KOALISI PARTAI ISLAM DENGAN PARTAI SEKULER?

27 June 2018 at 16:23 Leave a comment

Pembenaran ataukah benar dari sisi SYARI’AT ISLAM?

Oleh Fuad Amsyari.

 

Menjelang Pilkada (bisa saja menjadi kasus saat Pilpres sebentar lagi) banyak didata & dibahas  adanya KOALIASI antara PARTAI ISLAM dg PARTAI SEKULER. Bahkan dihitung jumlah koalisi itu baik terkait Cagub-Cawagub maupun di level Kabupaten-Kota.

Sebelum masuk ke materi koalisi tsb tentu perlu didefinisi- operasionalkan dulu apa yg dimaksudkan sebagai Partai Islam itu (selainnya Partai Islam  tentu masuk kategori Partai Sekuler, jangan salah sebut sbg PARTAI NASIONALIS krn PARTAI ISLAM ITU JUGA NASIONALIS). Partai Islam adalah partai yg memiliki visi & misi unt membuat Indonesia menjadi hebat & jaya melalui METODA PENGELOLAAN NGR YG SEJALAN SYARIAT ISLAM,  TUNTUNAN ALLAH SWT. Partai Islam di Indonesia bisa dlm 2 bentuk, yi: Partai Asas Islam spt PKS, PPP, PBB dan Partai dari Ormas Islam, spt PAN & PKB. Nah kini bisa dihitung dg mudah brp jumlah partai Islam yg berkoalisi dg Partai Sekuler dlm proses Pilkada yg sedang berjalan dan dlm Pencalonan Pilpres bulan Agustus nanti. Utak-atik koalisi tersebut dlm Pilkada sptnya sdh dihitung2, hasilnya masih ditunggu satu dua hari ini koalisi2 mana yg menang & yg kalah. Namun masalah utamanya bukan itu sebenarnya. Tantangan yg dihadapi bukan lagi kasus Pilkada namun pd Pilpres sebentar lagi. Untuk itu perlu dicermati jawaban atas pertanyaan: PERLUKAH KOALISI ANTARA PARTAI ISLAM DG PARTAI SEKULER DITINJAU DARI SYARIAT ISLAM? Dari kasus campur aduknya berbagai  bentuk koalisi antara dua tipe  parpol tsb dlm pilkada bisa dianalisis  beberapa alasan “PEMBENARAN SYAR’I” adanya koalisi tsb, dbandingkan dg 4 kejadian  yg dicontohkan Nabi dlm perjalanan perjuangan Islam Politiknya.

  1. Nabi membolehkan/menyuruh bbrp sahabat beliau saat masih di Mekah unt hijrah ke Abesinia yg rajanya beragama Kristen krn di Mekah mrk terancam disiksa & dibunuh oleh musyrikin. Apakah ini bentuk KOALISI PARTAI ISLAM dg PARTAI SEKULER? Pasti bukan krn tdk ada MOU dll. Itu lebih tepat sebagai upaya PENYELAMATAN dari Pemimpin Islam pd anggauta2nya yg terancam unt pergi ke tempat lebih aman dg segala resikonya. Bukankah setelah Nabi menjadi Kpl Ngr Madinah mrk dipanggil kembali ke Madinah, bahkan si raja Abesinia kemudian dikirimi surat unt menjadi muslim yg disetujui oleh raja itu? Peristiwa itu BUKAN KOALISI PARTAI ISLAM (HIZBULAH) dg PARTAI SEKULER, apapun dinamakan macam koalisisinya.
  2. Kasus Nabi saat hijrah dari Mekah ke Madinah yg menunjuk orang musyrik menjadi Petunjuk Jalan pasti juga bukan bentuk Koalisi antr Partai Islam dg Partai Sekuler. Sangat naif menyebut itu sbg bentuk koalisi. Kasus itu sekedar mempekerjakan seorang non muslim melakukan suatu tugas tertentu sesuai keahlian.
  3. Disetujuinya Piagam Madinah yg ditandatangani bersama antara Hizbullah (Partai Islam) dg Kelompok Yahudi & Nasrani (Partai Sekuler) yg MENETAPKAN NABI (Ketua Hizbullah) untuk menjadi KEPALA NEGARA MADINAH dg bbrp ketentuan lain itu adalah KEPUTUSAN BERSAMA YG HRS DILAKUKAN, bukan Koalisi unt menghadapi suatu Persaingan dg fihak lain. Partai Islam MEMANG HARUS BERJUANG KERAS AGAR PARTAI SEKULER SEPAKAT BHW TOKOH PARTAINYAlah yg MENJADI KEPALA NEGARA. Itu produk akhir, bukan Koalisi.
  4. Nah, kasus bhw Nabi sebagai Pemimpin. Partai Islam Bani Aus BEKERJASAMA dg Partai Islam Bani Khajraj di Madinah saling menguatkan diri menghadapi Partai Non-Islam di sana, saling bantu sehingga berhasil MENGGOALKAN NABI MENJADI KEPALA NEGARA MADINAH yg penduduknya plural itulah yg bisa disebut sebagai KOALISI SESAMA PARTAI ISLAM untuk bersaing dg Partai Non-Islam.

Dari 4 kasus peristiwa politik besar yg dicontohklan Nabi itulah seharusnya yg dijalani umat Islam dg Partai Islamnya. APAKAH KOALISI SEPERTI PERCONTOHAN NABI ITU yg akan terjadi pada Pilpres sebentar lagi? Tentu PIMPINAN2 PARTAI ISLAM yg punya andil besar untuk merealisasikannya, dan tentu yg HRS MEMPERTANGGUNG JWBKANNYA pd ALLAH SWT.

Lho, judul tulisannya kan KOALISI antara PARTAI ISLAM dg PARTAI SEKULER? Jawabannya mudah sekali: “Koalisi itu bisa dibentuk asalkan yg DIUSUNG adalah PIMPINAN PARTAI ISLAM unt menjadi KEPALA NGR/WILAYAH”. Di luar ketentuan  itu maka  koalisi antr Partai Islam dg Partai Sekuler  menjadi MENYALAHI TUNTUNAN ISLAM SPT YG DICONTOHKAN NABI.

Slhkn dibaca artikel2 terkait  sebelumnya di blog saya: fuadamsyari.wordpress.com.

 

Selamat berjuang kawan.

 

Ws Fuad Amsyari

Entry filed under: Pemikiran, Politik, Syariat Islam. Tags: , , , , .

UMAT ISLAM HARUS TERBIASA BERFIKIR JANGKA PANJANG Peran Islam Menjaga Kedaulatan NKRI Melalui Kepemimpinan Islami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

June 2018
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Stats

  • 132,557 hits

Feeds


%d bloggers like this: