Posts tagged ‘islam’

KOALISI PARTAI ISLAM DENGAN PARTAI SEKULER?

Pembenaran ataukah benar dari sisi SYARI’AT ISLAM?

Oleh Fuad Amsyari.

 

Menjelang Pilkada (bisa saja menjadi kasus saat Pilpres sebentar lagi) banyak didata & dibahas  adanya KOALIASI antara PARTAI ISLAM dg PARTAI SEKULER. Bahkan dihitung jumlah koalisi itu baik terkait Cagub-Cawagub maupun di level Kabupaten-Kota.

Sebelum masuk ke materi koalisi tsb tentu perlu didefinisi- operasionalkan dulu apa yg dimaksudkan sebagai Partai Islam itu (selainnya Partai Islam  tentu masuk kategori Partai Sekuler, jangan salah sebut sbg PARTAI NASIONALIS krn PARTAI ISLAM ITU JUGA NASIONALIS). (more…)

Advertisements

27 June 2018 at 16:23 Leave a comment

UMAT ISLAM HARUS TERBIASA BERFIKIR JANGKA PANJANG

Oleh Fuad Amsyari

 

Hidup ini memang komplex, tdk sederhana, apalagi dlm tataran sosial/makro. Kasus Andalusia, Filipina, Cina, termasuk yg terbaru di  Angola dimana produk umat dlm bentuk bangunan2 fisik megah termasuk bangunan sakralnya  Mesjid2, yg dibangun susah payah oleh umat berpuluh tahun ternyata dlm ‘sekejab’  musnah krn  beralih fungsi bahkan hilang lenyap  dihancurkan gara2 umat Islam KALAH dlm PERSAINGAN POLITIK, kekuasaan diambil alih orang. (more…)

26 June 2018 at 23:01 Leave a comment

ISLAM ADALAH PENYELAMAT UMAT MANUSIA, Sebagai Pribadi Maupun Tatanan Sosial yg Plural

Oleh: Fuad Amsyari.

 

Islam diturunkan oleh Sang Maha Pencipta Alam semesta, Allah SWT, untuk KESELAMATAN & KEBAIKAN UMAT MANUSIA, apakah  sebagai Pribadi maupun sebagai Tatanan Sosial berbentuk  Masyarakat/ Bangsa.

Mekanisme yg diberikan oleh Sang Maha Pencipta unt penyelamatan umat manusia  itu berupa 3 bentuk, yg hrs dilaksanakan keseluruhannya, bertahap.

Ketiga MEKANISME tsb adalah:

  1. MEKANISME berupa BERIMAN kepada ALLAH SWT:

Secara personal manusia hrs memiliki Keimanan hati yg benar, yi  kepada Allah SWT.  Keimanan itu harus disertai  KETAATAN secara penuh/utuh pd SEMUA   TUNTUNAN Nya, tanpa pilih2, bukan spt misalnya hanya taat pd tuntunan Ritualnya saja tapi menolak unt taat pd tuntunan berakhlaq,  dan tuntunan Allah yg lain.

Keimanan hrs mendasar ke lubuk hati, ke hati nurani, tdk di bibir saja. Keimanan tsb   bisa dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya oleh 2 kegiatan: 1).   TABLIGH-DAKWAH-JIHAD ISLAM, dan 2). RITUAL ISLAM / IBADAH MAHDHAH yg benar, TDK BOLEH TERPEROSOK PD BID’AH DHALALAH (berritual tanpa acuan yg menjamin bhw bentuk ritual  itu benar2 diajarkan/ dicontohkan Nabi).

  1. MEKANISME dlm bentuk AKHLAQUL KARIMAH. Berperilaku sehari2 hrs sesuai tuntunan Allah SWT, yg sering disebut sbg ber AKHLAQ MULIA. Perilaku ini  terkait 2 dimensi, yi; 1). Sikap Personal ttg diri sendiri,  spt hidup sederhana, menjaga kebersihan, tidak melakukan kesia2an, menjaga kehormatan, menahan nafsu angkara, dll; dan 2).  Perilaku kpd Orang lain spt: sikap Jujur, Amanah, Dermawan, Ajakan unt  kebaikan2, tdk mengganggu orang, tdk berbuat jahat, dll.
  2. MEKANISME berbentuk PENATAAN TATANAN SOSIAL: Menata SISTEM SOSIAL SESUAI TUNTUNAN ALLAH SWT adalah mekanisme bgmn ajaran Islam akan membawa kebaikan/kesejahteraan pd MASYARAKAT MANUSIA YG PLURAL. Ada 2 tatanan sosial yg hrs diperhatikan:
  3. Penataan Tatanan Sosial skala kecil (KELUARGA), yi bhw keluarga manusia harus dibangun, dipimpin, dan  dikelola sesuai ajaran Allah SWT terkait masalah kekeluargaan. Misalnya siapa yg hrs menjadi kepala klg, menjaga hubungan suami-istri,  pengaturan harta milik  antara suami dan istri, pendidikan anak, pembagian harta waris, memperlakukan tetangga, dll. Semua itu ada  tuntunan Islamnya dan dicontohkan prakteknya oleh Nabi Muhammad SAW.
  4. Penataan Tatanan Sosial berskala besar (MASYARAKAT-BANGSA-NEGARA). Terhadap Penataan Tatanan sosial ini  diberikan oleh Allah SWT cara pengaturannya. Pengelolaan syar’i itulah yg akan menghasilkan dunia plural manusia  menjadi tatanan yg adil-makmur-sejahtera merata, membawa kedamaian & keharmonisan umat manusia yg plural. Pengelolaan Bangsa-Ngr secara syar’i yg diajarkan Allah SWT meliputi seluruh dimensi kehidupan berbangsa-berngr (bidang POLEKSOSBUDKUMLINGHANKAM). Pengaturan yg syar’i (yg dituntun Wahyu) itu jelas berbeda dg model pengaturan yg direka2 manusia belaka spt pandangan  penganut ideologi SEKULARISME, KAPITALISME, KOMUNISME dan sebangsanya.

