Posts filed under ‘Politik’

JANGAN CEROBOH TERHADAP COVID19 DAN TETAP FOKUS BERDAKWAH ISLAM POLITIK

Oleh Fuad Amsyari

Assalaamu’alaikum Wr Wb.

Saat ini kian ramai saja  polemik terkait masalah umat Islam, seperti Mesjid ditutup, Haji 2020 batal, RUU HIP,  Perppu 01/2020, New Normal unt Covid19, dll.  Sayangnya banyak polemik yg  tidak menyentuh/masuk ke inti/SUMBER  permasalahan umat sehingga selain membuat umat jadi tambah bingung juga terlupa untuk membuat langkah kunci/BENAR  dalam berislam & berdakwah. (more…)

10 June 2020 at 09:32 Leave a comment

HIZBULLAH ADALAH KUNCI KEMENANGAN ISLAM DI DUNIA PLURAL

Al Qur’an surat al Ma’idah (05) ayat 55 & 56 adalah Wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW saat di Madinah, yg artinya:

“Sesungguhnya Pemimpin kalian itu hanyalah Allah, RasulNya, dan Orang yg berkategori Mukmin, yakni orang yg menegakkan shalat, membayar zakat, dan mereka yg tunduk (pd tuntunan Allah)”

“Dan barang-siapa yg mengambil sebagai Pemimpinnya itu Allah, RasulNya, dan Orang yg  berkategori mukmin maka sungguh Hizbullah,  mereks itulah yg berhasil (menang dalam perebutan kepemimpinan di dunia pluralnya)”

Dalam suatu posting ada seorang ustad yg memaknai Hizbullah itu  hanya sebagai ‘golongan Allah” secara umum, atau malah disebut sebagai ‘pasukan perang Allah’. Padahal ayat ttg Hizbullah dalam al Qur’an itu terkait dg persaingan kepemimpinan orang Islam dg orang kafir (Qs05:51-57).

Hizb itu jelas mengacu pada kelompok bermisi memimpin suatu tatanan masyarakat plural, bukan asal kelompok/golongan secara umum, juga bukan pasukan perang. Wahyu ttg hizbullah itu turun di fase  Madinah, yg sudah menyangkut masalah sosial-politik/ syariat syiyasiyah,  tdk di fase Mekah di mana isi wahyu di fase Mekah terkait tentang syariat syahshiyah/personal.

Dalam sejarah di dunia Islam yang panjang banyak orang lalu mengubah/ mengaburkan makna Hizb sebagai kekuatan politik karena mereka sedang di bawah sistem kesultanan/kerajaan krn dlm sistem tersebut  masalah kepemimpinan di dunia plural sdh dianggap selesai. Raja/Sultan dengan keturunannya itulah  Pemimpin tatanan sosial plural, tdk diperlukan adanya kekuatan politik yg berkaitan dg pemilihan Pemimpin Formal di sana.

Seperti yg sudah banyak  diketahui bahwa Wahyu Allah SWT yg disampaikan kepada RasulNya itu sesudah turun akan berlaku pd era kapanpun dan di manapun terkait makna misi keIslamannya. Dalam Era demokrasi di mana umat Islam hrs bersaing dlm masalah kepemimpinan di dunia plural maka Hizb hrs dikembalikan ke makna yg benar, yakni kelompok politik Islam untuk  memenangkan Kepemimpinan oleh Islam dlm tatanan sosial plural, seperti era Nabi beserta para sahabat di fase Madinah.

Umat Islam harus mewaspadai adanya upaya pembodohan oleh orang lain (lawan/musuh  Islam)  dg memaknai salah terhadap istilah2 di dalam ayat2 al Qur’an. Sebagai  contoh yg kini juga sedang marak dipopulerkan adalah misalnya istilah JIHAD dimaknai  ‘bersungguh-sungguh’ belaka. Juga istilah ‘Rahmatan lil ‘alamin’  dimaknai asal berbuat baik pd seseorang, atau bahkan sikap ‘diam’ saja saat Islam dihina orang.

Dari isi ayat al Qur’an dan sejarah Perjuangan Nabi dg para sahabat beliau makna HIZBULLAH adalah KEKUATAN POLITIK UMAT ISLAM, bukan asal golongan/kelompok umat Islam.

Kewajiban umat Islam di era modern sekarang ini harusnya memerinci ciri Hizbullah sehingga bernilai operasional bisa jadi panduan untuk  dikerjakan umat Islam dlm kehidupan nyata. Di jaman demokrasi di mana manusia lalu membuat kelompok2 politik beraneka ragam maka Hizbullah perlu memiliki ciri spesifik yg membedakannya dg kelompok politik yg memperjuangkan agenda yg berbeda dg umat Islam. Berikut ini minimal   karakter Hizbullah yg akan dikenali oleh umat Islam dg mudah. Partai Islam, bila sudah ada,  diharapkan menyesuaikannya.

Ciri2 operasional HIZBULLAH, kekuatan politik Islam yg kini dikenal sebagai Partai Politik Islam,  adalah:

  1. Asas Partai harus Islam
  2. Kekuasaan tertinggi Partai adalah Majelis Syuro, yg terdiri dari sejumlah ‘Ulama” dalam artian Mukmin pejuang Islam berkemampuan memahami sumber acuan Wahyu & Sains terkait seluk beluk kepemimpinan dalam masyarakat plural.
  3. Majelis Syura dipilih

dlm suatu forum musyawarah berupa   ‘Muktamar Ulama Partai Islam’ representasi ulama dalam lingkup  Nasional.

  1. Kepemimpinan Exekutif Inti Partai di semua tingkatan (seperti Ketua umum & Sekjen di tingkat Nasional) harus berkategori Mukmin aktifis Islam, yang  diangkat-diberhentikn oleh Majelis Syuro
  2. Semua Calon Pejabat Publik (Exekutif, Legislatif, Yudikatif) yg diusung Partai unt semua tingkatan hrs berkategori Mukmin aktifis Islam & ditetapkan MjSy
  3. Jika diperlukan ada Aliansi dg Partai lain maka akan dilakukan hanya JIKA untuk mengusung Calon dari Partai Islam. Partai lain yg akan dipilih untuk aliansi itu ditetapkan oleh MjSy.
  4. Pejabat Publik Formal dari Partai Islam harus mengikuti arahan kebijakan2 yg disiapkan oleh MjSy. Pejabat publik tsb hanya dpt diganti/diberhentikn oleh MjSy
  5. Hizbullah/Partai Islam harus bersikap OPOSISI tatkala kekuasaan Exekutif (Nasional & Daerah) bukan oleh Kader Partai Islam
  6. Program2 Partai Islam hrs menyentuh kebutuhan rakyat, namun berorientasi Solusi Syar’i berbasis Qur’an-Hadis shohih-Sains valid unt mengatasi masalah2 Bangsa-Negara
  7. Aktifitas2 Partai Islam hrs bersifat proaktif & vokal untuk memuliakan Islam dan membela-membantu umat Islam di dalam & luar negeri
  8. Manajemen harta-benda Partai hrs Syar’i, dengan prinsip dasar sbb:
  9. Pemisahan tegas milik Individu Pengurus vs milik Partai (harta Partai bukan milik Pengurus, dan sebaliknya)
  10. Kebijakan umum terkait Pemasukan & Pengeluaran harta partai oleh MjSy. Exekutif berperan  melaksanakan sesuai dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Partai (APBP).  Tdk perlu ada organ lain terkait  pengendalian aset, spt dibuatnya yayasan dll
  11. Pendapatan Fungsionaris partai yg menjadi Pejabst Formal Negara masuk ke kas partai. Pejabat ybs digaji oleh partai sesuai kebijakan APBP
  12. APBP ditetapkan MjSy, diketahui oleh Exekutif Partai (Ketua-Sekr) sampai di tingkat Kabupaten/Kota
  13. Program Strategis Hizbullah adalah:

GERAKAN PENYADARAN UMAT bhw  MENDUKUNG PARTAI SEKULER ITU HARAM, MELANGGAR AL QUR’AN, akan berdampak KERUSAKAN UMAT &  ISLAM, DOSANYA TERAMAT BESAR, BISA  MELAMPAUI PAHALA YG DIDAPAT dari IBADAH MAHDHOH sehingga terancam Neraka

 

Surabaya, 23 Ramadhan 1441 H

17 May 2020 at 11:20 Leave a comment

ISLAM PERLU MENJADI PENGENDALI TATANAN SOSIAL PLURAL UNTUK MENGHADIRKAN RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM.

Oleh Fuad Amsyari

 

Saya menulis artikel ini karena tersentak membaca posting seorang Ustad senior di media sosial berikut ini :

“Umat ini harus di tarbiyah (dididik) untuk menjadi mujahid (pejuang) bukan jadi “penguasa”.

Kekuasaan itu adalah buah.  Allah telah berjanji kepada orang-orang yg beriman dan beramal sholeh akan memberikan “kekuasaan” di muka bumi.

Jikalau yg berkuasa itu aktifis ormas,  mahasiswa,  partai islam, tapi jika spiritnya bukan iman,  maka kekuasaan itu tidak memberikan manfaat kepada islam dan umat islam.  Sebagaimana yg kita saksikan di negeri ini…”

Jelas pandangan di atas  tdk berdasar fakta di Indonesia saat ini. Kurang banyak apa jumlah PEJUANG ISLAM  DI NGRI INI. Apa ada yg menafikan bhw ustad2, mubaligh2 di pelosok2 ngri itu bukan Pejuang Islam? Astaghfirullah.

Untuk bisa berkuasa memimpin tatanan sosial plural itu PERLU PROSES POLITIK SESUAI SUNNATULLAH SOSIAL-POLITIK, tidak otomatis tiba2 menjadi pemimpin. (more…)

14 May 2020 at 14:56 Leave a comment

Kaderisasi Islam Politik

25 January 2020 at 10:38

MEMAHAMI PERTARUNGAN POLITIK PASCA ORDE BARU

Oleh Fuad Amsyari

 

Dlm perjalanan sejarah Indonesia terhitung dari  Pilpres 2019 baru lalu  dan berlanjut polemik politiknya sampai sekarang memang telah & sedang  terjadi bbrp kasus spesifik yg menarik unt dicermati, khususnya terkait pergolakan-perkembangan di kalangan Partai Asas Islam. Banyak yg blm faham dg awal kehadiran Partai Asas Islam di Indonesia setelah  jatuhnya kekuasaan Presiden Suharto yg di era kekuasaannya  mewajibkan semua partai politik hanya boleh berasas Pancasila.

Bgmn sejarah awal berdirinya  Partai Asas Islam yg ada saat ini? Bgmn pula Asas  Partai Politik yg lahir dari Ormas Islam besar NU & Muhammadiyah? Tulisan ini diharapkan bisa menambah khasanah tentang hal itu, dan bgmn pula  umat Islam seharusnya melangkah ke depan. (more…)

16 November 2019 at 19:15 Leave a comment

SOLUSI KEKALAHAN ISLAM DLM MEMIMPIN DUNIA PLURAL, Mencermati Kasus Indonesia yg Berpenduduk Besar (240 juta) & Mayoritasnya Muslim (87%)

Oleh Fuad Amsyari

Seorang teman japri ke saya suatu keluhan klasik tanpa solusi strategis-tehnis yg ujung2nya masalah TIDAK TERATASI. Aktifis Islam (A-Is) hrs bisa bergerak mengatasinya bukan? Japrinya sbb:

” Mengapa kita sulit bersatu,? Kalau kita pelajari hasil lemilu 1955 seandainya Masyumi, NU, PSII dan Perti bersatu dan sekarang hasil pemilu 2019, seandainya PKB, PAN, PKS, PPP bersatu bisa mengalahkan lawan lawannya.
Tahun 1955 bisa mengalahkan PNI dan PKI sedang tahun 2019 bisa mengalahkan PDIP, Golkar, Nasdem. Kenapa tidak mau bersatu?”

Nuansa japri itu klasik sekali, mengeluh & berharap umat bersatu. Apa makna bersatu? Mau semua lelaki shalat di mesjid, mengerjakan tahajud & dhuha tiap hari, semua mengaku muslim berpuasa Ramadhon, dll? Hrs Bersatu dlm hal apa? (more…)

8 October 2019 at 22:29 Leave a comment

MENGAPA BERISLAM SKALA PERSONAL MASIH BELUM CUKUP

Oleh Fuad Amsyari

Berislam hanya berskala pribadi/personal spt bertauhid, melakukan  ritual, bekerja halal, dan berakhlaq baik tidak boleh gegabah menganggap bhw diri di dunia fana akan sukses dan di akherat masuk surga. Jangan lupa jika pribadi itu hidup di suatu Tatanan Sosial Plural yg rusak maka pribadi muslim tadi  akan terpapar berkelanjutan  upaya2 Pemurtadan & Ajakan  kedholiman yg tdk mustahil dapat terseret sehingga  akan banyak berbuat dosa, bahkan bisa2 jadi musyrik menyekutukan Allah atau malah murtad. Nah jika sdh terperosok begitu, menumpuk dosa, mana mungkin hidupnya akan  sukses  tenteram di dunia fana dan matinya masuk surga?

(more…)

22 July 2019 at 22:43 Leave a comment

DEMOKRASI & NASIB SUATU BANGSA

Oleh Fuad Amsyari

Seorang teman mengirim posting:

“Levitsky dan Ziblatt dalam bukunya ‘how democracy dies’ (2019) menarik dijadikan cermin apakah pesta demokrasi Indonesia sedang sekarat dan menuju kematiannya. Demokrasi abal2 berpotensi memantik gerakan people power dan apabila direspon secara berlebihan dgn represi aparat dan senjata maka yg akan terjadi Demo Grazy/ Gila yg bisa berakhir ke demokrasi yg sekarat menuju kematiannya”.

Masalah intinya:  Demokrasi itu apa? (more…)

27 April 2019 at 19:33 Leave a comment

SOLUSI UNTUK UMAT ISLAM & BANGSA INDONESIA

Oleh: Fuad Amsyari PhD

Bismillahirrahmaanirahiim.

AWW, saya prihatin membaca berbagai posting keluhan2 personal umat Islam yg menjadi komponen terbesar bangsa Indonesia,  termasuk kemiskinan, kemaksiatan, penghinaan, exploitasi melalui praktek riba, dll. Ukuran kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kondisi mayoritas penduduk dr bangsa tersebut. (more…)

12 April 2019 at 07:53 Leave a comment

TUNTUNAN ISLAM DALAM MEMILIH PEMIMPIN DI DUNIA PLURAL

Oleh Fuad Amsyari

 

Manusia diciptakan Allah SWT sbg mahluq sosial yg hidup bersama sesamanya. Masy itu tentu majemuk/plural,  beragam ras, suku, dan keyakinan agama, namun harus dipimpin secara benar oleh individu pemimpin yg berkualitas baik, bukan dipimpin oleh orang yg jahat atau buruk atau bodoh supaya masy plural tsb bisa hidup tertib, adil,  tersejahterakan secara keseluruhan. (more…)

10 April 2019 at 22:37 Leave a comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 62 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

July 2020
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Stats

  • 132,945 hits

Feeds