Posts tagged ‘liberalisme’

Tatkala Sentimen Anti Imigran Muslim Merebak di Barat, MUSLIM INDONESIA PENDUKUNG MULTIKULTURALISME-PLURALISME MESTINYA KEMBALI KE SYARIAT KENEGARAAN AGAMANYA

Headline Republika 12 Oktober 2010 benar-benar menjadi pukulan telak bagi penganut faham multikulturalisme di Indonesia. Dalam era reformasi Pendukung faham ini sepertinya lagi naik daun oleh promosi sepertinya ada kecintaan tidak terbatas pada sesama, kesamaan hak setiap warga-negara, kebebasan mengekspresikan  keinginannya yang dijamin negara,  dan tidak terbelenggu oleh ‘adanya’ kekangan ajaran agama dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Agama tidak lagi diperlukan dalam membimbing manusia terkait urusan berkomunikasi antar sesamanya, dan harus diganti oleh faham kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berperilaku dalam lindungan negara. Mereka berkiblat pada masyarakat Eropah dan Amerika Serikat. Benarkah itu yang terjadi di negara Barat sana??

Read more >>>

16 October 2010 at 21:35 3 comments

DIALOG SOLUSI MENJAWAB TANTANGAN PADA ISLAM DAN UMAT ISLAM

Menjelang Iedul Fithrie 1431H atau 2010M, seorang teman yang ulama terkenal Jakarta, pemangku pondok pesantren besar, serta anggauta MUI Pusat mengirim sms membahas bagaimana bisa seorang pentolan Islam Liberal yang tulisan-tulisannya menuduh al Qur’an banyak kesalahannya ternyata akan menjadi Imam Shalat Ied di Masjid Agung suatu Propinsi di Jawa.  Dia mengeluh apa di Propinsi itu sudah tidak ada lagi Ulama? Beliau juga menyampaikan betapa umat Islam di AS amat tertekan, termasuk di sana ada kelompok Kristen yang akan membakar al Qur’an di tanggal 11 September lusa (hari peringatan tragedi WTC). Bagaimana AS sebagai negara yang katanya menjunjung tinggi HAM dan Demokrasi membiarkan di negerinya ada kelompok seperti itu?

Nah, begitulah tantangan yang dihadapi Islam dan umat Islam secara nasional maupun internasional. Belum lagi banyak kasus sebelumnya yang amat vulgar dan provokatif, seperti Salman Rusdi dengan Ayat-Ayat Setan, Wilder yang legislator Belanda mencerca al Qur’an, Kartun yang melecehkan Nabi Muhammad saw, dan bahkan sempat ada pernyataan Paus sendiri yang bertendensi menghina Islam. Terhadap provokasi-provokasi seperti itu banyak tokoh Islam Indonesia lalu menanggapi dengan membuat pernyataan “umat jangan terpancing oleh provokasi seperti itu lalu melakukan tindakan anarkis”. Begitulah umumnya jawaban klasik tokoh Islam Indonesia yang lalu diblow-up besar-besar oleh media masa. Benarkah respon sekualitas itu terhadap penghujatan Islam nasional-internasional yang begitu serius? Apakah respon seperti itu menunjukkan sikap ‘arif-bijaksana’ si tokoh atau merefleksikan kondisi loyo karena sudah bertentangan dengan ayat al Qur’an surat al Baqarah ayat 194. Logiskah pernyataan sedangkal itu dalam mereaksi  hujatan terhadap agama yang dipeluknya, Kitab Suci agamanya, dan Nabi yang diakuinya sebagai maksum. Bukankah pernyataan tersebut malah  bernuansa menuduh umat Islam itu cenderung anarkis? Astaghfirullah!

Terhadap sms beliau itu saya menjawab langsung ke pokok solusi  strategis sebagai berikut: (more…)

9 September 2010 at 18:34 2 comments

ISLAM HANYA AKAN MENGHADIRKAN “RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN” TATKALA NEGARA DIKELOLA SECARA ISLAMI, Koreksi Pada Pemikiran Islam Liberal

  1. Islam itu Rahmatan lil ‘alamin, artinya membawa kebaikan bagi seluruh alam. Bagaimana rasionalnya? Apa jika seluruh umat Islam sudah mau shalat semua kemudian tercipta rahmat pada alam itu? Atau semua orang Islam harus menjadi kaya raya dulu lalu kemudian datang kebaikan pada alam semesta? Apa ajaran Nabi Muhammad SAW memang begitu? Banyak orang Islam di zaman nabi belum utuh shalatnya, juga masih banyak umat masa itu yang tidak menjadi konglomerat, tetapi jelas bahwa Islam telah mendatangkan kondisi kebaikan luar biasa pada wilayah Mekah-Medinah dan sekitarnya yang akhirnya menstimulir terbentuknya peradaban mulia di dunia? (more…)

23 August 2010 at 15:28 3 comments

EKONOMI NEO-LIBERAL DAN KERAKYATAN: Manakah Perbedaan Sisi Kebijakan Operasionalnya?

  1. Menjelang pemilihan Presiden Juli nanti sekarang ini banyak sekali diskusi tentang Ekonomi Neo-Liberal dan Ekonomi Kerakyatan. Lalu muncul ‘orang2 Islam’ ikut mengulasnya dan menjadilah mereka tokoh-tokoh ekonomi makro bertaraf nasional dan internasional. Koran dan TVpun yang dipimpin oleh orang Islam ramai pula memuatnya. Mereka (orang-orang Islam yang menjadi penulis dan pemilik koran-TV)  terjebak secara langsung atau tidak (memang sengaja atau terlena) menjadi pakar  sekuler karena sama sekali tidak menyinggung tuntunan al Qur’an dan Sunnah Nabi dalam membahas ekonomi nasional yang amat penting itu. Oleh pilihan mereka tersebut maka umat Islam yang awam di negeri ini lalu tidak tahu sama sekali adanya tuntunan Islam tentang masalah sosial-kenegaraan, khususnya bidang ekonomi. Umat terdidik untuk memahami bahwa Islam itu hanya menyangkut tuntunan Ibadah Ritual dan sedikit akhlak saja. Salahkah rakyat muslim di negeri ini jika kemudian memilih partai sekuler dan tidak memilih partai Islam di pemilu legislatif bulan lalu? (lihat artikel sebelumnya dan comments di brief-notes). Atau memang begitu skenario globalnya. Read more >>>

21 May 2009 at 12:06 2 comments

AREA APA YANG TIDAK DISENTUH DALAM DIALOG ANTAR AGAMA, (“Clash of Civilization” Huntington Menjadi Keniscayaan?)

DIALOG AGAMA DAN TEORI HUNTINGTON

Polemik terhadap tesis Samuel Huntington tentang adanya benturan peradaban antara Islam dan Barat (yang mewakili Kristen: Katholik maupun Protestan) setelah tumbangnya Komunisme terus bergulir, ada yang pro dan ada yang kontra (tesis itu salah, tidak ada benturan peradaban antara Islam dan Barat). Banyak upaya sadar yang sengaja diprogram untuk menggugurkan tesis tersebut dengan cara antara lain mengadakan dialog antar agama. Upaya seperti itu terasa amat menyolok  terjadi di Indonesia, bahkan banyak diprakarsai oleh ormas Islam di samping oleh lsm-lsm yang bermacam-macam. Memang menarik untuk dianalisis mengapa justru di Indonesia program dialog seperti itu marak sekali, bahkan sepertinya saling berlomba berebut predikat penggagas dan pioner.

Mungkin oleh aktifnya acara-acara dialog antar agama tersebut maka umat Islam Indonesia sering mendapat pujian asing, disebut sebagai umat Islam yang toleran, moderat, dan ideal. Terakhir, dalam konferensi bertema  “Unity in Diversity, The Culture of Coexistence in Indonesia” hasil kerjasama antara Indonesia dan Italia yang diselenggarakan di Roma 5 Maret 2009 tercatatlah pujian baru: “Indonesia Model Masyarakat Plural” atau lebih keren lagi “Indonesia, Simbol Penting Dunia Islam”. Hancurlah tesis Huntington oleh  gerakan para tokoh Islam Indonesia. Benarkah?
Read more >>>

10 March 2009 at 06:58 2 comments

Newer Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

June 2020
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Stats

  • 132,557 hits

Feeds