DEMOKRASI & NASIB SUATU BANGSA

27 April 2019 at 19:33 Leave a comment

Oleh Fuad Amsyari

Seorang teman mengirim posting:

“Levitsky dan Ziblatt dalam bukunya ‘how democracy dies’ (2019) menarik dijadikan cermin apakah pesta demokrasi Indonesia sedang sekarat dan menuju kematiannya. Demokrasi abal2 berpotensi memantik gerakan people power dan apabila direspon secara berlebihan dgn represi aparat dan senjata maka yg akan terjadi Demo Grazy/ Gila yg bisa berakhir ke demokrasi yg sekarat menuju kematiannya”.

Masalah intinya:  Demokrasi itu apa?

Memang inti utama demokrasi  adalah “CARA MEMILIH PEMIMPIN NGRI”, lalu dikembangkan menjd CARA MENGURUS/MENGELOLA  NGRI, dan ujungnya akhir2 ini demokrasi  menjadi:  SLOGAN POLITIK TANPA KENDALI. Tanpa Kendali.

Mari kini ditilik lbh rinci & utuh. Jika tdk menggunakan cara PEMILU dlm memilih Pemimpin Ngri lalu apa alternatifnya? Jawabnya mudah: KERAJAAN, dg segala macam  penamaannya. Suatu Ngri bisa memakai cara spt itu, dimana  Pemimpin jika berganti ya tdk banyak repot,  hanya oleh Keturunan langsung (anak) atau Keturunan tdk langsung  (saudara-keponakan, dll) dari Penguasa sblmnya. Ssd itu ngri diurus/dikelola dg selera penguasa baru, dan ujungnya  ngri bisa jadi hebat atau bubar, tergantung KEBIJAKAN2 APA YG DIBUAT oleh. SI PENGUASA.

Pada hakekatnya Demokrasi juga berpola sama bukan? “Pemilu, Pemimpin Baru, Kebijakan Baru, Ngri jadi hebat atau bubar/dikooptasi Asing”.

Jadi kapan demokrasi bisa disebut mati? Jawabnya jelas: Jika ngrinya bubar/dijajah asing atau ngri  berubah menjadi Kerajaan.

Kapan demokrasi bisa  menghasilkan Ngri Hebat? Jika demokrasi mampu memproduksi PEMIMPIN HEBAT, yg lalu  membuat  KEBIJAKAN2. yg hebat. Bgmn agar arah itu yg terjadi? Jika demokrasi  dilakukan dg cara yg benar:

  1. Tidak ada Politik Uang
  2. Tidak ada penekanan/pemaksaan oleh yg sedang berkuasa
  3. Prosesnya dilakukan dg jujur, tanpa kecurangan2.

Mengapa Politik Uang membuat ngri jadi rusak bahkan bubar? Krn akan terpilih Pemimpin yg bermutu rendah:  penyuap, mencari kekuasaan bermodal materi,  berujung nanti  memperoleh laba menjadi kian kaya. Membuat rakyat kian bodoh, tdk faham hakekat kekuasaan dan memberikannya begitu mudah pd orang dg harga murah.

Mengapa tekanan/pemaksaan dr Penguasa yg sedang memimpin membuat demokrasi berdampak  ngri rusak atau  bubrah atau dijarah asing? Krn demokrasi akan menghasilkan Pemimpin yg egois, merasa jadi manusia yg terbaik di ngri, prototipe diktator yg intinya bukan orang baik. Praktek ini juga membuat rakyatnya jd lemah, penakut tdk siap menghadapi tantangan.

Mengapa demokrasi merusak ngri jika pemilunya dilaksanakan dg kecurangan2  spt manipulasi data,  curang dlm entry data, tabulasi, kalkulasi dll? Krn ujungya akan terpilih Pemimpin yg rusak & merrusak bangsa oleh proses  manipulasi apa saja termasuk penyelenggaraan pemilunya.

Dilema yg sering diungkap terkait demokrasi adalah  tuduhan bhw demokrasi TIDAK AKAN terbebas dari ketiga cacat tsb sehingga demokrasi akan meluncur ke arah kehancuran bangsa. Alur pikirannya terasa rasional dg mekanisme sbb:

‘Demokrasi akan selalu disertai money politic, political pressure, untrusty process. Maka via demokrasi dg kelemahan2 yg tdk terhindarkan  tsb maka akan dihasilkan Pemimpin buruk, yg akan membuat Kebijakan salah, yg berdampak  bangsa menjadi kian lemah, lalu kembali akan terbentuk  Pemilu yg kian banyak kecurangannya, terpilih Pemimpin yg makin buruk, Kebijakan nasional yg kian salah, dst, dst, berujung bubarnya ngr. Proses ini  disebut sbg ‘SPIRALING DOWN’.

Lalu bgmn cara  mengatasinya?

Sebenarya letak kesalahan  bukan pd demokrasinya sendiri, tapi pada keberadaan tiga CACAT yg tertempel pd demokrasi itu. Jika suatu bangsa mampu membuang cacatnya tsb maka demokrasi malah potensial  bisa membawa bangsa ke arah yg baik secepatnya dan disebut sbg ‘SPIRALING UP’. Pemilunya yg baik akan  memproduksi Pemimpin berkualitas terbaik yg tersedia pd bangsa itu (tdk dibatasi oleh faktor keturunan spt dlm dinasti).  Pemimpin berkualitas akan menghasilkan Kebijakan berkualitas, terhindar dr eksploitasi- kooptasi kepentingan subyektf-materialistik personal penguasa & kepentingan  asing, berdampak pd pemberdayaan penduduk dari kelemahan ahlaq/moral, intelektual/iptek, berujung pd kualits bangsa yg menguat statusnya, lalu berikutnya akan  menyelenggarakan Pemilu yg lbh baik, memilih  pemimpin yg lbh berkualitas, membuat kebijkn nas yg semakin baik, dst.

Di sanalah ssgnya peran ajaran Islam dlm membawa suatu bangsa-ngr berproses menjadi kian membaik, berujung membawa kehadiran  Rahmat bagi umat manusia yg plural & alam semesta.

Islam menuntut perbaikan ahlaq-moral umat manusia, tidak materialistik, altruis tdk egois, tdk ambisius merasa menjadi terhebat krn keturunan namun juga berkesadaran  agar  Kepemimpinan berada di tangan manusia yg benar keimanannya dan matang kepribadian & keilmuannya (bukan sekedar beritual & beramal soaial).

Demokrasi yg benar, tanpa money politic, personal ambition, utrusty process telah ditunjukkan di era Khulafaur Rasyidin.

Demokrasi menjadi merusak krn diterapkan dlm arena Materiasme-Hedonisme-Kapitalisme yg sarat Politik Uang, Tekanan Penguasa oleh ambisi kekuasaan & kekayaan, Kecurangan dlm Proses krn rusaknya moral pelaksananya.

Bgmn pelaksanaan demokrasi di Indonesia? Apakah dlm panduan tuntunan Islam atau terperangkap menjadi Alat/ instrumen sekularisme-hedonisme?

Jangan lupa yg dipertaruhkan adalah  bangsa-negara Indonesia, apakah menjadi mercu-suar dunia atau akan menjadi negara gagal/bubar

 

Surabaya, 26 April 2019.

Di tengah penantian hasil pemilu oleh penghitungan KPU

 

Entry filed under: Pemikiran, Politik. Tags: , , , , .

SOLUSI UNTUK UMAT ISLAM & BANGSA INDONESIA MUSLIM WITHOUT AL QUR’AN?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

April 2019
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Stats

  • 132,557 hits

Feeds


%d bloggers like this: