Posts tagged ‘umat’

UMAT ISLAM HARUS TERBIASA BERFIKIR JANGKA PANJANG

Oleh Fuad Amsyari

 

Hidup ini memang komplex, tdk sederhana, apalagi dlm tataran sosial/makro. Kasus Andalusia, Filipina, Cina, termasuk yg terbaru di  Angola dimana produk umat dlm bentuk bangunan2 fisik megah termasuk bangunan sakralnya  Mesjid2, yg dibangun susah payah oleh umat berpuluh tahun ternyata dlm ‘sekejab’  musnah krn  beralih fungsi bahkan hilang lenyap  dihancurkan gara2 umat Islam KALAH dlm PERSAINGAN POLITIK, kekuasaan diambil alih orang. (more…)

Advertisements

26 June 2018 at 23:01 Leave a comment

ISLAM ADALAH PENYELAMAT UMAT MANUSIA, Sebagai Pribadi Maupun Tatanan Sosial yg Plural

Oleh: Fuad Amsyari.

 

Islam diturunkan oleh Sang Maha Pencipta Alam semesta, Allah SWT, untuk KESELAMATAN & KEBAIKAN UMAT MANUSIA, apakah  sebagai Pribadi maupun sebagai Tatanan Sosial berbentuk  Masyarakat/ Bangsa.

Mekanisme yg diberikan oleh Sang Maha Pencipta unt penyelamatan umat manusia  itu berupa 3 bentuk, yg hrs dilaksanakan keseluruhannya, bertahap.

Ketiga MEKANISME tsb adalah:

  1. MEKANISME berupa BERIMAN kepada ALLAH SWT:

Secara personal manusia hrs memiliki Keimanan hati yg benar, yi  kepada Allah SWT.  Keimanan itu harus disertai  KETAATAN secara penuh/utuh pd SEMUA   TUNTUNAN Nya, tanpa pilih2, bukan spt misalnya hanya taat pd tuntunan Ritualnya saja tapi menolak unt taat pd tuntunan berakhlaq,  dan tuntunan Allah yg lain.

Keimanan hrs mendasar ke lubuk hati, ke hati nurani, tdk di bibir saja. Keimanan tsb   bisa dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya oleh 2 kegiatan: 1).   TABLIGH-DAKWAH-JIHAD ISLAM, dan 2). RITUAL ISLAM / IBADAH MAHDHAH yg benar, TDK BOLEH TERPEROSOK PD BID’AH DHALALAH (berritual tanpa acuan yg menjamin bhw bentuk ritual  itu benar2 diajarkan/ dicontohkan Nabi).

  1. MEKANISME dlm bentuk AKHLAQUL KARIMAH. Berperilaku sehari2 hrs sesuai tuntunan Allah SWT, yg sering disebut sbg ber AKHLAQ MULIA. Perilaku ini  terkait 2 dimensi, yi; 1). Sikap Personal ttg diri sendiri,  spt hidup sederhana, menjaga kebersihan, tidak melakukan kesia2an, menjaga kehormatan, menahan nafsu angkara, dll; dan 2).  Perilaku kpd Orang lain spt: sikap Jujur, Amanah, Dermawan, Ajakan unt  kebaikan2, tdk mengganggu orang, tdk berbuat jahat, dll.
  2. MEKANISME berbentuk PENATAAN TATANAN SOSIAL: Menata SISTEM SOSIAL SESUAI TUNTUNAN ALLAH SWT adalah mekanisme bgmn ajaran Islam akan membawa kebaikan/kesejahteraan pd MASYARAKAT MANUSIA YG PLURAL. Ada 2 tatanan sosial yg hrs diperhatikan:
  3. Penataan Tatanan Sosial skala kecil (KELUARGA), yi bhw keluarga manusia harus dibangun, dipimpin, dan  dikelola sesuai ajaran Allah SWT terkait masalah kekeluargaan. Misalnya siapa yg hrs menjadi kepala klg, menjaga hubungan suami-istri,  pengaturan harta milik  antara suami dan istri, pendidikan anak, pembagian harta waris, memperlakukan tetangga, dll. Semua itu ada  tuntunan Islamnya dan dicontohkan prakteknya oleh Nabi Muhammad SAW.
  4. Penataan Tatanan Sosial berskala besar (MASYARAKAT-BANGSA-NEGARA). Terhadap Penataan Tatanan sosial ini  diberikan oleh Allah SWT cara pengaturannya. Pengelolaan syar’i itulah yg akan menghasilkan dunia plural manusia  menjadi tatanan yg adil-makmur-sejahtera merata, membawa kedamaian & keharmonisan umat manusia yg plural. Pengelolaan Bangsa-Ngr secara syar’i yg diajarkan Allah SWT meliputi seluruh dimensi kehidupan berbangsa-berngr (bidang POLEKSOSBUDKUMLINGHANKAM). Pengaturan yg syar’i (yg dituntun Wahyu) itu jelas berbeda dg model pengaturan yg direka2 manusia belaka spt pandangan  penganut ideologi SEKULARISME, KAPITALISME, KOMUNISME dan sebangsanya.

