Posts tagged ‘presiden’

KEPANIKAN ATAU PENGALIHAN PERHATIAN

Beberapa bulan terahir ini terasa ada berbagai ‘kehebohan’ berita di media, baik cetak maupun elektronik. Pemberitaannya sepertinya berlebihan sehingga terkesan ada ‘kepanikan‘ dalam  politik atau memang memiliki  suatu skenario politik tertentu. Berikut dialog saya dengan beberapa teman terkait itu. (more…)

4 January 2013 at 19:41 1 comment

MENAKAR DENGAN BENAR CALON PRESIDEN RI PENYELAMAT NEGERI

Mulai sekitar pertengahan tahun ini dan rasanya akan terus berkelanjutan, media ramai menayangkan hasil-hasil survey beserta analisisnya tentang sosok  Pemimpin/Presiden negeri ini di masa mendatang, setelah SBY tidak lagi bisa dipilih menjadi Presiden RI dalam pilpres 2014 karena ketentuan UUD. Lembaga2 survey sepertinya berlomba  menampilkan hasil-hasil surveynya tokoh mana yang kiranya akan menjadi Presiden RI. Survey mereka umumnya  dilakukan melalui pertanyaan pada sampel penduduk siapa yang akan mereka pilih atau siapa yang menurut mereka layak menjadi Presiden RI. Dengan metoda seperti itu maka jelas akan dihasilkan figur yang ‘populer’ saat ini, sering nampang di media, karena rakyat kenalnya memang figur yang itu itu belaka. Tentu survey seperti itu yang hasilnya kemudian ditayangkan luas di media akan semakin membuat figur-figur yang sama kian berkibar, mungkin urutannya saja yang berganti-ganti. Jelas dari model pencarian semacam ini  tidak akan ditemukan figur yang benar-benar berkualitas tinggi untuk menyelamatkan bangsa-negara. Seharusnya uang tidak perlu dibelanjakan untuk pencarian figur penyelamat bangsa melalui bentuk survey di atas. (more…)

12 December 2012 at 16:41 Leave a comment

HISTERIA ‘RESHUFFLE’ KABINET, ADAKAH AGENDA TERSELUBUNG DAN APA MANFAATNYA BAGI BANGSA?

Kualitas politik masyarakat termasuk persnya bisa dilihat dari kasus  ‘reshuffle’ kabinet. Umumnya semua orang tahu, apalagi pers,  bahwa Personalia Kabinet itu sepenuhnya tanggung jawab Presiden dengan diberi istilah keren ‘hak prerogatif’, tapi mengapa kenyataannya terus saja bergunjing tentang reshuffle atau pergantian sebagian menterinya, sepertinya dengan gunjingan itu Presiden lalu gamang dan mengganti sebagian menteri oleh suara-suara vokal yang diulang-ulangi di masyarakat atau pers. Jelas ini mengherankan dari tinjauan asumsi bahwa era reformasi membuat masyarakat dan pers Indonesia matang/dewasa dalam berpolitik/ berdemokrasi. Mengapa tidak membiarkan saja masalah kabinet itu pada Presiden sepenuhnya, dirubah (sebagian/semua) atau tetap dipertahankan. Bukankah telah difahami bahwa hak Presidenlah menentukan menteri-menterinya, tidak memerlukan persetujuan kabinet atau siapapun. Apakah ada rekayasa tersembunyi melalui corong media untuk menekan Presiden agar mengganti personalia kabinetnya karena agenda/kehendak tertentu oleh tokoh atau yang berada di belakang Pers? Bukankah Presiden tidak memerlukan dukungan pers sebagai legitimasi melakukan reshuffle dengan target politik tertentu, walau memang diperlukan untuk mengoreksi kekeliruan politik yang dilakukannya masa lalu? Jika pers atau siapapun tokohnya memang menghendaki perubahan tersebut mengapa tidak melalui jalur politik biasa, yakni partai politik atau koalisi partai politik yang lagi berkuasa, tidak perlu ramai-ramai terus diberitakan sehingga membawa bising dan meresahkan? (more…)

1 October 2011 at 11:48 Leave a comment

PRESIDEN SBY TENTANG “ISLAM ITU RAHMATAN LIL ALAMIN” Bagaimana Kesempatan dia untuk Merealisasikannya?

Banyak orang Islam, apalagi ulama dan muballigh,  yang sering mensitir bahwa Islam itu Rahmatan lil Alamin, namun bagaimana logikanya tidak banyak dibahas. Mirip dengan slogan cita-cita menjadikan bangsa-negara sebagai ‘Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur’, namun metoda menuju ke sana tidak diterapkan. Akhir-akhir ini malah konsep ‘Islam Rahmatan lil Alamin’ sepertinya dimanfaatkan  untuk ‘melawan’ Teroris. Sesederhana itukah makna Islam Rahmatan lil Alamin? Jelas tidak. Seandainya semua teroris yang beragama Islam di dunia ini sudah dipunahkan, apakah dunia lalu menjadi penuh Rahmat oleh Islam? Kalau hanya sekedar menghapuskan teroris tentu dunia belum aman-sejahtera karena di dunia akan masih banyak pencuri, perampok, pemerkosa, koruptor, pezina, pemabuk, pencemar lingkungan, dan perbuatan-perbuatan jahat lain yang  merusak harkat manusia dan alam. Kalau dunia saja belum bisa penuh rahmat apalagi untuk alam keseluruhannya. Jadi bagaimana rasionalnya bahwa ‘Islam itu membawa Rahmat bagi Alam’? (more…)

30 August 2009 at 14:39 5 comments

SUSAHKAH MENENTUKAN PILIHAN DALAM PILPRES TANGGAL 08 JULI NANTI? (Tidak GOLPUT, Lalu Bagaimana?)

