PAHALA, ITUKAH YANG DICARI DALAM BERISLAM?

Oleh: Fuad Amsyari

Ada teman yg senangnya posting tentang pahala & pahala. Mengerjakan shalat sunnah ini dpt pahala, puasa sunnah itu mendpt pahala, minum tangan kanan dpt pahala, tdk meniup walau minumannya panas dpt lagi pahala, baca basmalah sebelum meneguk mendulang pahala, tdk agresif minumnya menerima lagi pahala, pahala, dst dst.

Saya lalu sering berfikir ttg PAHALA2 & DOSA2 YG DITIMBUN UMAT INI.

Betapa sulitnya mengukur jumlah pahala yg sdh dikumpulkan, kadang merasa sdh punya bergudang ternyata hanya selumbung doang, yg sgr lenyap dimakan dosa krn mengerjakan ritual yg tdk diperintah Nabi alias berbid’ah dhalalah.

Sebaiknya hidup ini tdk berorientasi ngumpulin/mengejar2 pahala yg tdk bisa diverifikasi kuantitas & kualitasnya. Kita serahkan saja besarnya pahala yg sdh didapat itu ke Allah SWT, sedangkan keseharian hidup ini hrsnya lebih berorientasi TERUS BERGERAK MELAKUKAN KEBAIKAN2 YG NYATA & PROPORSIONAL. Apa itu? Jelas harus mengerjakan RITUAL, a.l shalat, namun yg sewajarnya saja, SESUAI SYARIAT, tdk berlebihan sehingga menjadi bid’ah karena tidak diperintahkan Nabi.  Selain beritual yg tdk memakan waktu berkepanjangan itu umat hrs terus memperbaiki AKHLAQnya, kapanpun-dimanapun-sedang mengerjakan apapun. Juga tidak boleh lupa unt BANYAK2 MENOLONG ORANG dlm berbagai hal, walau hanya sesuatu yg sederhana. Di luar itu semua TIAP MUSLIM sekali-kali tidak boleh lupa untuk melakukan perbuatan yg bernilai sangat2 tinggi di sisi Allah, yg bisa membuat kita disebut sbg ORANG BERIMAN, BUKAN SEKEDAR BERISLAM, membuat diri ini berpeluang mendpt SURGA. Aktifitas apa itu? Aktifitas mengerjakan JIHAD FIE SABILILILLAH, menyebarkan-membela Islam melalui aktifitas DAKWAH & SIYASAH/ISLAM POLITIK.  Dengan DAKWAH/BERNASEHAT   bisa diajak orang per orang ke jalan yg benar & semakin benar dlm berIslam. Dg SIYASAH/ISLAM POLITIK, /(menjadikan Islam  memimpin dunia plural/majemuk) maka masy sebagai satu satuan sosial  bisa diajak secara  berbondong2  kepada hidup yg benar, yaitu jalan Islam.

Begitulah seharusnya hidup seorang muslim, rasional-obyektif-efisien-efektif, tidak berkhayal, penuh mimpi atau sebaliknya hanya mengejar ngejar harta & kemegahan-kenyamanan duniawi belaka. Semoga Allah SWT merahmati. Amien.

Wassalam

Fuad Amsyari

Advertisements

22 March 2018 at 17:59 Leave a comment

BATAS HUBUNGAN AGAMA DAN POLITIK, Melerai Polemik ISLAM POLITIK, POLITIK ISLAM, POLITISASI ISLAM, MENUJU KESEPAKATAN MAKNA POLITISASI AGAMA

Fuad Amsyari PhD

Dewan Kehormatan ICMI Pusat

Cara hidup manusia itu bisa bermacam-macam. Secara umum dapat dibagi tiga alternatif:

  1. Hidup mengalir begitu saja sesuai dengan kebutuhan dan kenyataan yang dihadapi. Karena perlu makan maka mencari pekerjaan, apa saja asal mendapat hasil, diusahakan hasil yang didapat sebanyak-banyaknya dengan usaha sesedikit mungkin, cepat kaya kalau bisa sudah kaya raya sedini mungkin dengan cara apapun. Karena perlu kebutuhan seksual maka dicarilah pemenuhan seksualnya, cari pelampiasan nafsu seks yang disukainya, sesama jenis atau dengan lawan jenis, yang penting hasrat tersalurkan, tidak harus cantik asal menyenangkan, tidak harus repot melalui proses nikah/kawin. Karena mau  teman untuk diajak ngobrol, bersosial, maka cari siapa saja yang cocok bisa diajak membuang waktu luangnya, bisa bergembira-ria bersama.  Karena mau punya pengaruh, syukur jika dapat menjadi pemimpin maka dicarilah partai politik, mana saja asal bisa membuat dia mudah menduduki jabatan dan mendapat simpati orang,  lalu berhasil menjadi penguasa di wilayah, dipuji, ditakuti, dan ditaati perintahnya. Maka hiduplah dia di dunianya, bisa berhasil sesuai harapan, bisa juga gagal, dan ujungnya mati yang berarti selesailah segalanya.Namun kadang mendengar info bahwa sesudah mati nanti akan hidup kembali, maka lalu berkhayal bisa hidup nyaman pula di dunia lain itu, yang sering disebut sebagai surga melalui usaha seadanya, seperti memeluk suatu keyakinan dan berdoa. Apakah gerangan nama cara hidup yang seperti ini? Silahkan diberi nama apa saja, bisa pragmatisme, materialisme, humanisme, dll. Banyakkah manusia yang cara hidupnya seperti ini? Rasanya banyak, bahkan bisa jadi semakin banyak saja.

(more…)

3 March 2018 at 09:06 Leave a comment

BAGAIMANA ISLAM BISA MENGATASI KAPITALISME YG JAHAT TAPI CERDIK

(Oleh Fuad Amsyari PhD)

Seorang teman yg guru besar FK Unair mengirim artikel ke saya berjudul “Hebat dan Jahatnya Kapitalisme oleh Para Kapitalis”, disertai pertanyaan kepada saya bagaimana Islam bisa mengatasinya. Tulisan ini adalah jawaban saya akan pertanyaan tsb. Di akhir tulisan juga saya lampirkan artikel yg dikirimkan oleh teman saya tadi spy pembaca bisa memahami inti masalahnya.  (more…)

14 February 2018 at 18:56 Leave a comment

SUNNATULLAH CARA HIDUP MUSLIM DALAM DUNIA PLURAL

(Oleh Fuad Amsyari)

Terkait kiriman posting dari teman tentang telah diselenggarakannya suatu perhelatan besar dan tentunya juga berbeaya besar pula di Indonesia, yi “MUBES PEMUKA AGAMA UNTUK KERUKUNAN BANGSA” ,  saya  menjadi kian prihatin jangan2 banyak tokoh muslim yg kiranya belum faham bgmn harusnya hidup bersama orang lain pada  kehidupan masy plural/majemuk/bhineka. Saya lalu pertanyakan apa pula itu?

(more…)

12 February 2018 at 21:43 Leave a comment

OBYEKTIFIKASI DALAM BERISLAM

(Oleh: Fuad Amsyari)

Melihat praktek berislam kebanyakan umat akhir2 ini, termasuk intelektualnya, membuat saya teringat istilah yg pernah dipakai oleh almarhum sahabat saya DR. Kuntowijoyo dari UGM Jogja. Dikatakannya bhw umat ini berislamnya hrs diukur lebih obyektif supaya tidak terjebak pada subyektifitas yg melahirkan berbagai kesia-siaan maupun pertikaian. Bukankah hal tersebut sering terjadi juga sampai sekarang? (more…)

2 February 2018 at 12:02 Leave a comment

SUNNATULAH PEMENANGAN ISLAM POLITIK UNTUK KEJAYAAN BANGSA

(oleh: Fuad Amsyari PhD)

Mengapa umat Islam terpuruk di mana2? Krn TIDAK MEMIMPIN DUNIA PLURALNYA. Keterpurukan umat Islam berarti keterpurukan bangsa karena yg terpuruk itu MAYORITAS PENDUDUK NGRI. Ingat adagium politik: “Jika mayoritas penduduk suatu ngri itu sejahtera maka minoritasnya akan ikut terangkat, tidak berlaku untuk kondisi yg sebaliknya” (more…)

15 January 2018 at 10:04 1 comment

Sains dalam Pandangan Islam

20 October 2017 at 17:44 Leave a comment

Older Posts Newer Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 53 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

July 2018
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Stats

  • 107,699 hits

Feeds