MEKANISME PENYELAMATAN UMAT MANUSIA  bentuk  KETIGA ini biasa  disebut sebagai ‘ISLAM POLITIK’, yg memiliki 2 misi, yi:

  1. Upaya2 agar sebuah masy/ngri yg plural penduduknya bisa DIPIMPIN FIGUR MUKMIN, bukan Kafiriin, Munafiqiin, Dholimiin, Jahilin (kriteria yg diwahyukan Allah SWT) ; dan
  2. Masy/Ngri yg berpenduduk PLURAL itu diperintahkan oleh Wahyu unt  dikelola sesuai Tuntunan Allah SWT ttg pengelolaan bangsa-ngr (Qs05:49-50).

APA UMAT MANUSIA MAU DISELAMATKAN oleh ISLAM? Itu keputusan yg hrs diambil oleh  umat  manusia itu sendiri. Itu juga menjadi  tantangan bagi umat Islam yg sadar akan makna keislamannya.

Semoga Allah SWT  memudahkan perjuangan mulia para aktifis Islam dlm upaya  penyelamatan umat manusia. Amien.

 

Ws Fuad Amsyari.

13 June 2018 at 14:06 Leave a comment

UMAT PERLU MELAWAN SERANGAN TERHADAP AJARAN ISLAM POLITIK

Pagi ini di Jawa Pos ada artikel berjudul “PROSPEK KUSUT ISLAM POLITIK”. Isinya bisa ditebak, ‘kesalah-fahaman’ tentang Islam Politik dan Partai Islam yang memberi efek dialektik menguntungkan ajaran sekuler dan  ‘Partai Sekuler’, pengusung Ideologi Non-Islam. Ideologi Islam berusaha dikerdilkan menjadi sekedar nilai umum yang abstrak seperti: sederhana (tawasuth), adil (i’tidal), keseimbangan (mizan). Luar biasa agresifnya upaya-upaya di negeri ini  untuk mengerdilkan makna Islam Politik dan mengecilkan tujuan mulia Partai Islam.

(more…)

23 February 2013 at 20:18 Leave a comment

MAKNA KESEMPURNAAN ISLAM DAN EMPIRISASI KESUKSESAN RASULULLAH MUHAMMAD SAW

Dalam al Qur’an secara eksplisit disebutkan bahwa Islam itu ajaran yang sempurna (al Qur’an surat al Maidah ayat 3). Sering dipertanyakan di mana kesempurnaan agama Islam jika misalnya di banding dengan ajaran lain? Sebagai muslim yang mestinya selalu berusaha kian memahami Islam tentu diharapkan bisa menjawab pertanyaan seperti itu. Jika tidak mampu mendapat jawabannya bisa saja agama Islam yang dipeluknya lalu disamakan kualitasnya dengan ajaran lain, hanya beda sisi ‘ritualnya’, misalnya Islam ke mesjid dan yang lain ke tempat penyembahan yang berbeda. Kasus seperti itu kini sedang marak karena ada yang mempropagandakan dengan dana besar, yakni menyamakan Islam dengan ajaran lain sehingga hidup menjadi tanpa arah yang jelas. Pemeluk Islam yang encer seperti itu akan mudah terperangkap jebakan musuh Islam, yang memang ingin umat tidak berkarakter dan menjadi busa dipercaturan masyarakat plural. Ajaran liberalisme dibentuk dan disebarkan bertujuan menggerogoti umat Islam yang memiliki ajaran amat spesifik. Misi ideologinya menganggap semua agama sama saja, menjadi muslim atau menjadi pemeluk agama apapun di dunia, yang penting mengakui adanya tuhan. Pandangan liberalisme itu secara dialektik malah bisa menguatkan ateisme, karena berujung beragama dengan tidak beragama menjadi tidak banyak bedanya. Di Amerika Serikat yang getol dengan faham liberalisme kini juga terlanda ateisme terselubung, di mana menurut survey sosial-politik Pew terbaru menunjukkan jumlah penduduk Amerika Serikat yang tidak beragama kian besar, yakni 20%. Astaghfirullah, semoga Allah SWT melindungi umat Islam dari godaan syetan. (more…)

24 January 2013 at 14:42 Leave a comment

PENISTAAN AKAN DATANG BERTUBI-TUBI, VULGAR, DAN AGRESIF PADA MEREKA YANG LEMAH DAN SEDANG DILEMAHKAN

Saat Nabi Muhammad dan umat Islam masih lemah di Mekah, penistaan datang bertubi-tubi, bukan hanya pada isi ajaran Islamnya namun juga pada pribadi Rasulullah. Nabi dicacimaki sebagai pembawa sihir-gila-dll, dillempari kotoran-batu, serta berbagai macam hinaan lain. Vulgar, agresif, terbuka, dan bertubi-tubi. Hal itu terjadi saat umat Islam lemah dan sedang dilemahkan oleh lawan keyakinannya, sedang dalam bayangan kekuasaan orang kafir dan musyrik. Respon Nabi dan umat Islam masa itu tentu amat rasional,  menerima pelecehan dengan kesabaran, mengusap dada, istighfar, serta mendoakan semoga orang kafir-musyrik diberi hidayah oleh Allah SWT, namun secara simultan juga terus berjuang menebar kebenaran dan memperkuat barisan Islam. (more…)

4 October 2012 at 19:51 Leave a comment

DEMOKRASI ATAU REVOLUSI (Sanggahan terhadap Pemikiran Abdul Qadim Zallum yang mengharamkan Demokrasi)

DAMPAK SIKAP ANTI DEMOKRASI PADA KONDISI UMAT

Banyak kelompok Islam mengharamkan demokrasi yang berakibat umat  terpecah dalam politik praktis sehingga kalah dalam memperebutkan kepemimpinan negara. Mengapa bisa begitu? Jawabannya: “Karena banyak umat  (baca: tokohnya) yang keliru menafsirkan pokok permasalahan kehidupan berbangsa-bernegara dari tinjauan Islam”. Karena kalah dalam berebut kekuasaan formal negara maka umat (sebut: tokohnya) gagal mencontoh Rasul yang berhasil mengelola sebuah negara (dengan penduduk plural) secara Islami dan mewujudkan kejayaan Islam,  kemuliaan kaum muslimin, serta mendatangkan kerahmatan pada alam. Salah satu  kekeliruan terbesar dalam pemahaman Islam terkait dengan berbagai permasalahan berbangsa-bernegara adalah “kesalahan memaknai demokrasi, termasuk pemilu(more…)

10 September 2012 at 19:04 Leave a comment

HEBOH MIRAS DI INDONESIA, Antara Rekayasa, Kepekaaan Politik, dan Kualitas BerIslam

Mendadak terjadi heboh masalah miras. Setelah saya cermati ternyata banyak keganjilan yang memprihatinkan dalam masyarakat, tokoh, dan pejabat muslim di negeri ini. Secara ringkas kronologinya bisa disarikan sebagai berikut: (more…)

21 January 2012 at 09:29 2 comments

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 53 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

July 2018
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Stats

  • 107,698 hits

Feeds