MEKANISME PENYELAMATAN UMAT MANUSIA  bentuk  KETIGA ini biasa  disebut sebagai ‘ISLAM POLITIK’, yg memiliki 2 misi, yi:

  1. Upaya2 agar sebuah masy/ngri yg plural penduduknya bisa DIPIMPIN FIGUR MUKMIN, bukan Kafiriin, Munafiqiin, Dholimiin, Jahilin (kriteria yg diwahyukan Allah SWT) ; dan
  2. Masy/Ngri yg berpenduduk PLURAL itu diperintahkan oleh Wahyu unt  dikelola sesuai Tuntunan Allah SWT ttg pengelolaan bangsa-ngr (Qs05:49-50).

APA UMAT MANUSIA MAU DISELAMATKAN oleh ISLAM? Itu keputusan yg hrs diambil oleh  umat  manusia itu sendiri. Itu juga menjadi  tantangan bagi umat Islam yg sadar akan makna keislamannya.

Semoga Allah SWT  memudahkan perjuangan mulia para aktifis Islam dlm upaya  penyelamatan umat manusia. Amien.

 

Ws Fuad Amsyari.

13 June 2018 at 14:06 Leave a comment

BAGAIMANA ISLAM BISA MENGATASI KAPITALISME YG JAHAT TAPI CERDIK

(Oleh Fuad Amsyari PhD)

Seorang teman yg guru besar FK Unair mengirim artikel ke saya berjudul “Hebat dan Jahatnya Kapitalisme oleh Para Kapitalis”, disertai pertanyaan kepada saya bagaimana Islam bisa mengatasinya. Tulisan ini adalah jawaban saya akan pertanyaan tsb. Di akhir tulisan juga saya lampirkan artikel yg dikirimkan oleh teman saya tadi spy pembaca bisa memahami inti masalahnya.  (more…)

14 February 2018 at 18:56 Leave a comment

OBYEKTIFIKASI DALAM BERISLAM

(Oleh: Fuad Amsyari)

Melihat praktek berislam kebanyakan umat akhir2 ini, termasuk intelektualnya, membuat saya teringat istilah yg pernah dipakai oleh almarhum sahabat saya DR. Kuntowijoyo dari UGM Jogja. Dikatakannya bhw umat ini berislamnya hrs diukur lebih obyektif supaya tidak terjebak pada subyektifitas yg melahirkan berbagai kesia-siaan maupun pertikaian. Bukankah hal tersebut sering terjadi juga sampai sekarang? (more…)

2 February 2018 at 12:02 Leave a comment

Sains dalam Pandangan Islam

20 October 2017 at 17:44 Leave a comment

“SEHARIAN ISLAM”, SARI KHOTBAH IED SAYA DI LAPANGAN BRONDONG LAMONGAN. (Dengan sekitar 15 ribu jamaah)

