Posts tagged ‘mayoritas’

SOLUSI KEKALAHAN ISLAM DLM MEMIMPIN DUNIA PLURAL, Mencermati Kasus Indonesia yg Berpenduduk Besar (240 juta) & Mayoritasnya Muslim (87%)

Oleh Fuad Amsyari

Seorang teman japri ke saya suatu keluhan klasik tanpa solusi strategis-tehnis yg ujung2nya masalah TIDAK TERATASI. Aktifis Islam (A-Is) hrs bisa bergerak mengatasinya bukan? Japrinya sbb:

” Mengapa kita sulit bersatu,? Kalau kita pelajari hasil lemilu 1955 seandainya Masyumi, NU, PSII dan Perti bersatu dan sekarang hasil pemilu 2019, seandainya PKB, PAN, PKS, PPP bersatu bisa mengalahkan lawan lawannya.
Tahun 1955 bisa mengalahkan PNI dan PKI sedang tahun 2019 bisa mengalahkan PDIP, Golkar, Nasdem. Kenapa tidak mau bersatu?”

Nuansa japri itu klasik sekali, mengeluh & berharap umat bersatu. Apa makna bersatu? Mau semua lelaki shalat di mesjid, mengerjakan tahajud & dhuha tiap hari, semua mengaku muslim berpuasa Ramadhon, dll? Hrs Bersatu dlm hal apa? (more…)

8 October 2019 at 22:29 Leave a comment

PENISTAAN AKAN DATANG BERTUBI-TUBI, VULGAR, DAN AGRESIF PADA MEREKA YANG LEMAH DAN SEDANG DILEMAHKAN

Saat Nabi Muhammad dan umat Islam masih lemah di Mekah, penistaan datang bertubi-tubi, bukan hanya pada isi ajaran Islamnya namun juga pada pribadi Rasulullah. Nabi dicacimaki sebagai pembawa sihir-gila-dll, dillempari kotoran-batu, serta berbagai macam hinaan lain. Vulgar, agresif, terbuka, dan bertubi-tubi. Hal itu terjadi saat umat Islam lemah dan sedang dilemahkan oleh lawan keyakinannya, sedang dalam bayangan kekuasaan orang kafir dan musyrik. Respon Nabi dan umat Islam masa itu tentu amat rasional,  menerima pelecehan dengan kesabaran, mengusap dada, istighfar, serta mendoakan semoga orang kafir-musyrik diberi hidayah oleh Allah SWT, namun secara simultan juga terus berjuang menebar kebenaran dan memperkuat barisan Islam. (more…)

4 October 2012 at 19:51 Leave a comment

MENGAPA AGAMA ISLAM TERUS DISERANG, TIDAK SEPERTI YANG LAIN?

Serangan pada agama Islam berjalan simultan pada dua sasaran, yakni terhadap institusi keislaman dan umatnya. Kasus internasional seperti Salman Rusydi dengan ‘Satanic Verses’ nya, Wilder di Belanda, Pernyataan Paus, Pembakaran al Qur’an, juga kasus nasional seperti Nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW, al Qur’an sebagai produk budaya, berhaji tidak harus di Arofah dan tidak pada 09 Dhulhijah, pengingkaran Hadits, dan semacamnya adalah bentuk serangan pemikiran pada institusi Agama Islam, baik terhadap aqidah maupun syariah. Pada sisi lain serangan fisik militer terhadap umat Islam, apakah skala komunitas maupun negeri muslim terus berlangsung, seperti penaklukan Pemerintahan Islam di Afganistan, diteruskan ke serangan pada negara Iraq dengan alasan penuh fitnah dan kebohongan, Pergolakan sosial yang membuat porak-porandanya Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, dan Syria oleh kelompok dalam negeri namun dikendalikan dan dipersenjatai oleh asing jelas merusak/menghancurkan kekuatan umat Islam. Palestina yang terus menerus diperangi secara politik dan  milter sehingga gagal menjadi negara merdeka berdaulat adalah contoh  pelemahan umat bentuk lain. Sikap permusuhan terhadap Iran yang mau mengembangkan kemampuan nuklir untuk kepentingan damai begitu sistematis dan agresif, bahkan diancam serangan militer setelah memperoleh berbagai sanksi ekonomi dari PBB oleh inisiatif Barat, jelas bukti lain lagi betapa agama Islam dan umatnya terus mendapat permusuhan. Ironisnya, sebagian pemeluk agama Islam malah ikut melemahkan agamanya baik dalam hal mengacaukan pemikiran keislaman maupun ikut menghancurkan kekuatan umat Islam sendiri. Sebagian lain membantu musuh Islam melalui cara tidak langsung, samar, seperti menyebut tidak ada serangan pada agama Islam, bahwa pertikaian pemikiran itu adalah hikmah dan penyerangan fisik-militer seperti kejadian di atas tidak ada kaitannya dengan agama. Astaghfirullah. Tidak sadarkah (tokoh) umat Islam seperti itu bahwa mereka akan dikenai adzab Allah SWT yang menimpanya dunia-akherat sesuai sunnatullah? (more…)

25 March 2012 at 18:46 1 comment

MENGATUR UMAT vs MENGATUR NEGARA

Seorang teman muslim yang pernah menjadi pejabat Negara nampaknya pusing melihat berbagai ‘krisis sosial’ yang dialami oleh umat Islam di Indonesia. Saking pesimisnya dia lalu seperti kehilangan harapan tentang kemampuan Pemimpin Islam yang berasal dari Ormas-LSM Islam atau Partai Politik Islam untuk mengurus negeri ini. Kegalauan tersebut tercermin dari beberapa sms yang masuk ke saya setelah dia membaca berbagai artikel di blog ini. Berikut adalah cuplikan dialog sms tersebut.

Read more >>>

4 November 2010 at 10:01 Leave a comment

KERUKUNAN DI INDONESIA JADI MODEL (Suatu Fakta atau Harapan atau Rekayasa?)

‘KERUKUNAN DI INDONESIA JADI MODEL’ demikian judul  tulisan-berita di Republika, 1 Desember 2009 halaman 12. Dengan membaca judulnya rasanya semua orang menjadi senang, siapa yang tidak bangga menjadi model kerukunan, namun jika dibaca isinya baru nampak ada sesuatu yang ‘aneh’ di dalamnya. Adakah yang salah dengan judul itu? Jawabannya  amat mudah: fakta kehidupan di Indonesia saat ini memang tidak begitu, secara internal saja kerukunan masih jauh dari ideal, apalagi  jika disebut sebagai model kerukunan untuk dunia. Banyak negara di dunia yang masyarakatnya lebih rukun sehingga lebih layak menjadi model.

Read more>>>

2 December 2009 at 22:19 2 comments

SHARIAH LAW, HUMAN RIGHTS, AND PANCASILA

This morning, November 2nd 2009, to my surprise I got a call from Kuala Lumpur. She asked me whether I am Fuad Amsyari from ‘FA-Center for Moslem Society Empowerment’. When I confirmed, she introduced herself from Al Jazeera and liked to discuss about Islam and shariah law with me. She said that it will be just a kind of ‘chatting’ by phone. I agreed and made an appointment sometime at the afternoon.

She called back and then we started the ‘chatting’. As I have to respond her correctly during the discussion, at first I clarified  whether she is a Moslem, she said no. (more…)

2 November 2009 at 19:56 3 comments

KESHALIHAN SOSIAL VS BERWACANA ISLAM

Saat saya membaca Republika 15 Agustus 2009, saya tertarik sebuah artikel di halaman 12 yang diberi judul: “Saatnya Ulama Mengubah Kondisi Umat”. Di dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa dari 230 juta penduduk Indonesia ada 207 juta jiwa yang muslim. Sedangkan menurut BPS dari penduduk Indonesia itu, sebanyak 32,5 juta hidup di bawah garis kemiskinan. Kemiskinan yang terjadi di Indonesia identik dengan kemiskinan umat Islam, (more…)

18 August 2009 at 06:51 2 comments

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 60 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

February 2020
M T W T F S S
« Jan    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
242526272829  

Stats

  • 129,009 hits

Feeds