PENTINGNYA MEMILIH PRESIDEN-WAKIL PRESIDEN

Memilih Presiden-Wakil Presiden  adalah hal penting dalam agama Islam karena akan menentukan nasib umat dan nasib orang senegara walau berbeda agamanya. Al Qur’an memberi tuntunan rinci tentang cara memilih Pemimpin, bahkan lebih rinci dari perintah shalat. (more…)

2 July 2009 at 23:10 5 comments

DEBAT CAWAPRES MEMANAS TATKALA TERKAIT ISU AGAMA (Adakah hubungan Agama dengan Politik?)

Debat Cawapres sempat panas ketika membahas isu hubungan agama dan negara, begitu Republika 24 Juni 2009. Berikut ini beberapa cuplikan berita harian tersebut:

…..Menurut Boediono, agama harus diletakkan di tempat mulia. Tidak menjadi elemen politik praktis. Peran negara bertanggung jawab pada kebebasan beragama, hanya saja tidak boleh merugikan kelompok lain. “Begitu sakralnya hubungan antara kita dan Tuhan, oleh  sebab itu agama harus di atas politik.” (baca ‘Jilbab dan Pilpres’ di blog ini)

Wiranto menilai ada yang kurang tajam. “Yang disampaikan Pak Boediono normatif tetapi praktisnya membingungkan,” lanjutnya “Saya sependapat ada kaitan agama (dan) politik, tapi substansial. Nilai akhlak moral agama ditarik ke etika politik, sehingga ada politik santun, harmonis, tidak menyerang, karena politik tujuannya kesejahteraan”. Diteruskan “Jangan politik menghalalkan semua cara, sehingga kita bisa berpolitik dengan moral.”

Read more >>>

24 June 2009 at 19:12 1 comment

Antara Pilpres, Demokrasi, dan Khilafah

Setelah menerima sms tentang artikel yang mengkaitkan Jargon PRIMORDIAL dengan Pilpres (dimuat juga di blog ini) maka seorang teman (disingkat SA) merespon dengan sms yang menyatakan bahwa dalam proses memilih pemimpin seharusnya memakai sistem PERWAKILAN, tidak dengan pemilihan umum. Kemudian berlangsunglah dialog via sms sebagai berikut ini: Read more>>>

16 June 2009 at 21:02 2 comments

SPONTANEOUS RESPONSE TO PRESIDENT OBAMA’S SPEECH AT CAIRO UNIVERSITY, TODAY, JUNE 4, 2009 (With Wishes to Reach to the US President)

Comment on Mutual Respect among Religion

It is not difficult to be tolerance to others who have difference religion in terms of spiritual believe and ritual ceremony. However, it becomes crucial when it comes to social-political dimension of life, e.g. economic, cultural, and political policies. (more…)

5 June 2009 at 00:45 2 comments

KAITAN ANTARA JILBAB DENGAN PERBAIKAN EKONOMI, PENDIDIKAN, KESEHATAN MASYARAKAT

Dalam tiga hari terakhir ini saya selalu mendapat sms dari orang yang berbeda yang mengomentari  berita di sebuah Majalah Mingguan ternama di Indonesia yang memuat hasil wawancara wartawannya dengan seorang Pimpinan Utama Partai Islam tentang Jilbab yang di kenakan isteri Capres-  Cawapres yang sedang bersaing dalam Pilpres bulan depan. Dalam sms itu disebutkan bahwa bahwa si Tokoh Partai Islam ditulis di majalah mingguan tersebut telah menyatakan sebagai berikut: “Apa kalau istrerinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan jadi lebih baik? Soal selembar kain saja kok dirisaukan”. Karena saya kenal pada Tokoh Partai Islam tadi maka saya teruskan sms tersebut dengan sekaligus juga menanyakan apa betul begitu wawancaranya. Alhamdulillah beliau segera menjawab sms saya sebagai berikut: “Itu diplintir, lalu di-bumbu2in, di sms disebar…. (more…)

3 June 2009 at 22:20 4 comments

ISU JILBAB DAN POSISI AGAMA DALAM PILPRES 2009

Jawa Pos, Sabtu 30 Mei 2009 memuat satu judul “Demokrat Protes Politisasi Agama”. Di dalamnya dibahas tentang isu jilbab yang akhir-akhir ini mencuat terkait dengan pilpres. Seperti banyak diketahui bahwa salah satu daya tarik yang muncul dalam pengenalan capres cawapres yang sedang berlangsung adalah telah berjilbabnya istri Capres Jusuf Kalla dan istri Cawapres Wiranto, dibandingkan dengan cara berpakaian istri SBY-Budiono, dan bahkan juga Capres Megawati. Diberitakan pula cara berpakaian tersebut nampaknya menambah daya tarik terhadap  JK-Wir di mana dari hasil polling sementara menunjukkan tingkat kepopuleran JK-Wir menaik tajam. Fakta itulah yang lalu menjadi pekerjaaan rumah baru bagi tim sukses SBY-Bud dan mereka kemudian bereaksi. Khusus untuk merespon fenomena tersebut bahkan kubu Demokrat menggelar konferensi pers di mana seorang tokoh utamanya membuat pernyataan terkait dengan agama, antara lain menyebutkan bahwa  agama harus ditempatkan dalam posisi terhormat (jangan memolitisasi agama, jangan dijadikan alat politik apalagi hanya untuk alat kampanye). Bagaimanakah duduk masalah sebenarnya? Read more >>>

1 June 2009 at 23:24 1 comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 62 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

July 2020
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Stats

  • 132,945 hits

Feeds