Posts tagged ‘muslim’

CIRI DAN UJUNG BANGSA-NEGARA SEKULER (Analisis Kualitatif terhadap Masa Depan)

Fuad Amsyari, PhD, Caleg DPR RI dari PBB

(Silahkan ikuti twitter: @f_amsyari)

Makna SEKULER terkait dengan kehidupan berbangsa-bernegara berarti pengelolaan bangsa-negara itu murni oleh ide-kreatifitas manusia, tanpa melibatkan secara formal tuntunan agama yang terkait masalah kenegaraan  (misalnya: hukum pidana yang diberlakukan, perilaku  ekonomi makro, budaya nasional, pendidikan, kriteria yang boleh menjadi pemimpin, dan aspek poleksosbudhankam lainnya). Tuntunan agama tentang kenegaraan tersebut diabaikan bahkan secara formal dilarang untuk diterapkan (lihat konstitusi Turki pasca Kemal Attaturk sampai sekarang). Ringkasnya bahwa SEKULER BERARTI MENOLAK TUNTUNAN TUHAN TERKAIT PENGURUSAN NEGARA. Perilaku negara lalu bergerak tanpa tuntunan tuhan, menolak panduan tuhan, alias KAFIR dalam berbangsa-bernegara, walau di negeri itu banyak penduduk beragama, walau negeri itu dipimpin oleh seorang yang beragama. Dalam kaitannya dengan agama Islam yang memiliki tuntunan tentang bagaimana seharusnya sebuah negara dikelola maka kondisi SEKULER itu menjadi sebuah malapetaka luar biasa. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun. Astaghfirullah. (more…)

14 December 2013 at 07:51 Leave a comment

MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH dan PRIBADI MUSLIM BERKARAKTER

25 March 2013 at 08:54 Leave a comment

MENGAPA HANYA BICARA HAL-HAL Generik (UMUM) KALAU TAHU YANG Spesifik (KHUSUS)?

Promosi sosial yang lagi marak di negeri ini memiliki kategori atau sifat cenderung untuk  menyampaikan  hal-hal yang generik/umum saja, meninggalkan yang spesifik/khusus. Apakah itu  memang strategi atau karena tidak mengetahui yang khusus? Kalau dimaksud sebagai strategi, apa manfaat strategi macam itu dan kalau tidak mengetahui yang khusus, mengapa tidak mendalaminya dulu? (more…)

25 March 2013 at 08:35 Leave a comment

Paradigma Salah yang Merusak Peradaban: “AGAMA ITU RANAH PRIBADI/RITUAL, NEGARA/PEMERINTAH ITU RANAH PUBLIK”

Gencar sekali di media disampaikan pendapat ‘pakar’ bahwa agama itu ranah pribadi (ritual), sehingga negara tidak perlu ikut campur karena negara (Pemerintah) itu mengurus masalah publik, kepentingan bersama. Itulah paradigma yang sedang banyak dipropagandakan di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Sepertinya sudah disadari oleh para propagandis di atas bahwa Islam sebagai agama mengajarkan tentang semua dimensi kehidupan manusia, ya ritualnya, permasalahn pribadi, keluarga, organisasi, negara, dan bahkan dunia dunia internasional serta semesta alam. Coba saja dibaca al Qur’an dan hadits serta sejarah nabi secara lengkap. Islam bukan sekedar ajaran menyembah tuhan dengan segala ritusnya seperti shalat, puasa, doa, haji dll namun juga cara perkawinan dan membangun keluarga sakinah, cara memilih pemimpin dan mengelola bangsa-negara, bahkan cara berhubungan antar negara  dalam bentuk pentingnya diplomasi dan kapan harus berperang. Itulah Islam, tidak sekedar masalah pribadi dengan ritus2 ketuhanannya.

  (more…)

2 March 2013 at 15:11 Leave a comment

PENISTAAN AKAN DATANG BERTUBI-TUBI, VULGAR, DAN AGRESIF PADA MEREKA YANG LEMAH DAN SEDANG DILEMAHKAN

Saat Nabi Muhammad dan umat Islam masih lemah di Mekah, penistaan datang bertubi-tubi, bukan hanya pada isi ajaran Islamnya namun juga pada pribadi Rasulullah. Nabi dicacimaki sebagai pembawa sihir-gila-dll, dillempari kotoran-batu, serta berbagai macam hinaan lain. Vulgar, agresif, terbuka, dan bertubi-tubi. Hal itu terjadi saat umat Islam lemah dan sedang dilemahkan oleh lawan keyakinannya, sedang dalam bayangan kekuasaan orang kafir dan musyrik. Respon Nabi dan umat Islam masa itu tentu amat rasional,  menerima pelecehan dengan kesabaran, mengusap dada, istighfar, serta mendoakan semoga orang kafir-musyrik diberi hidayah oleh Allah SWT, namun secara simultan juga terus berjuang menebar kebenaran dan memperkuat barisan Islam. (more…)

4 October 2012 at 19:51 Leave a comment

DEMOKRASI ATAU REVOLUSI (Sanggahan terhadap Pemikiran Abdul Qadim Zallum yang mengharamkan Demokrasi)

DAMPAK SIKAP ANTI DEMOKRASI PADA KONDISI UMAT

Banyak kelompok Islam mengharamkan demokrasi yang berakibat umat  terpecah dalam politik praktis sehingga kalah dalam memperebutkan kepemimpinan negara. Mengapa bisa begitu? Jawabannya: “Karena banyak umat  (baca: tokohnya) yang keliru menafsirkan pokok permasalahan kehidupan berbangsa-bernegara dari tinjauan Islam”. Karena kalah dalam berebut kekuasaan formal negara maka umat (sebut: tokohnya) gagal mencontoh Rasul yang berhasil mengelola sebuah negara (dengan penduduk plural) secara Islami dan mewujudkan kejayaan Islam,  kemuliaan kaum muslimin, serta mendatangkan kerahmatan pada alam. Salah satu  kekeliruan terbesar dalam pemahaman Islam terkait dengan berbagai permasalahan berbangsa-bernegara adalah “kesalahan memaknai demokrasi, termasuk pemilu(more…)

10 September 2012 at 19:04 Leave a comment

QUO-VADIS HMI, Refleksi Gerakan Kultural vs Gerakan Politik

 

31 January 2012 at 18:33 Leave a comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 49 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

August 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Stats

  • 92,314 hits

Feeds