Posts tagged ‘HAM’

CIRI DAN UJUNG BANGSA-NEGARA SEKULER (Analisis Kualitatif terhadap Masa Depan)

Fuad Amsyari, PhD, Caleg DPR RI dari PBB

(Silahkan ikuti twitter: @f_amsyari)

Makna SEKULER terkait dengan kehidupan berbangsa-bernegara berarti pengelolaan bangsa-negara itu murni oleh ide-kreatifitas manusia, tanpa melibatkan secara formal tuntunan agama yang terkait masalah kenegaraan  (misalnya: hukum pidana yang diberlakukan, perilaku  ekonomi makro, budaya nasional, pendidikan, kriteria yang boleh menjadi pemimpin, dan aspek poleksosbudhankam lainnya). Tuntunan agama tentang kenegaraan tersebut diabaikan bahkan secara formal dilarang untuk diterapkan (lihat konstitusi Turki pasca Kemal Attaturk sampai sekarang). Ringkasnya bahwa SEKULER BERARTI MENOLAK TUNTUNAN TUHAN TERKAIT PENGURUSAN NEGARA. Perilaku negara lalu bergerak tanpa tuntunan tuhan, menolak panduan tuhan, alias KAFIR dalam berbangsa-bernegara, walau di negeri itu banyak penduduk beragama, walau negeri itu dipimpin oleh seorang yang beragama. Dalam kaitannya dengan agama Islam yang memiliki tuntunan tentang bagaimana seharusnya sebuah negara dikelola maka kondisi SEKULER itu menjadi sebuah malapetaka luar biasa. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun. Astaghfirullah. (more…)

Advertisements

14 December 2013 at 07:51 Leave a comment

PENISTAAN AKAN DATANG BERTUBI-TUBI, VULGAR, DAN AGRESIF PADA MEREKA YANG LEMAH DAN SEDANG DILEMAHKAN

Saat Nabi Muhammad dan umat Islam masih lemah di Mekah, penistaan datang bertubi-tubi, bukan hanya pada isi ajaran Islamnya namun juga pada pribadi Rasulullah. Nabi dicacimaki sebagai pembawa sihir-gila-dll, dillempari kotoran-batu, serta berbagai macam hinaan lain. Vulgar, agresif, terbuka, dan bertubi-tubi. Hal itu terjadi saat umat Islam lemah dan sedang dilemahkan oleh lawan keyakinannya, sedang dalam bayangan kekuasaan orang kafir dan musyrik. Respon Nabi dan umat Islam masa itu tentu amat rasional,  menerima pelecehan dengan kesabaran, mengusap dada, istighfar, serta mendoakan semoga orang kafir-musyrik diberi hidayah oleh Allah SWT, namun secara simultan juga terus berjuang menebar kebenaran dan memperkuat barisan Islam. (more…)

4 October 2012 at 19:51 Leave a comment

DEMOKRASI ATAU REVOLUSI (Sanggahan terhadap Pemikiran Abdul Qadim Zallum yang mengharamkan Demokrasi)

DAMPAK SIKAP ANTI DEMOKRASI PADA KONDISI UMAT

Banyak kelompok Islam mengharamkan demokrasi yang berakibat umat  terpecah dalam politik praktis sehingga kalah dalam memperebutkan kepemimpinan negara. Mengapa bisa begitu? Jawabannya: “Karena banyak umat  (baca: tokohnya) yang keliru menafsirkan pokok permasalahan kehidupan berbangsa-bernegara dari tinjauan Islam”. Karena kalah dalam berebut kekuasaan formal negara maka umat (sebut: tokohnya) gagal mencontoh Rasul yang berhasil mengelola sebuah negara (dengan penduduk plural) secara Islami dan mewujudkan kejayaan Islam,  kemuliaan kaum muslimin, serta mendatangkan kerahmatan pada alam. Salah satu  kekeliruan terbesar dalam pemahaman Islam terkait dengan berbagai permasalahan berbangsa-bernegara adalah “kesalahan memaknai demokrasi, termasuk pemilu(more…)

10 September 2012 at 19:04 Leave a comment

HAM TANPA PANDUAN SYARIAT ISLAM AKAN MERUSAK TATANAN SOSIAL UMAT MANUSIA

Sabtu, 18 Desember 2010 kemarin saya diundang sebagai pembicara dalam forum Talkshow “HAM: Pembebasan atau Penjajahan” oleh Moslem Students Association of Economic and Business Faculty (MoSAIC)  Universitas Airlangga. Pada saya diminta membahas judul ‘HAM: Bukan dari Islam’ dengan kisi-kisi pembahasan terdiri tiga materi: 1). ISLAM: Sistem aturan kehidupan yang sempurna; 2). HAM: Menjadikan nafsu sebagai Tuhan; dan 3). Islam tidak mengakui HAM dalam makna tidak ada kebebasan yang tanpa batas, Syariat Islam adalah Pembatas yang jelas atas semua aktifitas seorang muslim.

