BAGAIMANA ISLAM MEMAKNAI “KNOWLEDGE BASED ECONOMY”?

18 February 2019 at 18:51 Leave a comment

(Sisi yg blm  didalami dlm Silaknas KAHMI: Prof-Dr bid Ekonomi)

Oleh Fuad Amsyari

Ahad 10feb yl, Forum KAHMI di hotel JW Mariot SBYA  memang terasa luar biasa dilihat dari jumlah yg hadir sktr 50 gubes-doktor bid ekonomi. Pembicr utamanya di sesi pertama  Ketua BPK Hari Ashar Azis, Pakar Ekonomi IPB Didin Samanhudi, dan Staf Khusus Presiden bid Ekonomi, serta dimoderatori oleh Rektor Unair sendiri yg ahli ekonomi. Alhamdulillah di forum itu saya sempat ketemu, foto2, dan bincang2 dg teman2 lama termasuk Bung Abdullah Hehamahua dll.

Saya cermati paparan teori & praktek ekonomi pembangunan skala nasional & internsional  dari ke tiga nara sumber utama tadi  sampai habis. Memang terasa menarik jika dipandang dr sisi  pergulatan pemikiran secara umum, spt uraian ukuran2 & fakta kondisi  ekonomi makro termasuk growth rate yg 5,1%, gini ratio yg katanya sktr 0,37 tapi itu tinjauan pengeluaran, yg jika diukur dari sisi pendapatan rakyat bisa nilainya di atas 0,50. Luar biasa memprihatinkn.

Juga diurai dg runtut  bagaimana Indonesia bisa2nya mulai terjerat  ekonomi kapitalistik,  keluar dari prinsip kerakyatan dari UUD45, mulai kesepakatan masuk pasar bebas, berkurangnya kendali pemerintah thd aset2 ekonomi bangsa &  kebutuhan pokok rakyat spt energi, lahan, air dll. Bgmn undang2 perekonomian dibuat dg advokasi konsultan asing shg bernuansa merugikan kepentingan nasional. Peran negara- pemerintah semakin lemah, melemah unt mengendalikan ekonomi nasional.  BUMN strategis berturut turut berguguran  jatuh dlm kendali asing.     Bgmn pertumbuhan ekonomi internasional  kini didominasi oleh kemampuan  inovasi & teknologi canggih, bukan lagi sumber daya alam, spt  unggulnya  profit korporasi Apple masa kini dibanding Cocacola yg tenggelam. Indonesia tentulah hrs mengejar ketertinggalan itu, saving kemampuan aset intelektual  tsb. Unt itu hrs difahami peran penting dari pendidikan & kesehatan.

Lalu juga diurai ruwetnya pendidikan yg walau sdh mendpt alokasi anggaran 20% tapi tdk juga berubah banyak. Katakanlah jumlah SD 137rb, tapi SMP hanya 78rb, unt SMA 35rb (catatan saya ttg jumlah persisnya sekolah2 tsb tdk ketemu, tapi seingat saya sktr itulah), yg artinya jika anak2 SD bisa diproses lulus semua lalu mrk mau ke sekolah menengah mana? Juga selanjutnya urutan sampai ke perguruan tinggi? Untuk pelayanan Kesehatan dikatakan  juga sdh mengadopsi sistem  terbaik yg ada di dunia.  (Sayang tdk disebut rinciannya,  mungkin maksudnya BPJS, tanpa tantangan  komplikasi2 faktual di lapangan saat ini). Juga disebutkan  potensi  keunggulan bisnis pariwisata dlm tren dunia, di mana disebut adanya  keindahan alam & uniknya-beragamnya  kebudayaan  Indonesia (juga tdk disebut kini sedang  lesunya wisatawan asing-domestik oleh bencana alam bertubi-tubi serta meroketnya tiket pesawat &  tarif bagasinya).

Paparan2 ttg kondisi ekonomi makro tsb sepertinya cukup klasik, dipresentasikan variatif dari waktu ke waktu tanpa menyentuh sama sekali peran ajaran Islam terkait ekonomi pembangunan.  Kita jadinya larut dlm tarian proses ekonomi sekuler global sampai kapanpun, hanya sebagai pelengkap penderita permainan global. Mimpi2 atau prediksi bhw Indonesia akan jadi juragan di tahun mendatang  terus didengung-dengungkan  namun ujung2 faktanya lalu terpuruk, merangkak lagi tertatih tatih dari awal, berhrp-hrp lagi, terkena krisis lagi dst. Masih ingat tentunya harapan2 muluk di era Orde Baru yg berakhir dg tragedi ekonomi? Apa sekarang kita juga tidak mengulang mimpi indah ulang bhw di tahun 2045 nanti Indonesia akan menjd the best ten kekuatan  ekoomi dunia, namun jangan2 hanya 10th kedepannya saja menjadi ngri bubar,  dianeksasi tetangga? Mengapa kekhawatiran  itu bisa terjadi? Jawabnya  relatif mudah krn kita berada di belatara sekularisme-kapitalisme,  bersaing dg singa-serigala-buaya kapitalis global dg pola persaingan bebas ala Design mereka.    Kita mengandalkan modal lahan &  kekayaan alam di dalamnya, yg faktual secara bertahap sdh  dimiliki dan diexploiitasi asing melalui agen2  mrk di sini. Coba fakta tsb direnung mendalam, yg katanya PDB & Income per capita naik pesat tapi prestasi siapa? Bukankah prestasi segelintir orang yg disebut  berwarga negara di sini? Utang ngr sebesar lebih dari 4000Tr rup yg katanya msh rendah krn baru sktr 20% PDB, pdhal APBN hanya 2000Tr rup.  Tdkkah terpikir bhw hutang itu absolut sedang PDB itu relatif dinamis yg setiap saat bisa drop terkena krisis atau diskenario orang,  tergantung si pemilik modal yg hanya bbrp wn itu?

KAHMI tentunya tdk sekedar bernasehat unt individu warganya dlm mengangkat status ekonomi. Krn membaca peluang bisnis berbasis IT ternyata memberi untung besar mk mari buka kedai e-commerse. Atau krn peluang pariwisata menunjukkan tren positif krn keindahan alam & budaya Indonesia yg indah & ‘antik’ lalu menyarankan untuk ramai2 buka warung wisata. Pasti tdk akan  sesempit itu pemikiran Prof-Dr Ekonomi dr KAHMI. Mrk hrsnya memikirkn bgmn menyelamatkan aset ekonomi ngrinya yg  pemberian Allah SWT itu dari jarahan asing dg antek2nya shg rakyat ngri menjadi makmur sejahtera merata. Bahkan tdk sekedar menyelamatkn ekonomi ngri sendiri, KAHMI ingin pula menyelamatkan bumi ini dari exploitasi manusia serakah mengeruk isinya untuk menumpuk kekayaan semaksimal mungkin tanpa peduli manusia lain di sekitar & ngri lain terpuruk  kelaparan melalui  mengembangkan Model  alternatif Pembangunan Ekonomi Nasional & Global memanfaatkan substansi Wahyu & Pemutakhiran Sains Ekonomi unt menggantikan Model Ekonomi Kapitalis perusak yg dipioniri Adam Smith dkk.

Tema “KNOWLEDGE BASED ECONOMY” perlu pendalaman kata ‘KNOWLEDGE’ nya, tdk cukup berhenti di sains. Pengetahuan manusia itu ada 2 sumber, yi sumber WAHYU & SAINS. Mari dicek sumber Wahyu adakah prinsip2 ttg ekonomi, termasuk ekonomi makro atau ekonomi pembangunan? Sumber Wahyu dlm agama ISLAM itu jelas sekali, yi al Qur’an & Hadis shohih. Sumber Wahyu itu juga berperan unt mengoreksi temuan sains, khususnya ilmu sosial termasuk ekonomi, yg ditengarai tdk valid/erroneous.  KAHMI seharusnya mencermati itu,  mencari prinsip Ekonomi Pembangunan yg diajarkan Allah SWT & praktek yg dilakukan Nabi Muhammad & Khulafa Rosyidin saat menjadi Kepala Negara, bukan hanya mencermati  sumber Sains Ekonomi karangan Adam Smith dkk, berputar seputar  INTEREST, TAX, LOSS-PROFIT dg Bottom Line nya.

Dg memadukan kedua acuan ilmu/knowledge yakni Wahyu – Sains tsb maka insyaAllah  KAHMI akan mampu menyusun Paradigma & Bangunan Struktur Ekonomi Makro/Pembangunan baru yg bisa menyelamatkan ngrinya & umat manusia dari penjajahan-eksploitasi manusia rakus kekayaan sumber daya alam dunia, membawa kesejahteraan & peradaban mulia berkeadilan dlm skala nasional- global. KAHMI tdk selayaknya terseret arus sekularisme-materialisme dlm menyusun – menerapkan Ekonomi Pembangunan dg meninggalkan prinsip2 dr sumber Wahyu

Perbedaan Negara dg Perusahaan itu sangat jelas, jangan dianggap sama. Akhir2 ini ada kecenderungan membuat ngr sbg perusahaan dg memberi sebutan State (nama ngr) Corporation. Ngr lalu dianggap sebg sebuah perusahaan, lalu siap bersaing dg ngr lain unt memperkaya perusahaan itu. Naifnya pemilik perusahaan/ngr itu adalah segelintir Penguasa dg birokrsi dijadikan  pegawai sedang rakyat & sda diangap aset unt diperjual belikan. Pemikiran spt itu pasti salah besar, terseret arus sekularisme-materialisme-kapitalisme. Tuntunan Islam yg diajarkn al Qur’an serta  dicontohkan Nabi & Khulafa Rasyidin saat memimpin ngr pasti lain. Ngr dlm Islam adalah bhw wilayah dg penduduknya yg plural dlm berbagai aspek, termasuk  agama dll, hrs dilindungi, dijaga keutuhan wilayah itu, disejahterakan/diberdayakn seluruh  rakyatnya, terutama yg  lemah sesgr mugkin. Sumber daya yg ada dingri hrs dipakai unt itu, bahkan si pemimpin hrs siap hidup seadanya unt memberdayakan orang2 lemah di ngrinya. Misi perusahaan pasti beda, aktifitas/ kerja untuk mengeruk profit sebanyk bisa, unt kian besar & kaya perusahaannya demi kemegahan  pemilik dan keturunan2nya.

