeri Madinah yang plural penduduknya, sesudah   dipimpin oleh Figur Mukmin berkualitas tinggi maka terjadilah efek fenomenal bahwa Islamlah yang bisa membawa KEMULIAAN & KESEJAHTERAAN DUNIA yang plural isinya.  Bandingkan dengan kondisi saat Rasulullah masih di Mekah, tatkala umat Islam & penduduk plural di sana namun negeri masih dipimpin orang lain.

Jadi sekali lagi mari dicermati: apakah yang kurang mendapat perhatian Umat Islam masa kini dalam berislamnya? Jawabnya sangat jelas: “Ajaran ISLAM POLITIK (AIP)” banyak diabaikan kaum muslimin.  Umat Islam disibukkan dengan ajaran Ritual & Amalan sosial Islam, lalu lengah MEMBIARKAN DIRINYA, KELUARGANYA, TEMAN-TEMANNNYA DIPIMPIN PEMIMPIN KAFIRIN/MUNAFIQIIN/ DHOLIMIIN/ JAHILIIN. Astaghfirullah.

Apa inti AIP? AIP adalah Ajaran ISLAM POLITIK, tuntunan Allah SWT tentang kekuasaan-kepemimpinan & pengelolaan dunia plural, sejauh seperti yg sudah dipraktekkan Nabi Muhammad SAW, yaitu bhw suatu  NEGERI yang plural penduduknya  diproses untuk dipimpin oleh FIGUR MUKMIN PEJUANG ISLAM BERKEMANPUAN TINGGI DALAM KEILMUAN yang  BERSUMBER WAHYU & SAIN-TEKNOLOGI, yg kemudian Pemimpin tsb  MENGELOLA Negerinya sesuai Syariat Islam terkait kehidupan berbangsa bernegara. Mana mungkin Pemimpin Negara yang Kafirin/Munafiqin/Dholimin/Jaahilin mau mengelola negeri sesuai Syariat Islam?

Untuk bisa berhasil mencapai misi Islam Politik tersebut maka umat Islam di manapun & kapanpun harus segera memulainya dengan membangun Embryo Kebersamaan ( organisasi/ institusi) terkait itu, sebut saja misalnya membentuk perkumpulan/ lsm  bernama  “Syarikat Islam Politik (SIP)”. Melalui SIP itulah lalu disosialisasikan ajaran Islam Politik agar umat Islam sadar akan isi & urgensi Islam Politik dlm kehidupan berislamnya dan segera  melaksanakannya di manapun & kapanpun mereka berada.

Dalam upaya mengembangkan institusi itu SIP harus bersikap obyektif mengukur diri.  SIP perlu dikelola profesional, punya Pengurus berkualitas yg terdiri dari INDIVIDU-INDIVIDU MUKMIN PEJUANG ISLAM yg sudah memiliki jaringan umat di belakang masing-masingnya untuk diajak ikut serta merealisasikan cita2 SIP. Pengurus SIP harus TERUS BERUPAYA  MENGUATKAN SIP sebagai ORGANISASI PERJUANGAN  dengan UKURAN-UKURAN rasional ilmiah melalui pendalaman ‘SUNNATULAH tentang  PEMENANGAN ISLAM DI ARENA PERSAINGAN  MASYARAKAT  PLURAL’,  serta melaksanakan  sunnatullah tersebut secara istiqomah, terencana sistematis.

SIP perlu menyadari bahwa untuk mencapai Cita2 Mulianya diperlukan DUKUNGAN UMAT ISLAM YANG MENCUKUPI, di samping juga  memahami kemungkinan adanya   PERLAWANAN YG SERIUS DARI MUSUH-MUSUH ISLAM DI BERBAGAI KALANGAN.

