MEMAHAMI PERTARUNGAN POLITIK PASCA ORDE BARU

16 November 2019 at 19:15 Leave a comment

Oleh Fuad Amsyari

 

Dlm perjalanan sejarah Indonesia terhitung dari  Pilpres 2019 baru lalu  dan berlanjut polemik politiknya sampai sekarang memang telah & sedang  terjadi bbrp kasus spesifik yg menarik unt dicermati, khususnya terkait pergolakan-perkembangan di kalangan Partai Asas Islam. Banyak yg blm faham dg awal kehadiran Partai Asas Islam di Indonesia setelah  jatuhnya kekuasaan Presiden Suharto yg di era kekuasaannya  mewajibkan semua partai politik hanya boleh berasas Pancasila.

Bgmn sejarah awal berdirinya  Partai Asas Islam yg ada saat ini? Bgmn pula Asas  Partai Politik yg lahir dari Ormas Islam besar NU & Muhammadiyah? Tulisan ini diharapkan bisa menambah khasanah tentang hal itu, dan bgmn pula  umat Islam seharusnya melangkah ke depan.

Untuk menjadi catatan sejarah perjuangan Islam di Indonesia perlu  diketahui bhw Partai Bulan Bintang (PBB)  di awal berdirinya memang berasas Pancasila. Begitu Presiden Habibie membolehkn keberadaan  partai  berasas Islam barulah PBB  berganti berasas Islam. PPP juga ganti asas Islam bbrp tahun kemudian di dlm suatu  muktamarnya.

Partai yg sejak awal berdiri sdh berasas Islam walau belum ada ijin Presiden Habibie adalah Partai Keadilan (PK) yg kemudian menjdi PKS yg tetap berasas Islam.

PAN &  PKB sejak berdiri sampai sekarang bukan berasas Islam.

Ada berita partai baru dibentuk mantan aktifis PKS, yi Partai  GELORA yg juga berasas Pancasila.

Juga ada berita munculnya   gagasan membuat Partai Islam Ideologis (blm terbentuk) yg  disponsori DDII krn tdk lagi  menjadi Wali Amanah PBB yg dinilai telah keluar dr Misi Perjuangan Islam Masyumi  walau msh berasas Islam.

Umat memang hrs disadarkan bhw berislam itu TIDAK CUKUP DG MELAKSANAKAN TUNTUNAN ISLAM  PERSONAL/SYAHSHIYAH (spt berTauhid, Ritual, Ahlaq baik, Amal sosial) tapi juga hrs MENGERJAKAN TUNTUNAN ISLAM POLITIK/SIYASI YG DICONTOHKAN NABI (spt mau  menjadi  pendukung HIZBULLAH/Partai asas Islam yg dikelola sesuai Ideologi Islam). Jika umat ini cara berislamnya sebatas Personal/Syahshiyah maka umat akan terhinakan di dunia (Qs02:85)  krn umat akan dipimpin/dikendalikan  manusia yg tdk faham Islam (spt Kafirin, Munafiqin, Dholimin, Jaahilin, termasuk Muslim  Sekuler/Liberal pendukung Ideologi Non-Islam)

Untuk bisa keluar dari berbagai kesulitan & keterpurukan maka  diperlukan mobilisasi penyadaran umat agar  melaksanakan ajaran Islam Politik/Siyasi spt yg dicontohkan  Nabi saat di Madinah, mengikuti isi  Wahyu yg turun di fase itu (Madaniyah). Substansi dasar Islam Politik/Siyasi adalah: 1).  Umat Islam menggalang HIZBULLAH/Partai Islam (Qs05:56 dan Qs58:22), lalu 2). Menguatkan Partai Islam unt bersaing menghadapi  Partai Sekuler/Non-Islam (Qs02:147-148), kemudian 3).  Memenangkan persaingan  mengambil Kepemimpinan Formal di Tatanan Sosial Plural (Qs03:28, 05:51&55) dg  percontohan kasus Nabi yg Tokoh Mukmin Sejati menjadi  Kepala Ngr Madinah yg merupakan suatu Tatanan Sosial  berpenduduk plural, dan 4).  Melaksanakan Kebijakan Publik terkait poleksosbudkumhankam yg diridhoi Allah SWT (Qs05:49-50)  sehingga terwujudlah Ngri adil-makmur-sejahtera-berkemajuan, menjadi mercusuar dunia, spt  dicontohkan  Nabi & Khulafaur Rosyidiin. Ngr akan terhindar dari sasaran  kapitalisme-komunisme yg  materialistik-hedonis-exploitatif menghabiskan SDA & memiskinkan mayoritas/kebanyakan  umat manusia  (yg di era Nabi dipegang oleh ngr superpower  Romawi & Persia).

 

Upaya penyelamatan umat & bangsa Indonesia dari exploitasi & penjajahan asing sungguh memerlukan syiar Islam yg FOKUS PD ISLAM POLITIK. Institusi & gerakan ke arah itu hrs terkoordinir baik sesuai SUNNATULLAH. Misi institusi-gerakan ini  sangatlah  mulia walau berat & besar tantangannya. Aktfis2nya tdk boleh goyah mudah terpengaruh  beralih fokusnya  sekedar dakwah Islam Syahshiyah spt yg sdh dikerjakan  kebanyakan ulama/ustad.

Semoga Allah SWT mengangkat derajat mereka para pejuang ISLAM POLITIK ini  di kehidupan  dunia & akheratnya kelak karena tepat & strategisnya perjuangan Islam mrk  mewujudkan kejayaan Islam, umat, dan bangsa Indonesia yg plural dlm bingkai NKRI. Aamiin.

 

Surabaya, Hari Pahlawan, 2019

Entry filed under: Pemikiran, Politik. Tags: , .

SOLUSI KEKALAHAN ISLAM DLM MEMIMPIN DUNIA PLURAL, Mencermati Kasus Indonesia yg Berpenduduk Besar (240 juta) & Mayoritasnya Muslim (87%) POSISI AL QUR’AN DALAM ISLAM, DAN PERAN ISLAM DALAM PERADABAN MANUSIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 62 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

November 2019
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Stats

  • 131,142 hits

Feeds


%d bloggers like this: