Posts filed under ‘Sosial Budaya’

POSISI AL QUR’AN DALAM ISLAM, DAN PERAN ISLAM DALAM PERADABAN MANUSIA

DR. Fuad Amsyari *)

Kebanyakan orang melihat Islam terpancang pada statusnya di saat ini, yakni bahwa Islam adalah satu dari sekian banyak agama dan keyakinan yang hidup dalam masyarakat. Cara pandang seperti itu terlalu sempit dan berakibat menjadi sulit untuk memahami bagaimana hakekat peran Islam dalam dinamika peradaban manusia, peran Islam terhadap nasib manusia sebagai individu maupun sebagai tatanan sosial yang plural. Islam mudah dianggap tidak beda dengan agama lain, atau agama lain tidak beda dengan Islam. Maka terjadilah berbagai polemik dan diskusi tiada habisnya apa peran sesungguhnya agama Islam itu dalam kehidupan manusia, membawa kebaikankah, seberapa banyak, atau malah membawa kerugiankah, seberapa rusak. Perdebatan untuk menentukan apa hakekat peran Islam di dunia ini  rasanya tidak akan pernah selesai kapanpun dan di manapun, apalagi dengan pesatnya perkembangan kemampuan manusia dalam sains-teknologi termasuk kemampuan  membuat argumen/alasan yang luar biasa,  secara nalar maupun emosional. (more…)

25 December 2019 at 10:01 Leave a comment

ANTARA MENGHAFAL & MEMAHAMI AL QUR’AN, Pilihan atau Tahapan

Oleh Fuad Amsyari

 

Rasanya semua orang sepakat bhw menghafal al Qur’an itu sebuah tugas berat tapi mulia. Menghafalkan al Qur’an tdk sekedar untuk  suatu saat sudah hafal, lalu bisa  menjawab pertanyaan bunyi suatu ayat jika disebutkan nama surat & ayat yg ke berapa. Atau jika dibacakan suatu ayat sebelumnya maka ajat berikut bisa disampaikan dg benar. Cara kedua itu sering digunakan dlm lomba hafalan al Qur’an di TV dg pemberian hadiah bagi pemenangnya. Lomba itu umumnya bagi anak2 dg jumlah peserta cukup banyak. Hanya saja sebagai pemirsa akan terasa ikut sedih jika ada peserta yg menangis saat disisihkan pd babak2 penyisihan pdhal mrk relatif sdh banyak hafal  ayat & surat di dlm al Qur’an. (more…)

31 May 2018 at 04:14 Leave a comment

PAHALA, ITUKAH YANG DICARI DALAM BERISLAM?

Oleh: Fuad Amsyari

Ada teman yg senangnya posting tentang pahala & pahala. Mengerjakan shalat sunnah ini dpt pahala, puasa sunnah itu mendpt pahala, minum tangan kanan dpt pahala, tdk meniup walau minumannya panas dpt lagi pahala, baca basmalah sebelum meneguk mendulang pahala, tdk agresif minumnya menerima lagi pahala, pahala, dst dst.

Saya lalu sering berfikir ttg PAHALA2 & DOSA2 YG DITIMBUN UMAT INI.

Betapa sulitnya mengukur jumlah pahala yg sdh dikumpulkan, kadang merasa sdh punya bergudang ternyata hanya selumbung doang, yg sgr lenyap dimakan dosa krn mengerjakan ritual yg tdk diperintah Nabi alias berbid’ah dhalalah.

Sebaiknya hidup ini tdk berorientasi ngumpulin/mengejar2 pahala yg tdk bisa diverifikasi kuantitas & kualitasnya. Kita serahkan saja besarnya pahala yg sdh didapat itu ke Allah SWT, sedangkan keseharian hidup ini hrsnya lebih berorientasi TERUS BERGERAK MELAKUKAN KEBAIKAN2 YG NYATA & PROPORSIONAL. Apa itu? Jelas harus mengerjakan RITUAL, a.l shalat, namun yg sewajarnya saja, SESUAI SYARIAT, tdk berlebihan sehingga menjadi bid’ah karena tidak diperintahkan Nabi.  Selain beritual yg tdk memakan waktu berkepanjangan itu umat hrs terus memperbaiki AKHLAQnya, kapanpun-dimanapun-sedang mengerjakan apapun. Juga tidak boleh lupa unt BANYAK2 MENOLONG ORANG dlm berbagai hal, walau hanya sesuatu yg sederhana. Di luar itu semua TIAP MUSLIM sekali-kali tidak boleh lupa untuk melakukan perbuatan yg bernilai sangat2 tinggi di sisi Allah, yg bisa membuat kita disebut sbg ORANG BERIMAN, BUKAN SEKEDAR BERISLAM, membuat diri ini berpeluang mendpt SURGA. Aktifitas apa itu? Aktifitas mengerjakan JIHAD FIE SABILILILLAH, menyebarkan-membela Islam melalui aktifitas DAKWAH & SIYASAH/ISLAM POLITIK.  Dengan DAKWAH/BERNASEHAT   bisa diajak orang per orang ke jalan yg benar & semakin benar dlm berIslam. Dg SIYASAH/ISLAM POLITIK, /(menjadikan Islam  memimpin dunia plural/majemuk) maka masy sebagai satu satuan sosial  bisa diajak secara  berbondong2  kepada hidup yg benar, yaitu jalan Islam.

Begitulah seharusnya hidup seorang muslim, rasional-obyektif-efisien-efektif, tidak berkhayal, penuh mimpi atau sebaliknya hanya mengejar ngejar harta & kemegahan-kenyamanan duniawi belaka. Semoga Allah SWT merahmati. Amien.

Wassalam

Fuad Amsyari

22 March 2018 at 17:59 Leave a comment

OBYEKTIFIKASI DALAM BERISLAM

(Oleh: Fuad Amsyari)

Melihat praktek berislam kebanyakan umat akhir2 ini, termasuk intelektualnya, membuat saya teringat istilah yg pernah dipakai oleh almarhum sahabat saya DR. Kuntowijoyo dari UGM Jogja. Dikatakannya bhw umat ini berislamnya hrs diukur lebih obyektif supaya tidak terjebak pada subyektifitas yg melahirkan berbagai kesia-siaan maupun pertikaian. Bukankah hal tersebut sering terjadi juga sampai sekarang? (more…)

2 February 2018 at 12:02 Leave a comment

MEWASPADAI KECENDERUNGAN MENUHANKAN SAINS-TEKNOLOGI, MENINGGALKAN AJARAN AGAMA YANG BENAR

3 February 2015 at 17:59 Leave a comment

SEBERAPA CERDASKAH MANUSIA ITU?

Bumi ini penuh ‘kekayaan’, mulai dengan keluasan tanahnya yang bisa ditanami, lahan yang bisa ditempati, melimpahnya air yang selalu dibutuhkan untuk hampir semua kebutuhan manusia, udara dengan oksigen dan bahan kimiawi penting lain, isi buminya yang luar biasa berupa tambang bermacam-macam sepertinya tak terbatas jenis dan kuantitasnya, seperti minyak bumi, batu bara, logam emas, perak, tembaga, berbagai bantuan termasuk intan, mineral, dan sebagainya. Belum lagi binatang yang hidup di atasnya yang bisa dimakan, ditimang-dipelihara dijadikan kesayangan, bentangan geografis dengan panoramanya yang indah. MasyaAllah.

Sebagian kekayaan di bumi itu bisa didapat dengan mudah oleh manusia, namun juga banyak jenis yang memerlukan kemampuan khusus berupa ilmu dan teknologi untuk mengambilnya. Teknologi yang diperlukan sudah banyak yang diketahui dan dikuasai, ada yang sederhana ada pula yang rumit. Ada yang terbuka untuk umum, ada pula yang dirahasiakan untuk kepentingan tertentu, seperti misalnya supaya memperoleh harga melangit saat menjualnya. Maka bergabunglah kedua macam kekayaan di atas, yakni kekayaan alam dan kekayaan teknologi manusia. Seharusnya dengan kedua bentuk kekayaan itu semua manusia yang sempat hidup di bimu bisa hidup layak sebagai makhluk mulia sampai akhir hayat mereka. Namun benarkah keberuntungan manusia seperti itu yang terjadi di bumi? Dalam sejarah panjang manusia jawabannya ternyata tidak, bahkan sebagian besar manusia di bumi itu hidupnya masih sengsara, malah banyak yang hidup lebih sengsara dari binatang. Di mana masalahnya? (more…)

19 November 2014 at 19:08 Leave a comment

BERFIKIR, BERSIKAP, DAN BERTINDAK DENGAN PENDEKATAN SISTEM UNTUK KEHIDUPAN MULIA- SEJAHTERA DALAM BERKAH ALLAH SWT

Dalam era kemajuan iptek  seharusnya manusia dalam berfikir, bersikap dan bertindak memakai pendekatan Sistem. Kehidupan di dunia ini bisa dipilah dalam 3 sistem (tatanan) yang penting, yakni sistem individu, orang per orang, sistem keluarga sebagai suatu satuan, dan sistem negara yang merupakan suatu tatanan yang di dalamnya terdapat banyak manusia, banyak keluarga, hidup di suatu wilayah luas dengan suatu pengaturan yang terkoordinasi ketat dan utuh. (more…)

8 March 2014 at 13:20 1 comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

June 2020
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Stats

  • 132,558 hits

Feeds