Posts tagged ‘ulama’

HINDU DI BALI PUNYA ‘PECALANG’, PENGAMAN SYARIAT HINDU, ISLAM DI INDONESIA PUNYA APA?

Tatkala Republika 6 Agustus memuat gambar beberapa tokoh ormas Islam dengan keterangan dibawahnya menyebut Ormas Islam menolak kekerasan, maka saya memperoleh sms dari seorang ulama besar yang berbunyi: “Aslm.Wr.W., YTH: Tokoh & Ormas Islam. (Republika 6 Ags ’10: Di Kantor PBNU 12 Ormas Islam buat Petisi Kecam Ormas Radikal yang mengatasnamakan agama). Ormas Radikal yang mana? Siapa sasaran tembaknya? Arahnya ke mana? Apa maksud dan tujuannya? Untuk kepentingan siapa? Knp tdk disebutkan dengan jelas dlm Petisi? Hati2 Ormas Islam, jgn ditunggangi TOKOH LIBERAL yang mengatasnamakan agama utk MERUSAK Islam & Ukhuwwah”.

Lalu esoknya di harian yang sama dimuat berita tentang hal tersebut termasuk Ormas Islam yang hadir dalam pertemuan di kantor PBNU itu. Di antara berita yang diturunkan ada dua pernyataan yang kemudian menggambarkan permasalahannya. Salah seorang Ketua Muhammadiah diberitakan menyatakan: (more…)

14 August 2010 at 14:24 2 comments

MUI DAN NKRI, Ke mana Arah Geraknya? Bagaimana Nasibnya?

Negara didirikan untuk membawa masyarakat menjadi teratur, aman, makmur-sejahtera. Begitu pula mestinya sewaktu NKRI didirikan.

Insitusi ulama didirikan untuk memberi perlindungan aqidah umat, menyebarkan Islam, dan menegakkan syariat Islam dalam semua dimensi kehidupan. Begitu pula mestinya misi MUI dibentuk.

Jika memang begitu misi pembentukan kedua institusi tersebut, bagaimana seharusnya gerak NKRI dan MUI serta bagaimana pula seharusnya interaksi antar keduanya?

Read more>>>

2 August 2010 at 18:48 1 comment

ISLAM RITUAL, APA BISA MENYELAMATKAN UMAT DAN BANGSA INDONESIA?

Seorang Gurubesar dan Rektor sebuah Universitas Islam Negeri di Indonesia memberi komentar atas tulisan seorang Tokoh tentang Syarat Kepemimpinan KPK yang ideal yang dimuat di harian Republika. Komentar dalam bentuk sms itu ditujukan kepada penulis di media tersebut namun juga dikirimkan ke saya sehingga saya juga lalu tergelitik untuk menjawabnya. Beginilah isi smsnya dan jawaban sms saya:

Read more >>>

29 May 2010 at 06:54 2 comments

EKONOMI DULU, AGAMA BELAKANGAN, Paradigma Pembangunan yang Merusak Umat dan Bangsa Indonesia

Banyak tokoh politik bahkan sebagian ulama atau kyai sudah berpikiran bahwa yang penting bagi umat ini adalah memperbaiki kondisi ekonominya. Jika mereka sudah makmur maka agamanya nanti juga akan menjadi baik. Bentuk redaksinya juga sering dibalik: ‘bagaimana umat bisa memikirkan masalah agama kalau untuk memenuhi kebutuhan pokok ekonominya saja masih kesulitan’. Maka dengan cara berfikir seperti itu lalu mereka (banyak tokoh politik yang beragama Islam dan sebagian ulama-kyai) menjadi begitu toleran jika ada perempuan melacurkan diri karena tekanan ekonomi, bahkan bisa membenarkan jika lokalisasi pelacuran dibiarkan saja atau marak dan ikut protes bahkan menjadi pelindung di garis depan jika ada upaya memberantas kemaksiyatan seperti itu. Astaghfirullah. Akibatnya berbagai kebejatan akhlak semakin menjadi, kejahatan merajalela, kekayaan negara semakin terkuras, umat dan bangsa semakin terpuruk oleh perilaku jahat pengusaha dan penguasa karena semua perbuatan jahat lalu dilakukan atas nama demi perbaikan ekonomi rakyat!! Benarkah akan bisa memakmurkan rakyat jika cara atau  metoda pembangunan yang dipakai dilaknat Allah? Mana rasionalnya?

Read more >>>

18 February 2010 at 18:48 3 comments

RASIONALKAH ORMAS ISLAM BERSIKAP ‘INDEPENDEN’ DI NEGERI MUSLIM YANG SUDAH MEMILIKI PARTAI ISLAM?

Dalam Kompas 12 Januari lalu diberitakan bahwa Ketua Presidium KAHMI yang baru terpilih menemui Presiden di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut tampak  juga gambar Presiden dan Ketua KAHMI tersebut bersalaman, dan disebutkan bahwa  Presiden berpesan supaya KAHMI tetap independen dan bersikap kritis. Kemudian Republika 22 Januari memuat berita bahwa Presiden juga menghadiri Pengukuhan Pengurus KAHMI periode 2010-2015 dan dalam sambutannya antara lain kembali mengajak agar KAHMI tetap bersikap independen. Saya menjadi terkesima mengapa Presiden sampai beberapa kali menyampaikan pesan yang sama pada KAHMI, dan apapula yang dimaksud Presiden tentang  makna independen dan sikap kritis itu.

Read more>>>

25 January 2010 at 07:22 4 comments

“JIKA TOKOH UMAT BICARA-DAKWAHNYA TIDAK LUGAS, MAKA UMATNYA AKAN TERLEPAS, DAN NEGARA PUN RUSAK KARENA DIPERAS”

Judul tulisan yang mirip puisi di atas adalah ungkapan keprihatinan saya tentang kondisi umat Islam dan tokoh-tokohnya di negeri ini. Saya jadi sedih setelah mengamati dalam perjalanan waktu yang relatif panjang betapa ‘tokoh-tokoh’ umat yang sudah punya pendidikan keislaman mumpuni, bekal dukungan ‘virtual’ umat Islam cukup besar di belakangnya, namun ujung-ujungnya tokoh-tokoh Islam itu hilang tidak berbekas dalam proses menentukan nasib bangsa-negaranya. Negeripun lalu dipimpin oleh orang yang tidak mengerti Islam karena umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk lalu terperangkap orang lain melalui isu politik menyesatkan dari musuh Islam karena pidato-pidato si tokoh tentang masalah bangsa-negara masih abstrak, tidak tegas memberi arahan keislaman dalam kehidupan berbangsa-bernegara yang harus diikuti umatnya.

Kita mungkin sering menyaksikan bagaimana seorang tokoh Islam sepertinya amat populer, dipuja-puji oleh umat Islam akan kehebatan ilmu Islamnya namun akhirnya dia  tidak banyak berperan dalam menentukan nasib bangsanya karena dia tidak memiliki kewenangan formal membuat kebijakan nasional yang begitu desisif terhadap nasib bangsa-negara. Kita perlu selalu ingat bahwa nasib  bangsa-negara  di mana umat Islam berada di dalamnya amat bergantung pada keputusan yang dibuat oleh pemilik kekuasaan formal negara. Tokoh Islam umumnya masih saja hanya  bermain di lahan ritual-spiritual karena dikiranya dengan dakwah  seperti itu otomatis akan membuat kebijakan negeri oleh para pejabat negara berobah menjadi sesuai dengan tuntunan Islam.

Read more>>>

28 November 2009 at 10:34 4 comments

ORANG ALIM MASUK NERAKA, PELACUR MASUK SURGA? Astaghfirullah, Apa Pesan Dibaliknya?

Ada pembelajaran tentang Islam yang ‘menyesatkan’ di Jawa Pos 24/8/09 pada RUBRIK ‘Spirit Ramadhan’.. Tulisan itu awalnya mensitir adanya ‘kebrutalan’ masa bersama MUI terhadap kompleks pelacuran.di Riau yang ditayangkan sebuah stasiun TV. Si penulis mencela mengapa melakukan tindak kekerasan pada sesama manusia di bulan suci Ramadhan terkait pelacuran itu.  Lalu dilanjutkan oleh penulis uraian panjang lebar disertai untaian kata menarik  sebuah ‘cerita sufi’ yang lalu diberi fokus heading tebal dan besar oleh Jawa Pos “Orang Alim Masuk Neraka, Pelacur Masuk Surga”. Astaghfirullah. Terasa sekali nuansa pelecehan terhadap ulama dan penghormatan pada pelacur, di bulan suci Ramadhan ini. Ringkas ceritanya, alkisah ada seorang alim  bertetangga dengan seorang pelacur. Saban hari si orang alim membayangkan kerusakan akhlak si pelacur karena perzinaan yang dilakukannya. Sebaliknya si pelacur saban hari selalu berfikir positif pada si orang alim dan berbangga punya tetangga yang keulamaannya  begitu baik, bahkan dia berkhayal kapan bisa meniru perilaku si ulama. Ujung dongengnya, kedua orang itu mati dan diproses di akherat. Si Ulama ternyata di masukkan neraka karena selalu berfikiran buruk terhadap perilaku pelacur, sebaliknya si pelacur dimasukkan surga karena selalu berfikiran mulia terhadap tetangganya yang alim itu. Apa yang salah dengan artikel tersebut?? Berikut ini respon saya atas tulisan yang ditulis seorang staf Departemen Agama RI itu.

(more…)

8 September 2009 at 21:29 8 comments

Older Posts Newer Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 63 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

June 2020
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Stats

  • 132,558 hits

Feeds