Saya hadir dengan menyiapkan materi (bentuk power-point) yang sebagiannya saya ambil dari penyajian saya dalam Seminar Internasional Ekonomi dan Hukum Islam di IAIN Jambi bulan sebelumnya untuk menerangkan: Apa itu Islam, Ukuran Kualitas Orang Islam, dan Masalah Umat Islam di Indonesia. Kemudian saya lanjutkan dengan materi: HAM dalam pandangan Islam, HAM di UUD ’45, dan terakhir tentang HAM yang berkembang tanpa panduan Syariat dan berakibat merusak tatanan sosial di manapun manusia itu hidup, termasuk di Indonesia.

Pada ujung pembahasan saya meminta umat Islam Indonesia waspada bahwa salah satu Strategi besar musuh Islam untuk menghancurkan umat adalah pemanfaatan isu HAM, bukan propaganda melakukan Pemilu yang demokratis karena ternyata banyak negeri muslim dengan sistem Pemilu justru membuat Ideologi Islam memenangkan pemilu sehingga musuh Islam menjadi kelabakan.

Peserta diskusi umumnya dosen dan mahasiswa yang cukup kritis.  Di antara mereka ada yang menanyakan mengapa justru banyak orang Islam di Indonesia sendiri yang ikut berusaha merusak prinsip Islam, termasuk menggunakan isu HAM secara salah sehingga membuat sebagian umat jadi tersesat memilih cara hidup di luar Syariat dalam perilaku sosialnya. Saya menyatakan bahwa hal itu mudah difahami karena Kualitas Keislaman banyak umat Islam Indonesia, khususnya tentang masalah sosial politik, amat lemah karena Dakwah Islam oleh para Ulama dan Muballigh jarang, kalau tidak dikatakan, nihil dalam memberikan materi sosial-politik. Di samping itu bisa saja orang Islam yang agresif menjadi corong HAM ala Non-Islam itu memang sudah menjadi bagian propaganda musuh Islam, disadari (karena dibayar) atau tidak disadari (karena lengahnya dia dalam memandang mana cara hidup yang benar).

Penanya lain menyimpulkan bahwa masalah HAM memang sudah masuk ranah sosial-politik, bukan ranah pribadi sehingga untuk mengatasi isu  tentang HAM yang salah tidak bisa dilakukan oleh individu per individu tapi harus oleh muslim yang sadar sebagai Kekuatan Kelompok. Saya menjawab bahwa pendapat itu benar karena substansi nilai non-Islam yang dimuat dalam HAM sudah dipropagandakan dengan gencar disertai Dana besar tidak hanya berskala nasional Indonesia namun sudah skala dunia, di mana PBB sebagai lembaga internasional sudah menjadi sasaran dalam jaringan mereka. Umat Islam hanya akan bisa mengatasinya secara efektif jika BERSATU, baik skala nasional dalam negeri maupun internasional sesama negara muslim untuk mengoreksi substansi HAM yang merugikan umat manusia. Silahkan melihat artikel sebelumnya di blog ini tentang makna HIJRAH.

Semoga Allah SWT membuka hati umat Islam terutama TOKOH Islam yang di Ormas-LSM Islam dan Parpol Islam untuk sadar dan teguh membentengi umatnya dengan mendakwakan Islam tidak hanya aspek Ritual-Akhlak Islam belaka tapi juga POLITIK ISLAM agar bisa  memenangkan pertarungan politik dalam skala nasional dan internasional sehingga bisa menangkal nilai yang merusak kehidupan umat manusia.

Power Point penyajian saya bisa dilihat dalam lanjutan pengantar ini.
Read more >>>

19 December 2010 at 21:40 1 comment

ILMU SOSIAL ISLAM vs ILMU SOSIAL ALA BARAT, Manakah yang Menyelamatkan Umat Manusia? JANGAN SALAH PILIH!

