Posts tagged ‘partai’

HIZBULLAH ADALAH KUNCI KEMENANGAN ISLAM DI DUNIA PLURAL

Al Qur’an surat al Ma’idah (05) ayat 55 & 56 adalah Wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW saat di Madinah, yg artinya:

“Sesungguhnya Pemimpin kalian itu hanyalah Allah, RasulNya, dan Orang yg berkategori Mukmin, yakni orang yg menegakkan shalat, membayar zakat, dan mereka yg tunduk (pd tuntunan Allah)”

“Dan barang-siapa yg mengambil sebagai Pemimpinnya itu Allah, RasulNya, dan Orang yg  berkategori mukmin maka sungguh Hizbullah,  mereks itulah yg berhasil (menang dalam perebutan kepemimpinan di dunia pluralnya)”

Dalam suatu posting ada seorang ustad yg memaknai Hizbullah itu  hanya sebagai ‘golongan Allah” secara umum, atau malah disebut sebagai ‘pasukan perang Allah’. Padahal ayat ttg Hizbullah dalam al Qur’an itu terkait dg persaingan kepemimpinan orang Islam dg orang kafir (Qs05:51-57).

Hizb itu jelas mengacu pada kelompok bermisi memimpin suatu tatanan masyarakat plural, bukan asal kelompok/golongan secara umum, juga bukan pasukan perang. Wahyu ttg hizbullah itu turun di fase  Madinah, yg sudah menyangkut masalah sosial-politik/ syariat syiyasiyah,  tdk di fase Mekah di mana isi wahyu di fase Mekah terkait tentang syariat syahshiyah/personal.

Dalam sejarah di dunia Islam yang panjang banyak orang lalu mengubah/ mengaburkan makna Hizb sebagai kekuatan politik karena mereka sedang di bawah sistem kesultanan/kerajaan krn dlm sistem tersebut  masalah kepemimpinan di dunia plural sdh dianggap selesai. Raja/Sultan dengan keturunannya itulah  Pemimpin tatanan sosial plural, tdk diperlukan adanya kekuatan politik yg berkaitan dg pemilihan Pemimpin Formal di sana.

Seperti yg sudah banyak  diketahui bahwa Wahyu Allah SWT yg disampaikan kepada RasulNya itu sesudah turun akan berlaku pd era kapanpun dan di manapun terkait makna misi keIslamannya. Dalam Era demokrasi di mana umat Islam hrs bersaing dlm masalah kepemimpinan di dunia plural maka Hizb hrs dikembalikan ke makna yg benar, yakni kelompok politik Islam untuk  memenangkan Kepemimpinan oleh Islam dlm tatanan sosial plural, seperti era Nabi beserta para sahabat di fase Madinah.

Umat Islam harus mewaspadai adanya upaya pembodohan oleh orang lain (lawan/musuh  Islam)  dg memaknai salah terhadap istilah2 di dalam ayat2 al Qur’an. Sebagai  contoh yg kini juga sedang marak dipopulerkan adalah misalnya istilah JIHAD dimaknai  ‘bersungguh-sungguh’ belaka. Juga istilah ‘Rahmatan lil ‘alamin’  dimaknai asal berbuat baik pd seseorang, atau bahkan sikap ‘diam’ saja saat Islam dihina orang.

Dari isi ayat al Qur’an dan sejarah Perjuangan Nabi dg para sahabat beliau makna HIZBULLAH adalah KEKUATAN POLITIK UMAT ISLAM, bukan asal golongan/kelompok umat Islam.

Kewajiban umat Islam di era modern sekarang ini harusnya memerinci ciri Hizbullah sehingga bernilai operasional bisa jadi panduan untuk  dikerjakan umat Islam dlm kehidupan nyata. Di jaman demokrasi di mana manusia lalu membuat kelompok2 politik beraneka ragam maka Hizbullah perlu memiliki ciri spesifik yg membedakannya dg kelompok politik yg memperjuangkan agenda yg berbeda dg umat Islam. Berikut ini minimal   karakter Hizbullah yg akan dikenali oleh umat Islam dg mudah. Partai Islam, bila sudah ada,  diharapkan menyesuaikannya.

Ciri2 operasional HIZBULLAH, kekuatan politik Islam yg kini dikenal sebagai Partai Politik Islam,  adalah:

  1. Asas Partai harus Islam
  2. Kekuasaan tertinggi Partai adalah Majelis Syuro, yg terdiri dari sejumlah ‘Ulama” dalam artian Mukmin pejuang Islam berkemampuan memahami sumber acuan Wahyu & Sains terkait seluk beluk kepemimpinan dalam masyarakat plural.
  3. Majelis Syura dipilih

dlm suatu forum musyawarah berupa   ‘Muktamar Ulama Partai Islam’ representasi ulama dalam lingkup  Nasional.

  1. Kepemimpinan Exekutif Inti Partai di semua tingkatan (seperti Ketua umum & Sekjen di tingkat Nasional) harus berkategori Mukmin aktifis Islam, yang  diangkat-diberhentikn oleh Majelis Syuro
  2. Semua Calon Pejabat Publik (Exekutif, Legislatif, Yudikatif) yg diusung Partai unt semua tingkatan hrs berkategori Mukmin aktifis Islam & ditetapkan MjSy
  3. Jika diperlukan ada Aliansi dg Partai lain maka akan dilakukan hanya JIKA untuk mengusung Calon dari Partai Islam. Partai lain yg akan dipilih untuk aliansi itu ditetapkan oleh MjSy.
  4. Pejabat Publik Formal dari Partai Islam harus mengikuti arahan kebijakan2 yg disiapkan oleh MjSy. Pejabat publik tsb hanya dpt diganti/diberhentikn oleh MjSy
  5. Hizbullah/Partai Islam harus bersikap OPOSISI tatkala kekuasaan Exekutif (Nasional & Daerah) bukan oleh Kader Partai Islam
  6. Program2 Partai Islam hrs menyentuh kebutuhan rakyat, namun berorientasi Solusi Syar’i berbasis Qur’an-Hadis shohih-Sains valid unt mengatasi masalah2 Bangsa-Negara
  7. Aktifitas2 Partai Islam hrs bersifat proaktif & vokal untuk memuliakan Islam dan membela-membantu umat Islam di dalam & luar negeri
  8. Manajemen harta-benda Partai hrs Syar’i, dengan prinsip dasar sbb:
  9. Pemisahan tegas milik Individu Pengurus vs milik Partai (harta Partai bukan milik Pengurus, dan sebaliknya)
  10. Kebijakan umum terkait Pemasukan & Pengeluaran harta partai oleh MjSy. Exekutif berperan  melaksanakan sesuai dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Partai (APBP).  Tdk perlu ada organ lain terkait  pengendalian aset, spt dibuatnya yayasan dll
  11. Pendapatan Fungsionaris partai yg menjadi Pejabst Formal Negara masuk ke kas partai. Pejabat ybs digaji oleh partai sesuai kebijakan APBP
  12. APBP ditetapkan MjSy, diketahui oleh Exekutif Partai (Ketua-Sekr) sampai di tingkat Kabupaten/Kota
  13. Program Strategis Hizbullah adalah:

GERAKAN PENYADARAN UMAT bhw  MENDUKUNG PARTAI SEKULER ITU HARAM, MELANGGAR AL QUR’AN, akan berdampak KERUSAKAN UMAT &  ISLAM, DOSANYA TERAMAT BESAR, BISA  MELAMPAUI PAHALA YG DIDAPAT dari IBADAH MAHDHOH sehingga terancam Neraka

 

Surabaya, 23 Ramadhan 1441 H

17 May 2020 at 11:20 Leave a comment

KOALISI PARTAI ISLAM DENGAN PARTAI SEKULER?

Pembenaran ataukah benar dari sisi SYARI’AT ISLAM?

Oleh Fuad Amsyari.

 

Menjelang Pilkada (bisa saja menjadi kasus saat Pilpres sebentar lagi) banyak didata & dibahas  adanya KOALIASI antara PARTAI ISLAM dg PARTAI SEKULER. Bahkan dihitung jumlah koalisi itu baik terkait Cagub-Cawagub maupun di level Kabupaten-Kota.

Sebelum masuk ke materi koalisi tsb tentu perlu didefinisi- operasionalkan dulu apa yg dimaksudkan sebagai Partai Islam itu (selainnya Partai Islam  tentu masuk kategori Partai Sekuler, jangan salah sebut sbg PARTAI NASIONALIS krn PARTAI ISLAM ITU JUGA NASIONALIS). (more…)

27 June 2018 at 16:23 Leave a comment

Pendidikan Islam di Tengah Politik Bangsa

29 March 2014 at 13:53 Leave a comment

PENGGIRINGAN OPINI BAHWA PARTAI ISLAM TIDAK NASIONALIS dan HANYA PARTAI SEKULER YANG NASIONALIS

Manusia adalah makhluk  yang paling sempurna di banding makhluk lain. Oleh Allah SWT manusia di beri misi menjadi khalifah di bumi dalam artian menjadi pengelola. Untuk itu manusia memiliki kualitas biofisik bagus dengan kemampuan berpikir yang canggih dan orientasi hidup utuh yakni spiritual, ekonomi, politik, dan budaya. Kehidupan manusia  cenderung berkelompok, berorganisasi supaya mampu mengatasi berbagai tantangan dengan kebersamaan. Dalam kehidupan modern manusia lalu membentuk kelompok yang relatif besar mendiami suatu area tertentu dan diberi nama Negara. Di dalam negara itu mereka bekerja sama, mengatur berbagai permasalahan hidup dengan harapan bisa menjadi semakin baik dan maju. (more…)

7 January 2014 at 14:39 Leave a comment

CIRI DAN UJUNG BANGSA-NEGARA SEKULER (Analisis Kualitatif terhadap Masa Depan)

Fuad Amsyari, PhD, Caleg DPR RI dari PBB

(Silahkan ikuti twitter: @f_amsyari)

Makna SEKULER terkait dengan kehidupan berbangsa-bernegara berarti pengelolaan bangsa-negara itu murni oleh ide-kreatifitas manusia, tanpa melibatkan secara formal tuntunan agama yang terkait masalah kenegaraan  (misalnya: hukum pidana yang diberlakukan, perilaku  ekonomi makro, budaya nasional, pendidikan, kriteria yang boleh menjadi pemimpin, dan aspek poleksosbudhankam lainnya). Tuntunan agama tentang kenegaraan tersebut diabaikan bahkan secara formal dilarang untuk diterapkan (lihat konstitusi Turki pasca Kemal Attaturk sampai sekarang). Ringkasnya bahwa SEKULER BERARTI MENOLAK TUNTUNAN TUHAN TERKAIT PENGURUSAN NEGARA. Perilaku negara lalu bergerak tanpa tuntunan tuhan, menolak panduan tuhan, alias KAFIR dalam berbangsa-bernegara, walau di negeri itu banyak penduduk beragama, walau negeri itu dipimpin oleh seorang yang beragama. Dalam kaitannya dengan agama Islam yang memiliki tuntunan tentang bagaimana seharusnya sebuah negara dikelola maka kondisi SEKULER itu menjadi sebuah malapetaka luar biasa. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun. Astaghfirullah. (more…)

14 December 2013 at 07:51 Leave a comment

SNAPSHOT ISLAM POLITIK DI BULAN RAMADHAN @f_amsyari

Berikut tweet saya dalam bulan Ramadhan, merespon politik nasional dan internasional. Semoga bermanfaat untuk melangkah bersama ke depan (diurut dari yang terbaru sampai ke belakang): (more…)

31 July 2013 at 18:26 1 comment

UMAT PERLU MELAWAN SERANGAN TERHADAP AJARAN ISLAM POLITIK

Pagi ini di Jawa Pos ada artikel berjudul “PROSPEK KUSUT ISLAM POLITIK”. Isinya bisa ditebak, ‘kesalah-fahaman’ tentang Islam Politik dan Partai Islam yang memberi efek dialektik menguntungkan ajaran sekuler dan  ‘Partai Sekuler’, pengusung Ideologi Non-Islam. Ideologi Islam berusaha dikerdilkan menjadi sekedar nilai umum yang abstrak seperti: sederhana (tawasuth), adil (i’tidal), keseimbangan (mizan). Luar biasa agresifnya upaya-upaya di negeri ini  untuk mengerdilkan makna Islam Politik dan mengecilkan tujuan mulia Partai Islam.

(more…)

23 February 2013 at 20:18 Leave a comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

June 2020
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Stats

  • 132,558 hits

Feeds