Posts tagged ‘Idul Fitri’

“SEHARIAN ISLAM”, SARI KHOTBAH IED SAYA DI LAPANGAN BRONDONG LAMONGAN. (Dengan sekitar 15 ribu jamaah)

  1. Pesan utama dlm memaknai Iedul Fithrie adalah unt MEMPERBAIKI-MENYEMPURNAKAN KEISLAMAN UMAT. Kembali ke Fithrah berarti kembali ke Islam yg benar.
  2. Bgmn Allah SWT secara bertahap mengajar manusia unt menjadi muslim dg benar dpt diketahui dari Proses Urutan isi Wahyu yg diturunkan  berturut2 via Rasulullah sbb:
  3. Berislam itu hrs mulai dg KEIMANAN pd Allah SWT yg khas sifat2Nya (ingat bhw Wahyu pertama yg  turun itu  mengenalkn identitas tuhan yg hrs diimani manusia. Pd saat wahyu pertama turun tsb masy Mekah SDH PUNYA BANYAK BERMACAM2 TUHAN). Maka berislam yg benar HRS DIMULAI DG KEIMANAN YG BENAR, yi HANYA KEPADA ALLAH SWT.
  4. Wahyu2 berikutnya yg turun pd Nabi secara berturut2 selama 10th berisi 1). Ciri2 bgmn keimanan pd Allah SWt secara utuh & kokoh   (TDK DIBENARKAN  TERPENGARUH PLURALISME, HANYA BERPURA PURA BERIMAN / MUNAFIK, HANYA PERCAYA ADA TUHAN TAPI MENOLAK TUNTUNANNYA SPT IBLIS):  dan 2). Tuntunan berakhlaq yg mulia. Maka kewajiban utama umt Islam sesudh beriman dg benar HRS BERPERILAKU YG BAIK. ORANG ISLAM WAJIB BERAKHLAQ MULIA.
  5. Sesudah 10 tahun dpt wahyu ttg keimanan & akhlaq mulia barulah turun perintah untuk menjalankan Shalat (dlm peristiwa Isra’ Mi’raj). Artinya kewajiban berislam setelah BERIMAN YG BENAR, BERAKHLAQ MULIA (a.l jujur, amanah, menyebarkn Islam dg santun, tdk khianat, tdk  korupsi, tdk jahat dll), maka umat Islam hrs melakukan RITUAL ISLAM YG BENAR (menyembah tuhan tdk dg cara  mengira2 sendiri tapi hrs sesuai yg diajarkan Nabi berdasar Hadits shohih, tdk terjebak hadits2  palsu shg cara  beritualnya aneh2,  berlebihan).
  6. Tahun berikutnya sesudah itu lalu turun wahyu memerintahkan Nabi berhijrah ke Madinah, menggalang kekuatan politik Islam sampai MEMENANGKAN ISLAM DLM KEPEMIMPINAN DI MASY PLURAL/BHINEKA. NABI menjadi Kepala Negara sampai sktr 10tahun. Hal ini jelas menunjukkan bhw berislam yg benar itu mengandung kewajiban BERIMAN DG KOKOH HANYA PD ALLAH SWT, BERAKHLAQ BAIK, MELAKUKAN RITUAL/IBADAH MAHDHAH, UJUNGNYA  UMAT ISLAM WAJIB BERPOLITIK UNT MENJADI PEMIMPIN DLM MASY MAJEMUK (tdk pasif membiarkan masy majemuknya dipimpin secara formal oleh orang lain. Disinilah hakekat makna  turunnya ayat2 politilk dlm al Qur’an, termasuk surat al Maidah 51)
  7. Islam itu mengajak pd kebenaran, kebaikan, keadilan, kedamaian dlm membangun masy plural. Islam tdk boleh membiarkan kedholiman, kecurangan, eksploitasi dlm masy majemuknya yg bisa saja dilakukan oleh orang Islam sendiri (muslim munafik, muslim tdk taat syariat), maupun Non-Muslim/ Kafirin. Islam mengajarkan untuk mengatasi musuh2 Islam setara cara2 yg dilakukn oleh musuh Islam thd umat Islam (Qs02:194)
  8. KH MA’RUF AMIN, Ketua MUI, meminta umat Islam mewapadai kelompok RADIKAL SEKULER yg melakukan aksi2/ tindakan2 anarkhis/permusuhan pd Umat dan Ulama Islam. Kelompok Radikal Sekuler itulah yg sesungguhnya mengancam kedamaian &  keutuhan NKRI
  9. Umat Islam tdk boleh berislam terjebak pd aktifitas Ritual berlebihan,  apalagi yg tdk dituntun oleh Hadits shohih. Hidup didunia ini hrs dijalani secara proporsional, yg menuntut umat Islam untuk menguatkan diri selain memahami Wahyu (al Qur’an & Hadits Shohh) juga hrs meningkatkan  kemampuan dlm Sain,Teknologi, dan menejemen untuk menghadapi tantangan2 di era modern dan terbuka saat ini. Umat Islam tdk boleh  bersikap jumud/stagnan,  terjebak pd penguatan  perilaku2 ritual yg egoistik berharap sorga  namun ringkih  imannya, rusak akhlaqnya,  lemah pemahaman sunnatullah dunianya  (lemah kemampuan Sains teknologinya), rendah kemampuan menejemennya,  sehingga menjadi lemah daya saingnya  dlm pertarungan  politik di masyarakat  pluralnya
  10. Mari SEHARIAN ISLAM, apapun yg kita kerjakan dlm seharian dari detik ke detik, sedang di rumah, di kantor, di pasar, di perusahaan, di rumah sakit, sedang bisnis, mengajar-belajar, rapat, membuat undang2-peraturan, mengetok palu menetapkan vonis, mengobati-berobat, dll kita hrs selalu melakukannya sesuai tuntunan Allah SWT, sesuai tuntunan Islam. Mari berislam tdk hanya saat shalat fardhu, tahajud, umrah-haji, hanya sewaktu di mesjid/mushalla.