Untuk bisa memiliki Pemimpin Negeri yg berkualitas MUKMIN dalam praktek sosial-politik di arena yg   menggunakan asas  ‘DEMOKRASI LIBERAL BEBAS NILAI’  tentu diperlukan DUKUNGAN PENDUDUK dlm  JUMLAH BESAR, YANG MEREKA ITU UMUMNYA berada di  GRASSROOT, berkualitas  lemah   Pendidikan &  Ekonomi. Grassroot  umat Islam itu harus  DISENTUH PROGRAM-PROGRAM SIP YG EFEKTIF untuk tujuan penyadaran mereka.

Dengan asumsi bahwa: 1) grassroot dapat diajak/dimotivasi secara operasional  oleh Tokoh-tokoh Islam Lokal di tempat grassroot masing-masing; dan 2) Bahkan tokoh lokal itu sendiri masih banyak  yg blm menyadari ARTI &  PENTINGNYA Islam Politik dalam berislam;  maka diperlukan Program-program pendekatan  sosial agar tokoh-tokoh lokal itu tersadarkan ke arah Islam Politik.

Grassroot itu  jumlahnya masif & biasanya tidak banyak  terakses media masa/elektronik. Mereka itu hanya bisa disadarkan oleh ‘ulama-kyai-ustad-guru ngaji Pelosok’ di lingkungannya.

Pada sisi lain, SIP juga harus mengembangkan Program PELATIHAN EKSKLUSIF tentang  KEPEMIMPINAN di  MASYARAKAT  PLURAL  SESUAI  AJARAN ISLAM. Pelatihan tersebut harus mendalam materinya namun waktu pelatihan juga dibatasi, jika perlu cukup SEHARI namun matang/tepat sasaran. Tentu saja program Pelatihan Eksklusif Kepemimpinan sepert itu tidak bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, apalagi yang dipelosok.

Untuk penyadaran  para  Kyai-Ustad di lapisan terkecil, sebutlah di area Pelosok (Kyai-Ustad-Pelosok disingkat KUP) perlu diperhatikan keberadaan  STRUKTUR REFERENSI mereka, yaitu proses bimbingan yang terkait aspek  keterpengaruhan.  Yang disebut ‘pelosok’ itu sebenarnya  berjenjang tingkatan struktur kepengaruhannya, dari tingkat desa-kecamatan-kawedanan-kabupaten-kota-metropolitan. Yg punya jalur jenjang struktur lengkap &  panjang itu tidak banyak, yaitu:   Pemerintah, Parpol tertentu (umumnya Parpol Sekuler yang sudah lama berdiri), dan Ormas Islam besar   (NU-MU-AL WASLIYAH-DDII-AL IRSYAD). Coba dikirakan  berapa banyak  dari tokoh-tokoh yg sudah menduduki posisi di struktur tersebut  yg sudah sadar Islam Politik? Mereka yang sedang duduk di Pemerintahan  & Ormas Islam Besar  sptnya sudah merasa hidup nyaman dg penerapan Sistim Sekuler dalam kehidupan sosial-politik negerinya walau dari pandangan  ajaran Islam SISTEM ITU SALAH.  Elit  PEMERINTAH  & ORMAS ISLAM BESAR itu hrs disadarkan ttg Islam Politik melalui pendekatan-pendekatan khusus.

Pada sisi lain, bisa saja di masyarakat sudah terdapat Partai Politik Islam. Kelompok politik ini  diasumsikan sudah faham akan keberadaan Islam Politik dalam ajaran Islam walau aktifitas Parpol Islam itu juga masih harus dipantau oleh SIP agar mereka tidak LENGAH DALAM BERPERILAKU & MEMBUAT KEBIJAKAN2 POLITIK karena TERPERANGKAP. REKAYASA LAWAN-LAWAN POLITIKNYA. Partai Islam perlu terus diingatkan tentang berbagai PRINSIP-PRINSIP DASAR PENGELOLAAN PARTAI BERMISI MENERAPKAN  SYARIAT ISLAM.  Partai Islam  mestinya proaktif atau bahkan agresif   menggarap masyarakat di  pelosok,  menyadarkan & mengajak umat di seluruh  negeri agar sadar Islam Politik. Partai Islam itu   secara institusi  relatif sudah lebih mapan, punya DANA & JARINGAN yang  memadai dalam negeri.

Program   PENDEKATAN HATI KE HATI dengan Pengurus Ormas Islam dalam bentuk ‘LOBY’ juga harus dipunyai SIP. Materi  ‘Islam Politik’ memang bisa  terasa terlalu umum/luas untuk menjadi topik lobby,  harus lebih disempitkan dalam fokus operasional pada  ajakannya. Misalnya Pimpinan Ormas/LSM Islam itu diajak untuk ‘PILIH  PARTAI ISLAM, JANGAN PARTAI SEKULER’ atau Pilih Figur tertentu sesuai kriteria syariat bukan figur lain.  Janganlah Pimpinan Ormas/LSM Islam itu membiarkan anggauta2nya TIDAK TERBIMBING dalam  KEHIDUPAN NYATA POLITIK di  NEGERInya.  Pengurus SIP bisa anjang ke KETUA-KETUA ORMAS ISLAM, KYAI-KYAI PESANTREN dll untuk tujuan tadi.

Program Pelatihan Eksklusif ttg hakekat Islam Politik yang disebutkan sebelumnya tentu lain lagi  sasarannya. SIP harus menarget  kader-kader umat yg masih muda di  berbagai lapangan (yg sudah menjadi Aktifis ‘ISLAM’)  untuk dimotivasi dalam program pelatihan itu  agar  meningkatkan kegiatannya  menjadi Aktifis ‘ISLAM POLITIK’. Mereka  dengan jaringan masing-masingnya digugah agar  berkreasi sendiri seluas mungkin, kalau perlu alumni Pelatihan tersebut bisa merebut langsung posisi PIMPINAN DI LINGKUNGAN PLURALnya. Tidak mustahil ada alumni Pelatihan Eksklusif tersebut yg nanti bisa berhasil menjadi PEUBAH BESAR DI LINGKUNGANNYA YG SELUAS PROVINSI/NEGERI. Karena itu untuk Program Pelatihan Eksklusif  Kepemimpinan ini  PESERTANYA harus dipilih  secara cermat, tidak asal orang lalu dilatih. Program Pelatihan juga tidak boleh  berorientasi profit making atau mencari dana untuk organisasi. Peserta Pelatihan harus memenuhi kriteria   sedekat mungkin dengan target mencetak AKTIFIS ISLAM POLITIK tadi.

Dalam mengembangkan program-programnya SIP  harus menghitung pula KETERBATASAN WAKTU & ketersediaan  PERSONAL SIP  sendiri. Aktifitas-aktifitasnyanya   juga  harus diukur  secara obyektif pula.  Pelatihan Eksklusif  Kepemimpinan itu disiapkan agar berperan seperti MLM terkait ISLAM POLITIK, yaitu Penyadaran berantai bahwa Islam harus Memimpin di  MASYARAKAT PLURAL.  Kondisi Makro negeri terkait Islam Politik juga harus diperhatikan secara cermat  supaya target program-program SIP  tidak terhenti prematur.

Selanjutnya,  silahkan  dikembangkan  program-program KREATIF LAIN terkait Islam Politik ini di lingkungan anda masing-masing.  InsyaAllah  kian aktif,  kreatif, dan  efektf partisipasi masingmasing kita dalam mengembangkan ISLAM POLITIK secara terorganisir  akan kian BESAR PULA  KARUNIA ALLAH SWT YANG KITA TUAI. Amien.

SIAPKAH  ANTUM  MENJADI  Aktifis ISLAM POLITIK yg insyaAllah penuh  BERKAH?

 

Ws Fuad Amsyari

Entry filed under: Pemikiran, Politik, Syariat Islam.

PAHALA, ITUKAH YANG DICARI DALAM BERISLAM? MARI MEMPERLAKUKAN AL QUR’AN DENGAN BENAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

April 2018
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Stats

  • 132,558 hits

Feeds


%d bloggers like this: