Posts tagged ‘pluralisme’

DIALOG ANTAR AGAMA, Sebuah Program (Mencari Cara Merukunkan Bangsa) atau sekedar ‘Proyek’ (untuk Mendapat ’Dana’ dan Popularitas)?

Sepertinya ’Dialog Antar Agama (DAA)’ kini sedang naik daun di Indonesia, apalagi dipioniri dan melibatkan oleh tokoh Pimpinan atau mantan Pimpinan Ormas Besar Islam di negeri ini, yakni NU dan Muhammadiyah. Apa saja hasilnya? Rasanya umat masih belum merasakan hasilnya, tapi bagi para penyelenggara forum itu minimal sudah mendapat hadiah popularitas karena selalu dimuat di media masa. Sayang media masa tidak banyak memberitakan apa saja hasil dialog antar agama tersebut, bermanfaat atau tidak bagi rakyat. Bahkan DAA yang dilakukan dengan fihak luar-negeri seperti Eropa (al.Yunani), Asia (al. Yordania), atau yang sebentar lagi diadakan dengan Afrika (Ethiopia), tentunya melibatkan perwakilan negeri yang terlibat dengan biaya yang tidak sedikit. Fakta nyata yang ada: agama Islam masih saja dihinakan Nabinya, dihujat Kitab Sucinya, di hancur-lantakkan negerinya (ingat Iraq yang kemarin dulu dan Libya yang sekarang sedang berlangsung). Lihat artikel sebelum ini di blog yang sama. Itukah hasil DAA yang digandrungi sebagian Tokoh Islam negeri ini? (more…)

22 April 2011 at 11:17 1 comment

Strategy to Deactivate Huntington Thesis on Clash of Civilization between Moslems and Western Society, RATIONAL ACTIONS TO BE IMPLEMENTED TO MAKE A PEACEFUL WORLD

It is factual that a lot of international crisis is caused by conflict between Moslems (in particular from Middle East) and Non-Moslem people (in particular from Western Countries). Thousands of deaths and millions of human sufferings has been happening caused by such crisis. Countries mainly suffered directly within the crisis are Palestinian, Afghanistan, Iraq, Pakistan, Israel, and Iran. US Government policy has certainly been playing major roles toward either the conflicts subdued or worsened with more serious impact on world peace in coming future.

Close to President Obama visit to Indonesia, a Moslem Country, I have been inspired to write on such a subject with hope to be beneficial in reducing the global conflicts in near future, focusing on measures necessary to be considered and materialized by US Government lead by President Obama.

Read more >>>

8 November 2010 at 10:45 1 comment

Tatkala Sentimen Anti Imigran Muslim Merebak di Barat, MUSLIM INDONESIA PENDUKUNG MULTIKULTURALISME-PLURALISME MESTINYA KEMBALI KE SYARIAT KENEGARAAN AGAMANYA

Headline Republika 12 Oktober 2010 benar-benar menjadi pukulan telak bagi penganut faham multikulturalisme di Indonesia. Dalam era reformasi Pendukung faham ini sepertinya lagi naik daun oleh promosi sepertinya ada kecintaan tidak terbatas pada sesama, kesamaan hak setiap warga-negara, kebebasan mengekspresikan  keinginannya yang dijamin negara,  dan tidak terbelenggu oleh ‘adanya’ kekangan ajaran agama dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Agama tidak lagi diperlukan dalam membimbing manusia terkait urusan berkomunikasi antar sesamanya, dan harus diganti oleh faham kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berperilaku dalam lindungan negara. Mereka berkiblat pada masyarakat Eropah dan Amerika Serikat. Benarkah itu yang terjadi di negara Barat sana??

Read more >>>

16 October 2010 at 21:35 3 comments

DI ALAM DEMOKRASI HARUSNYA PERS BERSIKAP NETRAL DALAM PERMASALAHAN IDEOLOGI AGAR RAKYAT SEMAKIN CERDAS DAN BERFIKIR JERNIH TENTANG ALTERNATIF CARA MENGELOLA NEGERIYA (Sudahkah itu Terjadi di Indonesia?)

Seminar Nasional bertemakan “Islam dan Demokrasi, Kompatibelkah?” yang diselenggarakan oleh Partai Bulan Bintang Jawa Timur, 31 Januari 2010 di Surabaya berlangsung semarak. Pada seminar itu Keynote Speakernya Fuad Amsyari, Wakil Ketua Dewan Penasehat MUI Pusat, Pembicara utamanya: Yusril Ihza Mahendra dari Majelis Syuro PBB dan Irfan Awas, Ketua Tanfidziah Majelis Mujahidin Indonesia. Seminar dihadiri oleh Orpol, Ormas, LSM Islam, dan kalangan media masa. Banyak dibahas tentang masalah Islam dan demokrasi dari berbagai sudut pandang. Aspek Islamnya jelas yang terkait dengan ajaran Islam mengenai masalah sosial-kenegaraan, sedang dari materi demokrasi ditinjau baik dari makna harfiah maupun operasionalnya.

Sisi praksis yang terungkap di forum itu adalah bagaimana bisa membuat Partai Islam yang membawa misi penerapan syariat Islam untuk pengelolaan bangsa-negara bisa bersinergi dengan kelompok non-partai (Ormas dan LSM Islam) yang juga memiliki visi-misi memperjuangkan tegaknya syariat dalam bidang sosial-kenegaraan. Read more >>>

5 February 2010 at 21:04 3 comments

KERUKUNAN DI INDONESIA JADI MODEL (Suatu Fakta atau Harapan atau Rekayasa?)

‘KERUKUNAN DI INDONESIA JADI MODEL’ demikian judul  tulisan-berita di Republika, 1 Desember 2009 halaman 12. Dengan membaca judulnya rasanya semua orang menjadi senang, siapa yang tidak bangga menjadi model kerukunan, namun jika dibaca isinya baru nampak ada sesuatu yang ‘aneh’ di dalamnya. Adakah yang salah dengan judul itu? Jawabannya  amat mudah: fakta kehidupan di Indonesia saat ini memang tidak begitu, secara internal saja kerukunan masih jauh dari ideal, apalagi  jika disebut sebagai model kerukunan untuk dunia. Banyak negara di dunia yang masyarakatnya lebih rukun sehingga lebih layak menjadi model.

Read more>>>

2 December 2009 at 22:19 2 comments

KEPEMIMPINAN NASIONAL DI ERA REFORMASI, Tinjauan bagi Negeri Muslim Indonesia

INDONESIA DI ERA REFORMASI

Era Reformasi harus dibaca beda dengan era Orde Baru agar sikap dan perilaku kita lebih efektif dan efisien, khususnya dalam upaya Pembangunan Bangsa. Pada masa awal Orde Baru kekuasaan politik cenderung represif pada Islam karena dianggap menjadi salah-satu potensi ancaman pada rezim yang sedang berkuasa. Upaya sistematis dilakukan kekuasaan formal untuk menekan gerak sosial-politik umat Islam termasuk pemberian cap ‘ekstrim kanan, subversi, ekstrimis, DI-TII, dsb.’ yang ujung-ujungnya menekan aktifis Islam untuk tidak bisa bergerak maju dalam bidang sosial-politik. Bahkan partai politik yang berasas Islampun secara sistematis dibawa ke arah meninggalkan asas Islamnya, demikian pula dengan ormas Islam sekalipun yang akhirnya merubah asas Islam menjadi asas lain. Apakah dengan cara begitu Negeri Muslim ini lalu menjadi negara maju dan jaya? Ironisnya umat Islam Indonesia tidak berkutik menghadapi tekanan seperti itu dan ikut saja arus gerak politiking yang direkayasa oleh orang lain. Kita perlu introspeksi mampukah kiranya umat Islam Indonesia masih bisa bertahan bila terjadi lagi upaya depolitisasi Islam seperti itu? Dalam sejarah Orde Baru itulah proporsi umat Islam Indonesia terus merosot dari lebih 95% menjadi turun tinggal 86% saja. Sekali lagi justru pada status seperti itu ironisnya banyak tokoh Islam masih berani menepuk dada bahwa mereka berhasil membuat Islam jaya di negerinya.

Read more >>>

18 October 2009 at 23:50 3 comments

AREA APA YANG TIDAK DISENTUH DALAM DIALOG ANTAR AGAMA, (“Clash of Civilization” Huntington Menjadi Keniscayaan?)

DIALOG AGAMA DAN TEORI HUNTINGTON

Polemik terhadap tesis Samuel Huntington tentang adanya benturan peradaban antara Islam dan Barat (yang mewakili Kristen: Katholik maupun Protestan) setelah tumbangnya Komunisme terus bergulir, ada yang pro dan ada yang kontra (tesis itu salah, tidak ada benturan peradaban antara Islam dan Barat). Banyak upaya sadar yang sengaja diprogram untuk menggugurkan tesis tersebut dengan cara antara lain mengadakan dialog antar agama. Upaya seperti itu terasa amat menyolok  terjadi di Indonesia, bahkan banyak diprakarsai oleh ormas Islam di samping oleh lsm-lsm yang bermacam-macam. Memang menarik untuk dianalisis mengapa justru di Indonesia program dialog seperti itu marak sekali, bahkan sepertinya saling berlomba berebut predikat penggagas dan pioner.

Mungkin oleh aktifnya acara-acara dialog antar agama tersebut maka umat Islam Indonesia sering mendapat pujian asing, disebut sebagai umat Islam yang toleran, moderat, dan ideal. Terakhir, dalam konferensi bertema  “Unity in Diversity, The Culture of Coexistence in Indonesia” hasil kerjasama antara Indonesia dan Italia yang diselenggarakan di Roma 5 Maret 2009 tercatatlah pujian baru: “Indonesia Model Masyarakat Plural” atau lebih keren lagi “Indonesia, Simbol Penting Dunia Islam”. Hancurlah tesis Huntington oleh  gerakan para tokoh Islam Indonesia. Benarkah?
Read more >>>

10 March 2009 at 06:58 2 comments

Older Posts Newer Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

June 2020
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Stats

  • 132,558 hits

Feeds