Dalam buku saya berjudul “ISLAMIC VISION TO MAKE A BETTER WORLD” yang diterbitkan  Rajagrafindo Press, saya muat skema tentang hubungan antara Agama Islam dan Ilmu Pengetahuan, baik yang eksakta  maupun ilmu sosial (lihat juga artikel dalam blog ini yang berjudul ‘When Qur’anic Verses are in Disagreement with Scientific Findings). Saya  menjelaskan betapa banyak temuan ilmu sosial (termasuk hukum, ekonomi, politik, dan semacamnya) yang memiliki ‘pit-holes’ sehingga tingkat akurasi dalam menemukan ‘fakta kebenaran’ yang bersifat universal amat rendah. Kekeliruan kesimpulan dalam banyak temuan ilmu sosial yang dilakukan oleh manusia bersumber dari empat sebab pokok, yakni: 1). Dunia sosial amat kompleks sehingga banyak variabel penelitian yang lolos dari pengamatan; 2) Dunia sosial itu dinamis sehingga sulit ditelusuri oleh proses pengamatan yang terbatas; 3). Dunia sosial  begitu luasnya sehingga tidak sempat semua aspek sosial memiliki kajian obyektif yang bisa dipakai sebagai pertimbangan untuk bertindak; dan 4). Banyak peneliti dalam bidang ilmu sosial, apalagi jika sudah menyangkut politik dan ekonomi, terjebak pada kepentingan personal seperti pesanan pemilik modal atau elit politik sehingga kajiannya memihak dan tidak obyektif.

Masalah utamanya adalah manusia sering terjebak pada arogansi keilmuan (more…)

26 October 2010 at 13:41 4 comments

DIALOG SOLUSI MENJAWAB TANTANGAN PADA ISLAM DAN UMAT ISLAM

Menjelang Iedul Fithrie 1431H atau 2010M, seorang teman yang ulama terkenal Jakarta, pemangku pondok pesantren besar, serta anggauta MUI Pusat mengirim sms membahas bagaimana bisa seorang pentolan Islam Liberal yang tulisan-tulisannya menuduh al Qur’an banyak kesalahannya ternyata akan menjadi Imam Shalat Ied di Masjid Agung suatu Propinsi di Jawa.  Dia mengeluh apa di Propinsi itu sudah tidak ada lagi Ulama? Beliau juga menyampaikan betapa umat Islam di AS amat tertekan, termasuk di sana ada kelompok Kristen yang akan membakar al Qur’an di tanggal 11 September lusa (hari peringatan tragedi WTC). Bagaimana AS sebagai negara yang katanya menjunjung tinggi HAM dan Demokrasi membiarkan di negerinya ada kelompok seperti itu?

Nah, begitulah tantangan yang dihadapi Islam dan umat Islam secara nasional maupun internasional. Belum lagi banyak kasus sebelumnya yang amat vulgar dan provokatif, seperti Salman Rusdi dengan Ayat-Ayat Setan, Wilder yang legislator Belanda mencerca al Qur’an, Kartun yang melecehkan Nabi Muhammad saw, dan bahkan sempat ada pernyataan Paus sendiri yang bertendensi menghina Islam. Terhadap provokasi-provokasi seperti itu banyak tokoh Islam Indonesia lalu menanggapi dengan membuat pernyataan “umat jangan terpancing oleh provokasi seperti itu lalu melakukan tindakan anarkis”. Begitulah umumnya jawaban klasik tokoh Islam Indonesia yang lalu diblow-up besar-besar oleh media masa. Benarkah respon sekualitas itu terhadap penghujatan Islam nasional-internasional yang begitu serius? Apakah respon seperti itu menunjukkan sikap ‘arif-bijaksana’ si tokoh atau merefleksikan kondisi loyo karena sudah bertentangan dengan ayat al Qur’an surat al Baqarah ayat 194. Logiskah pernyataan sedangkal itu dalam mereaksi  hujatan terhadap agama yang dipeluknya, Kitab Suci agamanya, dan Nabi yang diakuinya sebagai maksum. Bukankah pernyataan tersebut malah  bernuansa menuduh umat Islam itu cenderung anarkis? Astaghfirullah!

Terhadap sms beliau itu saya menjawab langsung ke pokok solusi  strategis sebagai berikut: (more…)

9 September 2010 at 18:34 2 comments

KERUKUNAN DI INDONESIA JADI MODEL (Suatu Fakta atau Harapan atau Rekayasa?)

‘KERUKUNAN DI INDONESIA JADI MODEL’ demikian judul  tulisan-berita di Republika, 1 Desember 2009 halaman 12. Dengan membaca judulnya rasanya semua orang menjadi senang, siapa yang tidak bangga menjadi model kerukunan, namun jika dibaca isinya baru nampak ada sesuatu yang ‘aneh’ di dalamnya. Adakah yang salah dengan judul itu? Jawabannya  amat mudah: fakta kehidupan di Indonesia saat ini memang tidak begitu, secara internal saja kerukunan masih jauh dari ideal, apalagi  jika disebut sebagai model kerukunan untuk dunia. Banyak negara di dunia yang masyarakatnya lebih rukun sehingga lebih layak menjadi model.

Read more>>>

2 December 2009 at 22:19 2 comments

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 51 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Stats

  • 95,722 hits

Feeds