Posts tagged ‘ormas’

KEPANIKAN ATAU PENGALIHAN PERHATIAN

Beberapa bulan terahir ini terasa ada berbagai ‘kehebohan’ berita di media, baik cetak maupun elektronik. Pemberitaannya sepertinya berlebihan sehingga terkesan ada ‘kepanikan‘ dalam  politik atau memang memiliki  suatu skenario politik tertentu. Berikut dialog saya dengan beberapa teman terkait itu. (more…)

Advertisements

4 January 2013 at 19:41 1 comment

MENAKAR DENGAN BENAR CALON PRESIDEN RI PENYELAMAT NEGERI

Mulai sekitar pertengahan tahun ini dan rasanya akan terus berkelanjutan, media ramai menayangkan hasil-hasil survey beserta analisisnya tentang sosok  Pemimpin/Presiden negeri ini di masa mendatang, setelah SBY tidak lagi bisa dipilih menjadi Presiden RI dalam pilpres 2014 karena ketentuan UUD. Lembaga2 survey sepertinya berlomba  menampilkan hasil-hasil surveynya tokoh mana yang kiranya akan menjadi Presiden RI. Survey mereka umumnya  dilakukan melalui pertanyaan pada sampel penduduk siapa yang akan mereka pilih atau siapa yang menurut mereka layak menjadi Presiden RI. Dengan metoda seperti itu maka jelas akan dihasilkan figur yang ‘populer’ saat ini, sering nampang di media, karena rakyat kenalnya memang figur yang itu itu belaka. Tentu survey seperti itu yang hasilnya kemudian ditayangkan luas di media akan semakin membuat figur-figur yang sama kian berkibar, mungkin urutannya saja yang berganti-ganti. Jelas dari model pencarian semacam ini  tidak akan ditemukan figur yang benar-benar berkualitas tinggi untuk menyelamatkan bangsa-negara. Seharusnya uang tidak perlu dibelanjakan untuk pencarian figur penyelamat bangsa melalui bentuk survey di atas. (more…)

12 December 2012 at 16:41 Leave a comment

HEBOH MIRAS DI INDONESIA, Antara Rekayasa, Kepekaaan Politik, dan Kualitas BerIslam

Mendadak terjadi heboh masalah miras. Setelah saya cermati ternyata banyak keganjilan yang memprihatinkan dalam masyarakat, tokoh, dan pejabat muslim di negeri ini. Secara ringkas kronologinya bisa disarikan sebagai berikut: (more…)

21 January 2012 at 09:29 2 comments

MELALUI HIJRAH NABI MENGAJARI UMAT UNTUK HIDUP DALAM NAUNGAN NEGARA YANG ISLAMI (Mewaspadai Strategi Penguasa Sekuler agar Umat tidak Berpolitik dan hanya berOrmas-LSM belaka)

Setelah mengenalkan Islam melalui pendekatan orang per orang, dari rumah ke rumah, mengenai prinsip keimanan untuk hanya bertuhankan Allah SWT dan melakukan perbaikan akhlak pribadi, Rasulullah lalu melangkah mengajarkan dimensi Islam yang luas, yakni bagaimana umat harus bersikap terhadap sistem kenegaraan, cara mengelola bangsa-negara secara Islami. Itulah hakekat pesan utama hijrah. (more…)

26 November 2011 at 07:52 2 comments

MENGAPA POLITIK KEBANGSAAN, BUKANNYA POLITIK ISLAM, Mengapa Ormas Islam Netral dalam Politik, Bukan Mendukung Politik Islam?

Akhir-akhir ini (apa terkait dengan perhelatan Konggres?)  banyak tokoh Ormas Islam bicara lantang mengenai orientasi politik organisasinya. Tidak satupun yang saya temukan mereka bicara  tegas tentang Politik Islam, sebaliknya mereka bicara ‘Politik Kebangsaan’ tanpa menyebutkan apa yang dimaksud dengan Politik Kebangsaan itu, padahal mereka tokoh Ormas Islam bukan Ormas Sekuler.

Pada sisi lain juga banyak tokoh Ormas Islam menyatakan bahwa mereka akan membawa Ormasnya  tidak berpolitik, mereka hanya akan bergerak di bidang sosial saja, seperti pendidikan, kesehatan dan akan netral menghadapi persaingan Partai-Partai Politik di negeri ini yang diantara Partai-Partai itu ada yang tegas akan memperjuangkan syariat Islam dan ada pula yang menentang berlakunya syariat Islam dalam pengelolaan negara. Pemimpin Ormas Islam akan menyerahkan pilihan politik pada masing-masing anggautanya, mereka bebas saja mendukung Partai Politik yang disukai, padahal diantara partai-partai politik yang ada di Indonesia banyak yang menolak syariat Islam dalam kehidupan berbangsa-bernegara. Apakah Ormas Islam itu tidak peduli pada kualitas keislaman anggautanya sehingga tidak memberi bimbingan keislaman yang utuh termasuk pilihan pada partai politik yang berfihak pada syariat Islam pada anggauta organisasiya? Bukankah Islam tegas mengajarkan bagaimana harusnya mengelola Bangsa dan Negara sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah agar menjadi bangsa-negara yang penuh keadilan, maju, aman-sejahtera, dan tidak eksploitatif terhadap rakyat, kekayaan alam, dan kedamaian Negara lain?

Read more >>>

3 April 2010 at 09:29 2 comments

DI ALAM DEMOKRASI HARUSNYA PERS BERSIKAP NETRAL DALAM PERMASALAHAN IDEOLOGI AGAR RAKYAT SEMAKIN CERDAS DAN BERFIKIR JERNIH TENTANG ALTERNATIF CARA MENGELOLA NEGERIYA (Sudahkah itu Terjadi di Indonesia?)

Seminar Nasional bertemakan “Islam dan Demokrasi, Kompatibelkah?” yang diselenggarakan oleh Partai Bulan Bintang Jawa Timur, 31 Januari 2010 di Surabaya berlangsung semarak. Pada seminar itu Keynote Speakernya Fuad Amsyari, Wakil Ketua Dewan Penasehat MUI Pusat, Pembicara utamanya: Yusril Ihza Mahendra dari Majelis Syuro PBB dan Irfan Awas, Ketua Tanfidziah Majelis Mujahidin Indonesia. Seminar dihadiri oleh Orpol, Ormas, LSM Islam, dan kalangan media masa. Banyak dibahas tentang masalah Islam dan demokrasi dari berbagai sudut pandang. Aspek Islamnya jelas yang terkait dengan ajaran Islam mengenai masalah sosial-kenegaraan, sedang dari materi demokrasi ditinjau baik dari makna harfiah maupun operasionalnya.

Sisi praksis yang terungkap di forum itu adalah bagaimana bisa membuat Partai Islam yang membawa misi penerapan syariat Islam untuk pengelolaan bangsa-negara bisa bersinergi dengan kelompok non-partai (Ormas dan LSM Islam) yang juga memiliki visi-misi memperjuangkan tegaknya syariat dalam bidang sosial-kenegaraan. Read more >>>

5 February 2010 at 21:04 3 comments

RASIONALKAH ORMAS ISLAM BERSIKAP ‘INDEPENDEN’ DI NEGERI MUSLIM YANG SUDAH MEMILIKI PARTAI ISLAM?

Dalam Kompas 12 Januari lalu diberitakan bahwa Ketua Presidium KAHMI yang baru terpilih menemui Presiden di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut tampak  juga gambar Presiden dan Ketua KAHMI tersebut bersalaman, dan disebutkan bahwa  Presiden berpesan supaya KAHMI tetap independen dan bersikap kritis. Kemudian Republika 22 Januari memuat berita bahwa Presiden juga menghadiri Pengukuhan Pengurus KAHMI periode 2010-2015 dan dalam sambutannya antara lain kembali mengajak agar KAHMI tetap bersikap independen. Saya menjadi terkesima mengapa Presiden sampai beberapa kali menyampaikan pesan yang sama pada KAHMI, dan apapula yang dimaksud Presiden tentang  makna independen dan sikap kritis itu.

Read more>>>

25 January 2010 at 07:22 4 comments


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 51 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

December 2017
M T W T F S S
« Oct    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Stats

  • 95,722 hits

Feeds