  1. Pesan utama dlm memaknai Iedul Fithrie adalah unt MEMPERBAIKI-MENYEMPURNAKAN KEISLAMAN UMAT. Kembali ke Fithrah berarti kembali ke Islam yg benar.
  2. Bgmn Allah SWT secara bertahap mengajar manusia unt menjadi muslim dg benar dpt diketahui dari Proses Urutan isi Wahyu yg diturunkan  berturut2 via Rasulullah sbb:
  3. Berislam itu hrs mulai dg KEIMANAN pd Allah SWT yg khas sifat2Nya (ingat bhw Wahyu pertama yg  turun itu  mengenalkn identitas tuhan yg hrs diimani manusia. Pd saat wahyu pertama turun tsb masy Mekah SDH PUNYA BANYAK BERMACAM2 TUHAN). Maka berislam yg benar HRS DIMULAI DG KEIMANAN YG BENAR, yi HANYA KEPADA ALLAH SWT.
  4. Wahyu2 berikutnya yg turun pd Nabi secara berturut2 selama 10th berisi 1). Ciri2 bgmn keimanan pd Allah SWt secara utuh & kokoh   (TDK DIBENARKAN  TERPENGARUH PLURALISME, HANYA BERPURA PURA BERIMAN / MUNAFIK, HANYA PERCAYA ADA TUHAN TAPI MENOLAK TUNTUNANNYA SPT IBLIS):  dan 2). Tuntunan berakhlaq yg mulia. Maka kewajiban utama umt Islam sesudh beriman dg benar HRS BERPERILAKU YG BAIK. ORANG ISLAM WAJIB BERAKHLAQ MULIA.
  5. Sesudah 10 tahun dpt wahyu ttg keimanan & akhlaq mulia barulah turun perintah untuk menjalankan Shalat (dlm peristiwa Isra’ Mi’raj). Artinya kewajiban berislam setelah BERIMAN YG BENAR, BERAKHLAQ MULIA (a.l jujur, amanah, menyebarkn Islam dg santun, tdk khianat, tdk  korupsi, tdk jahat dll), maka umat Islam hrs melakukan RITUAL ISLAM YG BENAR (menyembah tuhan tdk dg cara  mengira2 sendiri tapi hrs sesuai yg diajarkan Nabi berdasar Hadits shohih, tdk terjebak hadits2  palsu shg cara  beritualnya aneh2,  berlebihan).
  6. Tahun berikutnya sesudah itu lalu turun wahyu memerintahkan Nabi berhijrah ke Madinah, menggalang kekuatan politik Islam sampai MEMENANGKAN ISLAM DLM KEPEMIMPINAN DI MASY PLURAL/BHINEKA. NABI menjadi Kepala Negara sampai sktr 10tahun. Hal ini jelas menunjukkan bhw berislam yg benar itu mengandung kewajiban BERIMAN DG KOKOH HANYA PD ALLAH SWT, BERAKHLAQ BAIK, MELAKUKAN RITUAL/IBADAH MAHDHAH, UJUNGNYA  UMAT ISLAM WAJIB BERPOLITIK UNT MENJADI PEMIMPIN DLM MASY MAJEMUK (tdk pasif membiarkan masy majemuknya dipimpin secara formal oleh orang lain. Disinilah hakekat makna  turunnya ayat2 politilk dlm al Qur’an, termasuk surat al Maidah 51)
  7. Islam itu mengajak pd kebenaran, kebaikan, keadilan, kedamaian dlm membangun masy plural. Islam tdk boleh membiarkan kedholiman, kecurangan, eksploitasi dlm masy majemuknya yg bisa saja dilakukan oleh orang Islam sendiri (muslim munafik, muslim tdk taat syariat), maupun Non-Muslim/ Kafirin. Islam mengajarkan untuk mengatasi musuh2 Islam setara cara2 yg dilakukn oleh musuh Islam thd umat Islam (Qs02:194)
  8. KH MA’RUF AMIN, Ketua MUI, meminta umat Islam mewapadai kelompok RADIKAL SEKULER yg melakukan aksi2/ tindakan2 anarkhis/permusuhan pd Umat dan Ulama Islam. Kelompok Radikal Sekuler itulah yg sesungguhnya mengancam kedamaian &  keutuhan NKRI
  9. Umat Islam tdk boleh berislam terjebak pd aktifitas Ritual berlebihan,  apalagi yg tdk dituntun oleh Hadits shohih. Hidup didunia ini hrs dijalani secara proporsional, yg menuntut umat Islam untuk menguatkan diri selain memahami Wahyu (al Qur’an & Hadits Shohh) juga hrs meningkatkan  kemampuan dlm Sain,Teknologi, dan menejemen untuk menghadapi tantangan2 di era modern dan terbuka saat ini. Umat Islam tdk boleh  bersikap jumud/stagnan,  terjebak pd penguatan  perilaku2 ritual yg egoistik berharap sorga  namun ringkih  imannya, rusak akhlaqnya,  lemah pemahaman sunnatullah dunianya  (lemah kemampuan Sains teknologinya), rendah kemampuan menejemennya,  sehingga menjadi lemah daya saingnya  dlm pertarungan  politik di masyarakat  pluralnya
  10. Mari SEHARIAN ISLAM, apapun yg kita kerjakan dlm seharian dari detik ke detik, sedang di rumah, di kantor, di pasar, di perusahaan, di rumah sakit, sedang bisnis, mengajar-belajar, rapat, membuat undang2-peraturan, mengetok palu menetapkan vonis, mengobati-berobat, dll kita hrs selalu melakukannya sesuai tuntunan Allah SWT, sesuai tuntunan Islam. Mari berislam tdk hanya saat shalat fardhu, tahajud, umrah-haji, hanya sewaktu di mesjid/mushalla.

Semoga kita selalu dlm ridho Allah SWT.

 Ws Fuad Amsyari

 

26 June 2017 at 10:19 Leave a comment

Older Posts


"tatkala mayoritas penduduk maju, maka minoritas terikut maju (TIDAK SEBALIKNYA), dan negara pun menjadi kokoh-kuat..."

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 53 other followers

Recent Posts

Archives

Calendar

July 2018
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Stats

  • 107,654 hits

Feeds