Semoga kita selalu dlm ridho Allah SWT.

 Ws Fuad Amsyari

 

Advertisements

26 June 2017 at 10:19 Leave a comment

HAKEKAT FITHRAH ADALAH BERIMAN DENGAN BENAR DAN BERISLAM SECARA UTUH: RITUAL, SOSIAL, POLITIK (Khotbah Iedul Fithrie 1434H/2013M)

Disampaikan oleh:

DR. FUAD AMSYARI

(Dewan Kehormatan ICMI Pusat)

 

Bismillahirrohmaanirrohiim,

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.,

(Iftitah)

Allaahu Akbar (takbir 3x)

Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia,

Alhamdulillah, baru saja telah kita lewati sebuah bulan di mana kita diberi kewajiban oleh Allah SWT untuk melakukan ibadah ritual (ibadah mahdhah) berupa berpuasa sebulan penuh. Pada saat yang sama kita juga diberi Allah banyak berkah karena kebaikan yang kita lakukan di bulan itu oleh Allah mendapat imbalan atau pahala berlipat dibanding kebaikan yang sama dilakukan di bulan lain. Oleh adanya keberkahan istimewa di bulan Ramadhan itulah maka banyak umat yang merasa rugi meninggalkan Ramadhan dan berharap bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun mendatang. InsyaAllah. (more…)

7 August 2013 at 17:12 Leave a comment

KONDISI FITHRAH MEMBERI TENAGA BARU UNTUK MENGGAPAI CITA-CITA ISLAM (Khotbah Iedul Fithrie 1433H/2012M) Disampaikan oleh: DR. FUAD AMSYARI (Dewan Kehormatan ICMI Pusat)

Bismillahirrohmaanirrohiim,

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.,

(Iftitah)

Allaahu Akbar (takbir 3x)

Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia,

Alhamdulillah, kita kembali bersyukur ke hadirat Allah swt atas nikmat karuniaNya yang dilimpahkan pada kita tiada putud-putus, termasuk bisa bersama-sama melakukan sholat Ied menyambut hari raya Fithrie kali ini. Alhamdulillah, kita juga sudah menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan yang baru saja kita lalui. InsyaAllah banyak berkah Allah yang sudah kita dapat dan ampunan Allah yang sudah kita peroleh selama bulan Ramadhan ini. Amien.

Dari semua berkah dan karunia Allah tersebut yang tertinggi nilainya adalah hidayah iman, keyakinan hati bahwa kita ini makhluk yang diciptakan oleh sang Maha Pencipta, Allah swt, pemilik tuntunan hidup yang akan membawa kebaikan bagi kita yang mau mengikuti tuntunan itu. Allah swt tidak hanya sebagai Sang Maha Pencipta yang harus diyakini existensinya, namun juga telah memberi panduan  bagi manusia agar tidak disesatkan oleh iblis, laknatullah. Tidaklah cukup manusia itu hanya mengakui adanya Allah dengan sifat-sifat utamanya  sebagaimana disebut dalam al Qur’an surat al Ikhlas:

“Katakanlah Dia itu Allah yang Esa, tempat seluruh makhluk bergantung, tidak beranak dan diperanakkan, dan tidak ada satupun yang menyamainya” (more…)

15 August 2012 at 17:52 Leave a comment

KOMPETENSI KEMENTERIAN AGAMA DAN PEMERINTAH RI DALAM PEMECAHAN PERMASALAHAN UMAT

Banyak peristiwa terkait agama di negeri ini yang ternyata tidak bisa diatasi oleh Kementerian Agama (Kemenag, dulu dinamakan Departemen Agama atau ‘Depag’) dan Pemerintah. Jawabannya hanya ada dua penyebab: 1). Wewenang kemenag yang amat dibatasi oleh Pemerintah; dan atau 2). Makna agama menurut kemenag-pemerintah memang sempit/terbatas. (more…)

15 September 2011 at 17:18 Leave a comment

ISLAM POLITIK Mengubah ‘NOKTAH’ RUSAK MENJADI ‘MERCU-SUAR’ DUNIA. Bisakah Indonesia Menirunya?

(Khotbah Iedul Fithrie 1432H/2011M)

Disampaikan oleh:

DR. FUAD AMSYARI

(Dewan Pembina ICMI Pusat)

Bismillahirrohmaanirrohiim,

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.,

(Iftitah)

Allahu Akbar (takbir 3x)

Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia,

Alhamdulillah, pagi ini kembali kita bersyukur ke hadirat Allah SWT karena bisa bersama-sama melakukan sholat Ied menyambut hari raya Iedul Fithrie tahun 1432 H, setelah menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang baru saja kita lalui. Sungguh banyak sekali karunia Allah yang kita terima, dari waktu ke waktu dari saat ke saat tiada putusnya. Dari  semua ni’mat karunia itu yang tertinggi nilainya adalah hidayah dalam bentuk iman, yang membukakan hati ini menjadi hati yang mengenal hakekat diri sebagai ‘Makhluk’ yang diciptakan oleh ‘Khalik’nya, Allah swt. Dengan iman itu harusnya kita berteguh hati tidak bisa diperdaya syetan yang menyesatkan. Jika manusia setelah diberi hidayah iman, lalu bisa bertahan tidak tergoda syetan, selalu hidup sesuai dengan tuntunan Allah SWT, maka dia akan menjadi manusia yang sukses hidupnya di dunia dan akherat. Namun mengapa  banyak manusia yang setelah diberi hidayah iman ternyata hidupnya tidak berhasil? Jawabnya mudah: ‘dia tidak mampu bertahan dari penyesatan oleh syetan’ sehingga imannya menjadi amat tipis, lebih percaya kepada selain dari Allah dalam proses menjalani kehidupannya sehari-hari, dalam beribadah, berbisnis, dan bekerja-beraktifitas. Mereka tidak mau/mampu untuk hidup sesuai tuntunan Allah SWT, sesuai syariatNya. Naudhubillahi min dhalik. (more…)

22 August 2011 at 19:00 Leave a comment

DIALOG SOLUSI MENJAWAB TANTANGAN PADA ISLAM DAN UMAT ISLAM

Menjelang Iedul Fithrie 1431H atau 2010M, seorang teman yang ulama terkenal Jakarta, pemangku pondok pesantren besar, serta anggauta MUI Pusat mengirim sms membahas bagaimana bisa seorang pentolan Islam Liberal yang tulisan-tulisannya menuduh al Qur’an banyak kesalahannya ternyata akan menjadi Imam Shalat Ied di Masjid Agung suatu Propinsi di Jawa.  Dia mengeluh apa di Propinsi itu sudah tidak ada lagi Ulama? Beliau juga menyampaikan betapa umat Islam di AS amat tertekan, termasuk di sana ada kelompok Kristen yang akan membakar al Qur’an di tanggal 11 September lusa (hari peringatan tragedi WTC). Bagaimana AS sebagai negara yang katanya menjunjung tinggi HAM dan Demokrasi membiarkan di negerinya ada kelompok seperti itu?

Nah, begitulah tantangan yang dihadapi Islam dan umat Islam secara nasional maupun internasional. Belum lagi banyak kasus sebelumnya yang amat vulgar dan provokatif, seperti Salman Rusdi dengan Ayat-Ayat Setan, Wilder yang legislator Belanda mencerca al Qur’an, Kartun yang melecehkan Nabi Muhammad saw, dan bahkan sempat ada pernyataan Paus sendiri yang bertendensi menghina Islam. Terhadap provokasi-provokasi seperti itu banyak tokoh Islam Indonesia lalu menanggapi dengan membuat pernyataan “umat jangan terpancing oleh provokasi seperti itu lalu melakukan tindakan anarkis”. Begitulah umumnya jawaban klasik tokoh Islam Indonesia yang lalu diblow-up besar-besar oleh media masa. Benarkah respon sekualitas itu terhadap penghujatan Islam nasional-internasional yang begitu serius? Apakah respon seperti itu menunjukkan sikap ‘arif-bijaksana’ si tokoh atau merefleksikan kondisi loyo karena sudah bertentangan dengan ayat al Qur’an surat al Baqarah ayat 194. Logiskah pernyataan sedangkal itu dalam mereaksi  hujatan terhadap agama yang dipeluknya, Kitab Suci agamanya, dan Nabi yang diakuinya sebagai maksum. Bukankah pernyataan tersebut malah  bernuansa menuduh umat Islam itu cenderung anarkis? Astaghfirullah!

Terhadap sms beliau itu saya menjawab langsung ke pokok solusi  strategis sebagai berikut: (more…)

9 September 2010 at 18:34 2 comments

EVALUASI HASIL PUASA DEMI KESUKSESAN MASA DEPAN (Khotbah Iedul Fithrie 1431H/2010M) Disampaikan oleh: DR. FUAD AMSYARI

Bismillahirrohmaanirrohiim,

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.,

(Iftitah)

Allaahu Akbar (takbir 3x)

Hadirin jama’ah shalat Ied yang berbahagia,

Marilah kita memulai khotbah ini dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang terlimpah tiada putus-putusnya kepada kita, termasuk limpahan rahmat pada pagi hari ini, di mana kita bisa menunaikan shalat Iedul Fithrie bersama-sama dalam suasana penuh rasa syukur ke hadirat Allah swt. Dalam hidup ini banyak sekali kebaikan-keberuntungan yang sudah kita peroleh dan tidak layak jika kita mengingkari bahwa itu datangnya dari Allah swt. Di sepanjang proses hidup manusia akan selalu ada ruang di mana manusia itu harusnya bersyukur jika memang mereka itu benar-benar beriman.

Allah berfirman dalam al Qur’an surat Ibrahim ayat 7:

“Apabila kalian bersyukur maka Allah akan menambah kenikmatan yang kalian terima, dan apabila kalian mengingkari kebaikan yang kalian peroleh itu (bahwa itu karunia Allah) maka ingat adhab Allah itu maha pedih”.

Benarkah kita sudah banyak bersyukur? Apakah kita tidak menjadi sombong atau takabur dengan menyatakan bahwa semua keberhasilan yang kita raih  itu adalah karena prestasi sendiri, karena cemerlangnya pemikiran kita, karena usaha keras kita, karena kecerdikan kita? Jika begitu cara kita berfikir maka itulah yang disebut sebagai manusia yang tidak bersyukur dan diancam terkena adzab Allah itu sungguh pedih, menyakitkan. Manusia sombong yang tidak bersyukur hatinya gelisah, tidak pernah puas, tidak bisa tenang, melihat yang diperoleh tetangga jauh lebih hebat, perasaannya selalu bergolak, dan itu adalah salah satu bentuk adzab yang menyakitkan. Na’uudzubillahi min dhalik. Umat Islam dalam proses hidupnya harus  selalu berfikir cerdas-kreatif, bergerak dinamis, serta bekerja keras, dan kemudian hasil semua usahanya itu sepenuhnya diserahkan pada ketentuan Allah swt sebagai bentuk tawakkal, lalu disyukurinya sebagai karunia Allah swt. Pola pikir seperti itulah yang akan menjamin ketenteram hati (more…)

4 September 2010 at 06:52 Leave a comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 51 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Stats

  • 95,722 hits

Feeds