Posts tagged ‘mayoritas’

PENISTAAN AKAN DATANG BERTUBI-TUBI, VULGAR, DAN AGRESIF PADA MEREKA YANG LEMAH DAN SEDANG DILEMAHKAN

Saat Nabi Muhammad dan umat Islam masih lemah di Mekah, penistaan datang bertubi-tubi, bukan hanya pada isi ajaran Islamnya namun juga pada pribadi Rasulullah. Nabi dicacimaki sebagai pembawa sihir-gila-dll, dillempari kotoran-batu, serta berbagai macam hinaan lain. Vulgar, agresif, terbuka, dan bertubi-tubi. Hal itu terjadi saat umat Islam lemah dan sedang dilemahkan oleh lawan keyakinannya, sedang dalam bayangan kekuasaan orang kafir dan musyrik. Respon Nabi dan umat Islam masa itu tentu amat rasional,  menerima pelecehan dengan kesabaran, mengusap dada, istighfar, serta mendoakan semoga orang kafir-musyrik diberi hidayah oleh Allah SWT, namun secara simultan juga terus berjuang menebar kebenaran dan memperkuat barisan Islam. (more…)

Advertisements

4 October 2012 at 19:51 Leave a comment

MENGAPA AGAMA ISLAM TERUS DISERANG, TIDAK SEPERTI YANG LAIN?

Serangan pada agama Islam berjalan simultan pada dua sasaran, yakni terhadap institusi keislaman dan umatnya. Kasus internasional seperti Salman Rusydi dengan ‘Satanic Verses’ nya, Wilder di Belanda, Pernyataan Paus, Pembakaran al Qur’an, juga kasus nasional seperti Nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW, al Qur’an sebagai produk budaya, berhaji tidak harus di Arofah dan tidak pada 09 Dhulhijah, pengingkaran Hadits, dan semacamnya adalah bentuk serangan pemikiran pada institusi Agama Islam, baik terhadap aqidah maupun syariah. Pada sisi lain serangan fisik militer terhadap umat Islam, apakah skala komunitas maupun negeri muslim terus berlangsung, seperti penaklukan Pemerintahan Islam di Afganistan, diteruskan ke serangan pada negara Iraq dengan alasan penuh fitnah dan kebohongan, Pergolakan sosial yang membuat porak-porandanya Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, dan Syria oleh kelompok dalam negeri namun dikendalikan dan dipersenjatai oleh asing jelas merusak/menghancurkan kekuatan umat Islam. Palestina yang terus menerus diperangi secara politik dan  milter sehingga gagal menjadi negara merdeka berdaulat adalah contoh  pelemahan umat bentuk lain. Sikap permusuhan terhadap Iran yang mau mengembangkan kemampuan nuklir untuk kepentingan damai begitu sistematis dan agresif, bahkan diancam serangan militer setelah memperoleh berbagai sanksi ekonomi dari PBB oleh inisiatif Barat, jelas bukti lain lagi betapa agama Islam dan umatnya terus mendapat permusuhan. Ironisnya, sebagian pemeluk agama Islam malah ikut melemahkan agamanya baik dalam hal mengacaukan pemikiran keislaman maupun ikut menghancurkan kekuatan umat Islam sendiri. Sebagian lain membantu musuh Islam melalui cara tidak langsung, samar, seperti menyebut tidak ada serangan pada agama Islam, bahwa pertikaian pemikiran itu adalah hikmah dan penyerangan fisik-militer seperti kejadian di atas tidak ada kaitannya dengan agama. Astaghfirullah. Tidak sadarkah (tokoh) umat Islam seperti itu bahwa mereka akan dikenai adzab Allah SWT yang menimpanya dunia-akherat sesuai sunnatullah? (more…)

25 March 2012 at 18:46 1 comment

MENGATUR UMAT vs MENGATUR NEGARA

Seorang teman muslim yang pernah menjadi pejabat Negara nampaknya pusing melihat berbagai ‘krisis sosial’ yang dialami oleh umat Islam di Indonesia. Saking pesimisnya dia lalu seperti kehilangan harapan tentang kemampuan Pemimpin Islam yang berasal dari Ormas-LSM Islam atau Partai Politik Islam untuk mengurus negeri ini. Kegalauan tersebut tercermin dari beberapa sms yang masuk ke saya setelah dia membaca berbagai artikel di blog ini. Berikut adalah cuplikan dialog sms tersebut.

Read more >>>

4 November 2010 at 10:01 Leave a comment

KERUKUNAN DI INDONESIA JADI MODEL (Suatu Fakta atau Harapan atau Rekayasa?)

‘KERUKUNAN DI INDONESIA JADI MODEL’ demikian judul  tulisan-berita di Republika, 1 Desember 2009 halaman 12. Dengan membaca judulnya rasanya semua orang menjadi senang, siapa yang tidak bangga menjadi model kerukunan, namun jika dibaca isinya baru nampak ada sesuatu yang ‘aneh’ di dalamnya. Adakah yang salah dengan judul itu? Jawabannya  amat mudah: fakta kehidupan di Indonesia saat ini memang tidak begitu, secara internal saja kerukunan masih jauh dari ideal, apalagi  jika disebut sebagai model kerukunan untuk dunia. Banyak negara di dunia yang masyarakatnya lebih rukun sehingga lebih layak menjadi model.

Read more>>>

2 December 2009 at 22:19 2 comments

SHARIAH LAW, HUMAN RIGHTS, AND PANCASILA

This morning, November 2nd 2009, to my surprise I got a call from Kuala Lumpur. She asked me whether I am Fuad Amsyari from ‘FA-Center for Moslem Society Empowerment’. When I confirmed, she introduced herself from Al Jazeera and liked to discuss about Islam and shariah law with me. She said that it will be just a kind of ‘chatting’ by phone. I agreed and made an appointment sometime at the afternoon.

She called back and then we started the ‘chatting’. As I have to respond her correctly during the discussion, at first I clarified  whether she is a Moslem, she said no. (more…)

2 November 2009 at 19:56 3 comments

KESHALIHAN SOSIAL VS BERWACANA ISLAM

Saat saya membaca Republika 15 Agustus 2009, saya tertarik sebuah artikel di halaman 12 yang diberi judul: “Saatnya Ulama Mengubah Kondisi Umat”. Di dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa dari 230 juta penduduk Indonesia ada 207 juta jiwa yang muslim. Sedangkan menurut BPS dari penduduk Indonesia itu, sebanyak 32,5 juta hidup di bawah garis kemiskinan. Kemiskinan yang terjadi di Indonesia identik dengan kemiskinan umat Islam, (more…)

18 August 2009 at 06:51 2 comments

MENJADI INDIVIDU MUSLIM YANG DICITA-CITAKAN (Tanggung Jawab Siapa)

Pengantar

Sebagaimana sudah sering dijelaskan bahwa agama Islam memberi tuntunan hidup kepada manusia dalam bentuk kehidupan duniawi yang utuh, apakah  sebagai individu, keluarga, maupun  sistem sosial (tatanan bangsa-negara). Seorang ‘individu’ yang dalam kehidupan pribadinya menerapkan syariat terkait dengan masalah pribadi disebut sebagai Individu yang Islami. Sebuah ‘keluarga’ yang menerapkan syariat terkait dengan pengaturan keluarga disebut sebagai Keluarga yang Islami. Sebuah ‘bangsa-negara’ sebagai tatanan sosial yang menerapkan syariat terkait dengan pengelolaan bangsa-negara disebut sebagai Bangsa-negara yang Islami. Dalam sebuah keluarga Islami bisa saja tinggal individu anggauta keluarga yang tidak muslim. Dalam sebuah bangsa-negara yang dikelola secara Islami juga bisa  tinggal individu-individu dan  keluarga-keluarga  yang tidak Islami.

Berikut ini akan diuraikan bagaimana ciri Individu muslim yang Islami. Pada kesempatan lain insyaAllah akan dibahas Keluarga dan Sistem Sosial (Tatanan Bangsa-Negara) yang Islami.

INDIVIDU MUSLIM YANG ISLAMI

Dalam masa hidupnya setiap orang bisa berada di mana saja, bersama siapa saja, berperan sebagai apa saja. Agama Islam memberi tuntunan cara hidup yang benar dan baik untuk tiap individu orang per orang tersebut. Bagaimana ciri individu muslim yang hidup secara pribadi sesuai ajaran Islam? (more…)

28 July 2009 at 14:12 Leave a comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 50 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

October 2017
M T W T F S S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Stats

  • 94,402 hits

Feeds