Posts tagged ‘pluralitas’

ISU JILBAB DAN POSISI AGAMA DALAM PILPRES 2009

Jawa Pos, Sabtu 30 Mei 2009 memuat satu judul “Demokrat Protes Politisasi Agama”. Di dalamnya dibahas tentang isu jilbab yang akhir-akhir ini mencuat terkait dengan pilpres. Seperti banyak diketahui bahwa salah satu daya tarik yang muncul dalam pengenalan capres cawapres yang sedang berlangsung adalah telah berjilbabnya istri Capres Jusuf Kalla dan istri Cawapres Wiranto, dibandingkan dengan cara berpakaian istri SBY-Budiono, dan bahkan juga Capres Megawati. Diberitakan pula cara berpakaian tersebut nampaknya menambah daya tarik terhadap  JK-Wir di mana dari hasil polling sementara menunjukkan tingkat kepopuleran JK-Wir menaik tajam. Fakta itulah yang lalu menjadi pekerjaaan rumah baru bagi tim sukses SBY-Bud dan mereka kemudian bereaksi. Khusus untuk merespon fenomena tersebut bahkan kubu Demokrat menggelar konferensi pers di mana seorang tokoh utamanya membuat pernyataan terkait dengan agama, antara lain menyebutkan bahwa  agama harus ditempatkan dalam posisi terhormat (jangan memolitisasi agama, jangan dijadikan alat politik apalagi hanya untuk alat kampanye). Bagaimanakah duduk masalah sebenarnya? Read more >>>

1 June 2009 at 23:24 1 comment

AREA APA YANG TIDAK DISENTUH DALAM DIALOG ANTAR AGAMA, (“Clash of Civilization” Huntington Menjadi Keniscayaan?)

DIALOG AGAMA DAN TEORI HUNTINGTON

Polemik terhadap tesis Samuel Huntington tentang adanya benturan peradaban antara Islam dan Barat (yang mewakili Kristen: Katholik maupun Protestan) setelah tumbangnya Komunisme terus bergulir, ada yang pro dan ada yang kontra (tesis itu salah, tidak ada benturan peradaban antara Islam dan Barat). Banyak upaya sadar yang sengaja diprogram untuk menggugurkan tesis tersebut dengan cara antara lain mengadakan dialog antar agama. Upaya seperti itu terasa amat menyolok  terjadi di Indonesia, bahkan banyak diprakarsai oleh ormas Islam di samping oleh lsm-lsm yang bermacam-macam. Memang menarik untuk dianalisis mengapa justru di Indonesia program dialog seperti itu marak sekali, bahkan sepertinya saling berlomba berebut predikat penggagas dan pioner.

Mungkin oleh aktifnya acara-acara dialog antar agama tersebut maka umat Islam Indonesia sering mendapat pujian asing, disebut sebagai umat Islam yang toleran, moderat, dan ideal. Terakhir, dalam konferensi bertema  “Unity in Diversity, The Culture of Coexistence in Indonesia” hasil kerjasama antara Indonesia dan Italia yang diselenggarakan di Roma 5 Maret 2009 tercatatlah pujian baru: “Indonesia Model Masyarakat Plural” atau lebih keren lagi “Indonesia, Simbol Penting Dunia Islam”. Hancurlah tesis Huntington oleh  gerakan para tokoh Islam Indonesia. Benarkah?
Read more >>>

10 March 2009 at 06:58 2 comments

Adakah Politik Anti-Syariat di balik Isu Kemajemukan Agama di Indonesia?

Pluralitas Agama ataukah Mayoritas Muslim

Mengapa kini makin marak saja isu adanya pluralitas agama di Indonesia padahal di negeri ini sejak dalam masa penjajahan oleh bangsa Belanda yang Protestan dan diteruskan oleh penjajahan Jepang yang menganut Budha dan Kong Hu Cu itu sudah ada kemajemukan agama. Mana pula yang lebih relevan dibicarakan dalam kaitannya dengan upaya membangun bangsa-negara Indonesia untuk menjadi bangsa-negara yang maju dalam percaturan internasional, isu pluralitas agama atau isu Islam sebagai agama yang dipeluk oleh mayoritas  penduduk di Indonesia?

Sejak dahulu kala, bukan di era reformasi ini saja telah ada pluralitas agama di Indonesia. Bahkan tidak ada satupun negara di dunia yang warga negaranya hanya memeluk satu agama, tidak pula di negara Madinah masa Rasulullah di mana di sana juga ada Yahudi dan Nasrani/Kristen. Tapi kemudian mengapa sepertinya di Indonesia ini, khususnya mulai  di masa Orde Baru lalu dan berlanjut di era reformasi sekarang ini ada histeria bahwa di negeri ini ada pluralitas agama (baca: tidak hanya orang Islam saja). Mengapa pula sepertinya Islam sebagai agama yang dipeluk oleh mayoritas penduduk di negeri ini tidak menjadi isu sosial politik, bahkan nampak ingin ditenggelamkan. Mengapa ada upaya untuk tidak menonjolkan bahwa strukrur sosial bangsa ini didominasi oleh muslim (sekitar 90%), sedang pemeluk agama lain, seperti Katholik, Protestan, Budha, Hindu, Kong Hu Cu membagi sekitar 10% sisanya? Bukankah proporsi seperti itu lebih layak diungkapkan, dikemukakan, dan ditonjolkan sewaktu bangsa ini sedang berupaya mencari strategi pembangunan yang efektif bisa menghantar bangsa  menjadi bangsa yang besar? Mengapa pula ada upaya sistematis untuk meyakinkan semua orang di Indonesia (baca: umat Islamnya) bahwa faktor mayoritas agama itu tidak penting untuk diperhitungkan dalam proses pengelolaan bangsa dan negara.
Read more >>>

21 February 2009 at 08:15 3 comments

Newer Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

June 2020
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Stats

  • 132,558 hits

Feeds