Dengan memahami betapa beda antara Negara dg Korporasi ekonomi maka menjadi terang benderang bgmn harusnya negara menggunaan aset dan anggarannya unt mengangkat martabat bangsanya dan keutuhan wilayah tanah airnya. Pemerintah atau rezim yg sedang punya kewenangan pasti terlarang menjual lahan ngrinya ke asing walau hanya sejengkal tanah dg harga setinggi berapapun. Rezim juga salah fatal jika  dalam  mengelola negara dia  membiarkan asing membuat wilayah eksklusif di negarinya oleh motif menambah anggaran pendapatan. ngr  maupun simpanan  valuta. Rezim amatlah keliru jika  membiarkan rakyat mayoritas tetap terbelakang tdk berdaya dan di sisi lain memberi banyak  kelapangan/konsesi seluas luasnya pd korporasi ekonomi, walau yg nasional sekalipun unt tumbuh tdk terkendali kian kaya lalu  mendominasi & mengkooptasi kekuasaan ngr.

Berikut ini contoh prinsip2 ekonomi pembangunan yg diekstraksi dari sumber Wahyu yg seharusnya di sintesakan dengan sains ekonomi unt mengembangkan alternatif  model ekonomi makro guna diterapkan dlm  ngri sendiri dan  dipromosikan ke dunia internasional.

 

ALTERNATIF KEBIJAKAN EKONOMI PEMBANGUNAN BERSUMBER WAHYU:

(SUMBANGSIH ISLAM UNT KESEJAHTERAAN DUNIA PLURAL )

  1. Prioritas Utama PembangunanEkonomi suatu negara adalah mengatasi kemiskinan rakyat melalui berbagai Program Pemerintah berupa Pemberian  Ketrampilan secara masif terstruktur, Pembukaan Lapangan  Kerja, Pemberian  Modal unt usaha dengan dana dari APBN/APBD. Itu memang  tugas Pemerintah, beda dg tugas CEO  Korporasi yg orientasi aktifits2nya unt cari untung sebanyak bisa.
  2. Indikator utama sukses Pembangunan Ekonomi adalah menurunnya orang miskin / Poverty rate & Gini ratio  pendapatan, bukan  Income/capita, derivasi PDB yg bisa bias  dihasilkan oleh bbrp kapitalis belaka.
  3. Pengelola Pembangunan Ekonomi Ngr dipilihkan orang Ahli/Profesional yg sekaligus taat Syariat bercirikan: Ritualnya  tertib, track record Jujur,  Zuhud hidup sederhana punya rasa malu krn rakyat yg menjadi tanggung jwbnya msh miskin, siap dg  gaji terbatas, maximal  10x gaji pegawai terendah.
  4. Stop Riba krn menjadi sumber utama penyebab eksploitasi manusia dlm skala antar  personal, kelompok, negara.  Stop riba suburkan bisnis berbasis profit sharing   unt mengatasi exploitasi ekonomi thd  sesama anak bangsa &  mengembangkan budaya saling   menolong sesama warga.
  5. Ilegalkn komoditas ekonomi yg merusak masy spt: Judi, Pelacuran, Miras, Pornografi, dll
  6. Mengaktifkan “Ekonomi Waris” di mana Klg Kaya hrs. mengangkat Klg lain dlm sistem Waris/Clan nya yg masih hidup miskin
  7. Pajak progresif bagi orang-korporasi kaya, termasuk infaq pembangunan ekonomi bagi aghnia musliml.
  8. Mata uang beredar hrs berbasis emas & perak unt dipakai dlm perdagangan dalam-& luar ngri
  9. Pembangunan Ngr dg prinsip tanpa hutang, walau tdk  berbunga,  krn hutang akan membuat ngr terlemahkan kedaulatannya.  Hutang itu bernilai absolut, beda dg PDB nasional yg sifatnya  dinamis fluktuatif, bisa saja tiba2  mengalami/dibuat drop,  krisis gagal bayar lalu dikooptasi-dikuasai asing.
  10. Arahkan generasi muda agar berbudaya santun, taat ibadah, produktif-inovatif , tdk liar, anti agama, berbudi rendah, hura2, foya2, hedonis- materialistis.

 

Surabaya, 17/2//19

Entry filed under: ekonomi, Pemikiran, Syariat Islam. Tags: , .

PEDOMAN DASAR BerISLAM dlm Dunia Plural di Era Saintek TUNTUNAN ISLAM DALAM MEMILIH PEMIMPIN DI DUNIA PLURAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

February 2019
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Stats

  • 132,558 hits

Feeds


%d bloggers like this: